Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Nangka (Artocarpus heterophyllus) serta Ketahanannya terhadap Marine Borers Putri, Lora Septrianda; Karlinasari, Lina; Muslich, Mohammad; Mubarok, Mahdi; Jeki, Jeki; Davinsy, Rynaldi; Adrin, Adrin; Kurniawan, Hendra; Telnoni, Sipora Petronela; So, Kristianto Wibison
Cannarium Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i1.9878

Abstract

Infrastruktur kelautan seperti fasilitas dan kapal sangat penting di Indonesia karena posisinya sebagai negara maritim. Kayu untuk tujuan infrastruktur kelautan ini umumnya bersumber dari hutan alam, sehingga perlu ada alternatif dari hutan tanaman untuk pemenuhan kebutuhan kayunya. Kayu nangka dari hutan rakyat dipilih sebagai objek penelitian ini karena adalah jenis kayu yang digunakan dalam penelitian ini. Kayak ini dipilih karena memiliki keawetan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi serangan marine borer terhadap kayu nangka pada berbagai kedalaman laut dan menentukan sifat fisis mekanis kayu setelah direndam di laut. Penelitian dilakukan di Pulau Rambut, dengan contoh uji 24 buah berukuran 30 cm x 5 cm x 2,5 cm. Semua contoh uji disusun dengan tali tambang dan direndam di laut selama tiga bulan pada kedalaman 5 cm di atas permukaan laut, serta 10 cm dan 42 cm di bawah permukaan laut. Hasilnya menunjukkan bahwa contoh uji yang disusun pada kedalaman 5 cm di atas permukaan laut sangat tahan terhadap marine borer, dan contoh uji yang disusun pada kedalaman 10 cm dan 42 cm di bawah permukaan laut tahan terhadap marine borer. Nilai MOE untuk kontrol adalah 79994 kg/cm2 dan turun menjadi 48714 kg/cm2 setelah direndam di laut; MOR adalah 1329 kg/cm2 untuk kontrol dan turun menjadi 672 kg/cm2 setelah direndam di laut. Berat kayu kontrol adalah 0,55, tetapi beratnya sedikit turun menjadi 0,51 setelah direndam di laut. Nilai mekanis MOE dan MOR antara contoh uji kontrol dan setelah direndam berbeda nyata. Namun, kedalaman perendaman contoh uji tidak berpengaruh nyata terhadap nilai mekanisnya.
Asosiasi Jenis Vegetasi Di Wilayah Suaka Margasatwa Egon Ilimedo Provinsi Nusa Tenggara Timur Wibison So, Kristianto; Almulqu, Aah Ahmad; Pobas, Melkianus; Ina Kleruk, Flora Evalina; Putri, Lora Septrianda
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.6266

Abstract

Suaka Margasatwa Egon Ilimedo berada dalam wilayah Seksi Konservasi Wilayah IV Maumere, Bidang KSDA Wilayah II Ruteng pada Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur. Kawasan konservasi ini memiliki kekayaan sumberdaya alam diantaranya potensi wisata lama dan jasa lingkungan, potensi fauna, serta keragaman jenis vegetasinya. Dalam rangka mempertahankan keanekaragaman jenis flora dan fauna pada areal ini, maka perlu dilakukan penelitian tentang struktur dan komposisi vegetasi yang ada di kawasan tersebut. Jenisi-jenis tumbuhan yang ingin dilestarikan dapat lebih dikembangkan dengan mengendalikan jenis-jenis pesaingnya, atau tidak dapat berinteraksi dengannya. Untuk mengetahui bentuk asosiasi antar jenis pohon di SM Egon Ilimedo menggunakan  uji Chi-square dan juga untuk mengetahui bentuk pengelompokan alami menggunakan uji koefisien asosiasi di Suaka Margasatwa Egon Ilimedo.Untuk mengetahui bentuk asosiasi antar jenis pohon di SM Egon Ilimedo menggunakan  uji Chi-square dan juga untuk mengetahui bentuk pengelompokan alami menggunakan uji koefisien asosiasi di Suaka Margasatwa Egon Ilimedo.Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa asosiasi yang terbentuk pada tingkat pohon terdapat jenis yaitu Calophyllum brasiliens dengan Drypetes longifolia, Calophyllum brasiliense dengan Pometia pinnati dan Eugenia macromyrtus dengan Garcinia marophylla berasosiasi negative, sedangkan pada pasangan jenis Calophyllum brasiliense dengan Eugenia macromyrtus, Planconia firma dengan Persea indica, Aglaia elliptica dengan Elaeocarpus floribundus dan  Aglaia elliptica dengan Drypetes longifolia memiliki asosiasi yang positif. Komposisi yang menyusun pengelompokan alami pada  tingkat pohon terdapat Calophyllum brasiliense dengan Eugenia macromyrtus, Planconia firma dengan Persea indica dan Guloa diplopetala dengan Elaeocarpus floribundus.
Analisis Komponen Kimia Kayu Lontar (Borassus flabellifer Linn.) Asal Pulau Timor Sebagai Potensi Konstruksi Bangunan Davinsy, Rynaldo; Putri, Lora Septrianda; Adrin, Adrin; Kristinawanti, Ika; Aryani, Ni Kade Ayu Dewi; Manek, Luisa Moi; Purba, Mahardika Putra; Renoat, Emi; Rua Ora, Yudhistira Ardhyana Nugraha
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.22304

Abstract

Kayu lontar (Borassus flabellifer L.) merupakan salah satu jenis palma yang potensial dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi, kerajinan, maupun bioenergi, namun informasi mengenai karakteristik kimiawinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen kimia kayu lontar asal Pulau Timor secara kuantitatif. Sampel berupa serbuk kayu ukuran 40–60 mesh dari tiga bagian batang (pangkal, tengah, ujung) kemudian dicampurkan agar mewakili variasi sifat kayu sepanjang batang, kemudian dicampurkan untuk mendapatkan hasil yang lebih merata dan representatif. Pengujian yang dianalisis meliputi kadar air, holoselulosa, alfa selulosa, lignin, zat ekstraktif (air dingin, air panas, etanol-toluena, NaOH 1%), serta pH. Hasil penelitian menunjukkan kandungan kadar air 9,35%, lignin 23,91%, holoselulosa 79%, alfa selulosa 43,57%, serta pH 3,53. Kandungan ekstraktif relatif tinggi, yaitu etanol-toluena 17,62%, larut air panas 8,33%, larut air dingin 6,57%, dan larut NaOH 25,19%. Komposisi ini menunjukkan bahwa kayu lontar memiliki kadar polisakarida struktural yang tinggi serta ekstraktif non-polar dan polar yang berperan dalam meningkatkan ketahanan alami terhadap jamur dan rayap, namun pH asam dapat memengaruhi kestabilan dimensi serta interaksi dengan bahan perekat dan logam. Secara keseluruhan, kayu lontar berpotensi digunakan sebagai bahan bangunan, kerajinan, dan sumber bioenergi, dengan perlakuan pengawetan tambahan untuk meningkatkan durabilitasnya baik di interior maupun eksterior.