Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Sosialisasi Tangguh Bencana Limbah Tahu Di Kelurahan Tomoni, Luwu Timur, Sulawesi Selatan Darnayanti Darnayanti; Ichwan Muis; Muhammad Hasby; Nur 'Afni; Yusril Yusril; Putri Nurul Aqsa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i3.1911

Abstract

Limbah tahu merupakan salah satu masalah lingkungan yang serius di Indonesia. Pencemaran limbah tahu dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan, seperti penurunan kualitas air, kerusakan ekosistem, dan peningkatan risiko penyakit. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk mengurangi dampak pencemaran limbah tahu dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah tahu yang baik. Sosialisasi tangguh bencana limbah tahu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah tahu yang baik dan mengurangi dampak pencemaran limbah tahu.
Penerapan Sains dan Teknologi Geospasial Berbasis Partisipatif Multi Stakeholder dalam Pembentukan dan Penguatan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Kawasan Latimojong Kabupaten Luwu Iriansa Iriansa; Ichwan Muis; Andi Jumardi; Masluki; Aryadi Nurfalaq; Abdul Rais; Baso Ali; Andre Ardyansa; Iksan Fauzan; Nilam Sari Zulkifli
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.801

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana melalui pembentukan dan penguatan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di kawasan Pegunungan Latimojong, Kecamatan Lantimojong, Kabupaten Luwu, yang memiliki tingkat kerawanan tanah longsor dan banjir bandang yang tinggi. Kegiatan mengintegrasikan teknologi geospasial dengan pendekatan partisipatif multi stakeholder denga mitra kegiatan, yaitu Pusat Studi Pemetaan dan Bencana Universitas Cokroaminoto Palopo, PT. Masmindo Dwi Area, BPBD, Dinas Sosial, PMI Kabupaten Luwu, dan Pemerintah Desa di Kecamatan Lantimojong sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Metode pelaksanaan mengadopsi kerangka pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (CBDRR) dalam lima tahap: pengkajian risiko, penguatan kapasitas, pelembagaan, implementasi infrastruktur kesiapsiagaan, serta evaluasi dan keberlanjutan. Pemetaan partisipatif berbasis drone menghasilkan peta titik kerawanan longsor, peta risiko, jalur evakuasi, dan titik kumpul, yang ditindaklanjuti dengan sistem monitoring bencana berbasis WebGIS (puspena.com). Hasil kegiatan meliputi terbentuknya kelembagaan relawan DESTANA, terpasangnya rambu jalur evakuasi dan titik kumpul, tersusunnya Buku Saku DESTANA, serta meningkatnya kapasitas masyarakat yang teruji melalui simulasi kedaruratan lintas lembaga. Sinergi peran para pihak terbukti efektif membangun kesiapsiagaan desa dan dapat direplikasi pada desa-desa lain di kawasan Latimojong
Penerapan Teknologi Produksi dan Diversifikasi Olahan Ikan Berbasis Frozen Food Untuk Penguatan Ekonomi Keluarga Nelayan Pesisir Desa Mario Fitri Jusmi; Sukarti Sukarti; Ichwan Muis; Andi Jumardi; Masluddin Masluddin; Iin Karmila Putri
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.482

Abstract

Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan kapasitas nelayan melalui peenrapan teknologi produksi dan diversifikasi olahan ikan berbasis frozen food, sehingga dapat  membantu ekonomi keluarga pesisir. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan Rational Unifed Process (RUP) yang terdiri dari empat tahapan yaitu: 1) Fase Insception (Indetifikasi) dimulai dengan pembuatan solusi teknologi seperti fisher finder, portable cool box, dan diversification fish processin. 2) Fase Elaboration, tim menyusun strategi implemntasi teknologi tepat guna dan perencanaan modul pelatihan untuk peningkatan produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital. 3) Fase Contruction, pelatihan dan uji coba alat bersama mitra. 4) Fase Transition, pendampingan mandiri untuk penguatan pemasaran dan kemandirian uasaha. Satu kelompok nelayan dengan sepuluh pengurus inti terlibat dalam kegiatan tersebut. Hasil kegiatan menunjukan bahwa setiap peserta dapat mengoperasikan teknologi Fish Finder dan Cool Box Portbale secara mandiri, serta menghasilkan empat jenis makanan frozen food (nugget, sosis, somay, dan bakso ikan) yang siap konsumsi. Strategi digital berbasis media sosial di gunakan untuk pemasaran produk. Program ini menunjukan bahwa teknologi tepat guna meningkatkan kualitas tangkapan, efisiensi produksi, dan nilai ekonomi dari hasil olahan ikan. Progarm ini juga menyimpulkan sebagai langkah baru yang signifikan dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga pesisir secara berkelanjutan.
Pengembangan Website Geographic Information System Multi Bencana Kota Palopo Dian; Andi jumardi; Ichwan Muis
Journal of Golden Generation Engineering Vol. 2 No. 2 (2026): Juli : Journal of Golden Generation Engineering
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggengineering.v2i2.995

Abstract

Informasi kebencanaan di Kota Palopo masih menghadapi kendala berupa penyebaran data yang belum terintegrasi sehingga menghambat akses informasi dan pengelolaan data berbagai jenis bencana. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Website Geographic Information System Multi Bencana sebagai media pengelolaan dan penyajian informasi kebencanaan yang terintegrasi. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model Waterfall yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan sistem. Evaluasi dilakukan melalui Black Box Testing, validasi ahli, dan validasi pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengintegrasikan informasi empat jenis bencana, yaitu banjir, tanah longsor, kebakaran lahan, dan puting beliung, dalam satu platform berbasis web yang dilengkapi peta interaktif, peta tematik, pengelolaan data, dan visualisasi statistik. Seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan, serta memperoleh penilaian sangat baik dari ahli maupun pengguna sehingga dinilai layak untuk diimplementasikan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan WebGIS yang mengintegrasikan berbagai jenis bencana dalam satu platform terpadu untuk mendukung pengelolaan data dan penyebaran informasi kebencanaan di tingkat daerah. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat menjadi media informasi yang efektif dalam mendukung pengelolaan kebencanaan di Kota Palopo.
Assessing the Effectiveness of Object-Based Image Analysis in Mapping High Visual Similarity Objects from Conventional Drone Imagery (A Case Study: The Maturity Level of Sago) Iriansa Iriansa; Mutmainnah Mutmainnah; Masluki Masluki; Andi Jumardi; Ichwan Muis; Budi Utomo Putra Azis; Erwin Amri
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 10 No. 3 (2026): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v10i3.536

Abstract

Conventional Red-Green-Blue (RGB) unmanned aerial vehicle (UAV) imagery offers a cost-effective alternative for precision agriculture; however, its limited spectral separability constrains classification when target classes exhibit high visual similarity, particularly in non-cultivated areas with dense vegetation. Maturity assessment of sago palm (Metroxylon sagu Rottb.) exemplifies this challenge: identification of the harvestable stage remains dependent on labour-intensive field inspection, and delayed identification causes stem mortality and yield loss. This study evaluates an Object-Based Image Analysis (OBIA) framework for discriminating three sago maturity levels (Young, Harvestable, Overripe) from RGB orthomosaics and a Digital Surface Model over a 9-hectare non-cultivated site in Wailawi, North Luwu, Indonesia, using a DJI Phantom 4 Pro at 50 m altitude. Multi-resolution segmentation generated 6,210 crown-level objects, classified by Random Forest under two configurations: a five-feature set and a seventeen-feature set optimised through Recursive Feature Elimination. Evaluation used 600 independent objects (200 per class) from the testing partition through stratified random sampling, re-labelled by visual interpretation, with 95% confidence intervals from 1,000 bootstrap resamples. The seventeen-feature model outperformed the baseline, yielding Overall Accuracy of 93.00% (95% CI: 91.00–94.83) versus 89.00% (86.83–91.50), Macro-F1 of 92.92% versus 88.92%, and Cohen's Kappa of 0.895 (0.860–0.922) against 0.835 (0.795–0.873). Classification uncertainty concentrated at the Young-Harvestable boundary, whereas Overripe was consistently discriminated (F1 = 98.77%). Visible-band spectral statistics, GLCM and GLDV texture descriptors, and DSM-derived structural features contributed most to accuracy, while geometric descriptors showed marginal influence. The framework establishes a robust and economically accessible pathway for operational sago maturity monitoring.
Implementasi Mesin Penarik dan Pemisah Rumput Laut Otomatis Berbasis PLC untuk Meningkatkan Efisiensi Pascapanen dan Diversifikasi Produk pada Kelompok Tani Katonik Lamangoa di Desa Bawalipu Kabupaten Luwu Timur Muhammad Idham Rusdi; Dianradika Prasti; Samsu Alam; Baso Ali; Ichwan Muis
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.830

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan masyarakat pesisir Kabupaten Luwu Timur yang memiliki kontribusi penting terhadap pendapatan rumah tangga petani. Namun demikian, proses pascapanen yang masih dilakukan secara manual menyebabkan rendahnya efisiensi kerja, tingginya kebutuhan tenaga kerja, serta rendahnya kualitas hasil pengolahan. Selain itu, pemanfaatan rumput laut masih terbatas pada penjualan bahan mentah sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh petani relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses pascapanen melalui penerapan mesin penarik dan pemisah rumput laut otomatis berbasis Programmable Logic Controller (PLC), sekaligus meningkatkan kapasitas mitra dalam diversifikasi produk olahan rumput laut. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan mitra, survei lapangan, perancangan dan pembuatan mesin, uji coba alat, sosialisasi, pelatihan pengoperasian mesin, pendampingan penggunaan alat, pelatihan diversifikasi produk, monitoring, dan evaluasi. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani Katonik Lamangoa yang berjumlah 12 orang di Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin yang dikembangkan mampu mempercepat proses pelepasan rumput laut dibandingkan metode manual serta mengurangi beban kerja petani. Program juga menghasilkan diversifikasi produk berupa keripik rumput laut dan dodol rumput laut dengan kemasan yang lebih menarik. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata kemampuan peserta dari 27,6% menjadi 85,4%, dengan nilai N-Gain sebesar 0,80 yang termasuk kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi berbasis PLC yang dipadukan dengan pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, produktivitas, dan nilai tambah usaha masyarakat
Analisis Klasifikasi Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Kota Palopo Berbasis WebGIS Nelsi Nel; Andi Jumardi; Ichwan Muis
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Produce
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.18616

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Kota Palopo serta mengembangkan Sistem Informasi Geografis berbasis WebGIS sebagai media penyajian informasi spasial. Metode yang digunakan adalah Rapid Application Development (RAD) yang meliputi tahapan perencanaan kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan, dan implementasi. Sistem dikembangkan menggunakan PHP, HTML, CSS, JavaScript, MySQL, Laravel, Leaflet, dan GeoJSON. Data yang digunakan meliputi jumlah penerima PKH dan BPNT, jumlah keluarga miskin, serta persentase penerima pada setiap kelurahan di Kota Palopo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WebGIS yang dikembangkan mampu mengklasifikasikan penerima PKH dan BPNT ke dalam lima kategori, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah, serta menyajikan informasi melalui peta interaktif, tabel, grafik, dan fitur pencarian wilayah. Berdasarkan hasil pengujian Black Box, seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian, aplikasi ini mampu menyediakan informasi spasial yang akurat dan mudah diakses untuk mendukung pemerintah dan masyarakat dalam mengevaluasi serta memantau penyaluran bantuan sosial di Kota Palopo. Kata Kunci: WebGIS, Klasifikasi, PKH, BPNT, Kota Palopo.