Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perambahan Hutan Tesso Nilo: Tantangan Penegakan Hukum dan Strategi Rehabilitasi Ekosistem Berkelanjutan Mulawarman Mulawarman; Nur Rihadatul Aisyah; Alya Nabila Zahra; Dea Rizky Amalia; Nurul Sholeha Sholeha
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.3650

Abstract

Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) merupakan kawasan konservasi penting yang mengalami tekanan ekologis akibat perambahan hutan, ekspansi perkebunan ilegal, dan lemahnya penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perambahan, degradasi habitat, dan ketidakoptimalan penegakan hukum, serta merumuskan rekomendasi rehabilitasi berbasis komparasi internasional. Metode yang digunakan adalah pendekatan normatif dan empiris melalui telaah peraturan perundang-undangan, analisis data Inventarisasi dan Verifikasi Kegiatan Terbangun (IKK) dan perbandingan dengan kebijakan rehabilitasi hutan di Brasil dan Australia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perambahan di Taman Nasional Tesso Nilo berlangsung secara terorganisir dan telah menyebabkan okupansi lahan seluas 2.666,29 hektare pada 2023, yang berkontribusi pada fragmentasi habitat, penurunan populasi satwa, dan meningkatnya konflik manusia dan satwa. Penegakan hukum yang lemah serta tumpang tindih kewenangan memperburuk kerusakan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo . Studi komparatif menegaskan perlunya penguatan akuntabilitas, penerapan prinsip strict liability dan model rehabilitasi. Rekomendasi penelitian menekankan penguatan koordinasi lintas lembaga, peningkatan efektivitas sanksi serta penerapan dan pengembangan regulasi internasional untuk memulihkan keberlanjutan ekosistem Tesso Nilo.
Institutional Capacity of Village-Owned Enterprises in Kutai Kartanegara: Internal Governance and Stakeholder Relations Dea Rizky Amalia; Niken Nurmiyati; Dyah Rahayuning Perwitasari; Febrianto Nugroho; Nazwa Nur Azizah Nabilah
SIGn Journal of Social Science Vol 7 No 1: Juni - November 2026
Publisher : CV. Social Politic Genius (SIGn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37276/sjss.v7i1.703

Abstract

Village-owned enterprises (VOEs) play an important role in managing village economic potential, yet their formal existence, organizational structure, capital contributions, and business units do not always reflect substantive institutional capacity. This study analyzes the institutional capacity of VOEs in Kutai Kartanegara Regency by examining the relationship between internal governance and relations with village governments, communities, and external partners. The study employed a qualitative approach with a case study design covering nine VOEs in nine villages. Primary data were obtained through in-depth interviews, field observations, social mapping, institutional Venn diagrams, and field documentation, complemented by secondary documents. Data analysis included organizing, coding, categorizing, cross-source and cross-unit comparisons, and interpretation. The findings show that relations with village governments were dominated by administrative aspects, external support and human resource capacity building were limited, community participation remained limited, internal governance was weak, and relations with external partners were also limited. This configuration explains VOEs’ weak position within village socioeconomic structures and the uneven distribution of economic benefits. Substantive institutional capacity therefore depends on the relationship between internal organizational functioning and the quality of stakeholder relations.