Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Evaluation of the Kirkpatrick Model Program at the Workshop on the Implementation of the Independent Curriculum of Luwu State Islamic High School Zahir, Abdul; Masluddin, Masluddin
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 1 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i1.7082

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the Independent Curriculum Implementation Workshop (IKM) held at the Luwu State Islamic Senior High School (MAN Luwu). This study is an evaluation study with a mixed method approach using the Krikpatrick Model, where there are four levels measured, namely the reaction level, learning level, behavior level, and outcome level. Data in quantitative and qualitative forms were collected using questionnaires, interviews, observations, and documentation obtained from the Principal and Teachers of MAN Luwu which were then analyzed using descriptive quantitative (depicted numerically by displaying the amount and frequency of data) and descriptive qualitative (through the process of reduction, display, and drawing conclusions on data in the form of data, images, document, and behavior) data analysis techniques. The results of the study are that the IKM Workshop, in terms of implementation and implementation objectives, were achieved based on findings at four levels of evaluation. At the reaction level, workshop participants were satisfied with the implementation of the activity. Participants who attended the workshop gave very positive reactions. At the learning level, there was an increase in knowledge (cognitive) supported by an increase in participant skills in compiling IKM documents and a more positive attitude of participants after attending the workshop. At the behavioral level, there has been a change in participant behavior after attending the workshop, as evidenced by the implementation of IKM at MAN Luwu, which has run effectively. At the results level, this includes increasing production results, customer satisfaction in this case, the principal and students, increasing teacher morale, and creating positive alumni workshop relationships both within and outside the school environment, which have been implemented and achieved well.
UPAYA MENINGKATKAN NASIONALISME SISWA MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMA NEGERI 1 LUWU UTARA Masluddin, Masluddin; Selpika, Selpika
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.43190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perwujudan sikap nasionalisme siswa melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Negeri 1 Luwu Utara. Fokus utama dalam penelitian ini adalah sikap nasionalisme yang dimiliki oleh siswa SMA Negeri 1 Luwu Utara, yang merupakan sikap penting untuk menjaga persatuan dalam kehidupan berbangsa. Upaya pembinaan dalam meningkatkan nasionalisme siswa dilakukan dengan membiasakan kedisiplinan peserta didik di rumah, sekolah, dan lingkungan. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan peserta didik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, sedangkan teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan nasionalisme siswa meliputi pemberian materi tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, bela negara, serta pembinaan kejiwaan, kepribadian, dan semangat kejuangan dalam rangka memperkuat rasa nasionalisme.
Transformasi Pembelajaran PPKn di Era Digital melalui Teknologi Augmented Reality Masluddin; Indrawati Syamsuddin; Sri Hariati
PILAR Vol 6 No 1 (2026): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v6i1.11418

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) menghadapi berbagai tantangan di era digital, terutama dalam menciptakan proses pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif. Perkembangan teknologi menuntut adanya inovasi pembelajaran yang mampu menjembatani konsep abstrak menjadi lebih konkret. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta dampak teknologi Augmented Reality (AR) dalam mentransformasi pembelajaran PPKn. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan mengkaji berbagai literatur ilmiah yang relevan dari jurnal nasional dan internasional. Penggunaan AR mampu meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, keterlibatan siswa, serta penguatan nilai-nilai kewarganegaraan secara signifikan. AR memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret, interaktif, dan kontekstual melalui visualisasi objek secara real-time yang mendukung proses konstruksi pengetahuan siswa. Selain itu, AR juga berkontribusi mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pengambilan keputusan, serta pembelajaran sosial-emosional siswa. Teknologi AR merupakan inovasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PPKn di era digital, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk menguji implementasinya secara lebih luas dan mendalam.
PEMANFAATAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN CIVIC ENGAGEMENT PADA GENERASI MUDA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN PANCASILA Masluddin; Muh. Herisman; Perawati
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 05 Mei (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyelidiki penerapan Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMAN 5 Luwu Utara, serta dampaknya terhadap civic engagement siswa. Latar belakang penelitian ini berkaitan dengan fenomena rendahnya partisipasi sosial dan politik di kalangan generasi muda, meskipun mereka memiliki akses luas terhadap teknologi digital. Pendekatan studi kasus kualitatif dipilih untuk menggali pengalaman dan persepsi siswa mengenai pemanfaatan AR dalam pembelajaran kewarganegaraan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, yang melibatkan 30 siswa aktif dalam kegiatan sosial serta para guru yang mengintegrasikan AR dalam proses pembelajaran PPKn. Analisis tematik digunakan untuk menginterpretasi data dan menemukan tema-tema utama terkait dengan pemahaman nilai-nilai Pancasila serta peningkatan partisipasi sosial siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AR tidak hanya mempermudah siswa dalam memahami nilai kewarganegaraan secara lebih interaktif, tetapi juga memperkuat keterlibatan mereka dalam diskusi kelas dan aktivitas sosial di luar lingkungan sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis yang signifikan mengenai bagaimana teknologi pendidikan dapat memperkuat civic engagement di kalangan generasi muda, serta menyarankan integrasi teknologi dalam kurikulum kewarganegaraan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih relevan dan kontekstual. Temuan ini juga membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut mengenai peran teknologi dalam pengembangan sikap sosial dan politik di kalangan generasi muda.
Pemanfaatan Hidroponik Microgreen Untuk Meningkatkan Pendapatan Kelompok Tani Di Kecamatan Bara, Kota Palopo Eva Sohriati; Nur Muhajirah Yunus; Abdul Rais; Masluddin
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2508

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini tentang pemanfaatan lahan sempit untuk digunakan masyakat mitra menanam sayuran. Hal ini disebabkan karena lokasi mitra yang berada di perkotaan yang lahan pertaniannya cukup sempit. Sehingga penggunaan teknologi mikrogreen akan efektif pada kondisi tersebut. Tanaman microgreen menguntungkan karena harga jual yang lebih tinggi daripada sayuran pada umumnya. Selain itu konsep menanam secara indoor juga membuat tanaman ini bisa bebas dari hama dan mudah dalam pengontrolan penyakitnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan petani sayuran dengan tanaman mikrogreen berbasis hidroponik. Selain itu diharapkan ada proses transfer teknologi dari cara konvensional menuju modern terutama dalam hal penanaman sayur. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu dimulai dengan pemberian materi seperti teori yang relevan dengan usaha microgreen. Selanjutnya mitra melaksanakan praktek dan bimbingan teknis seputar bagaimana cara pembuatan tanaman mikrogreen berbasis hidroponik di kota Palopo hingga tahap akhir yaitu bagaimana menjualnya ke pasar menggunakan media sosial. Hasil yang diperoleh berdasarkan penyebaran angket pengetahuan kepada 10 orang mitra yang mengikuti kegiatan dimana tingkat kehadiran mencapai 100%. Peningkatan kemampuan dan pengetahuan mitra dibidang produksi sebesar 39%, kemudian pada bidang manajemen terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman mitra sebesar 54,4%. Adapun peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dibidang pemasaran dan photografi sebesar 46,25%. Sehingga secara keseluruhan seluruh aspek kegiatan dapat dikatakan berhasil meningkatan pengetahuan dan pemahaman mitra. Kendala yng dihadapi mitra yaitu kesulitan mendapatkan bibit dalam skala besar karena produsen utama dari bibit microgreen belum tersedia terutama di kota Palopo. Berdasarkan angka tersebut maka dapat dikatakan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana awal.
Penguatan Identitas Nasional Mahasiswa melalui Program Heritage Education Berbasis Nilai-Nilai Budaya Luwu di Istana Kedatuan Luwu Masluddin Masluddin; Wahyu Hidayat; Sunarni Yassa; Megawati Megawati; Fitrah Al Anshori; Nur Aina Ramadhani; Intan Ayu Dia
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Volume 8, No 1, Desember 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/df474a29

Abstract

Arus globalisasi menghadirkan tantangan dalam upaya memperkuat identitas nasional, khususnya di kalangan mahasiswa. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut adalah mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam proses pembelajaran melalui Program Heritage Education. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai identitas nasional melalui internalisasi nilai-nilai budaya Luwu yang dilaksanakan di Istana Kedatuan Luwu. Program ini melibatkan 40 mahasiswa Universitas Cokroaminoto Palopo sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Heritage Education yang terdiri atas lima tahapan, yaitu pretest, penyampaian materi tentang identitas nasional dan budaya Luwu, heritage tour, diskusi dan refleksi kelompok, serta posttest yang dilengkapi dengan evaluasi menggunakan angket. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa, yang ditandai dengan kenaikan rata-rata nilai dari 62,1 pada pretest menjadi 87,6 pada posttest. Selain itu, rata-rata skor persepsi peserta berdasarkan angket juga meningkat dari 3,02 menjadi 4,80. Hasil refleksi mengungkapkan bahwa mahasiswa mampu menghubungkan nilai-nilai Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge dengan nilai-nilai Pancasila serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas nasional. Program ini memberikan manfaat berupa meningkatnya pemahaman, kesadaran budaya, dan karakter kewarganegaraan mahasiswa. Dengan demikian, pemanfaatan Istana Kedatuan Luwu sebagai media Heritage Education terbukti menjadi pendekatan yang efektif dalam menginternalisasikan identitas nasional melalui pembelajaran berbasis budaya lokal dan berpotensi untuk diterapkan pada kegiatan serupa di lingkungan perguruan tinggi.
Penerapan Teknologi Produksi dan Diversifikasi Olahan Ikan Berbasis Frozen Food Untuk Penguatan Ekonomi Keluarga Nelayan Pesisir Desa Mario Fitri Jusmi; Sukarti Sukarti; Ichwan Muis; Andi Jumardi; Masluddin Masluddin; Iin Karmila Putri
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.482

Abstract

Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan kapasitas nelayan melalui peenrapan teknologi produksi dan diversifikasi olahan ikan berbasis frozen food, sehingga dapatĀ  membantu ekonomi keluarga pesisir. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan Rational Unifed Process (RUP) yang terdiri dari empat tahapan yaitu: 1) Fase Insception (Indetifikasi) dimulai dengan pembuatan solusi teknologi seperti fisher finder, portable cool box, dan diversification fish processin. 2) Fase Elaboration, tim menyusun strategi implemntasi teknologi tepat guna dan perencanaan modul pelatihan untuk peningkatan produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital. 3) Fase Contruction, pelatihan dan uji coba alat bersama mitra. 4) Fase Transition, pendampingan mandiri untuk penguatan pemasaran dan kemandirian uasaha. Satu kelompok nelayan dengan sepuluh pengurus inti terlibat dalam kegiatan tersebut. Hasil kegiatan menunjukan bahwa setiap peserta dapat mengoperasikan teknologi Fish Finder dan Cool Box Portbale secara mandiri, serta menghasilkan empat jenis makanan frozen food (nugget, sosis, somay, dan bakso ikan) yang siap konsumsi. Strategi digital berbasis media sosial di gunakan untuk pemasaran produk. Program ini menunjukan bahwa teknologi tepat guna meningkatkan kualitas tangkapan, efisiensi produksi, dan nilai ekonomi dari hasil olahan ikan. Progarm ini juga menyimpulkan sebagai langkah baru yang signifikan dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga pesisir secara berkelanjutan.
Pendalaman Kebijakan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Dalam Workshop Kolaborasi Cinta Dan Teknologi Di MAN Luwu Masluddin Masluddin; Sunarni Yassa; Abdul Zahir; Permadi Kusuma
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.836

Abstract

Transformasi pendidikan nasional mendorong satuan pendidikan untuk mengimplementasikan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berlandaskan pada penguatan karakter. Kebijakan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dikembangkan oleh Kementerian Agama menjadi dua kebijakan strategis yang perlu dipahami secara komprehensif oleh guru madrasah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai arah kebijakan, konsep, serta strategi implementasi KKA dan KBC dalam pembelajaran di madrasah. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop pada tanggal 24 Juli 2026 di Laboratorium Komputer Madrasah Aliyah Negeri Luwu dengan melibatkan 32 guru dan tenaga pendidik. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan refleksi implementasi kebijakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai urgensi transformasi digital pendidikan, hubungan antara kompetensi berpikir komputasional dengan penguatan karakter, serta strategi mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama diskusi dan meningkatnya kesiapan guru dalam merancang pembelajaran yang bermakna, adaptif terhadap teknologi, sekaligus berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat implementasi kebijakan pendidikan nasional pada lingkungan madrasah.
Pelatihan Metode Asesmen Bervariasi di SDN 238 Mallaulu Abdul Zahir; Masluddin Masluddin
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i1.381

Abstract

Pelatihan Metode Asesmen Bervariasi yang dilaksanakan di SD Negeri 238 Mallaulu dihadirkan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru melakukan asesmen pembelajaran secara variatif. Pelaksanaan asesmen dengan penerapan metode evaluasi bervariasi merupakan perwujudan prinsip pembelajaran berdiferensiasi dan Teaching at The Right Level. Guru harus mampu melaksanakan evaluasi sesuai dengan level kemampuan peserta didik dengan pendekatan yang beragam. Metode pelaksanaan kegiatan yang dikemas dalam bentuk pelatihan diikuti 32 peserta. Hasil dari kegiatan ini memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam hal metode asesmen bervariasi.
Komisi Disiplin dalam Pembinaan Karakter Mahasiswa: Integrasi Penegakan Aturan, Kesadaran Hukum, dan Etika Moral Patobun Patobun; Masluddin Masluddin
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9686

Abstract

Komisi Disiplin (Komdis) di perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menegakkan tata tertib, tetapi juga memiliki fungsi edukatif dalam membina kesadaran hukum dan etika moral mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Komisi Disiplin dalam penegakan aturan kampus, pembinaan kesadaran hukum dan etika moral mahasiswa, serta mengidentifikasi hambatan dan strategi penguatan fungsi edukatif Komdis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan anggota Komisi Disiplin, mahasiswa, dan pihak kampus, observasi terhadap kegiatan penegakan aturan dan pembinaan mahasiswa, serta studi dokumentasi terhadap tata tertib, laporan pelanggaran, dan kebijakan perguruan tinggi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, analisis tematik, dan verifikasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komdis menjalankan peran ganda, yaitu sebagai penegak tata tertib melalui monitoring, penanganan pelanggaran, dan pemberian sanksi, serta sebagai agen pembinaan melalui sosialisasi aturan, diskusi, konseling, dan penanaman nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan integritas. Pelaksanaan fungsi tersebut menghadapi beberapa hambatan, antara lain kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap tata tertib, keterbatasan sumber daya manusia, serta minimnya dukungan teknologi dalam pengawasan dan dokumentasi. Strategi penguatan yang dapat dilakukan meliputi peningkatan transparansi prosedur, intensifikasi sosialisasi, penguatan pendekatan edukatif, dan pemanfaatan sistem digital. Dengan demikian, Komdis memiliki fungsi strategis dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan tinggi yang tertib sekaligus mendukung pembentukan mahasiswa yang sadar hukum, berkarakter, bertanggung jawab, dan beretika.