Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Efisiensi Biaya Overhead Pabrik Berdasarkan Anggaran Fleksibel: Studi Kasus pada UMKM di Kawasan Gerbang 1 Universitas Negeri Medan, Jalan Selamat Ketaren, Kenangan Baru. Tuti Sriwedari; Karisa Kusumadewi Saputri; Marsha Astrid Exelsia Hutasoit; Nabila Hidayanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4535

Abstract

The purpose of this study was to analyze the efficiency of factory overhead costs using a flexible budget approach in small and medium enterprises (SMEs) located in the Gerbang 1 area of Universitas Negeri Medan, Jalan Selamat Ketaren, Kenangan Baru. The research focused on identifying the degree of efficiency and inefficiency in overhead cost management, particularly in response to fluctuations in production levels. This study emphasizes the importance of flexible budgeting as a managerial accounting tool that enables businesses to adjust cost expectations according to actual levels of activity, providing a more accurate evaluation of performance compared to static budgets. The research employed a qualitative approach with descriptive analysis. Data were collected through field observations and semi-structured interviews with five SME owners and two production employees in the food, beverage, and printing sectors. The study used purposive sampling to select participants with at least two years of operational experience and consistent production activities. Data analysis involved comparing actual factory overhead costs with flexible budget standards adjusted for actual production levels. The results were interpreted through thematic analysis to identify behavioral and managerial factors influencing cost efficiency. The findings revealed that most SMEs experienced inefficiencies in factory overhead costs ranging between 8–12% per month. The highest inefficiencies were found in electricity and indirect material costs due to lack of cost control and unplanned usage. However, maintenance and depreciation costs showed higher efficiency levels, supported by simple preventive practices. The application of a flexible budget provided significant insights into the evaluation of cost efficiency and managerial performance in SMEs. It not only served as a financial tool but also as a learning instrument for owners to understand cost behavior and make more informed decisions. The study recommends implementing flexible budgeting training and structured cost recording to enhance financial control and operational sustainability.
Pelatihan dan Pengembangan Human Capital di PT Pertamina(Persero): Solusi Strategis Berbasis Tranformasi Hilma Harmen; Nabila Hidayanti; Robema Natalia Nainggolan; Karisa Kusumadewi Saputri; Nazwa Arifa; Marsha Astrid Exelsia Hutasoit; Ramadhan Pulungan
YUME : Journal of Management Vol 9, No 1
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v9i1.10625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Transformasi human capital di era digital menuntut perusahaan untuk mengembangkan model pelatihan dan pengembangan yang lebih adaptif, terintegrasi, dan berbasis teknologi. PT Pertamina (Persero) merupakan salah satu BUMN energi yang saat ini tengah memperkuat Human Capital 5.0 melalui pengembangan kompetensi berkelanjutan, digital learning, dan budaya learning organization. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pelatihan dan pengembangan human capital di Pertamina, mengidentifikasi tantangan dan permasalahan yang muncul, serta merumuskan solusi strategis yang relevan bagi peningkatan efektivitas program pengembangan SDM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumen, analisis konten berita resmi perusahaan, serta validasi konsep berdasarkan literatur terbaru terkait human capital, transformasi digital, dan manajemen pembelajaran organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertamina telah mengembangkan kurikulum kompetensi yang lebih sistematis, mengadopsi pembelajaran digital yang fleksibel, dan meningkatkan aktivitas berbagi pengetahuan antarpegawai. Namun demikian, masih terdapat kendala seperti ketidaksesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan unit, tingkat literasi digital yang belum merata, serta evaluasi pascapelatihan yang belum sepenuhnya mampu mengukur dampak jangka panjang. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi human capital memerlukan integrasi yang lebih kuat antara teknologi, kebutuhan kompetensi strategis, serta budaya pembelajaran kolektif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis mengenai pengembangan human capital di era disrupsi serta memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan dan pemangku kebijakan dalam memperkuat kualitas SDM di industri energi.
Analisis Pemahaman Mahasiswa Universitas Negeri Medan tentang Wawasan Nusantara dalam Menghadapi Penyebaran Hoaks di Media Sosial Sri Yunita; Ariel Panjaitan; Grace Anna Maria Sitanggang; Karisa Kusumadewi Saputri; Listem Wisiska Situmorang; Marsha Astrid Exelsia Hutasoit; Nabila Hidayanti
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital telah mengubah pola konsumsi informasi mahasiswa secara signifikan, di mana media sosial menjadi sumber informasi utama sekaligus ruang subur bagi penyebaran hoaks yang berpotensi mengancam kohesi sosial dan persatuan bangsa. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pemahaman Wawasan Nusantara mahasiswa Universitas Negeri Medan dengan sikap mereka dalam menghadapi penyebaran hoaks di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka (library research) dengan mengkaji buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang relevan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa meskipun mahasiswa memiliki pemahaman yang memadai mengenai nilai-nilai Wawasan Nusantara seperti nasionalisme, persatuan, toleransi, dan tanggung jawab sosial, internalisasi nilai tersebut dalam perilaku digital sehari-hari masih belum optimal. Budaya share before check masih ditemukan di kalangan mahasiswa, yang mengindikasikan rendahnya literasi digital meskipun latar belakang pendidikan tinggi telah dimiliki. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat korelasi positif antara pemahaman nilai kebangsaan dan kecenderungan bersikap kritis terhadap informasi di media sosial. Mahasiswa yang menginternalisasi nilai Wawasan Nusantara dengan baik terbukti lebih selektif dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Oleh karena itu, penguatan Wawasan Nusantara perlu dipadukan dengan peningkatan literasi digital dalam kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di perguruan tinggi guna membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan berkomitmen terhadap persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital.
Analisis Peran Peer Influence terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Generasi Z Jelita Febrianti Tampubolon; Karisa Kusumadewi Saputri; Lasria Sitorus; Sabrina Theresia Sukma; Yohana Br Sinaga; Saidun Hutasuhut
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 3 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewirausahaan merupakan faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru, namun minat berwirausaha di kalangan mahasiswa generasi Z masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh teman sebaya terhadap minat berwirausaha mahasiswa generasi Z usia 18–22 tahun dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner skala Likert. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha, yang mengindikasikan bahwa semakin besar dukungan, dorongan, dan teladan dari lingkungan pertemanan, semakin tinggi minat mahasiswa untuk memulai usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan sosial yang mendukung memiliki peran penting dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan mahasiswa, sehingga perguruan tinggi perlu membangun ekosistem yang dapat mendorong munculnya ide kreatif serta aktivitas kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
Analisis Strategi Pemasaran Usaha Tanaman Hias Dalam Perspektif Agribisnis Hendra Saputra; Ariel Immanuel Panjaitan; Karisa Kusumadewi Saputri; Marsha Astrid Exelsia Hutasoit; Nabila Hidayanti; Ramadhan Pulungan
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha tanaman hias merupakan salah satu bagian dari sektor agribisnis hortikultura yang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Meningkatnya minat masyarakat terhadap tanaman hias sebagai elemen estetika lingkungan menjadikan usaha ini memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran usaha tanaman hias dalam perspektif agribisnis pada usaha Yani Yusuf Florist. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lokasi usaha serta wawancara dengan pemilik usaha sebagai sumber data primer, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang relevan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan strategi pemasaran yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang digunakan masih bersifat konvensional dengan mengandalkan pemasaran langsung kepada konsumen yang datang ke lokasi usaha. Strategi tersebut dapat dianalisis melalui konsep bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi. Produk yang ditawarkan berupa berbagai jenis tanaman hias dengan kualitas yang baik, harga ditentukan berdasarkan jenis dan ukuran tanaman, pemasaran dilakukan secara langsung di lokasi usaha, serta promosi masih mengandalkan metode dari mulut ke mulut. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi digital seperti media sosial dan sistem pembayaran digital perlu dikembangkan untuk meningkatkan daya saing usaha serta memperluas jangkauan pasar.
Analisis Implementasi Corporate Social Responsibility dalam Perspektif Stakeholder Theory terhadap Tanggung Jawab Etis Perusahaan pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk Riza Indriani; Ariel Panjaitan; Karisa Kusumadewi Saputri; Marsha Astrid Exelsia Hutasoit; Nabila Hidayanti; Ramadhan Pulungan
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi corporate social responsibility dalam perspektif stakeholder theory terhadap tanggung jawab etis perusahaan pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tuntutan masyarakat agar perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan dalam aktivitas bisnisnya.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Data diperoleh dari sustainability report perusahaan, jurnal ilmiah, artikel akademik, serta sumber terpercaya lainnya yang berkaitan dengan implementasi csr dan stakeholder perusahaan. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi csr pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk dilakukan melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan. Dalam perspektif stakeholder theory, program csr tersebut menunjukkan upaya perusahaan dalam memenuhi kebutuhan stakeholder serta menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat, konsumen, investor, pemerintah, dan lingkungan sekitar. Implementasi csr juga mencerminkan bentuk tanggung jawab etis perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.Namun demikian, implementasi csr masih menghadapi tantangan terkait transparansi, konsistensi program, dan persepsi masyarakat terhadap csr sebagai strategi pencitraan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program csr agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh stakeholder