Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Karakterisasi Tingkat Produksi Duku Berbasis Pewilayahan Hujan di Provinsi Jambi Fendy Arifianto; Yonny Koesmaryono; Impron .
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.503 KB) | DOI: 10.29244/jhi.7.2.121-128

Abstract

ABSTRACTDuku (Lansium domesticum Corr) is one of tropical fruits and of high economic value. The Jambi provincial government works to maintain and develop duku production through improvement of cultivation and expansion. The supporting factor for success of duku production was the weather especially precipitation. This study was conducted to obtain precipitation characteristics on land suitability of duku productivity in Jambi Province. The results showed that the rainfall pattern in Jambi province had five characters in which the annual precipitation 2583 kg tree-1yr-1. The average of duku productivity in rainfall pattern I dan II was 269 kg tree-1yr-1, and the other result outside rinfall pattern I and II had the average productivity 370 kg tree-1 yr-1. Key words: duku, Jambi Province,land suitability, precipitation, productivity ABSTRAK Duku (Lansium domesticum Corr) merupakan salah satu buah tropis yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Pemerintah Daerah Provinsi Jambi berupaya untuk mempertahankan dan mengembangkan produksi duku melalui perbaikan budidaya tanaman dan perluasan lahan. Faktor yang menjadi pendukung terhadap keberhasilan produksi suatu tanaman adalah faktor iklim terutama curah hujan dan suhu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik curah hujan wilayah untuk kesesuaian lahan tanaman duku di Provinsi Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola curah hujan wilayah di Provinsi Jambi memiliki lima pola dengan curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2583 mm tahun-1. Rata-rata produksi duku di wilayah yang berpola hujan I dan II 269 kg pohon-1 tahun-1, sedangkan daerah yang diluar pola tersebut memiliki rata-rata produktivitas sebesar 370 kg pohon-1tahun-1.Kata kunci: duku, kesesuaian lahan, presipitasi, produktivitas, Provinsi Jambi
Verification of Weather Predictions Using Voluntary Weather Observations Via WhatsApp and Google Forms During the Dry Season 2021 Giarno Giarno; Munawar Munawar; Ervan Ferdiansyah; Fendy Arifianto; Asri Pratiwi; Silvia Yulianti
Forum Geografi Vol 36, No 1 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v36i1.16333

Abstract

The weather data that can be obtained through government institutions is very limited, whereas in order to increase the accuracy of weather predictions a homogeneous and dense distribution of data is needed. Therfore it is necessary to increase the data and the purpose of this research is to create a simple and effective way to encourage the number of weather observations in Indonesia through the STMKG Weather Care program. Forms that are made as easy as for respondents to understand, simple, and don't take the time. Developed using Google Form and distributed via the most popular social media today, namely WhatsApp. The test results showed that social media has the potential to be used to support voluntary weather data. The form made is sufficient so that the respondents make relatively few mistakes in terms of the main content of the form. Moreover, the mistakes that are often made by respondents include filling in ID, and typing sub-districts that require manual correction. Based on the results of voluntary observations spread in almost all provinces of Indonesia with the most incoming data coming from the provinces of Central Java and East Java. Based on the evaluation results of 4 months of testing, weather variations and their predictions can be identified with an accurate distribution, with an average accuracy of 0.79. Differences in methods used in verification may affect accuracy.
Edukasi Informasi Kualitas Udara Untuk Mendukung Adaptasi Kebiasaan Baru Di Masa Pandemi COVID-19 Bagi Masyarakat Kota Tangerang Fendy Arifianto; Nanny Nuraini; Dibyo Susanto; R Lukman Heryadi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2021): JAMSI - September 2021
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.086 KB) | DOI: 10.54082/jamsi.14

Abstract

Masalah yang timbul di masa pandemi saat ini adalah masyarakat dituntut agar mematuhi protokol kesehatan untuk cegah COVID-19 serta beradaptasi dengan berbagai kebiasaan baru, sedangkan mereka masih minim pengetahuan tentang hal tersebut. Mengetahui tentang informasi kualitas udara sangat penting untuk mencegah berbagai bencana yang terjadi, salah satunya bencana pandemi yang sedang terjadi saat ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang informasi kualitas udara dalam mendukung adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan berupa pendekatan kualitatif dengan sasaran kegiatan yaitu masayarakat yang terkena dampak COVID-19. Model kegiatan yang dilakukan berupa edukasi mengenai pentingnya informasi kualitas udara untuk mendukung adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi COVID-19 di Kota Tangerang. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat semakin paham tentang budaya hidup sehat serta pentingnya informasi kualitas udara dalam mendukung adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi COVID-19. Partisipasi, tanggapan, dan antusias masyarakat dalam kegiatan ini menunjukan bahwa masyarakat sangat membutuhkan pengetahuan tentang adaptasi kebiasaan baru dan informasi kualitas udara. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengetahuan informasi kualitas udara sangat penting sebagai upaya mendukung adaptasi kebiasan baru di masa pandemi COVID-19, dan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan saat beraktifitas.
Potensi Kejadian Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Skenario Perubahan Iklim RCP4.5 di Kabupaten Badung,Bali Fendiarni Luthfi Maghfiroh; Fendy Arifianto; Rista Hernandi Virgianto
Jurnal Vektor Penyakit Vol 16 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/vektorp.v16i1.5708

Abstract

ABSTRACT Climate factors influence the breeding of the Aedes aegypti mosquito which is the vector that causes the Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) incidence. This vector can be increasing with climate change as a result of global warming. This study aims to determine the potential distribution of DHF in Badung Regency based on climate factors and its projections using the RCP4.5 climate change scenario. This research in the historical period for the years 2010 – 2019 and the projection period for the years 2021 – 2030 and the years 2031 – 2040. The fuzzy logic model is used to get the output of the potential for DHF incidence which is described by the IR value of DHF based on the climate conditions in the study period. The data used include secondary data on average climate parameters; rainfall, air temperature, and relative humidity in 2010 – 2019, RCP4.5 scenario in 2010 – 2040, and annual DHF Incident Rate (IR) for the period 2010 – 2019. The results showed that in historical and projection periods the rainfall, air temperature, and relative humidity average have optimal values ​​for the breeding of Aedes aegypti mosquitoes that cause DHF with IR > 55 in all areas of Badung Regency. The potential for DHF incidence in the projection period did not change from the historical period. In addition, the projection period saw an increased rainfall and air temperature average compared to the historical period. Meanwhile, the humidity average in the projection period did not change significantly compared to the historical period. ABSTRAK Faktor iklim yang memberikan pengaruh terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penyebab kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Vektor ini dapat meningkat dengan adanya perubahan iklim dampak dari pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran potensi kejadian DBD di Kabupaten Badung berdasarkan faktor iklim dan perkiraannya menggunakan skenario perubahan iklim RCP4.5. Penelitian dilakukan pada periode historis tahun 2010 – 2019 dan periode perkiraan tahun 2021 – 2030 serta tahun 2031 – 2040. Model logika fuzzy digunakan untuk mendapatkan outputPotensi kejadian DBD yang digambarkan dengan nilai IR DBD berdasarkan kondisi iklim pada periode penelitian. Data yang digunakan meliputi data rata-rata parameter iklim curah hujan, suhu udara, dan kelembapan observasi tahun 2010 – 2019, data skenario RCP4.5 tahun 2010 - 2040, dan data Insidence Rate (IR) DBD tahunan periode 2010 – 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata curah hujan, suhu udara, dan kelembapan pada periode historis maupun periode penilaian memiliki nilai optimal untuk perkembangbiakan nyamuk Aedes aegyptiyang menyebabkan kejadian DBD dengan IR > 55 di seluruh wilayah Kabupaten Badung. Potensi kejdian DBD pada periode perkiraan tidak mengalami perubahan dari periode historis. Selain itu, pada periode terlihat adanya peningkatan rata-rata curah hujan dan suhu udara dibandingkan dengan periode historis.
IDENTIFIKASI POLA DAN NILAI INDEKS KEKERINGAN DI PROVINSI JAMBI MENGGUNAKAN KEETCH-BYRAM DROUGHT INDEX (KBDI) Hilmy Muhammad Rosyid; Fendy Arifianto; Giarno Giarno
JURNAL GEOGRAFI Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/geografi/vol11-iss2/2980

Abstract

Drought is one of the most common disasters in areas with tropical climates and has proven to have a detrimental impact on humans and plants. Drought can cause forest and land fires in many areas of Indonesia, especially in Sumatra and Kalimantan. Therefore, further research is needed on drought patterns, especially in Jambi Province. This study learns more about the pattern and trend of drought based on meteorological parameters in Jambi Province using the Keetch-Byram Drought Index (KBDI). The data used are weather parameter data, namely rainfall and daily maximum temperature at the two observation points of the Depati Parbo Meteorological Station and Muaro Jambi Climatology Station. The drought index is identical to the rainfall and temperature factors. The KBDI value is able to describe the number of hotspot events in the study area well with a correlation reaching 84%. The results of the calculation of the KBDI value show that throughout the 20-year period, the Jambi Province has a low risk of forest and land fires, except at the end of 2015 which had a moderate risk. This study is expected to provide information related to drought patterns based on the KBDI in Jambi Province.
ANALISIS POLA DAN JADWAL TANAM JAGUNG PADA KONDISI ENSO DI PROVINSI LAMPUNG M. Fatnan Hikami; Fendy Arifianto; Giarno Giarno
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.1.34-44.2023

Abstract

 Provinsi Lampung memiliki luas tanam lahan kering yang sangat luas, hal ini berpotensi besar untuk menjadikan Lampung sebagai sentra produksi jagung di Indonesia. Namun ancaman gagal panen dapat terjadi secara berkala dan tidak teratur akibat pengaruh dari dinamika atmosfer dan laut yang salah satunya ialah fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fenomena ENSO yang terdiri dari fase Neutral, El Nino, dan La Nina terhadap pola dan jadwal tanaman jagung di Provinsi Lampung. Data yang digunakan ialah curah hujan bulanan dan temperatur udara bulanan dari pos-pos hujan yang dipilih berdasarkan tahun perwakilan kejadian Neutral, El Nino, dan La Nina dari tahun 2001 sampai 2020. Analsis menggunakan perhitungan neraca air tanah dengan metode Thornwaithe-Matter berdasarkan tipe iklim Oldeman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi El Nino, pola tanam yang direkomendasikan ialah 2 kali tanam jagung untuk semua tipe iklim Oldeman dengan jadwal tanam yang cenderung lebih mundur dari kondisi Neutral. Sedangkan pada kondisi La Nina, pola tanam didominasi oleh 3 kali tanam jagung dalam setahun pada setiap tipe iklim Oldeman. Jadwal tanam pada kondisi La Nina cenderung lebih maju jika dibandingkan dengan kondisi Neutral dan El Nino. 
Proyeksi Kesesuaian Agroklimat Tanaman Kopi Arabika Berdasarkan Skenario Iklim di Sulawesi Selatan, Indonesia Fendy Arifianto; Hardiyanti Ismail
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.342 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1108

Abstract

Erat hubungan antara iklim dan tanaman kopi membutuhkan langkah yang tepat dalam perencanaan dan pengembangan tanaman kopi. Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah penghasil tanaman kopi arabika dan sedang direncanakan pengembangannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui sebaran wilayah kesesuaian tanaman kopi Arabika di masa depan berdasarkan hasil proyeksi skenario RCP8.5 periode tahun 2021- 2050 dan 2051-2080 di Sulawesi Selatan, yang digunakan sebagai rekomendasi dalam investasi pengembangan tanaman kopi Arabika di Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang digunakan adalah data observasi rata-rata bulanan curah hujan dan suhu udara periode 1989-2018. Data proyeksi yang digunakan merupakan data dari ensemble CORDEX-SEA yaitu model CSIRO dengan resolusi 25x25 km skenario RCP8.5 periode 2021-2080. Periode proyeksi dibagi menjadi dua periode untuk setiap scenario. Kesesuaian agroklimat untuk tanaman kopi Arabika dibuat berdasarkan dari jumlah bobot parameter yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kualitas kesesuaian agroklimat pada periode proyeksi untuk tanaman kopi Arabika di Sulawesi Selatan. Hal ini, terlihat dari menyusutnya luas lahan klasifikasi sangat sesuai (S1) pada periode proyeksi dibandingkan dengan periode baseline. Persentase luas lahan untuk klasifikasi S1 untuk periode baseline sebesar 44% lalu mengalami penyusutan pada proyeksi skenario RCP8.5 periode 2021-2050 menjadi 27%. Hasil proyeksi skenario RCP8.5 periode 2051-2080 mengalami penyusutan persentase luas lahan klasifikasi yang signifikan dibandingkan dengan periode baseline yaitu menjadi 5%. 
Climate Suitability Analysis of Robusta Coffee and Its Projections in South Sumatera Province Gani Hesri Whibowo; Fendy Arifianto; Ervan Ferdiansyah
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 13, No 2 (2024): June 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i2.512-524

Abstract

Climate suitability will support the growth of a plant such as Robusta coffee. This study aims to analyze the suitability of the Robusta coffee plant climate and its projection in South Sumatra. Climate suitability is assessed based on the weighting of air temperature, rainfall, number of dry months, altitude, soil texture, and slopes. This study used observation data on rainfall and air temperature at 48 rain post points in the Robusta coffee farming area. The projection uses scenarios shared socioeconomic pathways (SSP) 2-4.5 and 5-8.5 of the MIROC6 model with three projection periods of 2021-2030, 2031-2040, and 2041-2050. The results showed that baseline period 35% of the area as a very suitable class and 65% in fairly suitable class. Based on the projected results of scenario SSP2-4.5 period 1 to 3 have the same percentage of area, that is 91% in very suitable class and 9% in fairly suitable class. The projected results of the scenario SSP5-8.5 show an improvement but not better than scenario SSP2-4.5. The percentage of area very suitable class for periods 1 to 3 of 89%, 50%, and 85% respectively. Keywords: Climate suitability, Projection, Robusta coffee, SSP2-4.5, SSP5-8.5.
Determination of Air Stability Parameter Threshold Value for Cumulonimbus and Thunderstorm Cloud Events at Kualanamu Meteorological Station Prima, Rajab; Arifianto, Fendy; Donni H, Yosafat; Avrionesti, Avrionesti
Journal of Technomaterial Physics Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Technomaterial Physics
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jotp.v5i2.12487

Abstract

Many studies have carried out calculations related to atmospheric lability as a reference in weather forecasts, especially cumulonimbus clouds, and thunderstorms. However, many air lability index values are found to be inappropriate in each region because conditions in each region are different from each other in the region. So it is necessary to use precise index thresholds to determine weather conditions. In the study, observational data and data from Showalter Index (SI), Lifted Index (LI), K Index (KI), Severe Weather Threat Index (SWEAT), and Convective data were used. Available Potential Energy (CAPE) for ten years (2013-2022), then statistical calculations and verification for one year (2022) are carried out. The results obtained are the atmospheric stability index with the best accuracy in predicting the presence of cumulonimbus clouds and thunderstorms at the Kualanamu Meteorological Station, Deli Serdang is the best LI index to predict TS 00 and TS 12, and the best KI index to predict CB 00 and CB 12.
Perbandingan Standardized Precipitation Index dan Standardized Anomaly Index untuk Penentuan Tingkat Kekeringan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Ramdhani, Muhammad Zaki; Arifianto, Fendy; Giarno, Giarno
Semesta Teknika Vol 26, No 1 (2023): MEI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v26i1.16310

Abstract

Kekeringan adalah suatu peristiwa dimana terjadinya penurunan intensitas curah hujan dan mengakibatkan krisis air untuk menunjang kebutuhan sehari hari manusia. Kasus kekeringan selalu terjadi setiap tahun di Jawa Tengah dengan berbagai macam dampak yang ditimbulkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pada indeks kekeringan yang digunakan, yaitu indeks kekeringan Standardized Precipitation Index (SPI) dan indeks kekeringan Standardized Anomaly Index (SAI). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisa secara spasial menggunakan metode perhitungan indeks kekeringan SPI dan SAI. Hasil yang diperoleh yaitu pada perhitungan menggunakan rumus SPI maupun SAI untuk menentukan tingkat kekeringan di Kabupaten Sragen periode 2011-2020 memiliki kesamaan pola sebesar 89% untuk tahun kering dan tahun basah. Selain itu, kasus kekeringan di Kabupaten Sragen untuk setiap tahunnya di dominasi oleh kategori normal. Tahun kekeringan terjadi pada tahun 2012, 2015, 2018 dengan kasus kekeringan sedang, tahun 2014 dan tahun 2019 dengan kasus kekeringan parah.