Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH OVERHEATING TERHADAP TERJADINYA DISTORSI DAN HASIL RT PADA PENGELASAN GTAW UNTUK MATERIAL SOLID INCONEL UNS N06625 Aran, Mikhael Milang; Susilo, Trisno; Hilmy, Zakwan
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 25 No. 1 (2024): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v25i1.410

Abstract

WPS has several parameters that determine heat input. This research was conducted to determine the welding results when the heat input used exceeds the value specified in the WPS used in the field. The research was carried out on 3 samples that have the same dimensions, namely 2" diameter with a thickness of 5.54 mm. The research method used was quantitative experimental. The weld results are checked visuallythen continued with the NDT process in the form of RT. At each increase in heat input, there is a distortion of 4 mm and 1 number of RT weld defects in the heat input more than 10% WPS, distortion of 6 mm and 2 number of weld defects in the heat input more than 20% WPS, distortion 8 mm and 3 number of weld defects in the heat input more than 30 % WPS. The T test results show that overheating influences the occurance of distortion and RT results in GTAW welding. From the research results, it can be concluded that the higher the heat input used in the GTAW welding process for Inconel UNS N06625 material, the higher the distortion and number of weld defects in the welding results.
Penyebab Penurunan Tekanan Hydraulic Anchor Windlass pada Kapal MT Transko Taurus Adi, Fajar Tyas; Hilmy, Zakwan; Susilo, Trisno; Shakri, Muhammad
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1989

Abstract

Mesin windlass merupakan suatu alat pada kapal yang digunakan untuk menarik dan menurunkan jangkar dan biasannya dipakai juga untuk menambatkan tali pada saat kapal merapat ke dermaga. Mesin windlass juga dapat dioperasikan dengan energi listrik, energi uap, dan energi sistem hydraulic. Mesin windlass ini terdiri dari jangkar, rantai jangkar, windlass, pompa hydraulic, motor listrik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan mendeskripsikan secara terperinci penyebab terjadinya penurunan tekanan hydraulic pada windlass di kapal MT Transko Taurus. Dalam menentukan prioritas masalah untuk diselesaikan, peneliti juga menggunakan suatu alat pendekatan yaitu metode fishbone. Dimana metode fishbone digunakan untuk mencari faktor penyebab permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian ini adalah terjadinya penurunan tekanan hydraulic windlass disebabkan oleh kerusakan pada seal o-ring dan kurangnya penguncian pada fitting valve. Selain itu yang membuat anchor kapal pada bagian kanan tidak bisa dinaikan dikarenakan ball valve dalam posisi close yang membuat tekanan minyak hydraulic tidak berjalan dengan semestinya. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan menganti seal 0-ring yang sudah rusak dengan yang baru dan crew harus mengetahui SOP dalam mengoperasiakan sistem hydraulic windlass.
Prosedur Pengelolaan Surat Bongkar Muat Kapal di KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun Muhammad, M.Rizcky Octabeareadho; Hilmy, Zakwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5308

Abstract

Pengelolaan surat bongkar muat kapal merupakan bagian penting dalam pelayanan administrasi kepelabuhanan yang berfungsi untuk menjamin kelancaran kegiatan operasional, keselamatan pelayaran, serta kepastian hukum bagi pengguna jasa pelabuhan. Di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun, penerbitan surat bongkar muat kapal dilaksanakan melalui Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (LALA) dengan melibatkan beberapa unit kerja terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur pengelolaan surat bongkar muat kapal serta mengidentifikasi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaannya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara informal dengan petugas terkait, serta studi dokumentasi selama kegiatan magang. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai alur proses administrasi dan permasalahan yang dihadapi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pengelolaan surat bongkar muat kapal pada prinsipnya telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa hambatan, seperti keterlambatan pengajuan dokumen oleh agen kapal, ketidaksesuaian data administrasi, alur proses dokumen yang relatif panjang, serta koordinasi antarbagian yang belum optimal. Hambatan tersebut berdampak pada efisiensi waktu pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui penyederhanaan alur administrasi, peningkatan koordinasi internal, dan pemanfaatan sistem digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan.
Analisis Kinerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) terhadap Kelancaran Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Jeri Haswanda; Zakwan Hilmy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7251

Abstract

Ports play a strategic role in supporting the smooth flow of national logistics; therefore, the operational performance of port authorities is a crucial factor in loading and unloading activities. This study aims to analyze the role and performance of the Port Authority and Harbormaster Office (KSOP) in supporting the smoothness of loading and unloading activities of steel cargo vessels at Tanjung Balai Karimun Port. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through field observations, interviews, and documentation during an internship program at KSOP Tanjung Balai Karimun. Primary data were obtained from observations of 35 steel cargo vessels with a total cargo volume of 42,000 tons, interviews with KSOP officers, port operators, and shipping agents, as well as operational documentation. Secondary data were derived from KSOP operational reports, the Inaportnet system, and relevant literature. The results indicate that KSOP performance has a significant influence on the smoothness of loading and unloading activities, as reflected by an Effective Time to Berth Time (ET/BT) ratio of 62.4%, an average vessel waiting time of 0.85 hours, and a loading and unloading productivity rate of 26 tons per hour. Operational efficiency is supported by effective coordination among KSOP, port operators, and shipping agents; however, several constraints remain, including limited supporting facilities and potential administrative delays. This study concludes that optimizing digital-based service systems and strengthening inter-agency coordination are key strategies to improving loading and unloading performance at Tanjung Balai Karimun Port..
DEVELOPMENT OF INTERACTIVE DIGITAL PRACTICUM MODULE SHIP LINES PLAN METHOD NEDERLANDSCH SCHEEPBOUWKUNDIG PROEFSTATION (NSP) BASED FLIPBOOK Zakwan Hilmy; Tri Mardalena; Zalmi Dzirrusydi
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i1.27009

Abstract

Abstrak: Pendidikan merupakan suatu kegiatan pengembangan manusia untuk menghadapi perubahan akibat perkembangan ilmu pengetahuan. Salah satu kegiatan pendidikan untuk mendapatkan pengalaman nyata adalah kegiatan praktikum. Hampir seluruh program studi khsusunya berbasis Teknik menerapkan metode praktikum dalam proses pembelajarannya. Salah satu jenis praktikum yang dilakukan pada program studi Teknik Perkapalan adalah tugas merancang lines plan kapal. Untuk melakukan perancangan ini mahasiswa membutuhkan suatu pedoman atau panduan praktikum. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kurangnya sumber berupa modul ajar atau pedoman praktikum lines plan kapal tersebut. Saat ini modul yang tersedia hanya berupa modul biasa yang memiliki desain kurang menarik dan substansi yang kurang informatif. Oleh sebab itu dilakukan penelitian ini dengan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan Borg dan Gall-18. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu modul elektronik berbasis flipbook yang interaktif untuk praktikum perancangan lines plan kapal. Hasil penilaian produk oleh validator ahli desain dan materi didapatkan nilai sebesar 85% dan 87% dengan kategori Sangat Valid. Hasil pengujian pada mahasiswa mendapatkan G-Score sebesar 0.7 dengan kategori Tinggi. Hasil uji respon mahasiswa didapatkan persentase sebesar 98% dengan kategori sangat positif. Hasil ini membuktikan modul ajar lines plan kapal berbasis flipbook ini sudah layak digunakan dan mampu meningkatkan kemampuan kognitf dan pemahaman mahasiswa.Abstract:  Education is a human development activity that addresses changes resulting from scientific advancement. Practicum activities are one of the best ways for students to gain real experience. The practicum method is used in almost all engineering-based study programs. The Shipbuilding Engineering program requires students to design a ship's line plan as part of their practicum. Students must have a guideline or practicum guide to complete this design. The problem that is faced at this time is the lack of sources in the form of teaching modules or guidelines for the practicum for the lines of the Plan of Practicum. Currently modules are simply ordinary module with an unattractive design and less informative content. This research was conducted using the Research and Development (R&D) method using Borg and Gall-18. The aim of this research is to produce a flipbook-based electronic module for ship line plan design practicum. The product was rated 85% and 87% for "very valid" by design and material expert validators, respectively. Students achieved a G-score of 0.7, which is in the high category. The results of the student response test obtained a percentage of 98% with a very positive category. These results confirm that the flipbook-based teaching module for ship lines plan design is a valuable and effective educational resource that can enhance students' cognitive abilities and understanding.
Optimalisasi Distribusi Material Impor Pada PT Multi Ocean Shipyard Menggunakan Metode Transportasi Valentino Febriansyah; Leo Julianto Panjaitan; Humaira Hisanah; Zakwan Hilmy; Trisno Susilo; Fajar Tyas Adi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10213

Abstract

Abstrak PT Multi Ocean Shipyard (MOS) merupakan perusahaan pembuatan dan reparasi kapal yang berlokasi di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Indonesia. Untuk membantu  kegiatan operasionalnya, perusahaan ini mengandalkan material dan peralatan pembangunan kapal impor yang diperoleh dari beberapa pemasok luar negeri, sebagian besar berasal dari Singapura. Penelitian ini menguji penerapan metode optimasi transportasi untuk meminimalkan biaya distribusi material impor yang dikirimkan dari tiga pemasok utama ke tiga fasilitas gudang di lingkungan perusahaan. Penelitian ini menggunakan catatan transaksi impor tahun 2020–2021. Selama periode tersebut, MOS mencatat 1.087 transaksi impor dengan volume material kumulatif sebesar 548.336,43 kg(52wmb.com, 2022). Tiga pendekatan transportasi digunakan untuk memperoleh solusi awal yang layak, yaitu Metode North West Corner (NWC), Metode Least Cost (LCM), dan Metode Aproksimasi Vogel (VAM).  Temuan penelitian menunjukkan bahwa VAM menghasilkan alokasi awal yang paling efisien di antara metode yang diuji(Purba, 2024). dengan biaya transportasi sebesar Rp487.500.000. Nilai ini menghemat Rp12.500.000 dibandingkan dengan metode NWC dan Rp7.500.000 dibandingkan dengan pendekatan LCM. Setelah proses optimasi MODI, biaya distribusi minimum yang dapat dicapai menurun menjadi Rp485.000.000. Dengan demikian, diperoleh pengurangan biaya sekitar 3% relatif terhadap solusi NWC dan 0,5% relatif terhadap solusi VAM.