Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Indoglish as A Sociolinguistic Phenomenon: The Power of Language In the 4.0 Era Ni Ketut Putri Nila Sudewi; Muhlisin; Ardiyati, Syafira Mahfuzi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Maret (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.004 KB) | DOI: 10.57248/jishum.v1i3.93

Abstract

This research is aimed at identifying the linguistic level of the Indoglish phenomenon commonly used for communication in the industry 4.0 era, identifying the reasons for speakers when using Indoglish in social media, especially on Twitter, Instagram, and TikTok; and analyzing the impacts of its usage on the speakers. The data source in this study uses various forms of authentic tweets and captions that focus on the emergence of Indoglish in this era which was collected by note-taking and observation techniques. Then the data was analyzed and presented qualitatively using the theories proposed by Weinrich (1963) and Holmes (2013). The results of this research imply the forms of Indoglish linguistic level used for communication in social media, especially on Twitter, Instagram, and TikTok in three different levels, such as word level, phrase level, and clause/sentence level. Most teenagers in the 4.0 era use Indoglish language in their tweets or captions on social media to make them easier when conveying intentions for intimacy, developing closeness, affirm intentions, and expressing resentment. The impact of using this language in their communication would help them to develop their English abilities.
KAMPANYE SOSIAL MENINGKATKAN KESADARAN ETIKA BERKOMUNIKASI SISWA TAMAN KANAK-KANAK HINDU MELALUI PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT Ni Putu Sinta Dewi; Ni Ketut Putri Nila Sudewi; Christofer Satria; Istin Fitriana Aziza; Muhammad Fathoni; Nur Alfilail
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 7 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juli
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i7.2625

Abstract

Dinamika kehidupan sosial yang semakin kompleks, penurunan kualitas komunikasi etis pada anak usia dini semakin menjadi sorotan. Fenomena ini tidak sekadar mencerminkan perubahan cara anak berinteraksi, tetapi juga menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk menanamkan nilai-nilai komunikasi yang santun, empatik, dan saling menghargai. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran etika berkomunikasi pada siswa Taman Kanak-Kanak Hindu Cempaka melalui program kampanye sosial yang dirancang secara kolaboratif. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), kegiatan ini dilaksanakan dalam empat tahap yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Guru dan pihak sekolah dilibatkan secara aktif sejak awal, sementara siswa dilibatkan melalui aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya, seperti bermain peran dan bercerita. Secara konseptual, kampanye sosial diposisikan bukan sekadar alat penyuluhan, tetapi sebagai media pembelajaran transformatif yang membentuk pemahaman dan perilaku secara simultan. Hasil pelaksanaan menunjukkan terjadinya peningkatan partisipasi aktif siswa dalam berkomunikasi secara positif serta penguatan peran guru dalam mendampingi proses pembelajaran. Ketercapaian kegiatan pengabdian ini tidak hanya tampak dari feedback siswa selama kegiatan, tetapi juga bentuk komitmen keberlanjutan yang ditunjukkan oleh pihak sekolah melalui adopsi materi dan metode pengabdian. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan dampak terhadap etika komunikasi, namun juga berkontribusi terhadap penguatan ekosistem pendidikan karakter di lingkungan sekolah sejak usia dini.