Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PKM Pembelajaran Batik Tulis bagi Siswa SMA Negeri 3 Majene Aulia Evawani Nurdin; Hasnawati Hasnawati; Tangsi Tangsi
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Batik merupakan budaya Indonesia dan menjadi identitas bangsa Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan. Salah satu upaya pelestarian batik melalui pendidikan yakni pembelajaran batik di sekolah. Pembelajaran batik di sekolah dapat dilakukan jika ditunjang dengan beberapa hal, diantaranya pemahaman dan keterampilan guru dalam membuat batik. Pemahaman guru akan konsep dan keterampilan dalam proses pembuatan batik tulis di Sulawesi masih kurang, hal ini disebabkan karena latar belakang pendidikan guru di sekolah bukan dari fakultas/jurusan/program studi seni, masih kurangnya produksi batik tulis di Sulawesi dan penjualan alat/ bahan untuk membuat batik tulis masih kurang di Sulawesi. Latar belakang pendidikan guru Seni Budaya di SMA Negeri 3 Majene tidak berasal dari pendidikan seni rupa sehingga memiliki kendala dalam membelajarkan batik secara maksimal di sekolah. Referensi untuk mempelajari batik tulis secara mandiri masih kurang dan guru belum pernah melakukan pelatihan batik tulis secara langsung. Solusi dan target luaran dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi ialah melaksanakan pembelajaran batik tulis berupa memberikan pemahaman konsep dan proses pembuatan batik tulis kepada siswa SMA Negeri 3 Majene agar dapat menghasilkan produk batik tulis berbasis kearifan lokal Sulawesi Barat. Pelaksanaan pelatihan pembuatan batik tulis dilakukan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab tentang konsep dan metode demonstrasi proses pembuatan batik tulis serta metode praktik membuat batik tulis. Hasil yang dicapai dalam pelatihan ini adalah 30 siswa SMA Negeri 3 Majene memahami konsep batik tulis dan terampil membuat batik tulis berbasis kearifan lokal Sulawesi Barat. Kata kunci: batik, majene
ANALISIS KEBUTUHAN MAHASISWA TERHADAP INOVASI PEMBELAJARAN DIGITAL PADA MATA KULIAH GAMBAR ORNAMEN Hasnawati Hasnawati; Aulia Evawani Nurdin
JURNAL IMAJINASI Vol 7, No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v7i1.46054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis kebutuhan mahasiswa terhadap inovasi pembelajaran digital pada mata kuliah gambar ornamen di Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Uniersitas Negeri Makassar. Jenis Penelitian ini adalah survey dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan jumlah responden 2 kelas mahasiswa angkatan 2020 yang memprogramkan mata kuliah Gambar Ornamen. Teknik anaisis data yang digunakan adalah dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil peneiltian menunjukkan bahwa 100% mahasiswa menyatakan mereka memerlukan sumber belajar terpadu yang berisi video tutorial menggambar ornamen pada Corel Draw, infografis, gambar dan simulasi menggambar ornamen. Sedangkan jenis sumber belajar yang dibutuhkan dalam mata kuliah Gambar Ornamen adalah buku, video tutorial, multimedia berbasis simulasi baik didesain penggunaannya secara online maupun secara offline.
Kemampuan Penggambaran Ornamen Geometris pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Fadil Abdi; Hasnawati Hasnawati
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v7i1.46813

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa kelas A angkatan 2020 dalam menggambar ornamen geometris secara manual di Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluative yang bertaraf deskriptif Kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2020 Program Studi Pendidikan Seni Rupa yang terdiri dari kelas A dan B berjumlah 56 mahasiswa dengan sampel kelas A sejumlah 30 mahasiswa yang di pilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif lewat tabel persentase serta ditentukan nilai rata-rata menggunakan rumus sederhana dengan kriteria penilaian gambar ornamen meliputi ide, kreativitas, estetik, dan teknik lalu kemudian dianalisis dengan cara. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa kelas A angkatan 2020 dalam menggambar ornamen geometris secara manual berdasarkan aspek ide dikategorikan sangat baik dengan nilai rata-rata 83,90 dengan nilai huruf B+, pada aspek kreativitas dikategorikan sangat baik dengan nilai rata-rata 84,56 dengan nilai huruf B+, pada aspek estetik dikategorikan sangat baik dengan nilai rata-rata 83,25 dengan nilai huruf B+, dan pada aspek teknik dikategorikan sangat baik dengan nilai rata-rata 83,09 dengan nilai huruf B+. Berdasarkan keseluruhan aspek, kemampuan mahasiswa angkatan 2020 kelas A dalam menggambar ornamen geometris secara manual di Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar dikategorikan sangat baik dengan nilai rata-rata 83,67 dengan nilai huruf B+. ABSTRACTThis study aims to determine the ability of class A students class of 2020 to draw geometric ornaments manually in the Fine Arts Education Study Program, Faculty of Art and Design, Makassar State University. This type of research is evaluative research with a quantitative descriptive level. The population of this study were students of the 2020 class of the Fine Arts Education Study Program, class A and B in totaling 56 students. The sample in this research was class A 2020, which consisted of 30 students who were selected using a purposive sampling technique. Data collection techniques using observation and documentation techniques. The data analysis technique used is to determine values through tables containing criteria for ornamental images which include ideas, creativity, aesthetics, and techniques and then analyzed in a quantitative descriptive way through percentage tables and determined the average value using a simple formula. The results of the study show that the ability of class A students class of 2020 to draw geometric ornaments manually based on the idea aspect is categorized as very good with an average score of 83.90 with a B+ grade, in the creativity aspect it is categorized very well with an average score of 84.56 with a B+ grade, in the aesthetic aspect it is categorized as very good with an average score of 83.25 with a B+ grade, and in the technical aspect it is categorized very well with an average score of 83.09 with a B+ grade. From the results of the study based on all aspects, it can be concluded that the ability of class A class 2020 students in drawing geometric ornaments manually in the Fine Arts Education Study Program, Faculty of Art and Design, Makassar State University is categorized as very good with an average score of 83.67 with a letter grade B+.
PANDUAN PEMBELAJARAN MIKRO BAGI DOSEN DAN MAHASISWA Hasnawati; Aulia Evawani Nurdin
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to solve the problem of lecturers and students regarding the lack of microteaching guides at the Faculty of Art and Design, Makassar State University. Specifically, this research aims to develop a valid micro-learning guide for lecturers and students at the Faculty of Art and Design, Makassar State University. This type of research is research and development (R&D), is to develop microteaching learning guidelines. The development research model developed was adopted from the model developed by Thiagarajan, is to the Four-D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The Define stage is analyzing the needs of lecturers and students for microteaching learning. The analysis is carried out by observing and reviewing the needs of lecturers and students in microteaching learning, as well as reviewing literature related to microteaching. Design stage (design), after analyzing needs, the next step is to design a form of guide by making a storyboard, arranging the material included in the guidebook, creating learning scenarios, and creating assessment guides in microteaching learning. Develop stage (development), this stage is the stage of validating the micro learning guide that has been developed. and the Disseminate stage, the stage where the guidelines that have been developed are distributed to lecturers who teach microteaching courses and to students who program the courses. The number of validators involved in this research was two validators. Each one material expert and one media expert. Data collection techniques were carried out using observation, interviews, questionnaires and documentation techniques. Data analysis techniques were carried out using qualitative and quantitative descriptive analysis techniques. The research results show that the development of the microteaching guide went through four stages and was carried out in accordance with the research and development model developed by Thiagarajan, namely Define, Design, Develop and Disseminate. The microteaching guide for lecturers and students has been declared suitable for use in microteaching at the Faculty of Art and Design, Makassar State University.
PELATIHAN BATIK TULIS BAGI TUNARUNGU SANGGAR SENI DISABILITAS SIPAKATAU DI FAKULTAS SENI DAN DESAIN UNM Aulia Evawani Nurdin; Hasnawati Hasnawati; Selfiana Saenal; Muhammad Suyudi; Andi Fauziyah Hijrina Fatimah
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 3, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v3i1.63131

Abstract

Persaingan dunia kerja yang semakin ketat menyebabkan setiap individu berupa untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan memiliki keterampilan untuk mengisi peluang dunia kerja. Upaya peningkatan mutu diri sebagai pemenuhan dunia kerja juga dilakukan oleh masyarakat disabilitas. Salah satu karakteristik masyarakat disabilitas yang memiliki modal dasar untuk menggeluti dunia kerja adalah tunarungu. Keterampilan yang telah diasah berpotensi memberikan peluang bagi tunarungu untuk menempati posisi pekerjaan di bidang seni khususnya seni rupa dan  desain. Batik merupakan salah satu karya seni rupa. Sanggar Seni Disabilitas Sipakatau merupakan sanggar seni yang memberikan pemahaman dan keterampilan berkesenian bagi masyarakat disabilitas, salah satunya tunarungu. Tunarungu di sanggar seni tersebut telah memiliki beragam pengalaman berkesenian khususnya sendratasik (seni drama, tari dan musik) dan memiliki potensi untuk menempati posisi pekerjaan di bidang seni. Namun pada bidang seni rupa, masyaarakat disabilitas tunarungu di sangar seni tersebut belum memperoleh pengalaman bidang seni rupa khusunya batik. Maka diperlukan upaya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat disabilitas khususnya tunarungu di Sanggar Seni Disabilitas Sipakatau melalui pelatihan batik tulis di Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Pelaksanaan pelatihan batik tulis bagi tunarungu Sanggar Seni Disabilitas Sipakatau bertujuan memberikan pemahaman tentang konsep batik dan keterampilan membuat batik tulis. Metode pelaksnaan pelatihan batik tulis bagi tunarungu Sanggar Seni Disabilitas Sipakatau di Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, praktik dan evaluasi. Pelaksanaan pelatihan disertai penerjemah bahasa isyarat untuk memudahkan berkomunikasi dengan peserta. Pelatihan tersebut diikuti 17 tunarungu dengan rentang usia 19 – 23 Tahun. Peserta memperoleh pengalaman dalam membuat batik. Peserta memahami dan memiliki keterampilan dalam membuat batik tulis mulain dari proses pembuatan desain pada kertas, pemindahan desain, pelilinan atau mencanting, pewarnaan dan pelorodan atau pelepasan lilin dari kain. Keterampilan tersebut kelak dapat diaplikasi untuk memproduksi batik tulis
PKM PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA BERBASIS TPACK (CANVA) BAGI GURU SMP DI KABUPATEN GOWA Hasnawati Hasnawati; Karta Jayadi; Aulia Evawani Nurdin; Nurainun Muhammad; Sitti Suryani
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 3, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v3i1.62728

Abstract

Peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan peserta didik. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pembelajarannya. Strategi tersebut adalah memberikan pelatihan dan workshop kepada guru-guru yang berfokus pada pengembangan media pembelajaran. Berdasarkan analisis situasi di lapangan telah ditemukan beberapa permasalahan yang dialami oleh mitra, yaitu kurangnya kemampuan guru seni budaya di Kabupaten Gowa dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajarannya, guru seni budaya di Kabupaten Gowa belum pernah mengikuti pelatihan atau workshop pemanfaatan dan pengintegrasian TPACK dalam pembelajaran. Kurangnya keterampilan guru seni budaya di Kabupaten Gowa dalam memanfaatkan aplikasi canva sebagai aplikasi yang dapat membuat media pembelajaran yang inovatif. Berdasarkan permasalahan mitra tersebut, maka permasalahan prioritas yang perlu ditangani oleh pelaksana adalah memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran seni rupa berbasis TPACK (Canva) bagi guru SMP di Kabupaten Gowa, dengan harapan agar guru-guru seni budaya di Kabupaten Gowa dapat menambah dan meningkat pemahaman dan keterampilannya dalam membuat media pembelajaran dengan memanfaatkan dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajarannya.
PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI GURU DI SMA NEGERI 2 MAJENE Pangeran Paita Yunus; Sukarman Sukarman; Irfan Irfan; Hasnawati Hasnawati; Harmin Hatta
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.56561

Abstract

Kemampuan menulis bagi guru sangat penting karena menjadi tuntutan profesi. Bagi pengembangan karir dan untuk tetap belajar, guru wajib memenuhi syarat menulis karya ilmiah. Syarat ini seringkali menjadi penghambat kenaikan jenjang pangkat bagi guru mengingat rendahnya kemampuan dan minat menulis di kalangan guru. Selain menjadi syarat bagi pengembangan karir, menulis juga menjadi sarana bagi pengembangan diri seorang guru. Guru memiliki banyak potensi dan potensi yang dimilikinya akan berkembang secara optimal dengan menulis. Hal ini didukung oleh banyaknya kondisi guru yang memperkuat peluang berkembangnya kemampuan menulis. Kesatu, guru selalu berinteraksi dengan ilmu pengetahuan yang bisa menjadi bahan untuk menulis. Kedua, guru selalu berinteraksi dengan siswa saat kegiatan pembelajaran di kelas yang dapat dijadikan sumber tulisan. Ketiga, guru sering berinteraksi dengan dunia pendidikan dan kebijakannya yang dinamis, selalu menuntut untuk berpikir kritis, mengeluarkan ide-ide inovatifnya. Keempat, banyak peluang                lomba menulis, baik yang diselenggarakan Dinas Pendidikan maupun Departemen Agama sebagai instansi yang menaunginya. Kelima, media massa menyediakan banyak rubrik pendidikan yang memungkinkan bagi guru untuk mengekspresikan gagasan- gagasan inovatifnya. Permasalahan yang tampak pada guru di sekolah menengah, khususnya di SMA Negeri 2 Majene adalah: 1) Pengetahuan guru tentang teknik pembuatan laporan dan pembuatan artIkel penelitian dalam penulisan karya ilmiah masih sangat kurang, 2) Banyak laporan dan artikel penelitian guru yang belum sepenuhnya menggunakan sistem APA, sehingga masih banyak ditemui referensi termuat dalam tubuh karangan, namun tidak ditemukan dalam daftar pustaka. 3) Laporan dan artikel penelitian guru banyak ditemukan menggunakan buku sebagai referensi rujukan, sehingga menyulitkan untuk dimuat di jurnal. 4) Maraknya isu plagiasi dan mudahnya mengakses berbagai informasi melalui dunia maya menjadi   kendala   yang   cukup   berat  bagi guru.    Berdasarkan hal tersebut, dilaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat  berupa pelatihan menulis karya ilmiah berupa pembuatan laporan hasil penelitian dan artikel bagi guru di SMA Negeri 2 Majene.