Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Peer Tutor Breathing Exercise Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Manajemen Pencegahan Kegawatan Covid-19 Pada Remaja di SMK Pemuda Papar Kediri Dhina Widayati; Diana Rachmania
TRI DHARMA MANDIRI: Diseminasi dan Hilirisasi Riset kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : JTRIDHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.997 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2021.001.02.52

Abstract

Covid-19 hingga saat ini masih menjadi pandemi yang melanda hampir seluruh dunia sejak tahun 2019. Prevalensi Covid-19 tidak hanya terjadi pada usia dewasa, namun pada usia remajapun angka kejadiannya cukup tinggi, yakni seperdelapan dari jumlah kasus yang ditemukan. Penyakit ini berdampak mayor pada sistem pernafasan yang dapat menimbulkan kegawatan pada sistem pernafasan maupun pada sistem tubuh lainnya sehingga pengetahuan tentang pencegahan kegawatan penyakit ini menjadi esensial untuk mereduksi angka mortalitas. Permasalahan yang dihadapai oleh mitra yakni belum mengetahui manajemen pencegahan kegawatan sistem pernafasan pada Covid-19. Upaya peningkatan pengetahuan dapat dilakukan dengan pelatihan secara virtual oleh teman sebaya sebagai upaya preventif kegawatan sistem pernafasan akibat Covid-19 pada remaja. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja dalam manajemen pencegahan kegawatan Covid-19 melalui pelatihan breathing exercise secara virtual dengan melibatkan peer tutor. Metode Pelaksanaan kegiatan yang digunakan pengabdi adalah edukasi, pelatihan dan pemberdayaan. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 30 remaja di SMK Pemuda Papar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan April 2021 selama 1 bulan. Kegiatan ini terdiri dari rangkaian kegiatan yakni pembentukan peer tutor, edukasi manajemen pencegahan kegawatan Covid-19 dan  pelatihan breating exercise kepada peer tutor, serta sosialisasi materi edukasi dan pelatihan oleh peer tutor kepada teman sebayanya. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan remaja dalam manajemen pencegahan kegawatan Covid-19, yakni dari sebagian besar (60%) dalam kategori cukup  meningkat menjadi hampir seluruhnya (90%) dalam kategori baik. Penyampaian informasi melalui pelatihan yang dikemas dalam bentuk virtual dapat diakses dimanapun dan dapat menarik minat remaja yang notabene dengan sistem pembelajaran jarak jauh sering menghabiskan waktu dengan gadget masing-masing. Selain itu, pelatihan dengan melibatkan teman sebaya sebagai tutor membuat remaja lebih terbuka dalam berdiskusi.  Kegiatan pengabdian masyarakat dengan metode pelatihan secara virtual dengan melibatkan teman sebaya sebagai bentuk pemberdayaan dapat dijadikan sebagai salah satu model dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat.
Family Empowerment dalam Deteksi Dini Stroke pada Keluarga Pasien dengan Hipertensi Diana Rachmania; Dhina Widayati
TRI DHARMA MANDIRI: Diseminasi dan Hilirisasi Riset kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : JTRIDHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.01.10

Abstract

Adanya keterlambatan penanganan stroke dikarenakan kemampuan deteksi dini stroke masyarakat yang masih kurang. Hal ini berkaitan dengan penyakit hipertensi yang merupakan faktor risiko terjadinya stroke 6 kali lebih tinggi. Keluarga sebagai orang yang paling dekat dengan pasien riwayat hipertensi memiliki peran yang sangat besar dalam upaya pencegahan terjadinya keparahan akibat penyakit stroke. Oleh karenanya, pengenalan deteksi dini penyakit stroke pada keluarga serta pemberdayaan keluarga yang merawat pasien dengan hipertensi penting untuk dilakukan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman keluarga serta memberdayakan keluarga dalam deteksi dini stroke pada keluarga yang merawat pasien dengan hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6-22 September 2021 di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri terhadap 16 peserta. Metode yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman keluarga dengan pemberian pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang deteksi dini stroke yang dilakukan secara door to door (karena pandemi Covid-19) dengan media pamflet. Alat ukur untuk menilai pemahaman keluarga berupa lembar observasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu sebanyak 75% peserta yang awalnya tidak mampu melakukan deteksi dini stroke ditunjukkan dari hasil pre-test kegiatan menggunakan lembar observasi tentang cara deteksi dini stroke. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan berupa penyuluhan tentang cara deteksi dini stroke, sebanyak 87,5% mampu melakukan bagaimana cara deteksi dini stroke. Hal ini ditunjukkan dari hasil post-test. Peran serta keluarga sangatlah penting dalam upaya pencegahan terjadinya keparahan pada penyakit stroke terutama stroke yang diakibatkan karena adanya riwayat hipertensi. Oleh karena itu, diharapkan keluarga mampu menerapkan deteksi dini stroke pada anggota keluarga dengan hipertensi yang berisiko tinggi mengalami kondisi penyakit stroke.