Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pembiayaan Ijarah Multijasa pada Jasa Keuangan di KSU Syariah Usaha Mulia Probolinggo Achmad Farid
IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 2 (2015): Oktober
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.895 KB)

Abstract

Lembaga Keuangan Mikro (LKS) merupakan salah satu lembaga yang salah satu fungsinya adalah mengadakan penyaluran dana dalam bentuk pembiayaan. Termasuk juga koperasi serba usaha tersebut. Terutama bagi para masyarakat yang keadaan ekonominya tidak bisa memenuhi kebutuhan yang secara mendadak harus dipenuhi. Namun dewasa ini kebutuhanmereka terkadang tidak bisa dilakukan dengan pembiayaan akad murabahah maupun mudharabah. Misalnya pada pengajuan pembiayaan terhadap biaya pendidikan anaknya. Karna kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan konsumtif. Dengan itu, maka dikeluarkanlah pembiayaan multijasa dengan menggunakan akad ijarah atau kafalah. Pembiayaan multijasa yang menggunakan akad ijarah sering disebut dengan ijarah multijasa. Lembaga Keuangan Syariah tersebut dapat melakukan leasing, baik dalam bentuk operasional lease maupun financial lessee. Pembiayaan ijarah multijasa ini dapat dijadikan salah satu alternatif masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dalam hal jasa mereka. Adapun hasil pembahasan penelitian ini adalah: terjadi ketidaksamaam antara fatwa yang dikelurkan DSN MUI dengan koperasi terkait dalam hal penentuan ujrah/fee. Yang mana dalam fatwa DSN MUI menyebutkan bahwa dalam penentuan  fee harus dalam bentuk nominal, bukan dalam bentuk porsentase. Sedangkan dalam koperasi terkait, penentuan fee nya dengan memprosentasekan dengan jumlah plafon pembiayaan. Yakni sebesar 1,6%.
Pengaruh Program Lumajang Taqwa, Lumajang Cerdas, Lumajang Sehat, Lumajang Makmur dan Lumajang Peduli Terhadap Pencapaian Visi Misi Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lumajang Tahun 2018 Achmad Farid; Istiana Umil Mahtum
IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 8 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.456 KB) | DOI: 10.36835/iqtishoduna.v8i2.423

Abstract

Data processing is performed using t-test testing techniques. In processing the data the researchers used the help of IBM SPSS statistical computer assistant application program 20. Based on the results of data analysis, the results showed that "there was an influence on the Lumajang taqwa program, Lumajang smart, Lumajang healthy, Lumajang prosperous and Lumajang concerned with the achievement of the vision and mission of the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) Lumajang Regency in 2018. Proven t-test results obtained t count Lumajang taqwa = 3.207 with a probability t arithmetic sig. = 0.007, Lumajang smart = 2.526 with t arithmetic sig. = 0.025, Lumajang healthy = 2.511 with t arithmetic sig. = 0.026, Lumajang prosper = 2.506 with t arithmetic sig. = 0.026, and Lumajang cares = 2,200 with t arithmetic sig. = 0.046. So it can be concluded that Lumajang taqwa, Lumajang smart, Lumajang healthy, prosperous Lumajang and Lumajang care have a positive and significant impact on achieving the vision and mission of the BAZNAS Lumajang Regency with a confidence level of 95%. In addition, the correlation coefficient R Lumajang taqwa = 0.665 and included in the interval 0.60 - 0.799, it can be concluded that Lumajang taqwa has a strong influence. 66.5%, intelligent Lumajang = 0.574 and included in the interval 0.40-0.599 in the sense of having a moderate effect that is equal to 57.4%, healthy Lumajang = 0.572 and included in the interval 0.40-0.599 in the sense of having a moderate effect, that is equal to 57.2%, Lumajang prosper = 0.571 and included in the interval 0.40-0.599 in the sense of having a moderate effect that is equal to 57.1, Lumajang caring = 0.521 and included in the interval 0.40-0.599 in the sense of having a moderate effect which is 52.1%.
Penataan Penerangan Jalan Umum di Desa Meninjo Ranuyoso Lumajang Abdul Ghofur; Achmad Farid
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): November
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v3i1.2018

Abstract

Semakin meningkatkan kepadatan masyarakat serta akrrivitas yang banyak dilakukan di jalan dapat meningkatkan pembangunan dan perbaikan pada prasarana jalan umum terutama pada desa Meninjo, Kec. Ranuyoso, Kab. Lumajang. Keberhasilan pendampingan masyarakat dapat dilihat dari bagaimana cara masyarakat mengatasi problematika sosialnya. Artikel pendampingan ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana proses perubahan masyarakat dalam megatasi problematikanya terutama sarana penerangan jalan. Dari hasil pendampingan dapat diketahui bahwa ketiadaan penerangan jalan di desa Meninjo menyebabkan beberapa problem, antara lain tindak kriminal dan kecelakaan. Kesimpulan dari pendampingan selama 40 hari, dan didasarkan pada proses dan tahapan pendekatan Participatory Action Research, didapati perubahan kesadaran masyarakat untuk melakukan penataan penerangan jalan dan membentuk komunitas sadar lingkungan.
AKTUALISASI TEORI BELAJAR KOGNITIF DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA KURIKULUM MERDEKA: TINJAUAN KONSEPTUAL DAN IMPLIKATIF Syuhud; Farid, Achmad
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.923

Abstract

Artikel ini mengkaji aktualisasi teori belajar kognitif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Kurikulum Merdeka secara konseptual dan implikatif. Teori-teori kognitif dari Jean Piaget, Lev Vygotsky, dan Robert M. Gagné dianalisis untuk melihat relevansi dan penerapannya dalam desain instruksional PAI yang adaptif, kolaboratif, dan kontekstual. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ketiga teori tersebut dapat memperkuat pembelajaran PAI yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformatif—menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan internalisasi nilai-nilai Islam secara bermakna. Dalam kerangka Kurikulum Merdeka, teori belajar kognitif berperan strategis dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi, berbasis proyek, serta penguatan karakter spiritual dan intelektual peserta didik. Artikel ini diharapkan menjadi kontribusi konseptual dalam pengembangan pedagogi PAI yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. This article conceptually and implicatively explores the actualization of cognitive learning theories in Islamic Religious Education (PAI) within the framework of the Merdeka Curriculum. Cognitive theories by Jean Piaget, Lev Vygotsky, and Robert M. Gagné are analyzed to examine their relevance and application in designing adaptive, collaborative, and contextual instructional models for PAI. The research employs a qualitative-descriptive approach through a literature review method. The findings indicate that integrating these theories can enhance PAI learning to be not only informative but also transformative—fostering critical thinking, reflection, and meaningful internalization of Islamic values. Within the Merdeka Curriculum framework, cognitive learning theories play a strategic role in supporting differentiated, project-based learning and in strengthening students’ spiritual and intellectual character. This article aims to contribute conceptually to the development of PAI pedagogy in response to the challenges of 21st-century education.
Pendampingan dalam Meningkatan Motivasi dan Minat Anak dalam Menghafal Al-Qur an Juz 30 Melalui Kegiatan Lomba sambung ayat di Desa Kerpangan Probolinggo Maghfiroh, Eva; Farid, Achmad; Hidayatullah, Indra
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v5i3.4844

Abstract

It is important to create a supportive environment for children to memorize the Quran. A positive environment, such as support from parents and the community, can increase children's interest in learning and memorizing the Quran. This activity aims to create a fun, competitive atmosphere, so that children are more motivated to memorize the Quran, especially Juz 30. This mentoring program uses a qualitative approach with participatory action research to explore the factors that influence children's motivation and interest in memorizing. The results of this activity are expected to shape a generation that loves the Quran and has noble morals, as well as strengthen social support from family and community.
Dakwah Humanis Melalui Gerakan Tarekat Tijaniyah Fathulloh, Ziaulhaq; Ghulam, Zainil; Farid, Achmad
Dakwah Vol 9 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v9i2.2544

Abstract

Abstract Humanist preaching is a way of preaching that aims to inspire people to behave more humanely. Meanwhile, tariqah is a guide to practicing worship in accordance with the teachings of the Prophet followed by the companions, tabi'i, and tabi'it tabi'in. Sheikh Ahmad At-Tijany in his teaching of tarbiyah ruhiah (spiritual education) considers tarekat as a means to achieve a position as the heir of the prophets and become insanul kamilah. The purpose of this study is to analyze the process of preaching through the activities of the Tijaniyah tarekat, which is believed to have strategic value in improving the quality of Muslims. The research method used is descriptive qualitative method, by collecting data through observation, interviews, and documentation, which are then analyzed. The results showed that da'wah through tarekat is an effective approach. Da'wah through tariqah focuses more on individuals, where members of the tariqah are given attention and da'wah material that suits their needs and desires. This is evident from the changes in the attitudes and morals of the congregation who are more obedient to the teachings of Islam, including in social aspects and time management according to the teachings of Sheikh Ahmad At-Tijani, such as practicing wirid, performing worship on time, interacting well, and emphasizing akhlakul karimah and reading the Al-Quran. Abstrak Dakwah humanis adalah salah satu cara berdakwah yang bertujuan untuk menginspirasi manusia agar berperilaku lebih manusiawi. Sementara itu, tarekat merupakan suatu panduan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran Rasulullah saw yang diikuti oleh para sahabat, tabi'i, dan tabi'it tabi'in. Syekh Ahmad At-Tijany dalam pengajarannya tentang tarbiyah ruhiah (pendidikan ruhani) menganggap tarekat sebagai sarana untuk mencapai posisi sebagai pewaris para nabi dan menjadi insanul kamilah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses berdakwah melalui kegiatan tarekat Tijaniyah, yang diyakini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kualitas umat Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah melalui tarekat merupakan pendekatan yang efektif. Berdakwah melalui tarekat lebih berfokus pada individu, di mana anggota tarekat diberikan perhatian dan materi dakwah yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Hal ini terbukti dari perubahan sikap dan akhlak jama'ah yang lebih taat terhadap ajaran Islam, termasuk dalam aspek sosial dan pengaturan waktu sesuai ajaran Syekh Ahmad At-Tijani, seperti mengamalkan wirid, menjalankan ibadah tepat waktu, berinteraksi dengan baik, serta menekankan pada akhlakul karimah dan membaca Al-Quran.
Da'wah "Islam Nusantara" on NU Online and the Surrounding Argue Ghulam, Zainil; Farid, Achmad; Ghofur, Abdul
Dakwah Vol 10 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v10i1.2766

Abstract

This article discusses the propagation and narrative of "Islam Nusantara" conveyed by NU Online, as a social media managed by the Nahdlatul Ulama or NU Executive Board. The NU Online channel has a number of platforms, including websites, Instagram, Twitter, TikTok and YouTube. This study discusses how the implementation of Indonesian Islamic da'wah on NU social media. This study uses a qualitative method with a digital discourse analysis approach. The results of this research show that, as an organization that claims to be moderate and aware of current developments, NU uses digital media to conduct da'wah. Social media is also used to counterattack and/or defend major religious narratives that have been spread in public spaces for a long time. The narrative in question is Islam Nusantara or a religious method based on moderation and pluralism in Indonesian society. In the current era of social media, debates about matters concerning Islam cannot be avoided. Therefore, each Islamic community group tries to carry out its activities while maintaining its ideology.
Maqashid al-Shariah dan Kearifan Lokal: Tinjauan al-Qur'an Tentang Pelestarian Kerukunan dan Toleransi Beragama Ulumudin, Ihya’; Lubis, Ahmad Hafidz; Farid, Achmad
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 8 No 1 (2024): AnCoMS, Oktober 2024
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v8i1.556

Abstract

This research examines the synergy between Tafsir Maqashidi and local wisdom in Senduro Village, Senduro District, Lumajang Regency, in maintaining religious harmony and tolerance. The research object includes Qur'anic verses related to moderation and local wisdom, such as the tradition of gotong royong and deliberation, which support social harmony in the village. The research objective is to understand how Islamic values in maqashid al-shariah can be integrated with local wisdom to create a tolerant society. This research uses a qualitative method with a Maqashidi tafsir approach and content analysis of verses such as QS. Al-Baqarah [2]: 256 and QS. Al-Hujurat [49]: 13. The results show that Maqashidi tafsir reinforces the importance of moderation in maintaining harmony, and local wisdom in Senduro acts as a bridge in creating interfaith harmony. In conclusion, the integration between Maqashidi interpretation and local wisdom in Senduro Village is an effective strategy in maintaining social stability and interfaith tolerance
Driving Quality Through People: Strategic Human Resource Management in Indonesian Islamic Schools Syuhud; Farid, Achmad
Managere: Indonesian Journal of Educational Management Vol. 7 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52627/managere.v7i4.1234

Abstract

This study aims to analyze the management of human resource quality improvement at Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Pasirian Lumajang through the managerial functions of planning, organizing, implementation, and control. Employing a qualitative approach, data were collected via interviews, observations, and documentation. The research focuses on three core programs: Subject Teacher Deliberation (MGMP), training in the development of learning instruments, and training in Islamic Religious Education (PAI) materials. Findings indicate that the principal plays a central role in coordinating these teacher development initiatives in a structured and participatory manner. MGMP facilitates collaborative lesson planning and peer reflection. Training on learning instruments enhances teachers’ administrative and pedagogical readiness to implement the Merdeka Curriculum. The Madrasah Mengaji program integrates religious values into daily educational practices. The study also reveals the need for continuous mentoring and systematic evaluation mechanisms to sustain program effectiveness. The findings imply that integrated human resource management that combines professional capacity-building, religious character development, and institutional leadership can serve as a strategic model for improving educational quality in Islamic primary schools across similar contexts.