Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

HUBUNGAN MUTU PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PENGGUNA BPJS KESEHATAN DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RSUD MANGUSADA Putu Widiastuti; IGAA Sherlyna Prihandhani; Ni Putu Rini Pradnyasari
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.230

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu dapat dilihat berdasarkan lima dimensi mutu, yaitu cepat tanggap (responsiveness), kehandalan (reliability), terjamin (assurance), empati (empathy), dan bukti langsung (tangible). Berdasarkan hasil wawancara dan analisis dokumen di RSUD Mangusada terjadi penurunan jumlah pasien rawat inap dari 64.804 pada tahun 2015 menjadi 7.307 jiwa pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan asuhan keperawatan dengan kepuasan pasien pengguna BPJS Kesehatan di ruang rawat inap kelas III Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional dengan jumlah sampel 85 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Kuesioner digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan uji univariat dan bivariat. Uji yang digunakan pada penelitian ini Chi-square (p value <α, α=0, 05). Hasil uji statistik diperoleh hasil bahwa p value 0, 000 < α=0, 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan yang terdiri dari lima dimensi mutu mempunyai hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien pengguna BPJS Kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar kedepannya pihak pelayanan kesehatan mempertahankan mutu pelayanan asuhan keperawatan berdasarkan lima dimensi mutu pelayanan sehingga tujuan dari institusi dalam hal kepuasan pasien mampu tercapai.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang HIV/AIDS Terhadap Tingkat Kecemasan Penderita Tuberculosis di Rumah Sakit X Denpasar Aryanti Wishnuningsih; IGAA Sherlyna Prihandhani; I Gede Wirajaya
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 6 No 1 (2022): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v6i1.216

Abstract

Latar Belakang: Deteksi dini HIV (Human Immunodeficiency Virus) pada pasien Tuberculosis terdapat pada standar 14 ISTC (International Standards of Tuberculosis Care). Belum meratanya kesadaran/ pengetahuan mengenai HIV/AIDS, dan stigma terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) bisa menjadi kendala dalam upaya mengakhiri epidemic AIDS. Infeksi HIV menjadi bagian dari penyakit kronis yang menimbulkan tekanan psikologis dan rasa cemas pada ODHA. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS terhadap tingkat kecemasan penderita Tuberculosis di Rumah Sakit X Denpasar. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional melibatkan 21 pasien Tuberculosis yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling. Responden menjawab pertanyaan pada kuesioner yang akan menunjukkan tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS serta tingkat kecemasan responden. Data tersebut kemudian diuji menggunakan analisis spearman rank. Hasil: Dari hasil analisis didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,022, yang berarti ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan tingkat kecemasan penderita Tuberculosis di Rumah Sakit X Denpasar. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan responden masuk dalam kategori baik, namun demikian ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan terutama pengetahuan tentang pencegahan penularan HIV dari Ibu ke anak. Kedepannya diharapkan penyuluhan atau pemberian informasi baik secara online, offline atau media apapun tentang hal ini lebih ditingkatkan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan informasi pada masyarakat yang berdampak pada pengetahuan dan sikap masyarakat itu sendiri kearah yang lebih baik.
PENGARUH KULIAH ENTREPRENEURSHIP TERHADAP MINAT MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES BINA USADA ANGKATAN VIII MENJADI SEORANG ENTREPRENEUR I Gede Wirajaya; Nina Rismawati Hakim; IGAA Sherlyna Prihandhani; Alfiery Leda Kio
Widyadari : Jurnal Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.107 KB)

Abstract

Jumlah lapangan pekerjaan yang semakin sedikit dan terus meningkatnya lulusan perawat setiap tahunnya mengakibatkan banyaknya lulusan sarjana perawat yang menganggur, hal ini menimbulkan suatu masalah di Indonesia. Untuk itu perlu diperkenalkan konsep entrepreneurship di lingkungan kampus sehingga dapat meningkatkan minat perawat menjadi seorang entrepreneur.Entrepreneurship adalah penerapan kreativitas dalam memecahkan suatu masalah dengan cara mencari peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh kuliah entrepreneurship terhadap minat mahasiswa program studi keperawatan angkatan 2014 STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur.Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh 70 orang mahasiswa keperawatan pada bulan September 2017 di STIKES Bina Usada Bali. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat Korelasi Kendall’s Tau. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menyukai mata kuliah entrepreneurshipyaitu sebanyak 29 responden (41,4%) dan memiliki minat menjadi entrepreneur yaitu sebanyak 27 responden (38,6%).Analisis bivariat dengan nilai korelasi Kendall’s Tau sebesar -0,755 menunjukkan adanya tingkat hubungan yang lemah dengan nilai p= 0,00 lebih kecil dari α = 0,05 (p<0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kuliah entrepreneurship dengan minat mahasiswa STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur. Entrepreneur dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi jumlah pengangguran dan dapat menambah jumlah lapangan pekerjaan sehingga perlu ditanamkan minat entrepreneur pada perawat di lingkungan kampus.
The Self Efficacy Berhubungan dengan Burnout Perawat Igaa Sherlyna Prihandhani; Nina Rismawati Hakim
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 2 (2020): April 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.539 KB)

Abstract

Perawat dalam pemberian askep dihadapkan pada beban kerja tinggi, jam kerja yang panjang dalam berbagai shift, kompetisi, kurangnya pengetahuan dan kurangnya komunikasi yang baik dengan teman sebaya atau dokter. Kondisi seperti inilah yang dapat menimbulkan rasa tertekan pada perawat, sehingga ia mudah sekali mengalami stres. Stres yang berkepanjangan akan menyebabkan perawat rentan terkena burnout. Burnout dapat dicegah dengan cara meningkatkan self efficacy pada diri perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Kuta. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang berjumlah 40 orang. Penelitian menggunakan kuesioner yang telah dinyatakan valid (0,80) dan reliabel (0,82). Hasil penelitian menunjukan tingkat burnout sedang (37,5%). Tingkat self efficacy tinggi (87,8%). Hasil uji korelasi Rho Spearman menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Kuta dengan nilai p value 0,004 dengan koefisien korelasi 0,669.Terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Kuta. Kata kunci : self efficacy, burnout, perawat SELF EFFICACY ASSOCIATED WITH NURSE BURNOUT ABSTRACT Nurse in the provision of nursing care faced with high workload, long shift duration, competition, lack of knowledge and good communication with peers or doctor. This condition could be lead to a depressed in nurse, it was easy experienced stress. Stress prolonged would cause nurse vulnerable to burnout. Burnout can be prevented by raising self efficacy in nurse. This study aimed at finding the relation between self efficacy and burnout on nurse in BIMC Hospital for Special Surgery Kuta. The study design was cross-sectional quantitative with purposive sampling. Total samples in this study is 40 respondens. This research used questionary with validity score (0,80) and reliability score (0,82) . Data analysis included univariat and bivariat. The study result showed that the level of moderate burnout (37,5%). The level of severe self efficacy (87,8%). The correlation test by Rho Spearman result showed that there was significant correlation between self efficacy and burnout in BIMC Hospital for Special Surgery Kuta with p value 0,004 with coefficient correlation 0,669, obtained that there was significant between self efficacy and burnout on nurse in BIMC Hospital for Special Surgery Kuta. Keywords: self efficacy, burnout, nurse
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP DEPRESI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA BANJAR BINA KELURAHAN USADA Ni Nyoman Purnaningsih; I Putu Artha Wijaya; IGAA Sherlyna Prihandhani; I Made Dwie Pradnya Susila
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5 No 1 (2024): Nursing Science Journal (NSJ)
Publisher : STIKES Pemkab Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53510/nsj.v5i1.250

Abstract

Background: The older one is, the more likely a person experiences physical, physiological, mental, spiritual, economic and social problems. Depression is among the mental health issues that older people experience the most frequently. Depression in the elderly is usually caused by the loss of loved ones, physical functions, and inability to adapt. There are various types of therapy for depression, for example drug and physical therapy, one of which is exercise. Objective: To determine the level of depression before and after elderly exercise and the effect of elderly exercise on depression. Method: This research used a pre-experimental research method using a one-group pretest-posttest design. The reachable population in this study were 31 elderly at Posyandu Banjar Bina Kelurahan Usada. In accordance with the sample size formula, the researcher took 24 elderly as samples using purposive sampling based on the predetermined inclusion and exclusion criteria. The required data was collected using the GDS (Geriatric Depression Scale) questionnaire issued by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Results: Based on their the level of depression, the mean score before the exercise for the elderly was a figure of 5.71 (moderate depression) whereas after the elderly exercise, the level of depression mean score decreased 2.88 (normal). The results of the Wilcoxon Signed Rank Test also showed that the significance value (p-value) was 0.000 < 0.05; therefore, H0 was rejected and Ha was accepted. Conclusion: There was an effect of implementing elderly exercise on reducing the level of depression in the elderly at Posyandu Lansia Banjar Bina Kelurahan Usada.
Evaluasi Kepatuhan Pelaksanaan Program Vaksinasi Covid-19 I Prihandhani, IGAA Sherlyna; Bulan Trisna, Made Oktaviani
Jurnal Keperawatan Malang Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v8i2.209

Abstract

The implementation of the COVID-19 vaccination program is expected to gradually reach all target targets. To strengthen the prevention program through vaccination, 5M health protocols also need to be implemented to minimize the spread of COVID-19. The success of the Covid-19 vaccination program will be measured by identifying which parties are working with the government to foster cooperation, and this will provide an overview of how the policy or program is implemented. his research is qualitative. This study aims to evaluate the implementation of the primary and booster vaccination programs is important to prevent non-compliance with vaccination patients to minimize the transmission of COVID-19. This program is carried out for a week by giving interviews to vaccination program holders at UPTD Puskesmas. Data will be analyzed univariately in the elaboration Evaluation of the implementation of the primary and booster vaccination programs in terms of patient compliance at the Mengwi I Health Center. The output of this study shows that the achievement indicator of success in winning the primary reaches 100%, but for the implementation of booster activation, the indicator of success only reaches 70%. The implementation of primary vaccination is carried out more evenly when compared to the implementation of booster vaccinations. Thus, It is hoped that the administration of vaccines can be carried out evenly so that a healthy community is created and the whole community receives vaccinations
Kecerdasan Emosional Perawat terhadap Komunikasi Interpersonal dengan Pasien IGAA Sherlyna Prihandhani; Nina Rismawati Hakim
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.301 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i2.1873

Abstract

This study aims to determine the relationship between nurses' emotional intelligence and interpersonal communication with patients at Siloam Hospital Bali. This research method is an observational analytic study using a cross-sectional approach. The survey results to 180 respondents using the Chi-Square correlation analysis technique obtained a p-value of 0.001 with a value of α = 0.05. In conclusion, there is a significant relationship between nurses' emotional intelligence and interpersonal communication with patients at Siloam Hospital Bali. The most influential variables were self-motivation, social relations, and empathy, and nurses who had high heart had 2.716 times the chance of having high interpersonal communication compared to nurses who had low heart. Keywords: Emotional Intelligence, Interpersonal Communication, Nurse
Pelatihan Manajemen Emosional terhadap Perilaku Caring Perawat IGAA Sherlyna Prihandhani; Made Oktaviani Bulan Trisna; Ni Kadek Ayu Trya Septi Getsuyobi
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.601 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i1.4472

Abstract

This study aims to determine emotional management training on nurses' caring behavior. This research method is a quantitative study with a quasi-experimental pre-test and post-test design using a control group. The results showed that the statistical tests using Mann Whitney obtained a p-value of 0.009. In conclusion, there is an effect of emotional management training on the caring behavior of nurses at Balimed Denpasar Hospital. Keywords: Emotional Management, Training, Nurse Caring Behavior
Hubungan Koping Perawat dan Kecerdasan Emosional terhadap Perilaku Caring Prihandhani, IGAA Sherlyna; Trisna, Made Oktaviani Bulan; Widistuti, Putu
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i2.13455

Abstract

This study aims to determine the relationship between coping and emotional intelligence of nurses toward caring behavior at Garba Med Hospital Kerobokan. This research method uses a quantitative method with a cross-sectional design. The results of the multivariate test show that each variable has a significance value <0.005. In conclusion, there is a relationship between nurse coping and emotional intelligence towards caring behavior at Garba Med Hospital Kerobokan. Keywords: Caring, Emotional Intelligence, Nurse Coping
Correlation Between Mother’s Nutritional Expertise and Toddler’s Stunting Incidence in Wainyapu Village Pandi, Mariana; Sari, Ni Luh Putu Dian Yunita; Prihandhani, IGAA Sherlyna; Triana, Komang Yogi
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 10 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33651/jpkik.v10i2.627

Abstract

Stunting is one of the world's nutritional challenges, particularly in impoverished and emerging countries. Stunting is an issue since it is connected with a higher risk of morbidity and mortality, as well as inadequate brain development, which leads to delayed motor development and stunted cerebral growth. The mother's health and nutritional status before and throughout pregnancy, the mother's body posture, the close spacing of pregnancies, the mother's adolescence, and poor dietary intake during pregnancy all have an impact on fetal growth and stunting risk. Stunting is influenced by the mother's nutritional expertise. This study aimed to evaluate the correlation between mothers’ nutritional expertise and the toddlers’ stunting incident in Wainyapu Village. This quantitative study employed an analytical survey design and a cross-sectional approach method. The population in this study were mothers who had toddlers 12-59 months and lived in Wainyapu Village. This study employed total sampling technique, with a questionnaire on mothers’ nutritional expertise as the research instrument. The Spearman correlation test was employed during data analysis. The findings yielded that the level of mothers’ nutritional expertise was mostly in the poor category (76.9%), with the incidence of stunting in toddlers as high as (75%), and there was a significant correlation between mothers’ nutritional expertise and the toddlers’ stunting incident as shown by Spearman correlation results were 0.945 with Sig p-value <0.01. It is expected that this study can provide mothers some information to better understand the importance of toddlers’ nutritional expertise in order to avoid stunting