Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN PAPARAN TIMBAL DENGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT PEKERJA INDUSTRI KERAMIK DI PADUKUHAN KAJEN BERDASARKAN LAMA MASA KERJA Pratama, Ferdinanda Adji; Sri Martuti; Isnin Aulia Ulfah Mu’awanah
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/8amfwn36

Abstract

Timbal merupakan unsur logam berat yang memiliki sifat beracun dan banyak digunakan dalam kehidupan masyarakat. Secara global, timbal menjadi bahan kimia lingkungan yang tersebar secara melimpah dan memiliki efek toksisitas yang berbahaya bagi kesehatan. Salah satu dampak kesehatan yang disebabkan paparan timbal adalah sistem hematopoetik yang berdampak pada penurunan kadar hemoglobin dan hematokrit. Paparan timbal yang terakumulasi dalam darah diakibatkan oleh faktor-faktor seperti pembakaran bahan bakar fosil, industri aki, industri keramik, industri cat, korosi sistem perpipaan, produk kosmetik, dan pestisida. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan paparan timbal dengan kadar hemoglobin dan hematokrit pekerja industri keramik di Padukuhan Kajen berdasarkan masa kerja. Teknik pengolahan data menggunakan uji normalitas Saphiro wilk hasil yang didapatkan tidak normal, sehingga dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman’s rho. Berdasarkan uji didapatkan hasil p-value >0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat adanya hubungan yang signifikan antara kadar timbal dalam darah dengan kadar hemoglobin dan hematokrit serta hubungan antara masa kerja dengan kadar timbal dalam darah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar timbal tidak mempengaruhi hemoglobin dan hematokrit serta masa kerja tidak memiliki pengaruh terhadap akumulasi kadar timbal dalam darah  
QUALITY CONTROL GLUKOSA DAN TRIGLISERIDA DENGAN GRAFIK LEVEY JENNINGS DI RSUD SLEMAN Khadijah, Siti; Aji Bagus Widyantara; Isnin Aulia Ulfah Mu’awanah
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/ajsfd804

Abstract

Laboratorium klinik berperan penting dalam menunjang diagnosis dan pemantauan kondisi pasien termasuk kasus Diabetes Melitus melalui penyediaan hasil pemeriksaan yang akurat dan presisi. Penerapan sistem penjaminan mutu seperti Pemantapan Mutu Internal (PMI) yang melibatkan kegiatan Quality Control (QC) diperlukan untuk memastikan keandalan hasil tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil QC pemeriksaan glukosa darah sewaktu dan trigliserida di Laboratorium RSUD Sleman, yang menggunakan alat Cobas C311 Chemistry Analyzer untuk menilai stabilitas hasil pemeriksaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari hasil QC bulan Oktober hingga Desember 2024. Evaluasi QC dilakukan menggunakan grafik Levey-Jennings dan aturan Westgard dengan bahan kontrol harian komersial assayed merk Roche Level 1 (normal) dan Level 2 (high). Bahan kontrol ini berbentuk liofisilat (bubuk). Berdasarkan data QC periode tersebut, masih ditemukan penyimpangan aturan grafik levey-jennings yang memenuhi kriteria peringatan dan penolakan akibat kesalahan acak dan sistematis. Hasil uji akurasi dan presisi QC untuk pemeriksaan glukosa darah sewaktu dan trigliserida masih berada dalam batas toleransi, yaitu akurasi (±10%) dan presisi (5% dan 7%). Hasil evaluasi grafik levey-jennings berdasarkan aturan Westgard menunjukkan tidak adanya nilai kontrol yang memenuhi kriteria pelanggaran aturan , . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi QC secara rutin penting dilakukan untuk menjaga kualitas hasil pemeriksaan laboratorium. Jika ada penyimpangan, perlu segera ditindaklanjuti agar hasil tetap valid dan dapat dipercaya.  
Identifikasi Hiperbilirubinemia pada Neonatus Menggunakan Metode Jendrassik-Grof di RS Nyi Ageng Serang Yogyakarta Fritia Sy Dokliwan; Arif Yusuf Wicaksana; Isnin Aulia Ulfah Mu’awanah
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 10 No. 1 (2026): Mei: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v10i1.1088

Abstract

Hyperbilirubinemia is a normal condition that occurs in newborns during the first week of birth. This condition is important to note because too high bilirubin levels can lead to complications that can attack the brain such as the incidence of encephalopathy and the incidence of cerebral palsy in infants if left unchecked. This study aims to identify the incidence rate of hyperbilirubinemia in Nyi Ageng Serang Hospital Yogyakarta. This research method uses quantitative research with a cross sectional approach, which uses secondary data, namely data obtained from other parties or agencies. This study used total sampling because all data in this study were used during the 2021 period. The data obtained were analyzed using the SPSS 25.0 program using univariate, bivariate, Chi-Square and Odds Ratio tests. The results of this study showed that the proportion of neonates experiencing hyperbilirubinemia was 30.1% of a total of 558 subjects, while 69.9% did not experience hyperbilirubinemia, with the majority being delivered through normal birth. The Chi-Square test obtained a p-value of 0.582, indicating that there was no significant association between Caesarean delivery and the incidence of hyperbilirubinemia at Nyi Ageng Serang Hospital Yogyakarta in 2021. This is because the number of patients with less months neonates who were treated was less than the number of patients with full months neonates.