Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MPIAN TIONGKOK: NASIONALISME TIONGKOK MELINTAS BATAS DALAM PEMBANGUNAN TIONGKOK Nufus, Hayati
Jurnal Penelitian Politik Vol 11, No 2 (2014): Tantangan Politik Lokal Pasca SBY
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.634 KB) | DOI: 10.14203/jpp.v11i2.200

Abstract

Impian Tiongkok dengan kata kunci kebangkitan nasional bangsa Tionghoa merupakan slogan Presiden XiJinping dalam memerintah saat ini. Tulisan ini menganalisis upaya kebangkitan Tiongkok melalui slogan tersebut.Tujuan digunakannya slogan tersebut adalah untuk membangkitkan kembali kejayaan masa lalu yang pernahdimiliki Tiongkok dan membangkitkan rasa nasionalisme rakyat. Selain itu, gagasan ini juga memiliki tujuanuntuk memperkuat legitimasi Xi Jinping dan Partai Komunis Tiongkok di dalam politik dalam negerinya. Salahsatu program yang dilakukan oleh Tiongkok untuk mewujudkan cita-citanya adalah dengan membangun kembaliJalur Sutra melalui gagasan Satu Sabuk, Satu Jalur. Bila dikaitkan dengan pembangunan Satu Sabuk, Satu Jalur,kebangkitan Tiongkok juga merupakan upaya untuk melegitimasi posisi Tiongkok sebagai negara besar di kancahpolitik internasional.Kata Kunci: Impian Tiongkok, Kebangkitan Tiongkok, Jalur Sutra, Diplomasi Tiongkok.
Peran Kerja Sama IMT-GT Dalam Pembangunan Konektivitas ASEAN Raharjo, Sandy Nur Ikfal; Irewati, Awani; Rahman, Agus R; Pudjiastuti, Tri Nuke; Luhulima, CPF; Nufus, Hayati
Jurnal Penelitian Politik Vol 14, No 1 (2017): Transformasi Identitas Keindonesiaan
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2614.214 KB) | DOI: 10.14203/jpp.v14i1.695

Abstract

AbstrakIndonesia-Malaysia—Thailand Growth Triangle (IMT-GT) merupakan salah satu kerja sama ekonomi subregional yang diakui oleh ASEAN berperan penting dalam membangun konekivitas ASEAN. Namun demikian, perbedaan karakter geografis dan perbedaan kepentingan antartiga negara anggotanya berpeluang menghambat implementasi IMT-GT dalam membangun konektivitas tersebut. Studi ini difokuskan pada tiga hal, yaitu arti penting IMT-GT bagi masing-masing negara anggotanya, implementasi program-program IMT-GT tahun 2012-2016, dan peran IMT-GT dalam membangun konektivitas ASEAN, khususnya di sektor maritim. Melalui metode kualitatif  bersifat deskriptif korelatif, studi ini menemukan bahwa IMT-GT berkontribusi hampir 50% bagi perekonomian Malaysia, mendukung visi Poros Maritim Dunia bagi Indonesia, serta mendorong kemajuan wilayah Thailand Selatan yang relatif tertinggal. Temuan lainnya, capaian program IMT-GT 2012-2016 masih rendah, terutama di sisi Indonesia akibat terlalu banyaknya program yang dicanangkan. Terakhir, IMT-GT berperan dalam membangun konektivitas ASEAN melalui pengembangan lima koridor ekonomi, walaupun masih lebih dominan pada dimensi darat dibanding dimensi maritim. Kata Kunci: ASEAN, IMT-GT, konektivitas, dan maritim
Problematika Kerja Sama Perbatasan Sepanjang Sungai Mekong antara Tiongkok dan ASEAN Bagian Utara Irewati, Awani; Rahman, Agus R; Luhulima, CPF; Pudjiastuti, Tri Nuke; Raharjo, Sandy Nur Ikfal; Nufus, Hayati
Jurnal Penelitian Politik Vol 13, No 1 (2016): Komunitas ASEAN dan Tantangan Ke Depan
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2653.356 KB) | DOI: 10.14203/jpp.v13i1.249

Abstract

AbstrakSelama berabad-abad, Sungai Mekong telah menjadi pusat kehidupan bagi masyarkat yang ada di enam negara tepian sungai, yaitu: Kamboja, Myanmar, Laos, Vietnam, Thailand, dan Tiongkok. Secara geografis, sungai ini mengalir melalui negara-negara tersebut sejauh 4.900 km. Sungai Mekong menciptakan Daerah Aliran Sungai (DAS)seluas 795.000 km² yang terdistribusi antara Uper Mekong River Basin, yang terbentuk oleh Tiongkok (21%) dan Myanmar (3%), serta Lower Mekong River Basin, yang terdiri Laos (25%), Thailand (23%), Kamboja (20%), dan Viet Nam (8%) (FAO, 2011). Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas Sungai Mekong serta subkawasannya, negara-negara tepi Sungai Mekong telah mengembangkan beberapa inisiatif kerja sama lintas batas di antara mereka. Greater Mekong Subregion (GMS) dan Mekong River Commission [MRC] adalah contoh dari kerja sama lintas batas yang sudah terjalin di antara negara tepi Sungai Mekong. Selain itu, juga ada beberapa kerja sama lain yang mencakup seluruh atau sebagian dari subkawasan Mekong, tetapi tidak secara khusus fokus pada Sungai Mekong, yaitu ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) dan Komunitas ASEAN. Kondisi ini menciptakan kompleksitas hubungan antara kerja sama di subkawasan Sungai Mekong. Tulisan ini menganalisis beberapa masalah yang ada ataupun potensi masalah yang mungkin muncul akibat kompleksitas kerja sama di subkawasan tersebut, seperti kemungkinan adanya tumpang tindih kerja sama; serta perbedaan kepentingan masing-masing negara tepi Sungai Mekong yang muncul akbat adanya perbedaan profil negara-negara tersebut. Analisis dalam tulisan ini disusun berdasarkan pada penelitian lapangan di beberapa tempat, yaitu: Vietnam, Laos, dan Thailand pada tahun 2015.Kata kunci: kerja sama lintas batas, negara-negara ASEAN bagian utara, GMS, MRC, Sungai Mekong, konektivitas
PENGUATAN KONEKTIVITAS LINTAS BATAS DALAM KERJA SAMA EKONOMI SUBREGIONAL Kartini, Indriana; Irewati, Awani; Rahman, Agus R; Pudjiastuti, Tri Nuke; Luhulima, CPF.; Dewi, Rosita; Raharjo, Sandy Nur Ikfal; Nufus, Hayati
Jurnal Penelitian Politik Vol 17, No 1 (2020): Perang dan Damai : Situasi Politik Internasional di Era Ketidakpastian
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.408 KB) | DOI: 10.14203/jpp.v17i1.859

Abstract

Konektivitas yang dibangun negara, baik dalam lingkup bilateral, regional, maupun global berkelindan satu sama lain. Misalnya, kerja sama subregional berbasis konektivitas lintas batas yang tengah dibangun dalam kerangka IMT-GT, BIMP-EAGA, dan TIA-GT akan mendorong dan menguatkan sebuah kerja sama regional, seperti ASEAN Community, sesuai dengan Master Plan on ASEAN Connectivity. Studi ini difokuskan pada tiga hal, yakni  pertama, capaian dan tantangan pembangunan konektivitas lintas batas (fisik, kelembagaan, dan antarmasyarakat) melalui kerja sama ekonomi subregional; kedua, strategi penguatan konektivitas antarwilayah pertumbuhan subregional untuk mendukung konektivitas ASEAN; ketiga, strategi pemanfaatan konektivitas ASEAN berbasis kerja sama ekonomi subregional bagi Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian kualitiatif yang bersifat eksploratif analitis, studi ini menemukan bahwa keterlibatan Indonesia dalam beberapa kerja sama ekonomi subregional membawa dampak positif bagi Indonesia, baik secara ekonomi, sosial budaya, maupun pertahanan keamanan. Namun, capaian dari beberapa kerja sama subregional ini lebih terlihat di kawasan Indonesia bagian barat dan tengah dibandingkan bagian timur. Tantangan ini yang harus dapat diselesaikan oleh pemerintah Indonesia untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan kerja sama subregional di semua kawasan di Indonesia dengan mendorong peran aktif pemerintah-pemerintah daerah untuk terlibat dalam kerja sama subregional yang melibatkan daerahnya. Kata kunci: konektivitas, lintas batas, subregional, IMT-GT, BIMP-EAGA, TIA-GT
Implementation of E-Module Stoiciometry Based on Kvisoft Flipbook Maker for Increasing Understanding Study Learning Concepts of Class X Senior High School Nufus, Hayati; Susilawati, Susilawati; Linda, Roza
Journal of Educational Sciences Vol 4. No. 2. April 2020
Publisher : FKIP-Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.4.2.p.261-272

Abstract

Referring to the current era of globalization, which refers the era of revolution 4.0, the use of today's technology in the learning process can be utilized. One of them is in applying ordinary modules into e-modules. The purpose of this study is the use of e-module stoichiometry based on Kvisoft flipbook maker to see the magnitude of the increase in students' understanding of the concept of stoichiometry. The research design used was a pre-experiment with a pretest-posttest design using one class as an experimental class. The sample in this study were students of the Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru class X KI 2. The results obtained were an increase in students' understanding of the concept from before using the e-module based on the koftoft flipbook maker with an average value of 40.2. After using Kvisoft flipbook maker based e-module the average value increased to 92.48. Large increase obtained by 0.83 with the category of moderate increase.
PERANAN BI’AH LUGHAWAIYYAH DALAM MENINGKATKAN KEMAHIRAN BERBAHASA ARAB SANTRI MA’HAD DAR AL-QURAN TULEHU MALUKU TENGAH Nufus, Hayati
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2019): Language Study and Teaching
Publisher : LP2M IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v1i1.1179

Abstract

Abstract This study aims to prove the role of the linguistic environment (bi'ah lughawiyyah) in improving four Arabic language skills (listening, speaking, reading and writing) in Arabic language learners in formal institutions. As well as analyzing how the lughawiyyah bi'ah creation strategy is making an improvement in Arabic language proficiency. This research is a qualitative research with observation and interview research instruments. The results of the study prove that the bi'ah lughawiyyah has an active role in improving four Arabic language skills and the strategy used is to make habituation using Arabic, hold special language days, carry out ilqa al-mufradat activities, learners are required to practice muhadasah, provide imla muwajjah training, held lughah court, the goal is that they do not forget, ashamed, and afraid of wrong in speaking with Arabic. Keywords: language environment (bi'ah lughawiyyah), Arabic language proficiency Abstrak Penelitian ini bertujuan membuktikan peranan lingkungan bahasa (bi’ah lughawiyyah) dalam meningkatkan empat kemahiran berbahasa Arab (menyimak, berbicara, membaca dan menulis) pembelajar bahasa Arab yang ada di lembaga formal. Serta menganalisa bagaimana strategi penciptaan bi’ah lughawiyyah yang membuat peningkatan kemahiran berbahasa Arab. penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan instrumen penelitian observasi dan wawancara. Hasil penelitian membuktikan bahwa bi’ah lughawiyyah sangat berperan aktif dalam meningkatkan empat kemahiran berbahasa Arab dan strategi yang digunakan adalah menjalankan pembiasaan menggunakan bahasa Arab, mengadakan hari khusus berbahasa, melakukan kegiatan ilqa al-mufradat, pembelajar diwajibkan berlatih muhadasah, memberikan latihan imla muwajjah, diadakan mahkamah lughah, tujuannya agar mereka tidak lupa, malu, dan takut salah dalam bercakap dengan bahasa Arab. Kata kunci : lingkungan bahasa (bi’ah lughawiyyah), kemahiran berbahasa Arab
Development of Tarkib Teaching Materials Based on Motion Graphic in Islamic Junior High School l Tatwir al-Mawad al-Tarkibiyyah ‘ala Asas al-Rasum al-Mutakharrikah bi al-Madrasah al-Mutawassitah al-Islamiyyah Nufus, Hayati; Erlina, Erlina; Koderi, Koderi; Ramadhan, Mahendra Utama Cahya; Nopiyanti, Nopiyanti
Jurnal Al Bayan : Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/albayan.v14i1.7145

Abstract

This research was based on the problems about teaching materials which was less attractive because the teaching materials were initially not based on technology. The aims of this study was to develop tarkib teaching materials based on motion graphic for 7th graders of Islamic junior high school by analyzing the necessity and the feasibility of tarkib teaching materials based on motion graphic according to the experts’ assessment. This research data were obtained from interviews and students’ responses to teaching materials. The interviews were conducted with groups of students as participants in the research. Meanwhile, the students’ responses were confirmed to 34 students. Thus, the results of this research were as follows: 1) Tarkib teaching materials in the form of print out and video based on motion graphic. 2) The products were very feasible, 93% according to design experts, 93% to material experts, 90% to media experts. 3) The results of the product effectiveness trial of  tarkib teaching materials based on motion graphic were 90% for one to one learner, 95% for the small group test. The development of tarkib teaching materials based on motion graphic had a significant effect on the Arabic teaching materials especially tarkib and could make students more active, independent and comfortable during the learning process. Hence, this paper suggested the teacher and institution in solving the problems in Arabic learning especially tarkib.
EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PERSURATAN ELEKTRONIK (SIAPe) PADA KANTOR KECAMATAN BATUMANDI KABUPATEN BALANGAN Nufus, Hayati; Arlan, Agus Sya’bani; Gunade, Djayeng Turano
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1350

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tantangan dalam implementasi Sistem Informasi Administrasi Persuratan Elektronik (SIAPe) di Kantor Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan. Meskipun sistem ini telah digunakan agar mempermudah pengelolaan surat masuk, keluar, dan disposisi, pelaksanaannya masih menemui berbagai hambatan, seperti keterbatasan infrastruktur jaringan, gangguan server, serta permasalahan dalam ditribusi disposisi surat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam terhadap duabelas informan terpilih, serta dokumentasi, dan dianalisis melalui model interaktif Miles & Huberman. Hasilnya menunjukkan bahwa secara umum SIAPe telah berjalan efektif, ditunjukkan oleh dukungan (support) dari pimpinan dan pegawai, serta sosialisasi yang cukup maksimal. Pada aspek capacity, tersedianya sumber daya manusia dan anggaran sudah memadai, walau masih diperlukan peningkatan infrastruktur teknologi. Dari sisi value, SIAPe memberikan manfaat yang signifikan seperti efisiensi kerja dan kemudahan pencarian data. Faktor pendukung mencakup kompetensi SDM, sedangkan hambatan seperti distribusi disposisi yang belum tepat dan jaringan tidak stabil sebagian besar berasal dari faktor eksternal. Oleh karena itu, penguatan SOP serta juga peningkatan infrastruktur sangat diperlukan agar sistem bisa berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Dinamika Sosial Budaya dalam Transformasi Pariwisata Berbasis Masyarakat di Era Modernisasi pada Masyarakat Baduy Nufus, Hayati; Setiawan, Budi
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i1.4871

Abstract

Kelompok masyarakat adat Sunda yang dikenal sebagai masyarakat suku Baduy tinggal di daerah Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Mereka mempertahankan tradisi dan kebiasaan orang tua mereka serta terus menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu kelompok masyarakat yang menghindari orang asing, dengan populasi sekitar 26.000 orang. Selain itu, mereka memiliki keyakinan yang tidak pantas untuk dicatat, terutama mereka yang tinggal di wilayah Baduy Dalam. Suku Baduy termasuk dalam sub suku suku sunda dan dianggap sebagai masyarakat Sunda yang belum terpengaruh oleh modernisasi atau kelompok yang hampir tidak terhubung dengan orang lain. Masyarakat Baduy tidak menggunakan kata "wisata" atau "pariwisata" ketika mereka menerangkan kampung-kampung mereka. Sejak 2007, masyarakat Baduy menggunakan istilah "Saba Budaya Baduy", yang berarti "Silaturahmi Kebudayaan Baduy," untuk mendeskripsikan wilayah mereka dan menjaga kesakralan wilayah tersebut. Ada dua kelompok masyarakat Baduy: Baduy Dalam dan Baduy Luar. Gaya hidup sederhana dan menjaga kelestarian alam adalah ciri khas masyarakat Baduy. Masyarakat Baduy ini memiliki pengetahuan lokal tentang cara mengelola hutan dan lingkungan dan menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan. Orang Baduy dilarang menggunakan teknologi, membawa produk kimia, dan membuang sampah sembarangan agar tetap menjaga tatana kehidupan yang menyatu dengan alam. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui lebih dalam tentang Dinamika Adaptasi Sosial Budaya Dalam Transformasi Pariwisata Berbasis Masyarakat di Era Modernisasi pada Masyarakat Baduy, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif tijauan pusaka dengan mengumpulkan 30 referensi yang berkaitan dengan judul, agar memperoleh hasil yang lebih mendalam dan komprehensif. Dengan melakukan penelitian ini  berharapa kita dapat memahami bagaimana Dinamika Adaptasi Sosial Budaya Dalam Transformasi Pariwisata Berbasis Masyarakat di Era Modernisasi pada Masyarakat Baduy.
Bimbingan Belajar Baca Al-Quran dalam Meningkatkan Hasil Belajar PAI Kelas VI SD Muhammadiyah Ambon Kamaru, Fardin; Nufus, Hayati
COGNITIVISM: Journal of Educational Research and Development Vol. 1 No. 1 (2025): COGNITIVISM: Journal of Educational Research and Development
Publisher : Lembaga Intelektual Muda Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve the learning outcomes of PAI students in grade VI of SD Muhammadiyah Ambon. The subjects of this study are 6 people who were selected using the purposive sampling technique. Data was collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis is carried out with stages of data reduction, and data interpretation. The results of this study found that the emergence of Qur'an reading guidance learning in SD Muhammadiyah Ambon was motivated by the school's efforts in developing an Islamic education system that is adapted to the development of science and technology and existing socio-cultural changes and can be one of the characteristics of SD Muhammadiyah Ambon. The goal to be achieved is to improve the fluency in mastering the Qur'an reading of SD Muhammadiyah Ambon and students are able to read the Qur'an fluently and correctly, the introduction of tajweed from the beginning to the end and perfection in mastering the makhorijul letters. The method used in learning Qur'an reading guidance at SD Muhammadiyah Ambon is assignment through the practice of reading and memorizing short letters in the Qur'an with emphasis on reading in terms of Makhorijul letters and tajweed through practice techniques. As for the approach used in the learning process of reading the Qur'an, it is using an individual approach