Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Teknologi Pengemasan untuk Peningkatan Daya Tahan Produk Siomay di Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Sinar Perbawani Abrina Anggraini; Ayu Chandra Kartika Fitri; Fikka Kartika Widyastuti; Hesti Poerwanto; Fenni Suryanti; Yuni Eka Fajarwati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.5830

Abstract

: Usaha kecil menengah Fanda di Kelurahan Tambakasri Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang memproduksi makanan Siomay. Masalah yang dihadapi oleh mitra adalah produk tidak dapat tahan lama dalam pengemasan. Selama ini hanya menggunakan hand sealer untuk mengemas produk sehingga ada kemungkinan terjadi kontaminasi dari udara luar. Selain itu terdapat masalah dalam manajemen usaha yang kurang baik. Dari permasalahan diatas, maka perlu adanya pelatihan dan pendampingan penyusunan pembukuan keuangan sederhana, teknik pemasaran dan memberikan alat vacuum sealer. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesejahteraan mitra dengan meningkatkan proses pengemasan produk dan manajemen usaha. Metode kegiatan dengan memberikan pelatihan komunikasi pemasaran dan pengendalian mutu produk, memberi bantuan alat berupa mesin vacuum sealer dan pelatihan SOP tentang operasional alat vacuum sealer serta cara perawatan alat, selanjutnya memberikan pelatihan analisa BEP, analisis SWOT dan penyusunan laporan keuangan sederhana. Hasil dari kegiatan ini adalah produksi siomay semakin meningkat 20%, produk lebih tahan lama 50% dalam suhu kamar, pemasaran semakin luas 25%, dan adanya pembukuan keuangan. Fanda's small and medium enterprises in Tambakasri Village, Tajinan District, Malang Regency produce Siomay food. The problem faced by partners is that the product cannot last long in packaging. So far, only hand sealers have been used for packaging products, so contamination from the outside air is possible. In addition, there are problems with poor business management. From the problems above, it is necessary to provide training and assistance in preparing simple financial bookkeeping, marketing techniques, and providing a vacuum sealer. This activity aims to improve partners' welfare by improving the product packaging process and business management. The method of activity is to provide marketing communication training and product quality control, provide equipment assistance in the form of a vacuum sealer machine and SOP training on the operation of vacuum sealers and how to maintain equipment, then provide training on BEP analysis, SWOT analysis, and preparation of simple financial reports. The results of this activity are that the production of dumplings has increased by 20%, the product is more durable 50% at room temperature, the marketing is getting more comprehensive by 25%, and there is financial accounting.
Pengaruh Perlakuan Proses Delignifikasi Klobot Jagung Terhadap Analisa Kadar Gula Reduksi Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis Fikka Kartika Widyastuti; Anggreni Rambu Boyi Deta; Yuliana Rangga Bela; Sinar Perbawani Abrina Anggraini
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 5 (2022): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Klobot jagung dengan kandungan lignoselulosanya menjadi salah satu biomassa yang berpotensi sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Namun sebelum dapat dikonversi menjadi bioetanol, klobot jagung harus melalui proses delignifikasi yaitu penghilangan lignin yang mengikat selulosa agar proses berikutnya yaitu hidrolisis dapat berjalan optimal. Hidrolisis merupakan tahapan berikutnya yaitu proses pemecahan ikatan selulosa agar menjadi molekul gula yang lebih sederhana. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan variasi konsentrasi NaOH dan lama waktu proses delignifikasi terhadap kadar gula reduksi yang dianalisa dari hidrolisat klobot jagung. Metode yang digunakan dalam adalah penelitian eksperimental, dimana variasi konsentrasi NaOH untuk proses delignifikasi adalah 0,5; 0,75; dan 1 M, serta lama waktu proses adalah 1,5; 2; dan 2,5 jam. Klobot jagung yang telah melalui proses delignifikasi kemudian dihidrolisis asam menggunakan HCl 21% pada suhu 1000C. Hidrolisat difiltrasi untuk kemudian ditentukan kadar gula reduksi. Metode Nelson-Somogyi secara spektrofotometri UV-Vis digunakan pada analisa kadar gula reduksi. Hasil optimal analisa kadar gula reduksi klobot jagung yaitu 0,12% dengan menggunakan konsentrasi NaOH 0,5M dan lama waktu delignifikasi 1,5 jam. Berdasarkan hasil penelitian kemudian disimpulkan bahwa proses delignifikasi perlu dioptimalkan lagi karena kadar gula reduksi yang dihasilkan masih sangat rendah karena terbentuknya senyawa furfural pada saat proses hidrolisis asam. Abstract Corn husk with its lignocellulosic content is a potential biomass as a raw material for bioethanol production. However, before it can be converted into bioethanol, corn husks must go through a delignification process, the removal of lignin that binds cellulose so that the next process, namely hydrolysis, can run optimally. Hydrolysis is the next stage, namely the process of breaking the cellulose bonds to become simpler sugar molecules. Therefore, the purpose of this study was to determine the effect of varying the concentration of NaOH and the delignification process time on reducing sugar levels analyzed from corn husk hydrolyzate. The method used in this research is experimental research, where the variations in the concentration of NaOH for the delignification process are 0.5; 0.75; and 1 M, and the processing time is 1.5; 2; and 2.5 hours. Corn husks that had gone through the delignification process were acid hydrolyzed using 21% HCl at 100oC. The hydrolyzate was filtered to determine the reducing sugar content. The Nelson-Somogyi method by UV-Vis spectrophotometry was used in the analysis of reducing sugar levels. The optimal result of the analysis of reducing sugar content of corn husks is 0.12% using a concentration of 0.5M NaOH and delignification time of 1.5 hours. Based on the results of the study, it was concluded that the delignification process needed to be optimized again because the resulting reducing sugar content was still very low due to the formation of furfural compounds during the acid hydrolysis process. Keyword : corn husk; delignification; reduction sugar; spectrophotometry UV-Vis
Optimasi Proses Pengolahan Oli Bekas Pada Suhu Outlet Furnace Melalui Proses Distilasi Vakum Dyan Wahyu Tri Utomo; Sebastian Bagasswari; Sinar Perbawani Abrina Anggraini; Kun Aussieanita Mediaswanti
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 3 (2020): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oil is a non-renewable natural resource derived from petroleum. PT ALP Petro Industry is an industry that processes used oil back into new oil using vacuum distillation. The purpose of this study is to determine the outlet furnace temperature in optimizing each oil product by using the main pump, furnace, distillation column, exchanger, and tank. This research used vacuum distillation methodology by determining the temperature of the outlet furnace so that it gets the optimal oil product yield. This study uses a fixed variable used oil of raw material with a maximum water content of 0.1% and the flow rate of feed 4000 kg/h and uses a variable temperature of 376°C, 377°C, 378° C, 379°C, 380°C in the furnace outlet. The results showed that at outlet furnace temperature 376°C the yield of SLF oil products was 8.4%, LLF 35.0%, and HLF 16.6%. At temperature 377°C the SLF product yield was 12.2%, LLF 38.0%, and HLF 14.4%. At temperature 378°C the yield of SLF products was 14.9%, LLF was 40.8%, and HLF was 11.5%. At temperature 379°C the yield of SLF products was 15.6%, LLF 42.0%, and HLF 11.4%. At temperature 380°C the yield of SLF products was 16.3%, LLF 43.5%, and HLF 11.0%. Different outlet furnace temperatures produce different oil product yields because each fraction has different boiling points. The higher the outlet furnace temperature, the lower the HLF fraction oil product yield, and the higher LLF and SLF oil product yield. The lower the outlet furnace temperature, the higher the HLF oil product yield, and the lower LLF and SLF oil product yield.
Strategi Pengembangan dan Tata Kelola Manajemen Usaha Mandiri “Bakso Wilujeng” di Kelurahan Ketawanggede - Kota Malang Fikka Kartika Widyastuti; Sinar Perbawani Abrina Anggraini; Ayu Chandra Kartika Fitri; Kun Aussieanita Mediaswanti
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2023.4.2.246-254

Abstract

Bakso adalah salah satu usaha kuliner khas Malang yang banyak diminati oleh konsumen dan mempunyai potensi banyak pembeli. Akan tetapi pemilik mengalami masalah dalam produksi bakso karena masih menggunakan cara cetak manual menggunakan tangan. Oleh karena itu, tujuan kegiatan PkM ini adalah membantu mengembangkan produksi usaha UMKM bakso dengan memperbaiki kualitas proses produksi, manajemen keuangan dan pemasaran yang diharapkan dapat meningkatkan daya jangkau pemasaran mitra yang lebih luas, sehingga pendapatan mitra akan bertambah. Metode yang dilakukan adalah melakukan observasi untuk mengetahui permasalah mitra, menyusun tahapan dan teknik penyelesaian masalah, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Setelah melakukan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat, mitra mendapatkan bantuan alat pencetak bakso, proses pencetakan adonan bakso lebih cepat 35 menit dari sebelumnya, dapat mengelola keuangan dengan memanfaatkan aplikasi keuangan, memahami pentingnya hygiene sanitasi produk makanan, serta meningkatkan promosi di media sosial. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mitra menjadi lebih terbantu dengan adanya alat pencetak bakso karena lebih efisien waktu dan lebih higienis, serta dapat membuat laporan keuangan usaha secara otomatis menggunakan aplikasi keuangan.