Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis hubungan komunikasi bidan dengan tingkat kepuasan ibu hamil pada pelayanan antenatal care Hasnia Hasnia; Yustika Rahmawati Pratami; Wiwit Vitania; Nasrianti Nasrianti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2547

Abstract

Background: Antenatal Care (ANC) is an early preventive measure to detect risk factors during pregnancy and childbirth, reduce the maternal mortality rate (MMR), and monitor fetal well-being. One factor that encourages pregnant women to attend regular ANC visits is not only the provision of information about their health condition, but also the midwife's ability to listen to complaints, show empathy, and provide friendly service. Effective communication can create patient satisfaction, which ultimately influences adherence to follow-up visits. Purpose: To determine the relationship between midwife communication and pregnant women's satisfaction with antenatal care services. Method: This quantitative study used an analytical survey design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 20 pregnant women selected using a total sampling technique. The study was conducted in July 2025 at the Khomba Waliyauw Community Health Center, Sentani. The research instruments used were a midwife communication questionnaire and a patient satisfaction questionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate chi-square statistical tests. Results: Most midwives had good communication skills, and most pregnant women were satisfied with antenatal care services. The chi-square test yielded a ρ value of 0.000 (<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between midwife communication and maternal satisfaction with antenatal care services. Suggestion: Future research should expand the scope of variables, such as facilities and medical personnel competence, to provide more comprehensive results.   Keywords: Antenatal Care Services; Midwife Communication; Satisfaction Level; Pregnant Women.   Pendahuluan: Antenatal Care (ANC) merupakan upaya pencegahan dini untuk mendeteksi faktor risiko selama kehamilan dan persalinan, menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), serta memantau kesejahteraan janin. Salah satu faktor yang mendorong ibu hamil untuk melakukan kunjungan ANC secara rutin bukan hanya pemberian informasi mengenai kondisi kesehatannya, tetapi juga kemampuan bidan dalam mendengarkan keluhan, menunjukkan empati, dan memberikan pelayanan yang ramah. Komunikasi yang efektif dapat menciptakan kepuasan pasien, pada akhirnya memengaruhi kepatuhan terhadap kunjungan ulang. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara komunikasi bidan dengan tingkat kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 20 ibu hamil yang dipilih dengan teknik total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2025 di Puskesmas Khomba Waliyauw, Sentani. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner komunikasi bidan dan kuesioner kepuasan pasien. Data dianalisis menggunakan univariat dan bivariat uji statistik Chi-Square. Hasil: Sebagian besar bidan memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan sebagian besar ibu hamil merasa puas terhadap pelayanan antenatal care. Uji Chi-Square menghasilkan nilai ρ sebesar 0.000 (<0.05). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi bidan dengan tingkat kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care. Saran: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas cakupan variabel seperti fasilitas dan kompetensi tenaga medis agar hasil penelitian lebih komprehensi   Kata Kunci: Ibu Hamil; Komunikasi Bidan; Kepuasan Ibu Hamil; Pelayanan Antenatal Care.
Optimalisasi Kesehatan Remaja melalui Edukasi Reproduksi Sehat Pada Remaja Putri di SMA YPK Sentani Hasnia Hasnia; Wiwit Vitania; Yustika Rahmawati Pratami; Endah Purwanti Handayani; Eftyaningrum Dwi Wahyu Astutik; Susi Lestari; Tiyan Febriyani Lestari; Arum Surya Utami; Fetty Satu Ryan Utami; Harlinda Widia Putri; Fenny Dinge; Pranita Kartika Candra Nurhijrahaeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.24735

Abstract

ABSTRAK Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi akibat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada masa pubertas serta keterbatasan pengetahuan yang dimiliki. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan remaja putri melalui edukasi reproduksi sehat di SMA YPK Sentani. Dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan materi meliputi pubertas, menstruasi, personal hygiene saat menstruasi, serta pencegahan masalah kesehatan reproduksi. Menunjukkan bahwa remaja putri memiliki antusiasme yang tinggi selama mengikuti edukasi dan aktif dalam sesi diskusi. Evaluasi secara deskriptif menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, khususnya kebersihan diri saat menstruasi dan perilaku hidup sehat. Edukasi reproduksi sehat yang dilaksanakan di lingkungan sekolah terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendukung optimalisasi kesehatan remaja putri.  Kata Kunci: Edukasi tentang Kesehatan Reproduksi, Pengetahuan, Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi.   ABSTRACT Adolescent girls are a vulnerable group to reproductive health problems due to the physical and psychological changes that occur during puberty and their limited knowledge. This Community Service activity aims to optimize the health of adolescent girls through healthy reproductive education at YPK Sentani High School. This activity was conducted through interactive lectures, discussions, and QA sessions covering puberty, menstruation, personal hygiene during menstruation, and preventing reproductive health problems. The adolescent girls demonstrated high enthusiasm during the education and actively participated in the discussion sessions. Descriptive evaluation showed an increase in participants' knowledge and understanding of the importance of maintaining reproductive health, particularly personal hygiene during menstruation and healthy lifestyle behaviors. Healthy reproductive education implemented in the school environment has proven effective as a promotive and preventive effort in supporting the optimization of adolescent girls' health. Keywords: Reproductive Health Education, Knowledge, Adolescent Girls, Reproductive Health.