Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DENGAN KESALAHAN DIKSI DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA MAHASISWA BIPA LEVEL AKADEMIK Yahya, Mokh.; -, Andayani; Saddhono, Kundharu
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 1, No 2 (2018): JURNAL KREDO VOLUME 1 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.002 KB) | DOI: 10.24176/kredo.v1i2.2121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan penguasaan kosakata dengan kesalahan diksi dalam kalimat bahasa Indonesia mahasiswa BIPA level akademik. Penelitian ini dilakukan di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia dengan subjek mahasiswa yang sedang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Program Darmasiswa 2016-2017. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dalam bentuk studi kasus. Penelitian difokuskan pada tipe-tipe kesalahan diksi dan hubungannya dengan penguasaan kosakata yang dimiliki oleh mahasiswa BIPA. Penelitian menunjukkan bahwa tipe-tipe kesalahan diksi dalam kalimat BIPA di antaranya yaitu 1) pemilihan diksi yang kurang atau tidak tepat, (2) kesalahan penggunaan verba aktif dan pasif, (3) penggunaan istilah asing, (4) penggunaan kata ganti yang kurang atau tidak tepat, (5) penggunaan konjungsi yang tidak tepat, (6) kelebihan kata atau pengulangan kata, (7) penggunaan kata tidak baku, (8) ketidakparalelan, (9) penggunaan preposisi yang tidak tepat, dan (10) susunan frasa yang terbalik. Penguasaan kosakata yang rendah berhubungan dengan banyaknya kesalahan diksi yang dilakukan oleh mahasiswa BIPA. Makin banyak kosakata yang dikuasai oleh mahasiswa, makin baik pula kemampuannya dalam memilih diksi untuk dituliskan menjadi kalimat.
STUDI KESALAHAN PENULISAN KALIMAT DALAM KARANGAN PELAJAR BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING (BIPA) Mokh. Yahya; Andayani -; Kundharu Saddhono
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4600.197 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v5i1.6295

Abstract

Abstract: This study aims to describe the tendency of sentence error and it’s contributing factors in sentence errors of BIPA students' writings on academic level at UPT Bahasa of Universitas Sebelas Maret, Surakarta. This research uses qualitative research type in the form of case study. This study shows that the sentence errors of BIPA students' writings in UPT Bahasa UNS Surakarta are diction errors, spelling errors, and conjunction errors. The errors are caused by several obstacles, namely the more-likely hard and difficult Indonesian syntax material, the lack of vocabulary mastery, the less maximum out-of-class lesson time, the low learning motivation and attitude, and the less rigorous selection of BIPA students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kecenderungan kesalahan kalimat dalam karangan pelajar BIPA tingkat akademik di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret dan faktor penyebabnya. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah 11 pelajar BIPA Level Akademik yang mengikuti Program Darmasiswa di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berupa studi kasus. Penelitian ini menunjukkan bahwa tendensi kesalahan kalimat dalam karangan pelajar BIPA di UPT Bahasa UNS Surakarta berupa penggunaan diksi yang tidak tepat, ejaan yang salah, dan konjungsi yang tidak tepat. Kesalahan tersebut terjadi karena beberapa kendala, yakni materi kalimat bahasa Indonesia yang cukup sulit dan banyak, penguasaan kosakata yang kurang, pemanfaatan waktu pembelajaran di luar kelas yang kurang maksimal, sikap dan motivasi belajar yang rendah, dan penyeleksian pelajar BIPA yang kurang ketat.  
HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DENGAN KESALAHAN DIKSI DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA MAHASISWA BIPA LEVEL AKADEMIK Mokh. Yahya; Andayani -; Kundharu Saddhono
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 1, No 2 (2018): JURNAL KREDO VOLUME 1 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.002 KB) | DOI: 10.24176/kredo.v1i2.2121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan penguasaan kosakata dengan kesalahan diksi dalam kalimat bahasa Indonesia mahasiswa BIPA level akademik. Penelitian ini dilakukan di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia dengan subjek mahasiswa yang sedang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Program Darmasiswa 2016-2017. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dalam bentuk studi kasus. Penelitian difokuskan pada tipe-tipe kesalahan diksi dan hubungannya dengan penguasaan kosakata yang dimiliki oleh mahasiswa BIPA. Penelitian menunjukkan bahwa tipe-tipe kesalahan diksi dalam kalimat BIPA di antaranya yaitu 1) pemilihan diksi yang kurang atau tidak tepat, (2) kesalahan penggunaan verba aktif dan pasif, (3) penggunaan istilah asing, (4) penggunaan kata ganti yang kurang atau tidak tepat, (5) penggunaan konjungsi yang tidak tepat, (6) kelebihan kata atau pengulangan kata, (7) penggunaan kata tidak baku, (8) ketidakparalelan, (9) penggunaan preposisi yang tidak tepat, dan (10) susunan frasa yang terbalik. Penguasaan kosakata yang rendah berhubungan dengan banyaknya kesalahan diksi yang dilakukan oleh mahasiswa BIPA. Makin banyak kosakata yang dikuasai oleh mahasiswa, makin baik pula kemampuannya dalam memilih diksi untuk dituliskan menjadi kalimat.
UPACARA TEDHAK SITEN SEBAGAI UPAYA PENGENALAN BUDAYA LOKAL DALAM MATERI AJAR BIPA Mokh. Yahya
WACANA : MAJALAH ILMIAH TENTANG BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 20 No 1 (2020): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.114 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i1.188

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan upacara tedak siten sebagai pengenal budaya lokal bagi pembelajar BIPA. Peran budaya daerah sangat memengaruhi budaya bangsa karena budaya daerah menjadi modal utama untuk mempertahankan jati diri/ identitas bangsa dari rongrongan budaya barat yang belum tentu cocok dengan kebudayaan di Indonesia. Budaya daerah/ harus terus kita lestarikan dan kita pertahankan. Karena dengan melestarikan budaya leluhur, diharapkan dapat menjadi landasan untuk lebih mencintai budaya sendiri, di era Bangsa Indonesia yang semakin maju. Budaya daerah dapat diperkenalkan kepada pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Hal itu bertujuan agar warga asing mengetahui bahwa Indonesia kaya akan budaya. Dengan begitu, negara lain tidak lagi mengakui budaya daerah. Contoh budaya daerah yang dapat dijadikan sebagai materi ajar BIPA adalah upacara tedak siten. Upacara ini dilakukan ketika seorang bayi berusia tujuh bulan dan mulai belajar duduk dan berjalan di tanah.
UPACARA TEDHAK SITEN SEBAGAI UPAYA PENGENALAN BUDAYA LOKAL DALAM MATERI AJAR BIPA Mokh. Yahya
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 20 No 1 (2020): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.114 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i1.188

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan upacara tedak siten sebagai pengenal budaya lokal bagi pembelajar BIPA. Peran budaya daerah sangat memengaruhi budaya bangsa karena budaya daerah menjadi modal utama untuk mempertahankan jati diri/ identitas bangsa dari rongrongan budaya barat yang belum tentu cocok dengan kebudayaan di Indonesia. Budaya daerah/ harus terus kita lestarikan dan kita pertahankan. Karena dengan melestarikan budaya leluhur, diharapkan dapat menjadi landasan untuk lebih mencintai budaya sendiri, di era Bangsa Indonesia yang semakin maju. Budaya daerah dapat diperkenalkan kepada pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Hal itu bertujuan agar warga asing mengetahui bahwa Indonesia kaya akan budaya. Dengan begitu, negara lain tidak lagi mengakui budaya daerah. Contoh budaya daerah yang dapat dijadikan sebagai materi ajar BIPA adalah upacara tedak siten. Upacara ini dilakukan ketika seorang bayi berusia tujuh bulan dan mulai belajar duduk dan berjalan di tanah.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI (CERITA FANTASI) DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN MEDIA FILM AMBILKAN BULAN PADA SISWA KELAS VII E MTSN 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2021/2022 Oktavia Nirmalasari; Mokh. Yahya
METAMORFOSIS | Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya Vol. 15 No. 2 (2022): METAMORFOSIS Edisi Bulan Oktober 2022| Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pen
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.071 KB) | DOI: 10.55222/metamorfosis.v15i2.830

Abstract

Dalam dunia pendidikan perlu adanya peningkatan agar siswa lebih kreatif dan inovatif di era perkembangan zaman. Keterampilan menulis merupakan suatu hal yang sangat penting. Penelitian tentang peningkatan keterampilan menulis teks narasi (cerita fantasi) dengan model Project Based Learning dan media film Ambilkan Bulan pada siswa kelas VII E MTs N 2 Surakarta Tahun Ajaran 2021/2022 ini merupakan penelitian tindakan kelas. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Peningkatan keterampilan menulis siswa dilaksanakan dengan menggunakan 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Hasil dari prasiklus yaitu 70,75%, siklus I yaitu 73,06% dan siklus II 82,25%. Pada prasiklus ke siklus I capaian masih kurang dari 75% dan sudah maksimal pada siklus II. Pada prasiklus siswa yang belum tuntas 21, pada siklus I berkurang menjadi 16, dan pada siklus II semua tuntas, jumlah siswa adalah 32 siswa. Perubahan perilaku siswa mengarah dari negatif ke positif. Perubahan perilaku tersebut yaitu siswa tidak bersemangat dalam menulis teks narasi (cerita fantasi) menjadi siswa memperhatikan materi pembelajaran dengan baik. Siswa kurang berinteraksi atau diam saja dalam pembelajaran menjadi siswa antusias dalam menulis teks narasi (cerita fantasi). Siswa berbicara atau mengganggu temannya dalam pembelajaran menjadi siswa aktif bertanya atau bersemangat dalam pembelajaran. Maka penelitian ini berhasil dilakukan.
STUDI KESALAHAN PENULISAN KALIMAT DALAM KARANGAN PELAJAR BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING (BIPA) Mokh. Yahya; Andayani -; Kundharu Saddhono
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v5i1.6295

Abstract

Abstract: This study aims to describe the tendency of sentence error and it’s contributing factors in sentence errors of BIPA students' writings on academic level at UPT Bahasa of Universitas Sebelas Maret, Surakarta. This research uses qualitative research type in the form of case study. This study shows that the sentence errors of BIPA students' writings in UPT Bahasa UNS Surakarta are diction errors, spelling errors, and conjunction errors. The errors are caused by several obstacles, namely the more-likely hard and difficult Indonesian syntax material, the lack of vocabulary mastery, the less maximum out-of-class lesson time, the low learning motivation and attitude, and the less rigorous selection of BIPA students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kecenderungan kesalahan kalimat dalam karangan pelajar BIPA tingkat akademik di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret dan faktor penyebabnya. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah 11 pelajar BIPA Level Akademik yang mengikuti Program Darmasiswa di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berupa studi kasus. Penelitian ini menunjukkan bahwa tendensi kesalahan kalimat dalam karangan pelajar BIPA di UPT Bahasa UNS Surakarta berupa penggunaan diksi yang tidak tepat, ejaan yang salah, dan konjungsi yang tidak tepat. Kesalahan tersebut terjadi karena beberapa kendala, yakni materi kalimat bahasa Indonesia yang cukup sulit dan banyak, penguasaan kosakata yang kurang, pemanfaatan waktu pembelajaran di luar kelas yang kurang maksimal, sikap dan motivasi belajar yang rendah, dan penyeleksian pelajar BIPA yang kurang ketat.  
Konsep Kafā’ah dalam Pernikahan Syarifah dengan Non Sayyid Safiul Anam; Mokh. Yahya
Jurnal Al-Hakim: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Studi Syariah, Hukum dan Filantropi Vol. 4, No. 2 November 2022
Publisher : Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jurnalalhakim.v4i2.5868

Abstract

There are hundreds of families of the grandchildren of the Prophet Muhammad.  who live in Pasar Kliwon, Surakarta.  Among them are the Habib Ali al Habsy Family, such as Habib Anis al Habsyi, and his father Habib Alwi bin Ali al Habsy.  In Pasar Kliwon District there are sharif and syarifah associations, from the data obtained in the field in the last 5 years there have been 25 marriages between syarifah and nonsyarif.  Besides that, in Kliwon Market there is also an organization of the Rabithah Alawiyah Branch Leadership Council.  This study aims to identify and describe the conditions or cases of marriage between sharifah and non-syarif in the Kliwon market in Surakarta and to describe the implementation of kafā’ah in the prohibition of marriage between sharifah and non-syarif according to Habaib Pasar Kliwon Surakarta and to explain Islamic law and positive law reviews of the concept  kafā’ah towards the Alawiyyin family which was carried out by the people of Pasar Kliwon District, Surakarta. This type of research is a type of field research using primary and secondary data. The data collection technique was carried out using observation, interviews, documentation studies and literature studies, all of which answered research problems regarding the implementation of kafā’ah in the prohibition of marriage between sharifah and non-syarif. According to the majority view of Habaib, Pasar Kliwon sub-district, a sharifah is not allowed to marry a non-syarif because they are considered not to be in the same league and for her, the descendants of Rasulullah SAW have the glory and virtue that not everyone has. Therefore, the kafā’ah problem is of great concern to the habaib of Pasar Kliwon.
ANALISIS LEVEL KOGNITIF PADA INSTRUMEN SOAL ASESMEN SUMATIF BAHASA INDONESIA JENJANG MADRASAH ALIYAH Permatasari, Lisya; Yahya, M.Pd, Mokh
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v6i1.9825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis level kognitif asesmen sumatif bahasa Indonesia jenjang Madrasah Aliyah. Level kognitif yang terkandung dalam asesmen sumatif berupa LOTS, MOTS, dan HOTS. Jenis penelitian ini meggunakan metode studi pustaka. Sumber data dalam penelitian ini berupa instrumen soal asesmen sumatif bahasa Indonesia kelas X semester ganjil di Madrasah 1 Sragen. Data penelitian ini didapatkan melalui teknik baca dan catat. Sedangkan teknik pengumpulan data mengunakan peneliti menggunakan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teori. Teknik cuplikan yang peneliti gunakan non porbably sampling yakni menganalisis semua data yang ada. Peneliti menggunakan teknik analisis data model interaktif Milles dan Huberman (2019). Dalam penelitian ini ditemukan presentase level kognitif asesmen sumatif sebanyak 22% Lower Order Thinking Skills (LOTS) terdiri dari 11 soal. Subkategori mengingat C1 sebanyak 11 soal, yaitu pada nomor soal pilihan ganda; 7, 12, 21, 22, 30, 35 menjodohkan; 1, 6, 8, 9, dan 10. Level kognitf asesmen sumatif sebanyak 56% Middle Order Thinking Skilss (MOTS) terdiri dari 28 soal, subkategori memahami (C2) sebanyak 15 soal, yaitu pada nomor soal pilihan ganda; 1, 2, 5, 8, 9, 11, 14, 17, 24, 25, 32, 33, nomor soal menjodohkan; 2, 3, dan 7. Menerapkan (C3) 13 soal, yaitu pada nomor soal pilihan ganda; 3, 4, 10, 13, 15, 18, 19, 23, 26, 27, 34, nomor soal menjodohkan, 4 dan 5. Level kognitif Higher Order Thinking Skills (HOTS) 22% terdiri 11 soal, Subkategori menganalisis (C4) 5 soal, yaitu pada nomor soal pilihan ganda, 16, 20, 29, 31 nomor soal esai 3. Menilai (C5) 2 soal yaitu pada nomor soal esai 2 dan 4, dan mencipta C6 4 soal, yaitu pada nomor soal pilihan ganda 6 dan 28, nomor soal esai 1, dan 5. Kesimpulan dalam penelitian bahwasanya asesmen sumatif bahasa Indonesia kelas X Madrasah Aliyah sudah memenuhi level kognitif yang ada bahwsanya level kognitif yang tersebar pad
ANALISIS LEVEL KOGNITIF PADA INSTRUMEN SOAL ASESMEN SUMATIF BAHASA INDONESIA JENJANG MADRASAH ALIYAH Permatasari, Lisya; Yahya, M.Pd, Mokh
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v6i1.9825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis level kognitif asesmen sumatif bahasa Indonesia jenjang Madrasah Aliyah. Level kognitif yang terkandung dalam asesmen sumatif berupa LOTS, MOTS, dan HOTS. Jenis penelitian ini meggunakan metode studi pustaka. Sumber data dalam penelitian ini berupa instrumen soal asesmen sumatif bahasa Indonesia kelas X semester ganjil di Madrasah 1 Sragen. Data penelitian ini didapatkan melalui teknik baca dan catat. Sedangkan teknik pengumpulan data mengunakan peneliti menggunakan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teori. Teknik cuplikan yang peneliti gunakan non porbably sampling yakni menganalisis semua data yang ada. Peneliti menggunakan teknik analisis data model interaktif Milles dan Huberman (2019). Dalam penelitian ini ditemukan presentase level kognitif asesmen sumatif sebanyak 22% Lower Order Thinking Skills (LOTS) terdiri dari 11 soal. Subkategori mengingat C1 sebanyak 11 soal, yaitu pada nomor soal pilihan ganda; 7, 12, 21, 22, 30, 35 menjodohkan; 1, 6, 8, 9, dan 10. Level kognitf asesmen sumatif sebanyak 56% Middle Order Thinking Skilss (MOTS) terdiri dari 28 soal, subkategori memahami (C2) sebanyak 15 soal, yaitu pada nomor soal pilihan ganda; 1, 2, 5, 8, 9, 11, 14, 17, 24, 25, 32, 33, nomor soal menjodohkan; 2, 3, dan 7. Menerapkan (C3) 13 soal, yaitu pada nomor soal pilihan ganda; 3, 4, 10, 13, 15, 18, 19, 23, 26, 27, 34, nomor soal menjodohkan, 4 dan 5. Level kognitif Higher Order Thinking Skills (HOTS) 22% terdiri 11 soal, Subkategori menganalisis (C4) 5 soal, yaitu pada nomor soal pilihan ganda, 16, 20, 29, 31 nomor soal esai 3. Menilai (C5) 2 soal yaitu pada nomor soal esai 2 dan 4, dan mencipta C6 4 soal, yaitu pada nomor soal pilihan ganda 6 dan 28, nomor soal esai 1, dan 5. Kesimpulan dalam penelitian bahwasanya asesmen sumatif bahasa Indonesia kelas X Madrasah Aliyah sudah memenuhi level kognitif yang ada bahwsanya level kognitif yang tersebar pad