Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Nature of Human is Islamic Perspective and its Implications for Islamic Education Erik Wiranata; Fairus Aulia; Amrullah Amrullah; Idi Warsah
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i3.1654

Abstract

This research is a Library Research, previous studies as primary data, which is then analyzed and conclusions can be drawn. research objective is to The first know the nature of man in Islamic perspective. Second, to know the implications of human nature in the Islamic perspective on Islamic education. The results of the study, first, in Islam, humans have a special position as creatures created by Allah SWT who are given reason, spirit, and responsibility in the world. The Qur'an uses three main terms to refer to humans, namely al-insân, al-basyar, and Bani Adam. The Qur'an explains that humans were created through several stages, starting from the ground which then developed into nutfah, alaqah, mudghah, until finally perfected by the inhalation of the spirit by Allah SWT. The purpose of human creation is to recognize and worship Allah, with reason or intellect as a tool for thinking and the heart as a tool for believing in the Essence that cannot be achieved by reason. Second, the implication of human creation with Islamic education has a very close relationship, because Islamic education must be balanced between the science taught and the science of the hereafter. That Islamic education must be based on the concept of human creation in order to have a clear direction in developing human nature in a balanced manner. Human identity as a perfect Muslim can only be realized if all of his potential as a creature of God, educator, learner, servant, and khalifah is well integrated. Islamic education must be based on the integration between qalbiyah (heart) and aqliyah (reason) education in order to form intellectually intelligent and morally superior humans. Islamic education must also be able to develop all human potential through hard skills and soft skills, become a means of transforming Islamic knowledge and culture, and internalize Islamic values in individuals.
Konsep Dasar Kurikulum Pai Fairus Aulia; Deri Wanto; Muhammad Idris; Epa Kristina
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 7 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i7.2732

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) has a strategic position in the national education system because it plays a role in shaping the character and spirituality of students. The curriculum as an important tool in education must be designed systematically and sustainably in order to be able to answer the challenges of the times. This study aims to examine the basic concepts of the PAI curriculum, including the definition, roles and functions, components, and position of the curriculum in education. The method used is a literature study of relevant references. The results of the study show that the PAI curriculum not only functions as a tool for transmitting Islamic values, but also as an instrument for developing students' potential in the spiritual, intellectual, and social dimensions. The PAI curriculum not only functions as a tool for transmitting Islamic values, but also as an instrument for developing students' potential in spiritual, intellectual, and social dimensions. This curriculum has a structure consisting of interrelated objectives, materials, strategies, and evaluation components and forms a complete education system. The PAI curriculum also acts as a bridge between the noble values of Islam and the context of students' lives that continue to develop, so innovation and adaptation are needed in its design so that it remains relevant and applicable in the modern era.
Peran Pengawasan Dalam Meningkatkan Monitoring Kompetensi Guru PAI di SMP Negeri 2 Kota Lubuklinggau Fairus Aulia; Hamengkubuwono; Mirzon Daheri; Emmi Kholilah Harahap
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 8 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i8.2807

Abstract

Kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi faktor krusial dalam mencapai tujuan pembelajaran yang berkualitas, namun masih ditemukan permasalahan terkait rendahnya efektivitas sistem pengawasan dan monitoring kompetensi guru PAI di SMP Negeri 2 Kota Lubuklinggau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengawasan dalam meningkatkan monitoring kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 2 Kota Lubuklinggau serta mengidentifikasi strategi optimalisasi sistem pengawasan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi dari guru PAI, operator, serta siswa kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan yang efektif memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kompetensi guru PAI. Pengawasan tidak hanya berfungsi sebagai kontrol administratif, tetapi juga sebagai pembinaan dan pengembangan kompetensi profesional guru. Monitoring yang dilakukan secara berkesinambungan dan sistematis dapat memberikan umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menyarankan agar pengawasan dilaksanakan dengan pendekatan yang lebih terarah, berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, dan didukung oleh sistem monitoring yang lebih optimal. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model pengawasan yang komprehensif dan rekomendasi strategis bagi peningkatan sistem monitoring kompetensi guru PAI di sekolah menengah pertama.
Tujuan Penciptaan Manusia Berdasarkan Adz-Dzariyat 56 dan Implikasinya Pada Pendidikan Islam Erik Wiranata; Fairus Aulia; Debi Irama; Muhammad Taqiyuddin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 9 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i9.2870

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Library Reseach, penelitian-penelitian sebelumnya sebagai data primer, yang kemudian dianalisis dan dapat ditarik endidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tujuan penciptaan manusia berdasarkan Surah Adz-Dzariyat ayat 56 dan implikasinya terhadap endidikan Islam. Permasalahan yang diteliti endid bagaimana konsep penciptaan manusia dalam perspektif Al-Qur’an, apa tujuan utama penciptaan manusia menurut Adz-Dzariyat 56, dan bagaimana implikasinya dalam pengembangan endidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode Library Research dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian literatur dari berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memperlihatkan makna filosofis penciptaan manusia melalui tiga konsep utama: al-Basyar, al-Ins?n, dan al-N?s. Dalam perspektif Al-Qur’an, manusia adalah makhluk yang mengintegrasikan dimensi biologis, spiritual, dan sosial secara harmonis, serta memiliki tanggung jawab besar atas dirinya dan alam semesta. Tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk mengenal dan beribadah kepada Allah SWT. Manusia dianugerahi akal untuk berpikir dan hati untuk beriman, serta dilahirkan dengan fitrah sebagai kecenderungan alami menuju ketaatan kepada-Nya. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam harus membentuk manusia seutuhnya yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menjalankan peran sebagai khalifah di bumi. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter berdasarkan fitrah manusia, sehingga melahirkan individu yang sadar akan tujuan hidupnya, tunduk kepada kehendak Allah, dan berkontribusi positif dalam kehidupan sosial.