Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengetahuan Dan Sikap Tentang Berhenti Merokok Pada Perokok Aktif Di Kelurahan Ketintang Surabaya: Mix-Method Putri, Putu Melista; Pratama, Anggara Martha; Juwariya, Firdayatul; Raharjo, Dian Natasya; Lorensia, Amelia
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 3 No. 3 (2023): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v3i3.124

Abstract

The prevalence of smoking in adolescents has increased from year to year. Smoker awareness is very important inincreasing the success of quitting smoking. The level of knowledge and attitudes is needed for self-managementattitudes for smokers. The aim of this study was to determine the level of knowledge and attitudes about smokingcessation among active smokers in the Ketintang Village, Surabaya. The design that will be used in this study isMix-Methods with Convergent Parallel Design. This research was conducted in Ketintang, Surabaya, with theconsideration of the availability of active smokers in a Mosque Youth and Youth Organization organization, whichwas carried out for 2 months starting April 2022 - June 2022. The variables measured in this study included thelevel of knowledge and attitudes of active smokers about quitting smoking. Data collection was carried out by indepth interviews and data were analyzed descriptively. Respondents involved in the study were 40 people. Theaverage respondent has good knowledge (90.00%) and a positive attitude (95.00%). Respondents thought that thetypes of cigarettes according to respondents were ordinary cigarettes (conventional), shisya, and vape. Respondentsthought that the way to quit smoking could be done by making an independent effort to quit, avoiding smokers'surroundings, and replacing conventional cigarettes with electric cigarettes (vape). Therefore, smoking cessationprograms need to be improved, especially for smokers who wish to quit smoking.
Tinjauan Hubungan antara Kadar Vitamin D dan Fungsi Paru pada Pasien PPOK Putri, Putu Melista; Suastini, Ni Made; Gunawan, I Made Rian Putra
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Skala Husada (JSH): Volume 21, No 2, Tahun 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v21i2.3821

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah gangguan pernapasan progresif dengan gejala persisten dan keterbatasan aliran udara, yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas tinggi secara global. Defisiensi vitamin D, yang banyak ditemukan pada pasien PPOK, diduga berkontribusi terhadap progresi penyakit dan eksaserbasi akut. Tinjauan ini bertujuan menganalisis hubungan antara kadar vitamin D dan hasil klinis paru pada pasien PPOK melalui sintesis data dari sepuluh penelitian. Data mencakup kadar vitamin D yang diukur melalui 25-hidroksivitamin D (25-OHD) dan fungsi paru yang diukur dengan Forced Expiratory Volume in one second (FEV1) dan Forced Vital Capacity (FVC). Hasil menunjukkan bahwa kadar vitamin D rendah berkorelasi dengan penurunan fungsi paru, peningkatan eksaserbasi, dan peningkatan peradangan, yang dapat mempersulit pengelolaan PPOK. Beberapa penelitian menunjukkan suplementasi vitamin D dapat meningkatkan FEV1 dan menurunkan frekuensi eksaserbasi, namun hasil penelitian masih beragam. Tinjauan ini menekankan pentingnya pemantauan kadar vitamin D pada pasien PPOK untuk memperlambat progresi penyakit dan meningkatkan kualitas hidup, meskipun diperlukan penelitian lanjutan untuk rekomendasi yang lebih kuat.
Sinergisme Farmasi Klinis Dalam Optimalisasi Obat Herbal Lokal Menuju Kemandirian Obat Nasional Dan Revitalisasi Paradigma Pada Masyarakat Kontemporer Aprianti, Pande Made Ayu; Gunawan, I Made Rian Putra; Putri, Putu Melista
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.10219

Abstract

Ketergantungan terhadap bahan baku obat impor menjadi tantangan besar bagi ketahanan kesehatan nasional. Optimalisasi obat herbal lokal melalui sinergisme farmasi klinis di fasilitas kesehatan merupakan strategi kunci menuju kemandirian obat dan revitalisasi paradigma pengobatan pada masyarakat kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan obat herbal lokal, keterlibatan farmasi klinis dalam pemantauan terapi, serta mengukur kesiapan dan implementasi peran farmasis dalam integrasi obat herbal di Rumah Sakit “X”. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan tiga pendekatan data: (1) analisis retrospektif resep yang mengandung obat herbal selama satu bulan terakhir di berbagai unit pelayanan, (2) analisis kualitatif terhadap dokumentasi SOAP dalam Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT), dan (3) survei melalui kuesioner tertutup kepada 11 responden farmasi klinis untuk menilai efikasi diri, praktik klinis, dan persepsi lingkungan kerja. Hasil penelitian ini menjunjukan: Data retrospektif menunjukkan pemanfaatan obat herbal lokal (Fitofarmaka dan OHT) telah terimplementasi di unit Rawat Jalan, Rawat Inap, ICU, Pediatrik, dan Maternity, dengan penggunaan dominan pada kasus hepatoprotektor, hipoalbuminemia, imunomodulator dan nefrolitiasis. Analisis CPPT mengungkapkan bahwa farmasi klinis telah melakukan sinergisme melalui pemantauan interaksi obat dan keamanan terapi herbal secara terintegrasi. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa farmasis memiliki efikasi diri yang tinggi (rata-rata skor kategori tinggi) dan didukung oleh budaya organisasi yang terbuka terhadap penggunaan herbal, meskipun frekuensi praktik klinis harian masih memerlukan optimalisasi berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini adalah sinergisme farmasi klinis di Rumah Sakit “X” berperan signifikan dalam mengoptimalkan penggunaan obat herbal lokal melalui pendekatan saintifik. Integrasi ini mendukung terciptanya kemandirian obat nasional dan mentransformasi paradigma masyarakat kontemporer terhadap obat bahan alam yang modern dan berbasis bukti (evidence-based).
ANALYSIS OF PATIENT KNOWLEDGE LEVELS IN SELF-MEDICATION FOR DIARRHEA USING ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) IN PHARMACIES IN THE SOUTH DENPASAR REGION Daskinih; Nugraha, Iwan Saka; Putri, Putu Melista
Journal Pharmaceutical Science and Application Vol. 7 No. 1 (2025): Journal Pharmaceutical Science and Application
Publisher : Pharmacy Department, Math and Sciences Faculty, Udayana Univerity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPSA.2025.v07.i01.p03

Abstract

Background: Diarrhea remains a significant public health issue in Indonesia, often prompting self-medication managing minor ailments without medical consultation. With advances in digital health, Artificial Intelligence (AI) offers decision support for symptom assessment and treatment guidance. However, the extent of patient understanding and use of AI in self-medication remains unclear. Objective: To evaluate patient knowledge regarding AI's role in self-medication for diarrhea in pharmacies in South Denpasar and to assess whether patients actively use AI-powered applications or simply acknowledge their potential. Methods: A cross-sectional study was conducted among 160 purposively selected respondents. Data were collected via structured questionnaires and analyzed using chi-squared tests. The questionnaire included items on knowledge and experience with AI-based health tools. Results: Most respondents were aged 17–44 (91.3%), male (50.6%), had higher education (69.4%), and worked in the private sector (85.6%). A total of 87.5% showed high self-medication knowledge, and 98.1% reported using AI-based applications. Significant associations were found between education and knowledge (p=0.002) and between occupation and knowledge (p=0.001). Conclusion: Education and employment significantly influence self-medication knowledge enhanced by AI. These findings highlight the increasing role of AI in healthcare and the need for structured patient education to support informed AI use. Keywords: Artificial Intelligence (AI); Diarrhea; Knowledge; Pharmacy; Self-Medication.
ANTIOXIDANT POTENTIAL OF NANO SPRAY GEL FORMULATION FROM FERMENTED RED GINGER EXTRACT (Zingiber officinale var. rubrum) Ni Wayan Rika Kumara Dewi; Putu Melista Putri; Ni Putu Shizuka
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 22 No 2 (2025): Jurnal Skala Husada (JSH): The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v22i2.4134

Abstract

ABSTRACTRed ginger (Zingiber officinale var. rubrum) is a medicinal plant rich in bioactive compounds such as gingerol and shogaol, which possess strong antioxidant activity. Fermentation using the fungus Trichoderma harzianum can enhance the content of these active compounds. This study aims to determine the antioxidant potential of a topical nano spray gel formulation using fermented red ginger extract. The research employed an experimental laboratory method with varying concentrations of fermented red ginger extract at 0%, 0.25%, 0.50%, 0.75%, and 1% in the nano spray gel formulation. Quercetin was used as a positive control. Antioxidant activity was tested using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. Absorbance measurements were conducted using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 400–600 nm, and the IC₅₀ value was determined using a linear regression equation in Microsoft Excel. The test results showed that the formulation with a 0.75% concentration had an IC₅₀ value of 74.84 ppm and was classified as a strong antioxidant based on Blois classification. The higher the extract concentration, the stronger the antioxidant activity, with the optimal point observed at 0.75%. Based on these results, it can be concluded that red ginger fermentation can enhance antioxidant activity, and the nano spray gel is an effective topical dosage form for delivering active compounds to the skin. This research is expected to serve as a reference for the development of topical herbal formulations based on local plants rich in antioxidants.Keywords:  : red ginger, fermented, nano spray gel, antioxidant, DPPH.ABSTRAKJahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan tanaman herbal yang kaya akan senyawa bioaktif seperti gingerol dan shogaol yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Fermentasi dengan jamur Trichoderma harzianum dapat meningkatkan kandungan senyawa aktif tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan dari sediaan topikal nano spray gel yang diformulasikan menggunakan ekstrak fermentasi jahe merah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan variasi konsentrasi ekstrak fermentasi jahe merah sebesar 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1% dalam sediaan nano spray gel. Kuersetin digunakan sebagai kontrol positif. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 400-600 nm, untuk menentukan nilai IC₅₀ didapatkan menggunakan persamaan regresi linear menggunakan Microsoft excel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sediaan dengan konsentrasi 0,75% memiliki nilai IC₅₀ sebesar 74,84 ppm dan tergolong sebagai antioksidan kuat berdasarkan klasifikasi Blois. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin kuat pula aktivitas antioksidannya hingga titik optimum pada konsentrasi 0,75%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fermentasi jahe merah mampu meningkatkan aktivitas antioksidan dan sediaan nano spray gel merupakan bentuk sediaan topikal yang efektif untuk mengantarkan senyawa aktif ke kulit. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sediaan herbal topikal berbasis tanaman lokal yang kaya antioksidan.Kata kunci: jahe merah, fermentasi, nano spray gel, antioksidan, DPPH.