Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Teacher Preparation and Development of Learning Methods Based Classroom Management Nufus, Hayati; Abd Muhith; Moh Sutomo
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2023): Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/munaddhomah.v4i3.364

Abstract

Teaching and learning activities can be effective if the class is conducive, and this cannot be separated from the role of a teacher in managing the type. Teachers must pay attention to classroom management both personally and physically. This article aims to determine what a teacher must prepare to develop teaching methods with a class management approach at Madrasah Tsanawiyah Negeri 09 Jember Regency. This study uses a descriptive qualitative approach in collecting data using observation techniques, interviews, and documentation. The validation technique uses source triangulation, namely testing the credibility of the data, which is carried out by examining the data obtained using several sources. The research results conclude The teacher's preparation for learning is that the seating arrangements are carried out in various ways, such as traditional shapes, semicircular shapes, or the letter U and group shapes. The teacher adjusts the student's sitting position. The development of the learning method implemented is 1) The Market Place Activities learning method developed by the teacher can arouse enthusiasm/increase learning enthusiasm. 2) the Expert Group method can grow students' courage to express their opinions in class. 3) the Group Investigation method can cultivate good work habits in everyday life.
Exploring Students’ Needs for Deep Learning-Oriented Islamic Education Materials in Elementary Schools Hamidah; Abd Muhith; Mashudi
ATTA`DIB Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study explores students’ needs for deep learning-oriented Islamic Education materials at SD Negeri 7 Kediri Tabanan. A qualitative case study approach was employed, using classroom observations, in-depth interviews, and document analysis. The results reveal that current materials remain textual and focus on memorization without contextual application. Teachers face challenges in linking Islamic values to real-life contexts, while students expect more interactive, visual, and applicable learning resources. The findings highlight the urgency of developing Islamic Education materials that promote critical, reflective, and contextual thinking. This study contributes to pedagogical innovation by emphasizing the importance of student-centered material design to enhance meaningful understanding and practice of Islamic values. Keywords: students’ needs, deep learning, learning materials, Islamic Education, elementary school. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan siswa terhadap bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berorientasi pada deep learning di SD Negeri 7 Kediri Tabanan. Pendekatan penelitian menggunakan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan saat ini masih bersifat tekstual dan berfokus pada hafalan tanpa keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Guru mengalami kesulitan mengaitkan nilai-nilai Islam dengan konteks nyata, sementara siswa membutuhkan bahan ajar yang lebih interaktif, visual, dan aplikatif. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan bahan ajar PAI yang mendukung berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Studi ini berkontribusi pada inovasi pedagogis dengan menekankan perlunya desain bahan ajar berbasis kebutuhan siswa untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam secara bermakna. Kata kunci: kebutuhan siswa, deep learning, bahan ajar, Pendidikan Agama Islam, sekolah dasar
Transforming Islamic Education through Strategic Management: Lessons from Al Amin Madrasah Ibtidaiyah Sri Astutik; Saihan; Abd Muhith
ATTA`DIB Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study analyzes the implementation of strategic management in transforming and enhancing competitiveness at Al Amin Islamic Elementary School, Tabanan. A qualitative descriptive case study was conducted using interviews, observations, and document analysis, following Miles and Huberman’s model. Strategic management involves three key stages: Islamic value-based planning, transformational leadership in implementation, and participatory continuous evaluation. The application strengthened institutional performance and Islamic identity, supporting Bryson’s and Porter’s theories that strategic management integrated with spiritual values enhances competitiveness. Keywords: strategic management, Islamic education, competitiveness, transformational leadership, elementary madrasah Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen strategis dalam mentransformasi dan meningkatkan daya saing di Madrasah Ibtidaiyah Al Amin Tabanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen strategis mencakup tiga tahapan utama: perencanaan strategis berbasis visi keislaman, implementasi melalui kepemimpinan transformasional dan inovasi pembelajaran, serta evaluasi berkelanjutan dengan partisipasi seluruh warga madrasah. Penerapan ini tidak hanya meningkatkan kinerja lembaga, tetapi juga memperkuat identitas Islam dan kepercayaan masyarakat. Hasil ini memperkuat teori Strategic Planning Model (Bryson) dan Competitive Advantage Theory (Porter), serta menegaskan bahwa manajemen strategis efektif bila disinergikan dengan nilai spiritual dan budaya lokal. Kata Kunci: manajemen strategis, pendidikan Islam, daya saing, kepemimpinan transformasional, Madrasah Ibtidaiyah
Need Analysis for Android-Based Interactive Media on Menstruation Material in Islamic Religious Education at SD Negeri 1 Gebang Yuvita Nila Rahayu; Mashudi; Abd Muhith
ATTA`DIB Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Menstruation education in Islamic Religious Learning (IRL) at the elementary level remains a sensitive and often neglected topic due to cultural taboos and limited instructional resources. To address this, the study explores the need for Android-based interactive learning media to teach menstruation material in a more engaging and religiously appropriate way. This research employed a qualitative descriptive approach conducted at SD Negeri 1 Gebang. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving Islamic education teachers and female fourth-grade students. Data analysis included reduction, categorization, display, and verification stages.Findings revealed that both teachers and students face challenges in discussing menstruation topics. Teachers lack digital teaching materials, while students experience discomfort and curiosity. The need analysis indicated that Android-based media featuring visual, audio, and interactive elements could increase engagement, understanding, and privacy while aligning with Islamic values.The study concludes that Android-based interactive media are highly needed to transform Islamic Religious Learning into a more inclusive and modern framework. Such media can bridge the gap between scientific understanding and religious teaching, making menstruation education more accessible, respectful, and effective for young Muslim girls. Keywords: Islamic Education, Android-Based Media, Menstruation, Need Analysis, Interactive Learning Abstrak Pembelajaran materi haid dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat sekolah dasar masih menjadi topik sensitif dan sering dihindari karena faktor budaya serta keterbatasan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran interaktif berbasis Android dalam mengenalkan materi haid secara menarik dan sesuai nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Gebang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru PAI dan siswi kelas IV. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, kategorisasi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan siswa mengalami kesulitan dalam membahas topik haid. Guru kekurangan bahan ajar digital, sedangkan siswi merasa malu dan ingin tahu. Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa media berbasis Android dengan elemen visual, audio, dan interaktif dapat meningkatkan minat, pemahaman, serta menjaga privasi siswa dalam pembelajaran sesuai nilai Islam. Penelitian menyimpulkan bahwa media interaktif berbasis Android sangat dibutuhkan untuk mentransformasi pembelajaran PAI menjadi lebih inklusif dan modern, sekaligus menjembatani pemahaman ilmiah dan keagamaan dalam pendidikan haid bagi siswi Muslim. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, Media Berbasis Android, Haid, Analisis Kebutuhan, Pembelajaran Interaktif.
Teachers’ Strategies in Promoting Religious Moderation in Islamic Primary Education: A Case Study at MI Nurul Huda Bondowoso Ahmad Izzuddin Faqih; Abd Muhith; Mashudi
ATTA`DIB Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v10i1.22546

Abstract

This study aims to examine teachers’ strategies in promoting religious moderation in Islamic primary education at MI Nurul Huda Bondowoso. Religious moderation is a crucial issue in Islamic education to cultivate balanced, tolerant, and non-extreme attitudes from an early age. This research employed a qualitative case study design involving Islamic Religious Education teachers and classroom teachers selected purposively. Data were collected through in-depth interviews and classroom observations and analyzed using thematic analysis, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that teachers generally understand religious moderation as a balanced (wasatiyyah), tolerant, and respectful attitude. Strategies used include integrating moderation values into lesson content, applying storytelling based on prophetic role models, demonstrating moderate behavior, and fostering respectful classroom communication. These practices contribute to a positive classroom climate characterized by mutual respect and constructive conflict management. However, the implementation of dialogical and student-centered learning remains inconsistent. This study implies the need to strengthen teachers’ conceptual understanding and pedagogical competence, particularly in dialogical learning approaches. Additionally, institutional support through systematic training and clear pedagogical guidelines is essential to ensure consistent and effective implementation of religious moderation in Islamic primary education.
URGENSI TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP DAN FACILITATIVE LEADERSHIP DI MADRASAH Sholeha, Maratus; Agus Supriyad; Abd Muhith
AL-MAFAZI: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Vol 1 No 1 (2023): 2023
Publisher : ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT STUDY PROGRAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66187/al-mafazi.v1i1.10

Abstract

Abstrak Pemaksaan  kehendak  dan  pragmatis  merupakan  sikap  dan  perilaku  yang  sering mewarnai kepemimpinan komando-birokratik-hierarkis, yang pada akhirnya akan berakibat fatal terhadap terbelenggunya sikap inovatif dan kreatif dari setiap bawahan. Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, mereka cenderung bersikap apriori dan bertindak hanya atas dasar perintah sang pemimpin semata. Dengan kondisi demikian, pada akhirnya akan sulit dicapai kinerja yang unggul dan produktif. Menyadari semua itu, perubahan kebijakan kepemimpinan pendidikan yang dapat memberdayakan pihak bawahan  menjadi  amat  penting  untuk  dilakukan.  Berdasarkan  paparan  konseptual dapat  disimpulkan  bahwa:  1)  kepemimpinan  transformasional  adalah  merupakan sebuah proses saat pemimpin dan bawahan mengembangkan satu sama lain tingkat moralitas dan motivasi yang tinggi. Pemimpin transformational memiliki atribut-atribut ideal (berupa: kharisma, keteladanan, keyakinan yang teguh, dan mampu menularkannya pada bawahan sebagai uswah dalam organisasi pendidikan) dan perilaku yang ideal (berupa: visi yang jelas dan konkrit, etos kerja tinggi, konsisten, komitmen,  dan  mampu  menumbuhkan  kesadaran  bawahan  terhadap  peran  dan fungsinya dalam mencapai tujuan organisasi). 2) Kepemimpinan fasilitatif merupakan alternatif model kepemimpinan yang dibutuhkan guna menghadapi tantangan masa depan era globalisasi dan teknologi informasi, yang pada intinya model ini merujuk kepada upaya pemberdayaan setiap komponen manusia yang terlibat dan bertanggung jawab dalam pendidikan di madrasah. Ciri-ciri pemimpin fasilitatif yaitu; 1) An Expectation of Improvement Replaces Cynicism and Frustration, 2) Power Is Shared, Not Granted, 3) The Goal Is Not Democracy, but Improvement. Pemimpin fasilitatif selalu bersikap optimis, menghargai orang lain, dan berorentasi kepada perubahan.