Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MUQTASID

Tafsir Problematik tentang Riba dalam Produk Perbankan Syariah Mochlasin, Mochlasin
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 2 (2010): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v1i2.365-382

Abstract

Kesalahan besar kegiatan ekonomi saat ini menurut sebagian ekonom,adalah menjadikan uang sebagai komoditas. Pemahaman demikian menyebabkan keberadaan uang saat ini lebih banyak diperdagangkan daripada digunakan sebagai alat tukar dalam perdagangan. Lembaga perbankan konvensional juga menjadikan uang sebagai komoditas dalam proses pemberian kredit. Instrumen yang digunakan adalah bunga (interest). Aktivitas ekonomi yang memakai instrumen bunga telah menjadi lahan spekulasi empuk bagi banyak orang di muka bumi ini. Kesalahan konsepstual itu berakibat fatal terhadap krisis hebat dalam perekonomian sepanjang sejarah, khususnya sejak awal abad 20 sampai sekarang
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Kewirausahaan Enterpreneur Muslim Salatiga Mochlasin, Mochlasin; Krisnawati, Wahyu
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 7, No 2 (2016): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v7i2.73-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhiperilaku kewirausahaan mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah FakultasEkonomi dan Bisnis Islam IAIN Salatiga. Penelitian ini menggunakan variabelindependen pendidikan kewirausahaan, lingkungan dan kepribadian, sedangkanvariabel dependennya perilaku kewirausahaan. Populasi dalam penelitianini adalah mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah S-1 Fakultas Ekonomi danBisnis Islam IAIN Salatiga angkatan 2012. Jumlah mahasiswanya adalah103. Pengambilan sampel dengan menggunakan random sampling. Teknikyang digunakan adalah analisis uji reliabilitas, uji validitas, uji asumsi klasikdan uji statistik. Pengujian hipotesis menggunakan uji t, uji F dan R. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa Pendidikan Kewirausahaan, Lingkungandan Kepribadian secara bersama-sama (simultan) mempengaruhi PerilakuKewirausahaan. Akan tetapi jika secara individu Pendidikan Kewirausahaanberpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Kewirausahaan,Lingkungan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap PerilakuKewirausahaan, Kepribadian berpengaruh positif dan signifikan terhadapPerilaku Kewirausahaan
REKONSTRUKSI TEORI CONSUMER EQUILIBRIUM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Mochlasin, Mochlasin
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 4, No 1 (2013): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v4i1.107-129

Abstract

Keseimbangan menjadi prinsip penting dalam ajaran Islam yang kemudian dapatdikembangkan menjadi dasar rancang bangun ekonomi Islam. Untuk menjelaskan konsep keseimbangan konsumen yang bersumber dalam al­Qur’an, tulisan ini akan menggunakan pendekatan integral (unitied approuch) yang digagas oleh Muhammad Anas Zarqa terutama dari tulisannya, Islamiation of Economics: The Concept and Metodology. Metode ini dibangun di atas asumsi, bahwa sebagian teori ekonomi dan wahyu dapat saling memperkuat dan men dukung. Kata qawam yang terdapat dalam surat al-Furqan ayat 67 menjadi kata kunci dalam tulisan ini untuk membangun teori tentang consumer equilibrium (keseimbangan konsumen) dalam ekonomi Islam sebagaimana telah jamak dikenal dalam ekonomi konvensional. Konsep consumer equilibrium dalam ekonomi konvensional yang digambarkan dengan budget line dan kurva indeferen, dapat digunakan untuk menggambarkan maksud surat al-Furqan ayat 67. Namun demikian, karena terdapat prinsip-prinsip dasar yang berbeda seperti konsep tentang kebutuhan dan pertimbangan maslahah, maka budget line dan kurva indeferen tidak secara otomatis dapat menjelaskan maksud suatu ayat yang mengandung muatan ekonomiÂ