Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Jurnal Chemurgy

Pengaruh Komposisi Massa Bahan Baku dan Temperatur pada Steam Reformer terhadap Jumlah Produksi Bio-Hydrogen dengan Menggunakan Software ASPEN HYSYS V.10.0 Dermawan, Rizki Kurnia; Fathoni, Rif'an; Irawan, Anton
Jurnal Chemurgy Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Chemurgy-Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v2i1.1634

Abstract

Proses pada pabrik bio hidrogen dari bio oil terbagi menjadi beberapa unit, yaitu unit dehidrooksigenasi, unit pemisahan, unit steam reforming, unit water gas shift, dan unit pemurnian. Penelitian ini menjelaskan tentangpengaruh perbandingan komposisi massa metana (CH4) dengan steam (H2O) serta pengaruh perbedaan temperatur pada unit steam methane reforming untuk melihat pengaruh pada produksi bio hidrogen. Penelitian ini dikerjakan menggunakan software simulasi proses Aspen Hysys v.10.0. Dengan menggunakan variabel temperatur pada steam reformer (800 °C, 850 °C, 900 °C, 950 °C, 1000 °C) dan variabel perbandingan komposisi massa steam dengan methane (CH4), yaitu 1:2, 1:1,25, 1:3, 1:3,5, 1:4. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan pengaruh komposisi steam dan metana berbanding lurus dengan jumlah bio hidrogen yang dihasilkan. Serta, pengaruh perbedaan temperatur pada reaktor steam reformer berbanding lurus dengan jumlah produksi hidrogen. Dari hasil penelitian didapatkan jumlah produksi bio hidrogen terbaik 1300 kg/jam.Kata kunci: Aspen HYSYS, Bio Oil, Bio Hidrogen
PENGARUH KOMPOSISI MASSA BAHAN BAKU DAN TEMPERATUR PADA STEAM REFORMER TERHADAP JUMLAH PRODUKSI BIO-HYDROGEN Rizki Kurnia Dermawan; Ari Susandy Sanjaya; Rif'an Fathoni; Anton Irawan; Yazid Bindar
Jurnal Chemurgy Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Chemurgy-Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.939 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v2i1.3372

Abstract

Proses pada pabrik bio hidrogen dari bio oil terbagi menjadi beberapa unit, yaitu unit dehidrooksigenasi, unit pemisahan, unit steam reforming, unit water gas shift, dan unit pemurnian. Penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh perbandingan komposisi massa metana (CH4) dengan steam (H2O) serta pengaruh perbedaan temperatur pada unit steam methane reforming untuk melihat pengaruh pada produksi bio hidrogen. Penelitian ini dikerjakan menggunakan software simulasi proses Aspen Hysys v.10.0. Dengan menggunakan variabel temperatur pada steam reformer (800 °C, 850 °C, 900 °C, 950 °C, 1000 °C) dan variabel perbandingan komposisi massa steam dengan methane (CH4), yaitu 1:2, 1:1,25, 1:3, 1:3,5, 1:4. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan pengaruh komposisi steam dan metana berbanding lurus dengan jumlah bio hidrogen yang dihasilkan. Serta, pengaruh perbedaan temperatur pada reaktor steam reformer berbanding lurus dengan jumlah produksi hidrogen. Dari hasil penelitian didapatkan jumlah produksi bio hidrogen terbaik 1300 kg/jam.Kata kunci: Aspen HYSYS, Bio Oil, Bio Hidrogen
Pembuatan Karbon Aktif Dari Cangkang Kelapa Sawit Dengan Variasi Waktu Aktivasi Indah Wahyuni; Rif'an Fathoni
Jurnal Chemurgy Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Chemurgy-Juni 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.189 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v3i1.2776

Abstract

Cangkang kelapa sawit merupakan salah satu limbah padat dari komoditi perkebunan kelapa sawit. Salah satu produk yang dapat dibuat dari limbah cangkang kelapa sawit adalah karbon aktif yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui Penelitian ini dillakukan untuk mengetahui pengaruh variabel waktu aktivasi terhadap analisa kadar air, zat mudah menguap, dan kadar abu pada karbon aktif. Pada penelitian ini digunakan variabel waktu aktivasi 2 jam dan 4 jam serta menggunakan NaOH 1 N. Hasil dari penelitian ini didapatkan kadar air sebesar 2,92%, Kadar Abu 1% dan  Hasil penelitian ini berupa karbon aktif yang memiliki kadar 2,92%, kadar abu 1%dan zat mudah menguap 3% pada saat watu aktivasi 2 jam. Didapatkan hasil analisa kadar air sebesar 4,3%, kadar abu 3 % dan zat mudah menguap 9% pada saat waktu aktivasi 4 jam.
KEMAMPUAN ADSORPSI LOGAM BERAT Cu DENGAN MENGGUNAKAN ADSORBEN KULIT JAGUNG (Zea Mays) Agus Anggriawan; M. Yanggi Atwanda; Nurhazizah Lubis; Rif'an Fathoni
Jurnal Chemurgy Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Chemurgy-Desember 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.706 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v3i2.3581

Abstract

Secara umum adsorpsi merupakan suatu proses pemisahan bahan dari campuran gas maupun cairan, bahan yang harus dipisahkan ditarik oleh permukaan adsorben padat lalu diikat oleh gaya-gaya yang berkerja pada permukaan tersebut. Karbon aktif merupakan salah satu adsorben yang paling sering digunakan untuk menjerap zat-zat tertentu pada suatu larutan seperti kandungan logam. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai adsorben adalah kulit jagung. Kulit jagung memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai adsorben guna menyerap kandungan ion logam yang terkandung di dalam suatu larutan. Penelitian ini menggunakan NaOH dan H2O2 sebagai aktivator karbon kulit jagung terhadap adsorpsi kadar logam dalam larutan CuSO4. Dimana diketahui kadar awal kedua larutan CuSo4 sebesar 15 mg/L. Lalu dilakukan adsorpsi dengan adsorben karbon dari kulit jagung tanpa diaktivasi diperoleh penurunan, kadar CuSo4 sebesar 80%. Selanjutnya dilakukan adsorbsi dengan adsorben karbon aktif dari kulit jagung diperoleh hasil kadar CuSo4 sebesar 0,00 mg/L dengan penurunan sebesar 100%. Hal ini disebabkan karena didalam kulit jagung memiliki kandungan selulosa yang dapat dengan baik menyerap kandungan logam.Kata Kunci : Adsorpsi, Adsorben, Kulit Jagung, Aktivator
PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENCAMPURAN DENGAN GLISEROL TERHADAP KUALITAS EDIBLE FILM DARI LABU KUNING DAN KITOSAN Rif'an Fathoni; Rizka Marlina; Rifaido Herlan; Vyra Kredha Nagari
Jurnal Chemurgy Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Chemurgy-Desember 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v5i2.5898

Abstract

Edible film merupakan bahan pengemas yang dapat digunakan sebagai pengganti plastik, terutama sebagai bahan pengemas makanan. Edible film memiliki sifat yang mudah terurai dan hidrofilik. Edible film yang marak digunakan di pasaran biasanya dapat dikonsumsi secara langsung seperti pada pembungkus sosis, pembungkus permen, dan masih banyak lagi. Edible film biasanya dibuat dengan bahan baku pati seperti pati gandum, jagung, kentang, tapioka, dan labu kuning. Labu kuning mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan edible film, hal ini dikarenakan labu kuning sangatlah banyak dijumpai di negara Indonesia dan ketersediaan sumber dayanya sangat melimpah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar air yang terkandung di dalam edible film, kelarutan edible film terhadap air, dan mengetahui apakah edible film dari pati labu kuning memiliki sifat biodegradable, dengan variabel bebas suhu dan waktu pada saat pencampuran dengan gliserol. Kadar air yang dihasilkan yakni 40%, persentase kelarutan edible film terhadap air yang dihasilkan yakni 57,680% dan sifat biodegradasi pada edible filmyang dihasilkan yakni dapat terdekomposisi dengan baik.Kata Kunci: Biodegradable, Edible Film, Labu Kuning, Pati, Pati Labu Kuning
KEMAMPUAN ADSORPSI LOGAM BERAT Cu DAN Pb DENGAN MENGGUNAKAN ADSORBEN KULIT JAGUNG (Zea Mays) Lutfi Nurohmah; Paradila Apriliani Wulandari; Rif'an Fathoni
Jurnal Chemurgy Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Chemurgy-Desember 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.21 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v3i2.3579

Abstract

Limbah kulit jagung memiliki potensi yang sangat besar dalam pengaplikasiannya sebagai adsorben dengan aktivasi menggunakan HCl. Adsorpsi merupakan suatu proses pengikatan adsorbat pada permukaan adsorben. Kemampuan kulit jagung sebagai adsorben dapat mengikat adsorbat pada logam timbal dan tembaga pada suhu dan pH yang tepat. Pengukuran kadar logam menggunakan analisa Sprektroskopi Serapan Atom. Variabel suhu yang digunakan 400oC dan 500oC sedangkan pH yang digunakan 2;2,5;3;3,5 dan 4. Kemampuan peyerapan logam timbal yang diadsorbsi diperoleh 0 mg/L dari semula 24,8 mg/L pada pH 2;2,5;3;3,5 dan 4 dan suhu 400 oC. dan untuk logam tembaga mengalami penurunan kadar logam dari semula 18,7 mg/L pada pH 2;2,5;3;3,5 dan suhu 500 oC pada pH 2,5 diperoleh 12,5 mg/L .Semakin tinggi suhu maka semakin tinggi penyerapan logam dan semakin netral pH semakin tinggi penyerapan terhadaplogam.Kata Kunci : Adsorben, Kulit Jagung, Penurunan Kadar, pH, suhu.
ADSORPSI LOGAM KADMIUM (Cd) PADA KADMIUM SULFAT (CdSO4) MENGGUNAKAN BATANG POHON PISANG SEBAGAI ADSORBEN Diaz Galuh Purwitasari; Rahma Tussania; Rif'an Fathoni
Jurnal Chemurgy Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Chemurgy-Juni 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v6i1.7905

Abstract

Salah satu pemanfaatan limbah batang pohon pisang adalah dapat diolah menjadi adsorben yang dapat digunakan untuk mengurangi kandungan logam berat dalam sebuah limbah cair salah satunya menggunakan pengolahan dengan metode adsorpsi. Adsorpsi adalah suatu proses yang terjadi ketika suatu fluida (cairan maupun gas) terikat pada suatu padatan dan akhirnya membentuk lapisan tipis atau film pada permukaan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan logam berat Cd dalam kadmium sulfat serta mengetahui kecepatan pengadukan yang dapat menurunkan kadar Cd terbaik. Variable bebas pada penelitian ini yaitu kecepatan pengadukan yang terdiri dari 200, 250 dan 300 rpm. Variable terikat pada penelitian ini yaitu konsentrasi cadmium sulfat, masa adsorben, waktu kontak dan ukuran adsorben. Hasil penelitian ini didapatkan kapasitas adsorpsi terhadap penyisihan logam Cd menggunakan aktivator NaOH didapatkan nilai tertinggi yaitu 0,128 mg/L yaitu pada masa adsorben dengan kecepatan pengadukan 300 rpm dan waktu kontak 60 menit.
STUDI KINETIKA DEGRADASI LIMBAH ALKILBENZEN SULFONAT (ABS) DENGAN PROSES ELEKTRO FENTON Rif'an Fathoni; Purwanto Purwanto
Jurnal Chemurgy Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Chemurgy-Juni 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v6i1.7746

Abstract

This study describes the effect of operating conditions such as weight ratio (H2O2/COD), the initial pH of waste and molar ratio fenton reagent (H2O2/Fe2+) to the degradation of waste alkylbenzene sulfonate (ABS). The degradation of ABS with the Electro Fenton process (E-Fenton) conducted in a laboratory scale batch reactor. The increasing doses of the weight ratio the production of hydroxil radicals will be increase and of course will increase the rate of organic degradation. Using a weight ratio that exceeds the theoretical calculations tend to decrease the degradation of ABS concentration. The weight ratio of 2,1 resulted in a decrease of ABS concentration, COD and BOD5 of 94,075%, 94,040%, 81,273%, respectively. Medium acidity (pH) is one of the most decisive factor of Electro-Fenton process, at a pH 3 yield degradation of ABS amounted 98,093%. ABS removal efficiency increased with the increase of ferrous ion dosage at fenton’s reagent molar ratio and reached highest of ABS concentration, COD and BOD5 of 99,05%, 96,64%, and 91,18%, respectively, for the operating time for 60 minutes. A kinetic study was carried out using first order reaction kinetics model. Temperature changes that occur when the research generates activation energy of 80,811 J/K.mol through the Arrhenius equation. Keywords: alkylbenzene sulfonat, arrhenius, electro fenton, fenton reagent, kinetic study
PREDICTION ANALYSIS OF FOULING MODEL ON HEAT EXCHANGER IN THE CRUDE OIL REFINERY Hairul Huda; Renanto Renanto; Totok Ruki Biyanto; Rif'an Fathoni; Tantra Diwa Larasati
Jurnal Chemurgy Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Chemurgy-Juni 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v6i1.7672

Abstract

Fouling mainly occurs in the oil industry. Fouling is an unwanted deposit in HE (heat exchanger). Reliable fouling models are scarce, although empirical and theoretical models have been proposed to describe fouling in heat exchangers. The general models of empirical fouling used are linear, falling rate, and asymptotic. The research methodology begins with the acquisition and use of operational fouling data, which is then followed by the use of an asymptotic fouling model and ends with calculating the thickness of fouling in all HE. The object of this research study is all HE in the crude oil refinery HEN (heat exchanger network). The aim of this research is to use the asymptotic fouling model and get the fouling thickness. The fouling resistance from time to time increases, but in the end, it tends to be stationary, where for the final value, the highest fouling resistance is in HE-10, namely 14.8E-03 (m2°C/W), and the lowest value is fouling resistance at HE- 01 is 1.27E-03 (m2°C/W). The thickness of HE fouling in asymptotic conditions indicates that HE undergoes the same deposition process as suppression.Keywords: fouling, heat exchanger, asymptotic, crude oil refinery, heat exchanger network
OPTIMALISASI PROSES EKSTRAKSI MINYAK BIJI NYAMPLUNG MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) Ahmad Moh. Nur; Hairul Huda; Rif'an Fathoni
Jurnal Chemurgy Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Chemurgy-Desember 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v6i2.9450

Abstract

Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) is a plant with great potential as a fuel source that can be developed in Indonesia. The oil content of nyamplung seeds is 60-75%. This study aims to optimize the process of extracting oil from nyamplung seeds using hexane solvent at various operating conditions and obtain optimum extraction operating conditions. In the process stage, extraction will be carried out using hexane solvent with several operating variations, namely extraction temperature (35-45oC); extraction time (4-6 hours); stirring speed (200-600 rpm), the process of optimizing oil extraction from nyamplung seeds was carried out using the Response Surface Methodology (RSM). The oil obtained was then characterized through several analyzes, namely yield, acid number, density and viscosity. Based on the research results, optimization of the nyamplung seed oil extraction process resulted in an oil yield of 52.43% which was obtained at 40oC, 5 hours of extraction time and 500 rpm of stirrer speed. Optimization with the aim of maximizing the oil yield response was obtained 55.33% yield at 45oC, 6 hours extraction time and 600 rpm stirrer speed. Optimization of each oil quality does not produce a significant model response. The quality of the oil resulting from the optimization of the yield is an acid number of 10.51 mgKOH/g, a density of 0.94 g/ml, and a viscosity of 4.47 cP.Keywords: calophyllum, oil, optimization, response surface methodology