Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Metode Muri-Q dalam Pengenalan Huruf Hijaiyah (Studi Kasus di Rumah Tahfidz Al-Fatih Pabelan, Kartasura, Sukoharjo) Aldila Luthfiana Rahmadewi; Yeti Dahliana; Chusniatun; Mahasri Shobahiya
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i1.1307

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana penerapan Metode Muri-Q dalam pengenalan huruf hijaiyah pada pembelajaran Qur’an di Rumah Tahfidz Al-Fatih, Pabelan, Kartasura, Surakarta. Penelitian ini dilatarbeakangi pentingnya pengenalan huruf hijaiyah dalam tahap pembelajaran Qur’an. Metode Muri-Q adalah salah satu metode praktis membaca dan menghafal dengan cara melagukan bacaan al-Qur’an sesuai tajwid. Namun teori ini tidak relevan terhadap apa yang terjadi di Rumah Tahfidz Al-Fatih, yang mana sebagian santri tidak dapat mengenal huruf hijaiyah dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerepan metode Muri-Q dalam pengenalan huruf hijaiyah di Rumah Tahfidz Al-Fatih. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus. Metode yang digunakan dalam pengambilan data di penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di Rumah Tahfidz Al-Fatih belum menggunakan metode Muri-Q pada seluruh pembelajaran Qur’an, namun hanya adalah dalam pembelajaran tahfidz. Metode Muri-Q yang digunakan di Rumah Tahfidz Al-Fatih efektif untuk membantu menghafal al-Qur’an, anak-anak merasa senang dan tidak cepat bosan saat menghafal karena metode Muri-Q menggunakan irama-irama yang menarik. Sedangkan dalam pembelajaran qira’ah (membaca) menggunakan metode Iqro’. Dalam pengenalan huruf hijaiyah di Rumah Tahfidz Al-Fatih tidak memasukkannya dalam perencanaan pembelajaran Qur’an, Sehingga para pengajar tidak memperkenalkan huruf hijaiyah kepada para santri. Akibatnya sebagian santri kurang dalam mengenal huruf hijaiyah.
Relavansi Konsep Akhlak Penghafal Al Qur’an Terhadap Perkembangan Kompetensi Afektif Santri di Unit KMT Darusy Syahadah Boyolali Muhammad Saubari Abdullah; Mohammad Zakki Azzani; Chusniatun
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i1.1367

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa relevansi konsep Akhlak penghafal Al Qur'an yang dijelaskan dalam kitab Hilyatu Ahlil Qur'an, terhadap perkembangan kompetensi afektif santri penghafal Al Qur'an. Penelitian ini memberikan manfaat yaitu memperkaya khazanah keilmuan pendidikan agama Islam dan membantu lebih memahami lagi bagaimana konsep akhlak penghafal Al Qur'an, khususnya bagi peneliti, praktisis pendidikan, dan menjadi sumber refrensi bagi instansi pendidikan. Jenis Penelitian ini bersifat kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dalam hal ini mendeskripsikan konsep akhlak penghafal Al Qur'an yang bersumber dari kitab Hilyatu Ahlil Qur'an yang disusun oleh Tim Penyusun Markaz Dirasat wal Ma’lumat Qur’aniyyah Ma’had Imam Asy Syathiby, serta mencari tahu relevansi nya terhadap kompetensi afektif santri. Jenis penelitian Tesis ini menggunakan metode field research (penelitian lapangan) yaitu penelitian dengan melakukan pengamatan secara langsung dengan cara observasi lapangan, tes wawancara dan menyebarkan kuesioner. Sementara teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu teknik dengan cara menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data dengan melakukan observasi berperan serta, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan konsep akhlak bagi penghafal Al Qur’an, pola pembinaan akhlak santri serta relevansinya terhadap perkembangan kompetensi afektif para santri penghafal Al Qur’an, adapun konsep yang ditemukan antara lain: konsep berakhlak kepada diri sendiri, konsep akhlak kepada guru, konsep akhlak kepada teman, konsep akhlak terhadap masjid, dan konsep akhlak terhadap kehidupan ilmiyahnya. Adapun relevansi penerapan konsep ini pada berbagai kegiatan di pesantren, terlihat bahwa kompetensi afektif santri secara keseluruhan mengalami perkembangan yang baik dan memiliki relevansi yang kuat antara konsep akhlak yang diterapkan pada beberapa kegiatan sebagai pola pembinaan akhlak terhadap perkembangan kompetensi afekti pada berbagai ranahnya. 
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA Nuraisyah, Binti; Chusniatun
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i2.64836

Abstract

Abstract: This study focuses on how Islamic Religious Education Teachers assist students in developing their moral character in order to help them become moral adults. This study aims to examine how Islamic religious education instructors contribute to the character development of their students. This study's methodology is qualitative. This approach uses phenomenology. Both main and secondary data are used by the data source. There are multiple steps in the data collection process, including interviews and observation. Triangulation, including source and technical triangulation, is used in this study's data validity technique. Data reduction, data display, verification, and conclusions are the methods of data analysis that were acquired. According to the study's findings, Islamic religious education teachers serve as mentors who help students grow and identify their potential, as facilitators who offer a variety of resources, and as motivators who offer students support. Islamic religious education teachers undoubtedly play a significant role in helping students develop into intelligent individuals—that is, capable of thinking and understanding, acting responsibly, and becoming self-reliant and capable of self-regulation and management. in order for it to positively influence students' character development. Keyword: Role of Islamic Religious Education Teachers, Character, Students Abstrak: Penelitian ini berfokus pada cara-cara yang dilakukan guru besar PAI dalam mendampingi mahasiswa dalam mengembangkan karakter moralnya. Menganalisis bagaimana kontribusi pengajar pendidikan agama Islam terhadap pengembangan karakter siswa menjadi tujuan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Pendekatan ini menggunakan fenomologi. Data primer dan sekunder digunakan dalam sumber data ini. Ada beberapa langkah dalam proses pengumpulan data, termasuk wawancara dan observasi. Triangulasi yang meliputi triangulasi sumber dan teknis digunakan dalam teknik keabsahan data penelitian ini. Reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan merupakan metode analisis data yang diperoleh. Temuan penelitian ini membuktikan dengan jelas bahwa guru besar PAI berfungsi sebagai mentor yang membantu siswa mengembangkan dan mengidentifikasi potensi mereka, sebagai fasilitator yang menawarkan beragam sumber daya, dan sebagai motivator yang menawarkan bantuan kepada siswa. Guru PAI tentunya mempunyai andil besar dalam membantu siswa berkembang menjadi manusia yang bertanggung jawab, sadar diri, dan cerdas, mampu berpikir dan memahami. Mereka juga membantu siswa menjadi mandiri, mengatur diri sendiri, dan mengatur diri sendiri. agar dapat memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan karakter peserta didik. Kata Kunci: Peran Guru PAI, Karakter, Siswa
Pendampingan Tematik Melalui Kegiatan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos, Budikdamber dan Aquaponik di Desa Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar Chusniatun; Ambarwati; Nurul Latifatul Inayati; Dartim; Laila Zurli Azzahra
Abdi Psikonomi Vol 4, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.v4i2.2685

Abstract

Desa Selokaton merupakan salah satu desa di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Secara administratif luas wilayah Desa Selokaton adalah 609,6035 Hektar. Desa Selokaton merupakan salah satu lokasi KKN Tematik pada Tahun 2022 dari mahasiswa UMS. Program kerja KKN Tematik 2022 UMS ini disusun berdasarkan koordinasi dengan pemerintah desa dan sasaran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program kerja tim KKN Tematik Desa Selokaton 2022 UMS meliputi: 1. Pengolahan Sampah, 2. Plangisasi dan Peta Kawasan, 3. Mengajar di Sekolah, 4. Taman Pendidikan Al Quran (TPA) dan Pembuatan Pojok Literasi, 5. Posyandu. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan pada awal bulan Maret-Juni 2023 ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan KKN Tematik dengan mengintegrasikan program kerja KKN Tematik setelah kegiatan KKN Tematik dilaksanakan dan dievaluasi maka perlu adanya tindak lanjut pengabdian. Dengan melihat realitas masalah yang ada salahsatunya adalah masalah sampah dan pengelolaanya, maka pengabdian ini dilakukan. Adapun program kegiatan adalah pembuatan kompos dan teknik budidaya ikan dalam ember plus aquaponik.
Improving the Ability to Memorize the Qur'an Through the Tahfidz Program Maharani Trianur Rosyida; Chusniatun
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 11 No 2 (2025): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tadrib.v11i2.33716

Abstract

The Tahfidz Al-Qur'an program is one of the school's strategic efforts to improve the ability to memorize the Qur'an while instilling religious values in students. This study aims to describe the implementation of the Tahfidz program and its impact on improving the ability to memorize the Qur'an of students at Al Islam Kartasura Junior High School, Sukoharjo Regency. This study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Data analysis is carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn, while the validity of the data is obtained through triangulation techniques. The results of the study show that the Tahfidz program is carried out in a structured manner through the deposit and muroja'ah methods with a target of memorization of at least three lines per meeting and one juz every year. This program has been proven to be able to improve students' Qur'an memorization skills, although they are still faced with the constraints of differences in basic Qur'an reading skills and lack of parental support. Efforts made by the school to overcome these obstacles include intensive mentoring by Tahfidz teachers, the application of methods adapted to the student's conditions, and cooperation with parents to support the success of the program.
Menumbuhkan Jiwa Sosial Mahasiswa FAI UMS melalui Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Kleco, Boyolali, Jawa Tengah Fauzi, Ahmad Akbar; Fitriyan, Yassir Hafidh; Rifky, Mohammad; Mustofa, Triono Ali; Anshori, Ari; Chusniatun
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v5i3.4489

Abstract

Community service is an implementation of the Tri Dharma of Higher Education aimed at enhancing students’ social awareness and sensitivity toward their surroundings. Conducted by students of the Faculty of Islamic Studies (FAI) at Universitas Muhammadiyah Surakarta through direct engagement with local communities, this program applies a participatory approach involving four stages: observation, planning, implementation, and evaluation–reflection. The results show that student participation effectively fosters social consciousness by strengthening empathy, concern, and social responsibility. Moreover, the program reinforces relationships between students and the community across the fields of education, economics, and health while internalizing Islamic values that help shape moral, empathetic, and integrity-driven character.