Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Meningkatkan Inklusi Sosial dan Keberlanjutan UMK di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung melalui Pelatihan Sertifikasi Halal Ismail, Ahyar; Pramudita, Danang; Andita Putri, Tursina
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.1.114-122

Abstract

The development of Micro and Small Enterprises (MSEs) is a key strategy for enhancing social inclusion and economic sustainability at the local level. Capacity building and the obligation for halal certification among MSEs require support from various stakeholders, including the academia. This community service activity aims to improve social inclusion and business sustainability of MSEs in Talang Padang District, Tanggamus Regency, Lampung Province, through halal certification training. Community service was conducted in three main stages: coordination and socialization, halal certification training, and monitoring and evaluation, along with participant mentoring. A total of 18 participants attended the training, with 83.33% showing an increase in knowledge about the halal concept and the process for obtaining halal certification. The evaluation results showed that 61.11% of the participants successfully obtained halal certification and incorporated the halal logo on their product packaging. The implementation of this halal certification training is expected to make a significant contribution to improving the social inclusion and business sustainability of MSEs in the region.
Hilirisasi Inovasi Perguruan Tinggi dalam Mendukung Keberlanjutan Desa Rendah Karbon dan Ketahanan Pangan Desa Ekayani, Meti; Deffi Ayu Puspito Sari; Hardjanto, Arini; Andita Putri, Tursina
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i2.2617

Abstract

Desa Cibanteng menghadapi tantangan besar terkait pengelolaan sampah makanan. Setiap rumah tangga di setiap RW menghasilkan sekitar 965,65 kg sampah makanan per tahun, yang jika diakumulasi mencapai 319 ton per RW per tahun. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini berpotensi menghasilkan gas metana yang merupakan salah satu gas rumah kaca. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu solusi yang diusulkan adalah pemanfaatan Black Soldier Fly Larva (BSFL), yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-12 tentang produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab. Selain itu, pemanfaatan lahan kosong melalui urban farming juga menjadi alternatif untuk memperkuat ketahanan pangan. Program pengabdian masyarakat ini melibatkan dua kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Kebon Kopi Mandiri yang fokus pada budidaya BSFL dan Kelompok Tani Pabuaran Hijau yang fokus pada pertanian organik. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap: sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Pelatihan meliputi manajemen usaha, urban farming, pertanian organik, serta budidaya BSFL. Untuk menunjang keberhasilan program, telah dibangun irigasi pertanian dengan teknologi sprinkler dan rumah BSFL guna meningkatkan produksi. Keberlanjutan program diupayakan melalui kemitraan antara universitas, pemerintah desa, dan Badan Usaha Milik Desa, guna memperkuat ekosistem pertanian lokal yang berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah makanan dan ketahanan pangan di Desa Cibanteng.
Potensi Peningkatan Nilai Tambah Produk Olahan Talas Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Situgede Kota Bogor Rizka, Reza Aunur; Nugroho, Faisal Hendro; Tambunan, Felix Mora Josua; Marpaung , Surya Hasondangan; Syasita, Nada Nadila; Putri, Annisa Rahma; Tangkilisan, Christine Vironika; Ramadianti , Laila Fitri; Malik, Hafiz Nur; Syasita , Nida Nafila; Andita Putri, Tursina
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4240 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.116-127

Abstract

Talas merupakan komoditas unggulan di Kelurahan Situgede Kota Bogor. Selain sebagai komoditas unggulan, talas juga dikenal sebagai icon Kota Bogor. Sebagai ikon, tentunya pengembangan agribisnis talas perlu dilakukan. KTD Saluyu yang merupakan salah satu kelompok tani yang berperan aktif mengembangkan agribisnis talas di Kelurahan Situgede Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Anggota kelompok tani perlu bersinergi dengan stakeholder untuk menciptakan inovasi baru terutama dalam hal pengolahan produk talas. Selain itu, KTD Saluyu juga perlu beradaptasi dengan teknologi digital untuk mendukung aktivitas pemasaran produk hasil pertanian maupun hasil olahannya. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pendampingan KTD Saluyu untuk proses pengolahan talas menjadi produk jadi yaitu keripik talas, pembuatan brand dan desain packaging produk, serta memasarkan produk yang dihasilkan secara online melalui media sosial dan marketplace. Inovasi produk yang dihasilkan adalah Kripik Talas dan Stik Talas (Rasa Original, Coklat, Keju, dan Balado) yang dapat menghasilkan nilai tambah sebesar 44,29 persen. Inovasi produk ini diberi merek “Caritalas” dipasarkan melalui instagram (caritalas_) dan Shopee (caritalas.id).
Transmisi Harga Beras di Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19 Asrin, Syarifa; Andita Putri, Tursina; Utami, Annisa Dwi
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2022.10.1.159-168

Abstract

Beras merupakan produk pangan utama bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Preferensi masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi beras lebih tinggi dibandingkan dengan komoditas lain. Beras merupakan komoditas dengan permintaan yang inelastis, dimana perubahan harga hampir tidak menyebabkan perubahan jumlah permintaan konsumen. Pembatasan sosial diterapkan untuk memutus penyebaran covid-19 secara tidak langsung akan memengaruhi distribusi beras dari beberapa daerah produsen. Transmisi harga menggambarkan dampak perubahan harga suatu barang pada satu tingkat pasar terhadap perubahan harga barang tersebut pada tingkat pasar yang lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis transmisi harga beras dari tingkat produsen ke tingkat konsumen pada masa pandemi covid-19. Data yang digunakan merupakan data time series (runtun waktu) harian dari Maret 2020 hingga Maret 2021. Data dianalisis dengan pendekatan Vector Autoregressive (VAR). Hasil estimasi VAR menunjukkan bahwa harga produsen dan harga konsumen tidak saling memengaruhi. Tidak adanya hubungan antara harga beras produsen dan konsumen tersebut mengindikasikan bahwa tidak terjadi transmisi harga antara keduanya.
Kelayakan Finansial Pabrik Tahu dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Qatrunada, Shabrina Shafa; Kusnadi, Nunung; Andita Putri, Tursina; Andita, Tursina
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.1.159-173

Abstract

Industri tahu menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu solusinya adalah mengolah air limbah menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Penggunaan IPAL akan menambah beban biaya (biaya investasi dan biaya operasional) pabrik tahu, namun tidak menambah penerimaan pabrik tahu karena penggunaan IPAL tidak berhubungan dengan aktivitas produksi pabrik tahu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial pabrik tahu dengan IPAL dan menganalisis peningkatan maksimum harga kedelai dan upah tenaga kerja. Penelitian dilakukan dengan studi kasus pada Pabrik Tahu Bapak Narman dan menggunakan dua alternatif penerapan IPAL dengan empat tipe: IPAL mandiri (tipe HK 1) dan IPAL terpadu (tipe HK 3, 5, atau 10). Penelitian menggunakan kriteria investasi (NPV, IRR, Net B/C, dan Payback Period) dan analisis nilai pengganti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pabrik tahu dengan IPAL tidak layak untuk dijalankan. Pabrik tahu dengan IPAL dapat layak jika pabrik tahu menerima insentif dari kenaikan harga jual tahu sebesar 1,26% hingga 2,82% dan jika harga kedelai turun menjadi Rp9.521/kg hingga Rp9.787/kg. Pabrik tahu dengan IPAL lebih sensitif terhadap perubahan daripada pabrik tahu tanpa IPAL. Pabrik tahu dengan IPAL lebih sensitif terhadap perubahan harga bahan baku kedelai daripada perubahan upah tenaga kerja