Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI POLI JIWA RSUD MADANI PALU dina aulia; Bayu Eka Kurniawan; Wendi Muhammad Fadhli
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pasien skizofrenia yang sering terjadi adalah kualitas hidup yang menurun. Kualitas hidup pasien skizofrenia sangat dipengaruhi oleh dukungan yang diberikan oleh keluarga. Dukungan keluarga merupakan bentuk support sistem yang diberikan sehingga berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien skizofrenia terkait dengan kepuasan hidup, kebahagiaan, moral, dan kesehatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menderita skizofrenia yang menjalani perawatan rawat jalan pada bulan Mei, yaitu 820 pasien, dengan sampel 83 responden dengan tehnik random sampling. Berdasarkan hasil uji korelasi gamma didapat nilai p=0,000 dengan p-value <0,05 yang menunjukkan bahwa korelasi antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien skizofrenia di Poli Jiwa RSUD Madani Palu bermakna. Dengan nilai korelasi sebesar 0,574 menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang sedang. Kesimpulannya terdapat korelasi hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien skizofrenia di Poli Jiwa RSUD Madani palu. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber informasi tambahan kepada tenaga kesehatan sehingga kedepannya tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi dan penyluhan terkait dukungan keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup pasien skizofrenia.
Hubungan Define dan Measure Terhadap Pencegahan Ulkus Dekubitus pada Pasien dengan Gangguan Mobilitas Fisik : Penelitian Moh. Iksan; Elin Hidayat; Bayu Eka Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4446

Abstract

Decubitus ulcers are wounds caused by prolonged pressure on the skin, in patients with limited mobility. The aim of this study was to analyze the relationship between Define and Measure on the prevention of decubitus ulcers in patients with physical mobility disorders at Undata Regional General Hospital, Central Sulawesi Province. Method: This study is quantitative with a cross-sectional approach, using an analytical observational design. The population in this study were 52 nurses in the Bougenville ward, ICU, and ICVCU. The sampling technique used was Proportional Stratified Random Sampling. Research Results: The results of the study from 52 respondents showed that there was no significant relationship between nurses' Define and the prevention of decubitus ulcers in patients with impaired physical mobility (Monte Carlo test, p = 0.051), there was a significant relationship between nurses' Measure and the prevention of decubitus ulcers in patients with impaired physical mobility (Monte Carlo test, p = 0.007). Conclusion: It was concluded that the nurse's Measure factor was significantly related to efforts to prevent decubitus ulcers, while the Define factor did not show a significant relationship. Suggestion: Nurses are expected to improve their understanding and application of the Define and Measure aspects in decubitus ulcer prevention. In general, increased knowledge, training, and ongoing evaluation are essential to optimize decubitus ulcer prevention efforts in patients with impaired physical mobility.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kemampuan Perawat Dalam Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Trauma Di Puskesmas Wilayah Kecamatan Palu Barat Kadek Umanata; Afrina Januarista; Bayu Eka Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5143

Abstract

Latar Belakang: Trauma merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas sehingga memerlukan penanganan cepat dan tepat. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama berperan penting dalam penatalaksanaan awal kegawatdaruratan trauma. Kemampuan perawat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dan pelatihan. Tujuan Penelitian: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan perawat dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan trauma di Puskesmas Wilayah Kecamatan Palu Barat. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 32 perawat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Fisher. erdapat hubungan pengetahuan (p=0,029), sikap (p=0,023), dan pelatihan (p=0,033) dengan kemampuan perawat. Simpulan: Pengetahuan, sikap, dan pelatihan berhubungan dengan kemampuan perawat dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan trauma. Saran: Puskesmas diharapkan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan fasilitas pendukung pelayanan kegawatdaruratan.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Peningkatan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Anuntodea Tipo Luluk Fausiah; Bayu Eka Kurniawan; Mohamad Fikriyanto H. Kilo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5211

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia. Salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan tekanan darah pada lansia adalah kualitas tidur, yang berperan penting dalam pemulihan tubuh dan regulasi tekanan darah.Tujuan: Menganalisis hubungan kualitas tidur dengan peningkatan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Anuntodea Tipo. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional pada 84 lansia hipertensi dari populasi 509 orang periode Januari–Maret 2025, menggunakan stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki kualitas tidur baik (57,1%) dan tekanan darah normal (51,2%). Terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan peningkatan tekanan darah (p=0,000). Simpulan: Kualitas tidur berhubungan dengan peningkatan tekanan darah pada lansia hipertensi. Saran: Puskesmas disarankan meningkatkan edukasi dan intervensi nonfarmakologis untuk memperbaiki kualitas tidur lansia.
Hubungan Motivasi Belajar dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Tingkat Stres Akademik Siswa Kelas XI di SMA Negeri 3 Palu : Penelitian Felin Mariam Pagala; Bayu Eka Kurniawan; Arniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5533

Abstract

Stres akademik merupakan masalah yang sering dialami siswa akibat beban belajar yang semakin meningkat seperti tugas, dan tekanan prestasi. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh motivasi belajar dan dukungan sosial teman sebaya yang berperan dalam membantu siswa menghadapi tekanan akademik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan motivasi belajar dan dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres akademik pada siswa kelas XI di SMA Negeri 3 Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Palu yang berjumlah 458 siswa. Sampel berjumlah 82 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner motivasi belajar, dukungan sosial teman sebaya, dan stres akademik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan tingkat stres akademik (p = 0,001 < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres akademik (p = 0,001 < 0,05). Siswa dengan motivasi belajar tinggi dan dukungan sosial teman sebaya yang baik cenderung memiliki tingkat stres akademik yang lebih rendah. Motivasi belajar dan dukungan sosial teman sebaya memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat stres akademik pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Palu. Sekolah diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan memperkuat dukungan sosial teman sebaya melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan untuk menurunkan tingkat stres akademik.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus dengan Kadar Hba1c pada Peserta Prolanis Diabetes Melitus di Puskesmas Lere: Penelitian Pieterson; I Made Rio Dwijayanto; Bayu Eka Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5572

Abstract

Diabetes Melitus (DM) memerlukan pengelolaan jangka panjang. Kontrol glikemik melalui HbA1c penting untuk mencegah komplikasi, dan pengetahuan pasien berperan dalam manajemen diri. Hubungan pengetahuan dengan HbA1c pada peserta Prolanis masih perlu dikaji. Penelitian cross-sectional analitik observasional pada 36 peserta Prolanis DM di Puskesmas Lere. Data pengetahuan diperoleh melalui kuesioner dan HbA1c melalui pemeriksaan darah. Analisis menggunakan uji Spearman Rank. Sebagian besar responden berpengetahuan cukup (42,2%) dan memiliki HbA1c tidak terkendali (66,7%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan HbA1c (p = 0,024; ρ = 0,377). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan DM dan kadar HbA1c. Disarankan peningkatan kualitas dan frekuensi edukasi Prolanis, terutama bagi peserta berpengetahuan rendah, untuk memperbaiki kontrol metabolik.