Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Manolam Bagi Pemuda Desa Teratak: (Upaya Revitalisasi Sastra Lisan Nolam) Alvi Puspita; Roziah; Raja Syamsidar; Tengku Muhammad Sum; Joko Ariyanto
Jurnal Pelita Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pelita Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jppm.v1i2.85

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman pemuda Desa Teratak dalam bidang Manolam, suatu bentuk sastra lisan yang kaya akan nilai budaya lokal. Melalui metode pendampingan, program ini dirancang untuk memberikan pelatihan intensif kepada peserta dalam memahami dan menguasai teknik-teknik dasar Manolam sekaligus memperdalam pengetahuan mereka tentang sejarah dan makna di balik sastra lisan ini. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan peserta, baik dalam aspek teknis maupun apresiasi terhadap budaya lokal. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian Manolam dan memperkuat identitas budaya di kalangan generasi muda Desa Teratak.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENULISAN PANTUN BERKARAKTER RELIGIUS UNTUK PELAJAR SMA CENDANA PEKANBARU Roziah Roziah; Joko Ariyanto; Hermaliza Hermaliza; Wilda Srihastuty Handayani Piliang; Diyah Ayu Lestari; Hafara Nurisra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41350

Abstract

PkM ini bertujuan melatih kemampuan pelajar SMA Cendana Pekanbaru dalam menulis pantun berkarakter religius. Selain itu, pelatihan dan pendampingan ini sebagai dasar dalam mengembangkan ide-ide kreatif pelajar serta menumbuhkan kepedulian terhadap Tuhan, dirinya sendiri, orang tua, guru dan lingkungan. Dengan memiliki kemahiran menulis pantun berbasis karakter religius yang merupakan khazanah masyarakat Melayu menjadikan mereka generasi muda atau gen Z yang berkarakter. Metode pendekatan pelatihan dan pendampingan atau mentorship secara interaktif dengan menghadirkan seorang pakar penulis pantun. Pengambilan data dilakukan secara langsung dengan memanfaatkan gambar yang telah disediakan sebagai pemantik pelajar untuk menulis pantun. Sasaran kegiatan ini adalah pelajar. Karakter religius yang dibahas meliputi keimanan terhadap Tuhan, taat pada orang tua, patuh pada guru teguh pendirian, percaya diri, jujur, cinta damai, disiplin, kerja sama, dan cinta lingkungan. Hasil pelatihan dan pendampingan 15 peserta mampu menulis 165 pantun sesuai bermuatan karakter religius. Hal ini membuktikan bahwa 83.33% pelajar SMA cendana mampu menulis pantun berkarakter religius. 1 (5.56%) peserta berhasil menulis 8 pantun berkarakter religius. Selain itu, terdapat satu (5.56%) peserta menulis empat pantun berkarakter religius. Hanya satu (5.56%) peserta yang menulis tiga pantun berkarakter religius. Hal ini membuktikan bahwa penulisan pantun menggunakan media gambar dapat meningkatan imajinasi peserta dalam menulis pantun berkarakter religius.
Pragmatic Elements in English as a Foreign Language (EFL) Textbooks in Senior High Schools of Pekanbaru Joko Ariyanto; Raja Syamsidar; Juswandi Juswandi; Hermanysah Hermanysah; Fitra Elia
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 11 No. 2 (2024): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v11i2.2165

Abstract

This study aims to analyze the pragmatic elements present in English as a Foreign Language (EFL) textbooks used in senior high schools in Pekanbaru, Indonesia. Specifically, it examines the coverage of speech acts, metapragmatic strategies, and contextual variables in two widely used textbooks: Buku Sarana Elektronik (BSE) and Pathway to English, for grades X, XI, and XII. The research employs a qualitative descriptive approach with document analysis techniques, drawing data from the textbooks and interviews with English teachers in Pekanbaru. The findings reveal that the coverage of speech acts in both textbooks is incomplete, with an overemphasis on directives such as commands, requests, and suggestions. These speech acts, often face-threatening, require higher pragmatic competence from learners, which the textbooks do not adequately support. Additionally, metapragmatic information provided in the textbooks is limited and focuses more on pragmalinguistics than sociopragmatic factors, leaving students underprepared for real-life communication where social norms and contextual variables such as power dynamics play a crucial role. The textbooks also lack diversity in contextual variables, with most dialogues featuring interactions between individuals of equal power and little social distance, reducing learners’ exposure to various social roles and communication contexts. The study concludes that both BSE and Pathway to English fail to provide sufficient pragmatic content and suggests that future textbook design should include a broader range of speech acts, metapragmatic strategies, and diverse social contexts to better develop learners' pragmatic competence. The findings have significant implications for improving the effectiveness of teaching materials in Indonesian EFL classrooms.