Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS

DAYA TERIMA ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) Sri Tiansi J. Ruchban; Imran Tumenggung; Fitri Yani Arbie; Nangsih S. Slamet; Novian S. Hadi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 1 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i1.444

Abstract

Moringa plant (Moringa oleifera) is one of the plants that is very well known as a highly nutritious food, moringa may be to prevent malnutrition. This study aims to determine the panelists' acceptance of ice cream with the addition of 10 gr, 15 gr and 20 gr Moringa leaf flour. The research method used is organoelptic test with a scoring approach. Data collection is done by using a questionnaire. The results of the panelists' preference for taste, color, aroma and texture, it was found that the panelist's level of acceptance of the color of ice cream was the most, namely in treatment 1 the average value was 3.2. For the color of ice cream, panelists prefer aroma treatment 1 with an average value of 3.125. The most preferred flavor of ice cream is treatment 1 with an average value of 3.1 and the texture of ice cream that is most commonly found in treatment 1 with an average value of 3.6. The value of the test results of the best treatment effectiveness index on P1 ice cream (10 g of Moringa leaf flour) with a value of 0.561. The conclusion of this study is that the most preferred ice cream in terms of taste, color, aroma and texture is ice cream with treatment 1 (addition of 10 g of Moringa leaf flour). ABSTRAK  Tanaman  kelor  (Moringa oleifera) adalah salah satu tanaman yang sangat terkenal sebagai bahan pangan yang bergizi tinggi, kelor berpotensi untuk mencegah malnutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima panelis terhadap es krim dengan penambahan tepung daun kelor 10 gr, 15 gr dan 20 gr. Metode penelitian yang digunakan yaitu uji organoelptik dengan pendekatan skoring.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil uji kesukaan panelis terhadap rasa, warna, aroma dan tekstur didapatkan bahwa tingkat penerimaan panelis terhadap warna es krim yang paling banyak yaitu pada perlakuan 1 nilai rata-rata diperoleh 3,2. Untuk warna es krim panelis lebih suka aroma perlakuan 1 dengan nilai rata-rata 3,125. Aroma es krim yang banyak disukai yaitu perlakuan 1 dengan nilai rata-rata 3,1 dan untuk tekstur es krim yang paling banyak disukai terdapat pada perlakuan 1 dengan nilai rata-rata diperoleh 3,6. Nilai hasil uji indeks efektivitas perlakuan terbaik pada es krim P1 (10 gr tepung daun kelor) dengan nilai 0,561. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu es krim yang paling banyak disukai ditinjau dari rasa, warna, aroma dan tekstur yaitu pada es krim dengan perlakuan 1 (penambahan tepung daun kelor 10 gr). 
UJI DAYA TERIMA NUGGET JANTUNG PISANG DENGAN PENAMBAHAN IKAN TUNA Misnati Misnati; Nurafni Djafar; Nangsih Slamet; Misrawatie Goi; Anna Y. Pomalinggo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 1 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i1.443

Abstract

Banana flower is flowers produced by the banana (Mussa sp), it is a  kind of plants from the family of Musaceae which functions to produce the banana itself. Banana heart has many advantages for the health, especially to those who are on a diet program as it has high fiber, which is 20-35 gram per day and a little fat. This research aims to find out the acceptance test of banana hearts nugget and the addition of tuna 50 gr, 75 gr, 100 gr. The search method applies the organoleptic test and friedman test as well as the Wilcoxon test. The data collection is done through a questionnaire. The result of the acceptance of  banana hearts nugget toward the most preferred flavor by panelist is one the treatment 3 with the average value of 3.53 ; for the most preferred color by panelist is one the treatment 3 with the average value of 3.52; for the most preferred aroma by panelist is on the treatment 3 with the average value of 3.32; and for the most preferred texture by panelist is on the treatment 3 with the average value of 2.92. The conclusion is the most preferred banana herats nugget in terms of flavor, color, aroma, texture are on the treatment 3 (addition of  100 grams of Tuna).  Jantung pisang adalah bunga yang dihasilkan oleh pokok pisang (Mussa spp) yaitu jenis tumbuhan dari keluarga Musaceae yang berfungsi untuk menghasilkan buah pisang. Jantung pisang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, khususnya bagi yang ingin menjalankan program diet karena jantung pisang mengandung serat yang tinggi yaitu 20-35 gram perhari dan hanya sedikit lemak. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui daya terima panelis terhadap nugget jantung pisang dengan penambahan ikan tuna. Metode penelitian yang digunakan yaitu uji organoleptik dengan uji friedman test/perengkingan dan uji Wilcoxon. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil uji daya terima nugget jantung pisang terhadap rasa yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 3 nilai rata-rata diperoleh 3.53. untuk warna nugget jantung pisang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 3 dengan nilai rata-rata 3.52. untuk aroma nugget jantung pisang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 3 dengan nilai rata-rata 3.32 dan untuk tekstur nugget jantung pisang yang paling banyak disukai terdapat pada perlakuan 3 dengan nilai rata-rata diperoleh 2,92. Kesimpulan penelitian ini yaitu nugget jantung pisang yang paling banyak disukai ditinjau dari rasa, warna, aroma dan teksturnya itu pada nugget jantung pisang dengan perlakuan 3 yaitu penambahan ikan tuna 100 gram. 
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI USIA 6-24 BULAN Anisa Dyahpratiwi Sadu; Indra Domili; Nangsih S. Slamet; Sofyawati D. Talibo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 2 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i2.475

Abstract

ABSTRACT  Complementary feeding (MP-ASI) is food and drink given to a child in addition to breast milk uring the weanin period. This research aims to investigate mother’s knowledge about complementary feeding to 6-24 months of age, in the working area of Puskesmas Telaga Jaya, Gorontalo District. This is a descriptive research in describing the variables, and a questionnaire is given to obtain the data. The results are: mothers who have good knowledge on giving complementary feeding to 6-24 months of age child were 33 (41.25%), those who have just enough knowledge were 24 (30%), and those who have lack of knowledfe were 23 (28.75%). Therefore, it can be concluded that most of the mothers with a child in the working area of Puskesmas Telaga Jaya have good knowledge about complmentary feeding to 6-24 months of age child. ABSTRAK  MP-ASI adalah makanan atau minuman selain ASI yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada bayi selama periode penyapihan (complementary feeding) yaitu pada saat makanan/minuman lain diberikan bersama pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pemberian MP-ASI pada Bayi Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Talaga Jaya Kecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo.  Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian Deskriptif dengan menggambarkan variabel pemberian MP-ASI pada bayi usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Talaga Jaya Kecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo. Pengumpulan data pemberian ASI Eksklusif diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian: Tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI pada bayi usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Talaga Jaya Kecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo pengetahuan baik mengenai pemberian MP-ASI berjumlah 33 orang (41,25%), pengetahuan cukup 24 (30%) dan pengetahuan kurang baik berjumlah 23 orang (28,75%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebagian besar ibu bayi memiliki pengetahuan tentang pemberian MP-ASI pada bayi usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Talaga Jaya Kecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo termasuk dalam kategori baik.