Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU DENGAN KEBIASAAN PROKRASTINASI PENYUSUNAN SKRIPSI MAHASISWA KEPERAWATAN ANGKATAN VIII STIKES BINA USADA BALI Hakim, Nina Rismawati; Prihandhani, IGAA Sherlyna; Wirajaya, I Gede
Widyadari : Jurnal Pendidikan Vol 19 No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LP2M IKIP PGRI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.995 KB)

Abstract

Time management plays a role in the completion of student academic tasks well. The inability of students in time management leads them to tend to delay doing their academic tasks. The delay in doing these academic tasks is called "academic procrastination". This behavior can give negative effect for student of course. Students who do procrastination will need more time to complete their studies than students who do not do procrastination. Procrastination can lead to a decrease in productivity that leads to lower individual quality and can cause stress, anxiety, and difficulty in concentrating. The purpose of this study to see whether time management affects the procrastination habits of nursing department STIKES Bina Usada Bali?s student class of 2014 in writing graduating paper and how much influence those variable given. Research design used cross sectional with quantitative approach. Data was collected through filling questionnaire of 70 nursing students in September 2017 in STIKES Bina Usada Bali. Data analysis including univariate and bivariate analysis with kendall?s tau correlation coefficient. Univariate analysis showed that most of the nursing students had the time management skill on high category 36 respondents (51,4%) and had average level of graduating paper writing procrastination around 34 respondents (48,6%). Bivariate analysis with Kendall?s Tau correlational value of    -0,233 showed that there was a weak relation with p value 0,03 was smaller than ? = 0,05 (p<0,05) meant that there was significant relation between time management skill and graduating paper procrastination level among nursing department of STIKES Bina Usada Bali?s students, class of 2014. Time management skill is necessary for students to reduce the tendency of graduating paper writing procrastination, when the time management skill is high, the level of graduating paper procrastination becomes lower, in order to encourage nursing students to graduate on time..
PENGARUH KULIAH ENTREPRENEURSHIP TERHADAP MINAT MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES BINA USADA ANGKATAN VIII MENJADI SEORANG ENTREPRENEUR Wirajaya, I Gede; Hakim, Nina Rismawati; Prihandhani, IGAA Sherlyna; Kio, Alfiery Leda
Widyadari : Jurnal Pendidikan Vol 19 No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LP2M IKIP PGRI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.107 KB)

Abstract

Jumlah lapangan pekerjaan yang semakin sedikit dan terus meningkatnya lulusan perawat setiap tahunnya mengakibatkan banyaknya lulusan sarjana perawat yang menganggur, hal ini menimbulkan suatu masalah di Indonesia. Untuk itu perlu diperkenalkan konsep entrepreneurship di lingkungan kampus sehingga dapat meningkatkan minat perawat menjadi seorang entrepreneur.Entrepreneurship adalah penerapan kreativitas dalam memecahkan suatu masalah dengan cara mencari peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh kuliah entrepreneurship terhadap minat mahasiswa program studi keperawatan angkatan 2014 STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur.Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh 70 orang mahasiswa keperawatan pada bulan September 2017 di STIKES Bina Usada Bali. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat Korelasi Kendall?s Tau. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menyukai mata kuliah entrepreneurshipyaitu sebanyak 29 responden (41,4%) dan memiliki minat menjadi entrepreneur yaitu sebanyak 27 responden (38,6%).Analisis bivariat dengan nilai korelasi Kendall?s Tau sebesar -0,755 menunjukkan adanya tingkat hubungan yang lemah dengan nilai p= 0,00 lebih kecil dari ? = 0,05 (p<0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kuliah entrepreneurship dengan minat mahasiswa STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur. Entrepreneur dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi jumlah pengangguran dan dapat menambah jumlah lapangan pekerjaan sehingga perlu ditanamkan minat entrepreneur pada perawat di lingkungan kampus.
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN ASING YANG MENJALANI RAWAT INAP Wirajaya, I Gede; Prihandhani, IGAA Sherlyna; Artha, Agung Pradnyana
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.225 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v15i1.661

Abstract

  Rasa ketidakpuasan pasien asing yang menjalani perawatan di rumah sakit dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain kebersihan rumah sakit, faktor caring perawat merupakan hal yang sangat berperan penting terhadap tingkat kepuasan pasien asing itu sendiri. Caring perawat merupakan suatu cara pendekatan yang dinamis, dimana perawat bekerja untuk lebih meningkatkan kepeduliannya kepada pasien demi memenuhi kebutuhan dasar pasien, sehingga kepuasan sebagai indikator mutu pelayanan kesehatan dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Asing Yang Menjalani Rawat Inap di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Siloam Nusa Dua. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. sampel penelitian berjumlah 30 orang yang ditentukan dengan kriterian inklusi dan ekslusi. data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian didapatkan dari 30 responden perilaku caring perawat tergolong baik dan kepuasan pasien yang ditunjukkan pasien kepada perawat cenderung puas. Terdapat hubungan yang sangat significant antara Perilaku Caring Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien Asing Yang Menjalani Rawat Inap yang dibuktikan dengan nilai (Pvalue < 0,001, r = 0,967). Saran bagi Perawat adalah konsistensi menjaga dan meningkatkan kepedulian terhadap pasien  dengan demikian kualitas dan mutu rumah sakit akan terjaga.
THE SELF EFFICACY BERHUBUNGAN DENGAN BURNOUT PERAWAT Prihandhani, Igaa Sherlyna; Hakim, Nina Rismawati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 2 (2020): April 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.539 KB)

Abstract

Perawat dalam pemberian askep dihadapkan pada beban kerja tinggi, jam kerja yang panjang dalam berbagai shift, kompetisi, kurangnya pengetahuan dan kurangnya komunikasi yang baik dengan teman sebaya atau dokter. Kondisi seperti inilah yang dapat menimbulkan rasa tertekan pada perawat, sehingga ia mudah sekali mengalami stres. Stres yang berkepanjangan akan menyebabkan perawat rentan terkena burnout. Burnout dapat dicegah dengan cara meningkatkan self efficacy pada diri perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Kuta. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang berjumlah 40 orang. Penelitian menggunakan kuesioner yang telah dinyatakan valid (0,80) dan reliabel (0,82). Hasil penelitian menunjukan tingkat burnout sedang (37,5%). Tingkat self efficacy tinggi (87,8%). Hasil uji korelasi Rho Spearman  menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Kuta dengan nilai p value 0,004 dengan koefisien korelasi 0,669.Terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Kuta. Kata kunci : self efficacy, burnout, perawat SELF EFFICACY ASSOCIATED WITH NURSE BURNOUT ABSTRACT Nurse in the provision of nursing care faced with high workload, long shift duration, competition, lack of knowledge and good communication with peers or doctor. This condition could be lead to a depressed in nurse, it was easy experienced stress. Stress prolonged would cause nurse vulnerable to burnout. Burnout can be prevented by raising self efficacy in nurse. This study aimed at finding the relation between self efficacy and burnout on nurse in BIMC Hospital for Special Surgery Kuta. The study design was cross-sectional quantitative with purposive sampling. Total samples in this study is 40 respondens. This research used questionary with validity score (0,80) and reliability score (0,82) . Data analysis included univariat and bivariat. The study result showed that the level of moderate burnout (37,5%). The level of severe self efficacy (87,8%). The correlation test by Rho Spearman result showed that there was significant correlation between self efficacy and burnout in BIMC Hospital for Special Surgery Kuta with p value 0,004 with coefficient correlation 0,669, obtained that there was significant between self efficacy and  burnout on nurse in BIMC Hospital for Special Surgery Kuta. Keywords: self efficacy, burnout, nurse
PENGARUH KULIAH ENTREPRENEURSHIP TERHADAP MINAT MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES BINA USADA ANGKATAN VIII MENJADI SEORANG ENTREPRENEUR Wirajaya, I Gede; Hakim, Nina Rismawati; Prihandhani, IGAA Sherlyna; Kio, Alfiery Leda
Widyadari: Jurnal Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LPPM IKIP PGRI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah lapangan pekerjaan yang semakin sedikit dan terus meningkatnya lulusan perawat setiap tahunnya mengakibatkan banyaknya lulusan sarjana perawat yang menganggur, hal ini menimbulkan suatu masalah di Indonesia. Untuk itu perlu diperkenalkan konsep entrepreneurship di lingkungan kampus sehingga dapat meningkatkan minat perawat menjadi seorang entrepreneur.Entrepreneurship adalah penerapan kreativitas dalam memecahkan suatu masalah dengan cara mencari peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh kuliah entrepreneurship terhadap minat mahasiswa program studi keperawatan angkatan 2014 STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur.Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh 70 orang mahasiswa keperawatan pada bulan September 2017 di STIKES Bina Usada Bali. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat Korelasi Kendall?s Tau. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menyukai mata kuliah entrepreneurshipyaitu sebanyak 29 responden (41,4%) dan memiliki minat menjadi entrepreneur yaitu sebanyak 27 responden (38,6%).Analisis bivariat dengan nilai korelasi Kendall?s Tau sebesar -0,755 menunjukkan adanya tingkat hubungan yang lemah dengan nilai p= 0,00 lebih kecil dari ? = 0,05 (p<0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kuliah entrepreneurship dengan minat mahasiswa STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur. Entrepreneur dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi jumlah pengangguran dan dapat menambah jumlah lapangan pekerjaan sehingga perlu ditanamkan minat entrepreneur pada perawat di lingkungan kampus.
PERAN JUMANTIK PADA KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE: STUDI POTONG LINTANG DI UPTD PUSKESMAS KUTA SELATAN ni putu eka sukayuni; IGAA Sherlyna Prihandhani; I Wayan Artana
Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikk.v4i1.889

Abstract

ABSTRACTJumantik plays a role in the early vigilance system to monitor the presence and inhibit the development of the Dengue Hemorrhagic Fever (Dengue) mosquito vector. Jumantik cadres are expected to be active in monitoring their environment to reduce the number of dengue cases. However, in 2020 there will be an increase in dengue cases in South Kuta. This study purposed to determine the correlation between the role of jumantik and the incidence of dengue fever at the UPTD Puskesmas Kuta Selatan. This study used observational quantitative research with a cross-sectional design. The sample amounted to 67 jumantik selected by total sampling. Data were collected using a questionnaire and documentary sheet of DHF case reports. Data analysis used Rank Spearman's test. It was found that the majority of jumantik's role was good (77.6%) and the incidence of dengue fever decreased (74.6%). The analysis shows that there is a significant relationship between the role of jumantik and the incidence of dengue fever in the UPTD Puskesmas Kuta Selatan with a moderate and positive correlation, which means the better the role of jumantik in carrying out their duties. The better the jumantik work, the incidence of dengue fever decreases (p value 0.002 <α 0.05 and coefficient correlation of 0, 427). It is recommended to the health office to carry out training and health education for jumantik on an ongoing basis which is carried out every one semester. 
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PENGGUNA BPJS KESEHATAN DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RSUD MANGUSADA Putu Widiastuti; IGAA Sherlyna Prihandhani; Ni Putu Rini Pradnyasari
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.230

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu dapat dilihat berdasarkan lima dimensi mutu, yaitu cepat tanggap (responsiveness), kehandalan (reliability), terjamin (assurance), empati (empathy), dan bukti langsung (tangible). Berdasarkan hasil wawancara dan analisis dokumen di RSUD Mangusada terjadi penurunan jumlah pasien rawat inap dari 64.804 pada tahun 2015 menjadi 7.307 jiwa pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan asuhan keperawatan dengan kepuasan pasien pengguna BPJS Kesehatan di ruang rawat inap kelas III Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional dengan jumlah sampel 85 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Kuesioner digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan uji univariat dan bivariat. Uji yang digunakan pada penelitian ini Chi-square (p value <α, α=0, 05). Hasil uji statistik diperoleh hasil bahwa p value 0, 000 < α=0, 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan yang terdiri dari lima dimensi mutu mempunyai hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien pengguna BPJS Kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar kedepannya pihak pelayanan kesehatan mempertahankan mutu pelayanan asuhan keperawatan berdasarkan lima dimensi mutu pelayanan sehingga tujuan dari institusi dalam hal kepuasan pasien mampu tercapai.
PENGARUH KULIAH ENTREPRENEURSHIP TERHADAP MINAT MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES BINA USADA ANGKATAN VIII MENJADI SEORANG ENTREPRENEUR I Gede Wirajaya; Nina Rismawati Hakim; IGAA Sherlyna Prihandhani; Alfiery Leda Kio
Widyadari : Jurnal Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.107 KB)

Abstract

Jumlah lapangan pekerjaan yang semakin sedikit dan terus meningkatnya lulusan perawat setiap tahunnya mengakibatkan banyaknya lulusan sarjana perawat yang menganggur, hal ini menimbulkan suatu masalah di Indonesia. Untuk itu perlu diperkenalkan konsep entrepreneurship di lingkungan kampus sehingga dapat meningkatkan minat perawat menjadi seorang entrepreneur.Entrepreneurship adalah penerapan kreativitas dalam memecahkan suatu masalah dengan cara mencari peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh kuliah entrepreneurship terhadap minat mahasiswa program studi keperawatan angkatan 2014 STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur.Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh 70 orang mahasiswa keperawatan pada bulan September 2017 di STIKES Bina Usada Bali. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat Korelasi Kendall’s Tau. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menyukai mata kuliah entrepreneurshipyaitu sebanyak 29 responden (41,4%) dan memiliki minat menjadi entrepreneur yaitu sebanyak 27 responden (38,6%).Analisis bivariat dengan nilai korelasi Kendall’s Tau sebesar -0,755 menunjukkan adanya tingkat hubungan yang lemah dengan nilai p= 0,00 lebih kecil dari α = 0,05 (p<0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kuliah entrepreneurship dengan minat mahasiswa STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur. Entrepreneur dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi jumlah pengangguran dan dapat menambah jumlah lapangan pekerjaan sehingga perlu ditanamkan minat entrepreneur pada perawat di lingkungan kampus.
The Self Efficacy Berhubungan dengan Burnout Perawat Igaa Sherlyna Prihandhani; Nina Rismawati Hakim
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 2 (2020): April 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.539 KB)

Abstract

Perawat dalam pemberian askep dihadapkan pada beban kerja tinggi, jam kerja yang panjang dalam berbagai shift, kompetisi, kurangnya pengetahuan dan kurangnya komunikasi yang baik dengan teman sebaya atau dokter. Kondisi seperti inilah yang dapat menimbulkan rasa tertekan pada perawat, sehingga ia mudah sekali mengalami stres. Stres yang berkepanjangan akan menyebabkan perawat rentan terkena burnout. Burnout dapat dicegah dengan cara meningkatkan self efficacy pada diri perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Kuta. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang berjumlah 40 orang. Penelitian menggunakan kuesioner yang telah dinyatakan valid (0,80) dan reliabel (0,82). Hasil penelitian menunjukan tingkat burnout sedang (37,5%). Tingkat self efficacy tinggi (87,8%). Hasil uji korelasi Rho Spearman menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Kuta dengan nilai p value 0,004 dengan koefisien korelasi 0,669.Terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Kuta. Kata kunci : self efficacy, burnout, perawat SELF EFFICACY ASSOCIATED WITH NURSE BURNOUT ABSTRACT Nurse in the provision of nursing care faced with high workload, long shift duration, competition, lack of knowledge and good communication with peers or doctor. This condition could be lead to a depressed in nurse, it was easy experienced stress. Stress prolonged would cause nurse vulnerable to burnout. Burnout can be prevented by raising self efficacy in nurse. This study aimed at finding the relation between self efficacy and burnout on nurse in BIMC Hospital for Special Surgery Kuta. The study design was cross-sectional quantitative with purposive sampling. Total samples in this study is 40 respondens. This research used questionary with validity score (0,80) and reliability score (0,82) . Data analysis included univariat and bivariat. The study result showed that the level of moderate burnout (37,5%). The level of severe self efficacy (87,8%). The correlation test by Rho Spearman result showed that there was significant correlation between self efficacy and burnout in BIMC Hospital for Special Surgery Kuta with p value 0,004 with coefficient correlation 0,669, obtained that there was significant between self efficacy and burnout on nurse in BIMC Hospital for Special Surgery Kuta. Keywords: self efficacy, burnout, nurse
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP DEPRESI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA BANJAR BINA KELURAHAN USADA Ni Nyoman Purnaningsih; I Putu Artha Wijaya; IGAA Sherlyna Prihandhani; I Made Dwie Pradnya Susila
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5 No 1 (2024): Nursing Science Journal (NSJ)
Publisher : STIKES Pemkab Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53510/nsj.v5i1.250

Abstract

Background: The older one is, the more likely a person experiences physical, physiological, mental, spiritual, economic and social problems. Depression is among the mental health issues that older people experience the most frequently. Depression in the elderly is usually caused by the loss of loved ones, physical functions, and inability to adapt. There are various types of therapy for depression, for example drug and physical therapy, one of which is exercise. Objective: To determine the level of depression before and after elderly exercise and the effect of elderly exercise on depression. Method: This research used a pre-experimental research method using a one-group pretest-posttest design. The reachable population in this study were 31 elderly at Posyandu Banjar Bina Kelurahan Usada. In accordance with the sample size formula, the researcher took 24 elderly as samples using purposive sampling based on the predetermined inclusion and exclusion criteria. The required data was collected using the GDS (Geriatric Depression Scale) questionnaire issued by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Results: Based on their the level of depression, the mean score before the exercise for the elderly was a figure of 5.71 (moderate depression) whereas after the elderly exercise, the level of depression mean score decreased 2.88 (normal). The results of the Wilcoxon Signed Rank Test also showed that the significance value (p-value) was 0.000 < 0.05; therefore, H0 was rejected and Ha was accepted. Conclusion: There was an effect of implementing elderly exercise on reducing the level of depression in the elderly at Posyandu Lansia Banjar Bina Kelurahan Usada.