Siregar, Suci Khairani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pemahaman Konsep Dasar Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar pada Materi KPK dan FPB Siregar, Suci Khairani; Fadhillah, Deswitta; Siagian, Mutiara Indah; Maulida, Fitrah
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i2.9793

Abstract

Pemahaman siswa Sekolah Dasar terhadap konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa kelas V SDN 024777 Binjai terhadap materi KPK dan FPB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes uraian, yang dirancang untuk mengukur lima indikator pemahaman konsep.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat menyatakan ulang konsep dengan persentase 60%, memahami konsep bilangan sebesar 52%, memahami bilangan prima sebesar 40%, mencari kelipatan bilangan sebesar 28%, dan dalam menentukan KPK dan FPB hanya mencapai 10%. Rendahnya hasil ini disebabkan oleh kurangnya penguasaan materi prasyarat, kesalahan dalam proses faktorisasi prima, serta minimnya latihan dan penerapan pendekatan kontekstual. Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa perlu adanya penerapan strategi pembelajaran kontekstual yang didukung dengan media konkret untuk memperkuat pemahaman konsep matematika siswa
Analisis Pemahaman Konsep Dasar Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar pada Materi KPK dan FPB Siregar, Suci Khairani; Fadhillah, Deswitta; Siagian, Mutiara Indah; Maulida, Fitrah
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i2.9793

Abstract

Pemahaman siswa Sekolah Dasar terhadap konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa kelas V SDN 024777 Binjai terhadap materi KPK dan FPB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes uraian, yang dirancang untuk mengukur lima indikator pemahaman konsep.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat menyatakan ulang konsep dengan persentase 60%, memahami konsep bilangan sebesar 52%, memahami bilangan prima sebesar 40%, mencari kelipatan bilangan sebesar 28%, dan dalam menentukan KPK dan FPB hanya mencapai 10%. Rendahnya hasil ini disebabkan oleh kurangnya penguasaan materi prasyarat, kesalahan dalam proses faktorisasi prima, serta minimnya latihan dan penerapan pendekatan kontekstual. Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa perlu adanya penerapan strategi pembelajaran kontekstual yang didukung dengan media konkret untuk memperkuat pemahaman konsep matematika siswa
Video Animasi sebagai Solusi Inovatif dalam Pembelajaran To Be bagi Siswa Sekolah Dasar Siregar, Suci Khairani; Panjaitan, Kezia Romasta; Maharaja, Wina Yunita; Aulia, Rahma; Ramadani, Nanda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29200

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan video animasi sebagai alat inovatif dalam mengajarkan kata kerja to be (am, is, are) kepada siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan secara kualitatif deskriptif di SD Negeri 064976 Medan dengan melibatkan 20 siswa kelas tiga. Sebelum pembelajaran, banyak siswa mengalami kesulitan menggunakan to be dalam kalimat sederhana berbahasa Inggris. Setelah menyaksikan video animasi yang dirancang dengan konteks dan karakter yang sesuai usia, siswa mengikuti diskusi dan latihan menyusun kalimat. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa dengan ketuntasan yang meningkat dari 40% menjadi 80%. Siswa juga menjadi lebih aktif, percaya diri, dan tertarik menggunakan bahasa Inggris. Kombinasi visual, narasi, dan situasi yang relevan menjadikan konsep tata bahasa yang abstrak lebih mudah dipahami. Studi ini menegaskan bahwa video animasi dapat menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan efektif serta mendukung prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka.