Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

SOSIALISASI DAN INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM MELALUI PEMBACAAN TERJEMAH ALQURAN BAHASA SUNDA PADA KEGIATAN PENGAJIAN MAJELIS TAKLIM Akmaliyah Akmaliyah; Irfan Addriadi; Eghy Farhan Nugraha; Indra Gunawan
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 19, No 1 (2022): AL-TSAQAFA : JURNAL ILMIAH PERADABAN ISLAM
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v19i1.17670

Abstract

Alquran sebagai pedoman umat Islam diturunkan dalam Bahasa Arab, maka salah satu upaya untuk sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai Islam dalam Alquran yang berbahasa Arab itu dilakukan penerjemahan Alquran ke dalam Bahasa nasional atau Bahasa daerah. Seperti halnya pembacaan Alquran dalam Bahasa Sunda yang dilakukan ibu-ibu Majelis Taklim An Nur Kabupaten Bandung yang diuraikan dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerjemahan Alquran dalam bahasa daerah memiliki manfaat yang besar bagi sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Alquran. Terdapat manfaat pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Islam dalam Alquran pada ibu-ibu pengguna Bahasa Sunda peserta Majelis Taklim An Nur melalui kegiatan membaca Alquran terjemah Bahasa Sunda.
GAYA BAHASA JINAS DALAM BUKU MAHFUDZAT KELAS LIMA KMI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR Firdaus Atmajaya; Nurlinah Nurlinah; Irfan Addriadi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5, No 1 (2022): -
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i1.17676

Abstract

ABSTRAk Penelitian ini berjudul “Gaya Bahasa Jinas dalam Buku Mahfudzat Kelas Lima KMI Pondok Modern Darussalam Gontor” Di dalam penelitian ini menjelaskan adanya keindahan-keindahan bahasa dengan bentuk jinas yang terkandung dalam setiap mahfudzat. Jinas merupakan salah satu sub pembahasan yang ada di dalam ilmu Badi’ atau ilmu yang mengungkapkan keindahan berbahasa. Buku mahfudzat ini dipelajari oleh para santri Gontor yang sudah duduk di kelas lima KMI. Terdapat banyak mahfudzat yang bermacam-macam di dalam buku ini seperti mahfudzat dalam bentuk sya’ir, prosa, dan bahkan ada pula hadits Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif karena penelitian ini ialah penelitian kualitatif sehingga untuk menyelasaikannya dapat ditempuh dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan metode inilah akan mempermudah peneliti untuk menemukan lafadz-lafadz yang merupakan bentuk jinas serta menentukan makna dari setiap lafadz tersebut. Hasil dari penelitian ini yang berkaitan dengan lafadz-lafadz yang mengandung jinas di dalam buku tersebut, peneliti menemukan dari sepuluh sy’air dan enam prosa serta tiga hadits Rasulullah SAW terdapat 134 kata yang merupakan jenis jinas yang digabungkan menjadi 67 keindahan berbentuk jinas. Dari 67 bentuk yang ada ini terdapat delapan jenis jinas yang berbeda di antaranya jumlah al-jinas al-mumatsil ada delapan, al-jinas al-murakkab ada satu, al-jinas an-naqish ada 12, al-jinas al-lahiq ada delapan, al-jinas al-muharraf ada tiga, al-jinas al-mushahhaf ada dua, al-jinas al-mudhori’ ada tiga dan jenis jinas yang paling banyak ialah jinas al-isytiqaq dengan 30 jumlah jinas. Adapun perbedaan lafadz dari setiap dua kata yang bermiripan mempengaruhi maknanya dan menjadikan maknanya berbeda.  Kata Kunci : Buku Mahfudzat Kelas lima KMI, Ilmu Badi’, Jinas
GAYA BAHASA FIGURATIF DALAM DȊWȂN TARJUMȂN AL ASYWȂQ KARYA IBNU ARABI Rizki Abdul Rojak; Irfan addriadi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.18364

Abstract

ABSTRAKKarya sastra merupakan hasil dari pemikiran seseorang yang diungkapkan baik secara lisan maupun tulisan dengan gaya bahasa yang indah. Setiap sastrawan memiliki cara dan gaya bahasa masing-masing dalam menciptakan karya sastranya. Salah satu gaya bahasa yang sering digunakan sastrawan adalah bahasa figuratif. Diwan Tarjuman al Asywaq adalah salah satu karya yang banyak menggunakan gaya bahasa ini. Dȋwȃn Tarjumȃn al Asywȃq yang dikarang oleh Ibnu Arabi ini terdiri dari 61 judul puisi dan 563 bait. Setiap judul memiliki jumlah bait yang bervariasi. Jumlah bait paling sedikit dalam satu judul adalah 3 bait dan paling banyak 37 bait.  Bait-bait puisi yang ditulis oleh Ibnu Arabi dalam Diwan ini berisi tentang konsep-kosnep sufistik yang digagas olehnya. Ia banyak menuliskan gagasan-gagasannya dalam bentuk bahasa figuratif. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa figuratif yang terdapat dalam Diwan Tarjumanul Asywaq Ibnu ‘Arabi serta menjelaskan fungsi dan efek yang ditimbulkannya pada makna maupun keindahan diwan tersebut secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi serta menjelasakn bahasa figuraif yang terdapat dalam Diwan Tarjuman al Asywaq serta efektifitasnya dalam konteks bait-bait puisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu dengan menenkankan pada nilai-nilai dengan mendeskripsikan setiap temuan bahasa figuratif yang ada dalam Diwan Tarjuman al Asywaq karya Ibnu ‘Arabi. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat gaya bahasa anastrof, kiasmus, asindenton, polisindenton, ellipsis, litotes, pleonasme, tautologi, simile, metafora, alegori, eponim, personifikasi, epitet, dan sinekdoke. Fungsi-fungsi dan efek yang ditimbulkan secara keseluruhan dalam penggunaan bahasa figuratif tersebut adalah al hashr (pembatasan), al taysdid (penekanan), al taukid (penegasan), al ihtimam (pementingan), inhad al khayali (membangkitkan imajinasi), menjelaskan dengan cara samar, memuji dan mencela dengan cara memperbandingkan dan menyesuaikan dengan wazan yang ditulis oleh penyair.
Imitating Quranic sentences as a learning strategy for translating Arabic into Indonesian Akmaliyah Akmaliyah; Setia Gumilar; Muhammad Ibnu Pamungkas; Irfan Addriadi; Sarastika Endang Hapriyonita; Maman Suherman; Zalifa Nuri
Indonesian Journal of Applied Linguistics Vol 13, No 1 (2023): Vol. 13, No.1, May 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijal.v13i1.58265

Abstract

Accurately translating the messages embedded in Quranic verses into the target language is of paramount importance. Although numerous studies have examined translation qualities in Quranic translations, there is limited research exploring the effectiveness of an imitation technique in enhancing students' translation skills for Quranic verses into Indonesian. This qualitative descriptive study aims to investigate the efficacy of imitating sentence patterns through the utilization of drill techniques in teaching Arabic-to-Indonesian translation. The study involved a total of 18 students who underwent a pre-treatment translation test and a post-treatment test. The primary focus of the translation assessment centered on accuracy. The findings unveiled that the implementation of this method significantly improved students' translation skills, particularly in terms of accuracy. Not only did it enable students to effectively imitate patterns, but it also fostered creativity by encouraging variations within these patterns while upholding accuracy in conveying the intended meanings from Arabic to Indonesian. The students exhibited enhanced translation quality following the treatment, thus highlighting the positive impact of employing the imitating sentence patterns method. This approach is especially well-suited for beginners as it facilitates the comprehension of fundamental sentence patterns, expands vocabulary, and enhances translation proficiency. When employing this method, it is crucial to consider factors such as using analogous sentence patterns in both languages, avoiding cultural terminology in examples, ensuring literal translations of sentence patterns, and permitting flexibility for variations.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM FILM ARAB HONEYMOONISH KARYA ELIE EL SEMAAN Karima, Marista Aulia; Rohanda, Rohanda; Addriadi, Irfan
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9 No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v9i1.25212

Abstract

This research aims to describe code-switching and code-mixing in the Arabic movie Honeymoonish by Elie El Semaan by using a qualitative approach and applying analytical descriptive method. The formal object of this research is code switching and code mixing, while the material object is the Arabic movie Honeymoonish. The results and discussion in this study show that all code-switching and code-mixing in this movie belong to the external type because of the switching and insertion of English into the original language, namely Arabic. The form of code mixing found is the form of words and phrases. Based on the results of the analysis, it can be concluded that overall there are 31 data in the form of code switching and external code mixing. There are 3 data of external code switching, 15 data of external code mixing at word level, and 7 data of external code mixing at phrase level. Keywords: Arabic Film, Code Mixing, Code Switching, Sociolinguistics
GAYA BAHASA JINAS DALAM BUKU MAHFUDZAT KELAS LIMA KMI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR Atmajaya, Firdaus; Nurlinah, Nurlinah; Addriadi, Irfan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 1 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i1.17676

Abstract

ABSTRAk Penelitian ini berjudul “Gaya Bahasa Jinas dalam Buku Mahfudzat Kelas Lima KMI Pondok Modern Darussalam Gontor” Di dalam penelitian ini menjelaskan adanya keindahan-keindahan bahasa dengan bentuk jinas yang terkandung dalam setiap mahfudzat. Jinas merupakan salah satu sub pembahasan yang ada di dalam ilmu Badi’ atau ilmu yang mengungkapkan keindahan berbahasa. Buku mahfudzat ini dipelajari oleh para santri Gontor yang sudah duduk di kelas lima KMI. Terdapat banyak mahfudzat yang bermacam-macam di dalam buku ini seperti mahfudzat dalam bentuk sya’ir, prosa, dan bahkan ada pula hadits Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif karena penelitian ini ialah penelitian kualitatif sehingga untuk menyelasaikannya dapat ditempuh dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan metode inilah akan mempermudah peneliti untuk menemukan lafadz-lafadz yang merupakan bentuk jinas serta menentukan makna dari setiap lafadz tersebut. Hasil dari penelitian ini yang berkaitan dengan lafadz-lafadz yang mengandung jinas di dalam buku tersebut, peneliti menemukan dari sepuluh sy’air dan enam prosa serta tiga hadits Rasulullah SAW terdapat 134 kata yang merupakan jenis jinas yang digabungkan menjadi 67 keindahan berbentuk jinas. Dari 67 bentuk yang ada ini terdapat delapan jenis jinas yang berbeda di antaranya jumlah al-jinas al-mumatsil ada delapan, al-jinas al-murakkab ada satu, al-jinas an-naqish ada 12, al-jinas al-lahiq ada delapan, al-jinas al-muharraf ada tiga, al-jinas al-mushahhaf ada dua, al-jinas al-mudhori’ ada tiga dan jenis jinas yang paling banyak ialah jinas al-isytiqaq dengan 30 jumlah jinas. Adapun perbedaan lafadz dari setiap dua kata yang bermiripan mempengaruhi maknanya dan menjadikan maknanya berbeda.  Kata Kunci : Buku Mahfudzat Kelas lima KMI, Ilmu Badi’, Jinas
Analysis of Tenses and Aspects in the Short Story Wajhul Haqiqah by Taufiq Al-Hakim: A Morphosyntactic Study Acintya Alifah, Vania; Addriadi, Irfan; Muslikah , Siti
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 8 No. 2 (2025): JUNE
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/els-jish.v8i2.44450

Abstract

This study analyzes the system of tense and aspect in verbs within the Arabic short story Wajhul Haqiqah by Taufiq Al-Hakim. The aim is to demonstrate that Arabic verbs not only function as actions but also serve as markers of temporality and aspectuality through their diverse patterns. These varying patterns convey different meanings of time and aspect. Employing a descriptive qualitative method, the research examines the object as it is and presents it in the form of an explanation in the report. Data collection techniques include listening and note-taking. The findings indicate that the short story predominantly utilizes verbs in the past tense with a perfective aspect, indicating actions completed in the past. Additionally, there are present tense verbs that show imperfective aspects, especially when preceded by past tense verbs within the same sentence structure. The study confirms that in Arabic, temporality and aspectuality are determined not only by the form of the verb but also by the particles that accompany it. This research contributes to a deeper understanding of the tense and aspect system in Arabic literature.
SKEMA AKTAN DAN STRUKTUR FUNGSIONAL DALAM NOVEL SA'ATU AL-BAGHDAD KARYA SHAHAD AL-RAWI (KAJIAN SEMIOTIKA NARATIF A. J. GREIMAS) Fariztina, Alissa; Mawardi, Mawardi; Addriadi, Irfan
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ihya.v11i2.24616

Abstract

War and collective trauma often appear in modern Arabic literature, especially in works that reflect the socio-political conditions in the Arab world. Shahad al-Rawi's novel Sa'atu al-Baghdad depicts childhood experiences in Baghdad during war, embargo, and destruction. The narrative of this novel is not only built from the story, but also from the structure and complex relationships between characters. This study aims to analyze the narrative structure of the novel using A. J. Greimas' narrative semiotics approach, especially the actant scheme and functional structure. The method used is qualitative-descriptive with reading and note-taking techniques. The results of the study show that the main character acts as a subject who is driven by past memories to find the meaning of life. The relationship between actants such as family, friends, and lovers acts as supporters, while war and trauma act as opponents that strengthen the dynamics of the story. The functional structure describes the psychological transformation of the main character from an initial peaceful situation, experiencing an existential crisis, to achieving inner stability. Greimas' narrative semiotic theory successfully reveals the depth of the story structure and meaning of this novel. This study contributes to the narrative analysis of modern Arabic novels by applying Greimas' semiotic model, which has never been used before in this literary text.
GAYA BAHASA FIGURATIF DALAM DȊWȂN TARJUMȂN AL ASYWȂQ KARYA IBNU ARABI Rojak, Rizki Abdul; addriadi, Irfan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 2 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.18364

Abstract

ABSTRAKKarya sastra merupakan hasil dari pemikiran seseorang yang diungkapkan baik secara lisan maupun tulisan dengan gaya bahasa yang indah. Setiap sastrawan memiliki cara dan gaya bahasa masing-masing dalam menciptakan karya sastranya. Salah satu gaya bahasa yang sering digunakan sastrawan adalah bahasa figuratif. Diwan Tarjuman al Asywaq adalah salah satu karya yang banyak menggunakan gaya bahasa ini. Dȋwȃn Tarjumȃn al Asywȃq yang dikarang oleh Ibnu Arabi ini terdiri dari 61 judul puisi dan 563 bait. Setiap judul memiliki jumlah bait yang bervariasi. Jumlah bait paling sedikit dalam satu judul adalah 3 bait dan paling banyak 37 bait.  Bait-bait puisi yang ditulis oleh Ibnu Arabi dalam Diwan ini berisi tentang konsep-kosnep sufistik yang digagas olehnya. Ia banyak menuliskan gagasan-gagasannya dalam bentuk bahasa figuratif. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa figuratif yang terdapat dalam Diwan Tarjumanul Asywaq Ibnu ‘Arabi serta menjelaskan fungsi dan efek yang ditimbulkannya pada makna maupun keindahan diwan tersebut secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi serta menjelasakn bahasa figuraif yang terdapat dalam Diwan Tarjuman al Asywaq serta efektifitasnya dalam konteks bait-bait puisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu dengan menenkankan pada nilai-nilai dengan mendeskripsikan setiap temuan bahasa figuratif yang ada dalam Diwan Tarjuman al Asywaq karya Ibnu ‘Arabi. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat gaya bahasa anastrof, kiasmus, asindenton, polisindenton, ellipsis, litotes, pleonasme, tautologi, simile, metafora, alegori, eponim, personifikasi, epitet, dan sinekdoke. Fungsi-fungsi dan efek yang ditimbulkan secara keseluruhan dalam penggunaan bahasa figuratif tersebut adalah al hashr (pembatasan), al taysdid (penekanan), al taukid (penegasan), al ihtimam (pementingan), inhad al khayali (membangkitkan imajinasi), menjelaskan dengan cara samar, memuji dan mencela dengan cara memperbandingkan dan menyesuaikan dengan wazan yang ditulis oleh penyair.
TARKIB IDHAFI DALAM KITAB ADDARDIR ALA QISHATUL MI'RAJ KARYA SYEKH NAJMUDDIN AL-GHAITI Fadilah, Ufi; Akmaliyah, Akmaliyah; Addriadi, Irfan
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ihya.v11i3.26896

Abstract

This study aims to identify the types and functions of tarkib iḍafi constructions in Kitab ad-Dardir ʿala Qissat al-Miʿraj by Shaykh Najmuddin al-Ghaiṭi, based on the grammatical theory of Imam Ibn Malik. The research is motivated by the complexity of iḍafah structures in classical Arabic texts, which often carry deep grammatical and semantic meanings. This research employs a descriptive-analytical method with a qualitative approach through a library-based study. The data consist of 132 iḍafah phrases collected directly from the text. The analysis was conducted through three stages: identifying iḍafah forms, classifying their types and functions, and interpreting their meanings based on the theories of Ibn Malik and Sharh Ibn ʿAqil. The findings reveal two types of iḍafah: idhafah maʿnawiyyah (semantic genitive) and idhafah lafẓiyyah (phonetic genitive). Of the total data, 116 phrases are categorized as idhafah maʿnawiyyah, and 16 phrases as idhafah lafẓiyyah. In terms of function, 72 iḍafah constructions serve the function of taʿrif (definition), 43 serve takhsis (specification), and 17 serve takhfif (phonetic lightening). These findings indicate that the iḍafah constructions in this text are primarily used to clarify and define meaning semantically (maʿnawiyyah) rather than phonetically (lafẓiyyah). This study contributes to the understanding of Arabic syntactic structures and enriches the study of classical Arabic grammar in academic contexts.