Angka stunting di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 21,6%, melampaui standar WHO yang menetapkan tingkat prevalensi stunting harus di bawah 20%. Stunting juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan, menyebabkan kerugian sekitar 2-3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia setiap tahun. Untuk mendeteksi anak mengalami stunting dapat menggunakan aplikasi pada smartphone android yang didalamnya telah diterapkan metode data mining. Adapun algoritma yang dapat digunakan yaitu algoritma C5.0. Penerapan data mining ini dapat menghasilkan aplikasi yang memungkinkan pengguna, termasuk orang tua, untuk mengklasifikasikan kondisi anak apakah mengalami stunting atau tidak menggunakan smartphone Android tanpa harus datang ke rumah sakit ataupun puskesmas. Semakin cepat kondisi anak yang mengalami stunting diketahui, maka semakin cepat pula untuk melakukan penanganan terhadap anak tersebut. Dari hasil pengujian yang dilakukan ke beberapa anak menunjukkan keberhasilan klasifikasi 100%. Hal ini menunjukkan algoritma C5.0 sangat baik diterapkan untuk melakukan klasifikasi pada anak yang mengalami stunting.