Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KOMODIFIKASI PERNIKAHAN “ MENUJU JANJI SUCI “ DI TRANS TV Enga, Anastasia H.P
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Master of Communication Science Program, Faculty of Social and Political Science, Diponego

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.139 KB) | DOI: 10.14710/interaksi.5.2.177-186

Abstract

AbstractCommodification or the transformation process of goods and services are valued for their use, into a commodity that is valued for what they can get in the market, such as commercial agriculture to sell food, produce drama for commercial broadcasting. Marriage celebrities homelands is now a mass produced product with a variety of packing with the aim of a variety of interests and tastes of the market. So now the wedding of the artists as wellas more general topics that can be commercialized in any form of mass media to increase profits. Trans tv no longer pay attention to the publik frequency, use valuas taken here replaced by the exchange rate, the sanctity of the wedding pair of human children have been used a business area for the media konglmerasi to benefit is not small. Keywords:  commodification, wedding artists, television
IDENTIFIKASI PENYAKIT PENTING PADA TANAMAN PISANG DI DESA FOA KECAMATAN AIMERE KABUPATEN NGADA Victoria Coo Lea; Umbu Awang Hamakonda; Igniosa Taus; Anastasia.H.P. Enga
Jurnal Pertanian Unggul Vol. 1 No. 2, Oktober (2023): Jurnal Pertanian Unggul
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kabupaten Ngada memiliki berbagai potensi dalam wilayahnya. Baik itu potensi untuk pengembangan pertanian, perkebunan, peternakan maupun perikanan. Pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat dominan dalam pendapatan masyarakat Kabupaten Ngada, karena mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan di jadikan sebagai mata pencaharian untuk menghidupi keluarga. Lahan pertanian yang ada di Kabupaten Ngada banyak di tanami tanaman seperti padi dan tanaman hortikultura seperti Pisang, Jagung, Kacang Tanah, Kedelai, Ubi Kayu, Ubi Jalar, Kacang Hijau, Sayur-Sayuran dan lainnya. Pisang (Musa spp.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang strategis dalam menunjang perekonomian di Ngada khususnya kecamatan Aimere dan kecamatan Inerie, karena dinilai sebagai komoditas andalan hortikultura yang peranannya cukup penting bagi perekonomian, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja dan sumber pendapatan. Permasalahan yang ditemukan di perkebunan pisang di dua kecamatan kurangnya pemeliharaan yang intensif juga menyebabkan sebagian besar tanaman pisang petani terserang penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan pembenahan cara budidaya tanaman yang meliputi peningkatan produksi dan mutu pisang dengan cara perbaikan kondisi pertanaman di kawasan sentra produksi secara berkelanjutan, pendampingan secara intensif terhadap petani dalam pengelolaan usaha taninya, pengembangan industri hilir pisang di pedesaan yang berbasis kelompok tani dalam rangka meningkatkan nilai tambah. Berdasarkan hal tersebut maka petani yang langsung berhubungan dengan kegiatan pertanian tersebut diharapkan dapat berperan sebagai manager di kebunnya sendiri, yang mampu mengambil keputusan dan melakukan tindakan untuk mengatasi masalah OPT .
IDENTIFIKASI PENYAKIT PENTING PADA TANAMAN PISANG DI DESA FOA KECAMATAN AIMERE KABUPATEN NGADA Victoria Coo Lea; Umbu Awang Hamakonda; Igniosa Taus; Anastasia.H.P. Enga
Jurnal Pertanian Unggul Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pertanian Unggul
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Ngada memiliki berbagai potensi dalam wilayahnya. Baik itu potensi untuk pengembangan pertanian, perkebunan, peternakan maupun perikanan. Pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat dominan dalam pendapatan masyarakat Kabupaten Ngada, karena mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan di jadikan sebagai mata pencaharian untuk menghidupi keluarga. Lahan pertanian yang ada di Kabupaten Ngada banyak di tanami tanaman seperti padi dan tanaman hortikultura seperti Pisang, Jagung, Kacang Tanah, Kedelai, Ubi Kayu, Ubi Jalar, Kacang Hijau, Sayur-Sayuran dan lainnya. Pisang (Musa spp.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang strategis dalam menunjang perekonomian di Ngada khususnya kecamatan Aimere dan kecamatan Inerie, karena dinilai sebagai komoditas andalan hortikultura yang peranannya cukup penting bagi perekonomian, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja dan sumber pendapatan. Permasalahan yang ditemukan di perkebunan pisang di dua kecamatan kurangnya pemeliharaan yang intensif juga menyebabkan sebagian besar tanaman pisang petani terserang penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan pembenahan cara budidaya tanaman yang meliputi peningkatan produksi dan mutu pisang dengan cara perbaikan kondisi pertanaman di kawasan sentra produksi secara berkelanjutan, pendampingan secara intensif terhadap petani dalam pengelolaan usaha taninya, pengembangan industri hilir pisang di pedesaan yang berbasis kelompok tani dalam rangka meningkatkan nilai tambah. Berdasarkan hal tersebut maka petani yang langsung berhubungan dengan kegiatan pertanian tersebut diharapkan dapat berperan sebagai manager di kebunnya sendiri, yang mampu mengambil keputusan dan melakukan tindakan untuk mengatasi masalah OPT .
Pelatihan dan Pendampingan Pemeliharaan, Intensifikasi, Rehabilitasi Tanaman Kakao Desa Rendenao Kecamatan Kotakomba Kabupaten Manggarai Timur Umbu A Hamakonda; Igniosa Taus; Victoria Ayu Puspita; Victoria Coo Lea; Anastasia H P Enga; Silverius Betu
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v4i3.1481

Abstract

Cocoa is one of the dominant plantation crops in Rendenao Village, Kotakomba District. Rendenao Village, Kotakomba District, is one of the cocoa development areas in East Manggarai Regency. The planting area is quite satisfactory, but the yield and quality are still below the national average. The general aim of this activity is to build and develop farming communities through cocoa commodity businesses in order to produce quality and reliable human resources. Reliable human resources will be able to manage all existing natural resource potential to produce quality cocoa bean production, both in terms of production and productivity, so as to create added value and competitiveness according to market needs. Apart from that, in the long term it is hoped that this activity will be able to increase people's income and create jobs as well as being able to increase the competitiveness of the cocoa value chain by providing more business opportunities in the cocoa plantation subsector within it. East Manggarai Regency, especially Rendenao Village, Kotakomba District. The focus of implementing this service is increasing knowledge and skills capacity in managing cocoa gardens and plants, rejuvenating old plants, and improving the quality of harvests. During extension activities and field practices, cocoa farmers have been able to carry out cocoa maintenance practices, plant rejuvenation and post-harvest fruit processing practices. At least farmer groups will create demonstration plots to implement care, rejuvenation and post-harvest care which will then be compared with the results achieved conventionally. Apart from that, cocoa farmers are also trained in managing farmer groups. Where the harvest will be concentrated to be given fermentation and drying treatment simultaneously. Marketing will be done collectively, not individually. Collective sales will save transportation costs, so the sales value received will be higher.
Training And Assistance In Maintenance, Intensification, Rehabilitation Of Coffee Plant In Colol Village, Lamba Leda District, East Manggarai District Umbu A Hamakonda; Igniosa Taus; Victoria Ayu Puspita; Silverius Betu; Victoria Coo Lea; Anastasia H P Enga; Maria Arnoldiana D Uran
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v4i3.1540

Abstract

Coffee is one of the dominant plantation crops in Colol Village, Lamba Leda District. Colol Village, Lamba Leda District, is one of the coffee development centers in East Manggarai Regency. The aim of this community service activity is to develop and develop farmers through the coffee commodity business in order to produce quality and reliable human resources. Reliable human resources will be able to manage all existing natural resource potential to produce quality coffee, both in terms of production and productivity, so as to create added value and competitiveness according to market needs. Apart from that, in the long term it is hoped that this activity will be able to increase the income of coffee farmers and create jobs as well as being able to increase the competitiveness of the coffee value chain by providing more business opportunities in the coffee plantation subsector. East Manggarai Regency, especially Colol Village, Lamba Leda District. The focus of implementing this service is increasing the knowledge and skills capacity of farmers in managing coffee plants through maintenance, intensification and rehabilitation to improve the quality of the harvest. Through training and mentoring activities, coffee farmers are able to carry out coffee maintenance, intensification and rehabilitation.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik di Desa Sobo Kecamatan Golewa Barat Kabupaten Ngada Umbu A Hamakonda; Igniosa Taus; Kristianus Soba; Victoria Coo lea; Victoria Ayu Puspita; Anastasia H P Enga
ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/aspirasi.v3i1.1410

Abstract

The people of Sobo Village mostly live as farmers and ranchers, so the use of livestock manure as organic fertilizer will help reduce the level of environmental pollution. To optimize the utilization of resources in Sobo Village, socialization and training are needed regarding the manufacture of organic fertilizer by utilizing livestock manure. The expected result is a promising opportunity to increase the potential of agriculture and livestock, which in turn will improve the economy of the people of Sobo Village. This activity is carried out through socialization, discussion, and practice. Community service is carried out in four stages: preparation, socialization of organic fertilizer production, and training. Socialization is carried out to inform participants about the process and benefits of organic fertilizer. The practice of making organic fertilizer is an activity of transferring knowledge and technology for processing livestock waste that can be learned and applied by farmers and ranchers. Community service can help farmers and ranchers in Sobo Village make organic fertilizer made from livestock manure. This can be used to meet the fertilizer needs for agricultural crops and marketed to increase the income of farmers and ranchers.
Keanekaragaman Laba-Laba (Araneae) Di Desa Ubedolumolo I Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada Limbu, Umbu N; Bao, Antonia P; Enga, Anastasia H. P.; Teftae, Oriensi Y. K.
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 6, No 01 (2025): Mei 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jp-ipa.v6i01.516

Abstract

Spiders play an important role in agriculture, plantations, and settlements by preventing pest insects. Efforts to conserve ecosystems are fundamentally a right and an absolute obligation for every generation because an ecosystem harbors a wealth of biodiversity, one of which is spiders. The purpose of the research is to determine the diversity of spider species (Araneae) found in the Ubedolumolo I bamboo forest. The research method used is Explorative Descriptive through observation and documentation at each transect. The transect used is a belt transect combined with a quadrat transect. The data obtained were then analyzed for species diversity, uniformity, and dominance of spiders (Araneae). The results show that the number of spiders obtained was 11 species classified into 5 families, with a total of 924 individual spiders overall. The spider species include Argiope appensa, Argiope versicolor, Macracantha hasselti, Nephila pilipes, Heteropoda venatoria, Tigrosa aspersa, Pardosa milvina, Leucauge tessellata, Leucauge argyra, Tylorida ventralis, and Opadometa fastigata. The spider species diversity index of 2.187452 falls into the moderate index category, the evenness index of 0.912239 falls into the high index category, and the dominance index of 0.138877 falls into the low index category.
Pemanfaatan Kacang Tanah Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Tempe di Expo Pendidikan Kecamatan So’a Enga, Anastasia H. P.; Limbu, Nataniel Umbu; Bao, Antonia P; Lede, Maria F.H.; Kely, Mario J.
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i1.180

Abstract

Latar Belakang: Kacang tanah selain dikonsumsi lansung dapat pula diolah terlebih dahulu menjadi tempe. Pengolahan kacang tanah menjadi produk tempe dipamerkan oleh STIPER Flores Bajawa dalam acara expo pendidikan di wilayah Kecamatan So’a. Tujuan: untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pengolahan kacang tanah menjadi tempe. Metode: Pelatihan dalam bentuk praktek. Teknik pengumpulan penilaian tempe kacang tanah dilakukan melalui uji organoleptik oleh panelis yakni pengunjung expo pendidikan di Kecamatan So’a. Data organoleptik tempe kacang tanah dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil: Masyarakat mengakui adanya inovasi, produk tempe biji kacang tanah memiliki kekhasan rasa yang khas dan memiliki aroma seperti aroma tempe pada umumnya namun sedikit meninggalkan rasa sepat setelah dikonsumsi. Kesimpulan: Produk tempe biji kacang tanah yang dipamerkan oleh Program Studi Biologi Terapan di pameran expo pendidikan secara umum diterima baik oleh masyarakat karena dianggap inovatif dalam meningkatkan nilai ekonomi kacang tanah hasil pertanian.  
Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi Ternak Babi Di Desa Wangka Kabupaten Ngada P. Enga, Anastasia Helena; Ngaku, Maria Alfonsa; Bao, Antonia P.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6433

Abstract

Pelatihan pembuatan pakan fermentasi untuk ternak babi yang diselenggarakan di Desa Wangka, Kabupaten Ngada, merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor peternakan, khususnya di tingkat peternak rakyat. Kegiatan ini dirancang sebagai respon terhadap permasalahan utama yang dihadapi peternak, yaitu keterbatasan akses terhadap pakan berkualitas dan mahalnya biaya operasional pemeliharaan babi. Pakan fermentasi dipilih sebagai solusi alternatif karena memiliki keunggulan dalam meningkatkan nilai nutrisi bahan pakan lokal, memperbaiki kecernaan, mengurangi limbah, serta menekan biaya produksi. Pelatihan dilaksanakan dengan metode partisipatif, yang melibatkan langsung peternak dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pemilihan bahan baku lokal seperti dedak padi, ampas tahu, daun gamal, hingga proses pencampuran, inokulasi dengan mikroorganisme, dan penyimpanan dalam kondisi anaerob. Materi pelatihan mencakup teori dasar tentang fermentasi, manfaat biologis dan ekonomis dari pakan fermentasi, serta praktik langsung pembuatan pakan fermentasi secara sederhana dan higienis. Para peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi, serta mampu memahami dan mempraktikkan proses fermentasi dengan baik. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa pakan fermentasi yang dihasilkan memiliki aroma khas, tekstur lunak, dan lebih disukai oleh ternak. Manfaat jangka panjang dari kegiatan ini adalah mendorong kemandirian pakan ternak di tingkat petani, mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan peternak di Desa Wangka tidak hanya mampu mengembangkan teknologi pakan fermentasi secara mandiri, tetapi juga menjadi pelopor dalam menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan tersebut ke peternak lain di sekitarnya.