Meman, Oktavianey G. P. H.
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII Di SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman Meman, Oktavianey G. P. H.; Nanak, Eka; Cenderato, Cenderato
Vocat : Jurnal Pendidikan Katolik Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/vctjpk.v4i1.432

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi, kurangnya semangat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran, pada akhirnya hasil belajar peserta didik tidak mencapai KKM. Bentuk penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan pre-eksperimental design one-group pretest-pottest. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman yang beragama katolik. Instrumen yang digunakan adalah soal tes pilihan ganda yang diberikan sebelum dan sesudah model pembelajaran inkuiri. Pengambilan keputusan uji hipotesis menggunakan bantuan aplikasi SPSS. Berdasarkan pada pengolahan data hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik sebelum menggunakan model pembelajaran inkuiri adalah 56,67 atau ketuntasan belajar peserta didik mencapai 16,67%. Sesudah menggunakan model pembelajaran inkuiri mencapai 78,33 atau ketuntasan belajar peserta didik mencapai 83,33%. Berdasarkan pengambilan keputusan dalam uji paired sample T-test bahwa nilai sig. (2-tailed) < 0,05 atau 0.020 < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan nilai posttest. Berdasarkan perhitungan uji effect size diperoleh angka 1,65 atau 0,8 dengan kriteria besar. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh besar terhadap hasil belajar peserta didik.
Katekese Umat dan Ibadat Sabda Bersama di Stasi Santo Yosef Ensibau Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Balai Sebut-Jangkang Meman, Oktavianey G. P. H.; Karo Karo, Irfan; Sitorus, Roy Nandus; Candra, Candra; Dwimayodi, Dwimayodi; Do, Kanisius
Amare Vol. 1 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/ja.v1i2.113

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan tujuan mengadakan katekese umat sekaligus melaksanakan ibadat sabda bersama umat di stasi Santo Yosef Ensibau, Paroki Santa Perawan Maria Balai Sebut-Jangkang. Adapun tema dalam katekese umat ini adalah “berpartisipasi aktif dalam hidup menggereja”. Metode dalam kegiatan pengabdian ini adalah pembinaan iman dalam bentuk katekese umat yang diadakan setelah melaksanakan ibadat sabda di gereja stasi. Hasil kegiatan ini diharapkan agar umat, keluarga besar stasi Santo Yosef Ensibau semakin berupaya terlibat dan berartisipasi aktif dalam hidup menggereja serta juga dapat terlibat dalam kegiatan petugas ibadat sabda yang dilakukan di lingkungan maupun stasi tersebut. Kata kunci: Katekese; ibadat sabda; umat
Katekese Paud/Minggu Gembira di Stasi Santo Yosef Ensibau Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Balai Sebut-Jangkang Astuti, Florentina Dwi; Lumban Tobing, Ona Sastri; Meman, Oktavianey G. P. H.; Handayani, Exnasia Retno Palupi; Markus, Markus; Gery, Julvius
Amare Vol. 1 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/ja.v1i2.117

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan tujuan mengadakan katekese kepada PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan Minggu Gembira di stasi Santo Yosef Ensibau, Paroki Santa Perawan Maria Balai Sebut-Jangkang. Adapun tema dalam katekese ini adalah “katekese tanda salib (kepada PAUD) dan mengasihi sesama sebagai anak-anak Allah dalam terang (kepada Minggu Gembira). Metode dalam kegiatan pengabdian ini adalah pembinaan iman dalam bentuk katekese kepada PAUD dan Minggu Gembira yang diadakan hari Minggu tanggal 23 Oktober 2022 pada pagi hari sebelum di Gereja Santo Yosef Ensibau. Hasil kegiatan ini diharapkan agar umat; khususnya pengurus Gereja, pembina dan orang dewasa lainnya dapat membantu kegiatan katekese anak; PAUD/Mg yang sudah lama vakum. Serta berupaya menghidupkan kembali kegiatan katekese ini demi keberlangsungan pembinaan iman anak khsuusnya katekese PAUD/MG ini. Kata kunci: Katekese anak; PAUD/Minggu Gembira
Makna Horas dalam Konteks Agama Katolik: Studi tentang Relevansi dan Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari Lumban Tobing, Ona Sastri; Meman, Oktavianey G. P. H.
Borneo Review Vol. 4 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/48nj2r66

Abstract

This study examines the meaning and function of the greeting Horas within the context of Batak Toba Catholic communities, focusing on its relevance and application to Catholic faith values in daily life. As a traditional Batak salutation, Horasserves not only as a medium of social communication but also represents theological and cultural dimensions embodying concepts of salvation, harmony, and well-being from a Catholic perspective. Employing a descriptive-qualitative method, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and literature review of cultural texts and relevant Catholic Church documents. The findings show that the philosophical meaning of Horas is coherently linked to Catholic teachings regarding love, peace, and hope for eternal life, functioning as a medium for faith inculturation within Batak culture. The practice of Horas among Batak Catholics exemplifies harmonious integration between local cultural values and Christian spirituality, shaping a strong religious identity amid cultural plurality. This study affirms the importance of inculturative approaches in understanding faith expressions and encourages the preservation of local noble values in the development of religious life that is contextual and relevant for contemporary Indonesian society.