Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRA DAUN ANGGUR PADA EDIBLE CHOATING CHITOSAN 2% TERHADAP KADAR VITAMIN C DAN FLAVONOID SETELAH 7 HARI MASA SIMPAN SUHU DINGIN (4°C) BUAH ANGGUR MERAH Permata, Adinda Riska; Purwani, Eni; Kurnia, Pramudya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46772

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi besar dalam produksi buah-buahan, salah satunya anggur. Anggur memiliki masa simpan yang singkat, sekitar 3–6 hari pada suhu ruang yang menyebabkan kerugian pascapanen. Salah satu solusi untuk memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas nutrisinya adalah dengan penggunaan edible coating berbahan dasar kitosan. Kitosan memiliki kelemahan dalam menghambat uap air, sehingga perlu ditambahkan bahan antimikroba alami, seperti ekstrak daun anggur yang kaya senyawa bioaktif antimikrobia (resveratrol, flavonoid, dan fenol) dapat meningkatkan efektivitasnya.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun anggur dalam edible coatingkitosan 2% terhadap kadar vitamin C dan flavonoid buah anggur merah setelah disimpan selama tujuh hari pada suhu dingin (4°C). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan konsentrasi ekstrak daun anggur: 0%, 3%, 4%, dan 5%, selanjutnya disimpan pada hari ke 0 dan ke 7. Kadar vitamin C dan flavonoid dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil menunjukkan peningkatan kadar vitamin C yang signifikan pada hari ke 0 dengan nilai tertinggi sebesar 12,62 pada konsentrasi 5% (p = 0,00). Pada hari ke 7, kadar vitamin C menurun menjadi 12,16 pada konsentrasi 5% (p= 0,00). Kadar flavonoid mengalami perubahan yang signifikan pada hari ke 0 (p = 0,37) sedangkan hari ke 7 (p = 0,01), dengan nilai tertinggi pada hari ke 0 di konsentrasi 0% sebesar 399,37 mg QE/g dan pada hari ke 7 di konsentrasi 5% 350,41 mg QE/g. Hasil analisis menggunakan Two-Way ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak dan lama penyimpanan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kedua parameter, sedangkan interaksi keduanya hanya signifikan terhadap kadar flavonoid (p = 0,00).
Literature Review: Factors Affecting White Rice Glucose Levels Hidayati, Intan Nur; Sarbini, Dwi; Purwani, Eni; Kurnia, Pramudya
Journal La Lifesci Vol. 6 No. 2 (2025): Journal La Lifesci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallalifesci.v6i2.2271

Abstract

The high level of rice consumption in Indonesia is due to the belief that people have not eaten if they have not consumed white rice. Based on data from the BPS (2023), Indonesian people's rice consumption reached 31.54 million tons. The biggest content of white rice is carbohydrate content. Carbohydrates are broken down into glucose when they enter the body. White rice has higher glucose levels than brown rice, namely 25.40 per 100 grams (Diyah et al., 2018). According to Susanti & Bistara (2018), most diabetes mellitus sufferers experience hyperglycemia because they tend to consume foods with high glucose. Factors that influence white rice glucose levels are storage temperature, storage time, rice variety and cooking method. The aim of this research is to examine articles regarding factors that influence white rice glucose levels. The research method used is a literature review which examines articles from 2013-2023 of Google Scholar, Garuda, PubMed, Science Direct and Semantic Scholar with indexes Sinta 1-5 or Scopus Q1-Q4. Key words used are kadar glukosa, suhu penyimpanan, waktu penyimpanan, metode pemasakan, rice cooker, magicom, kukus, panggang, bakar, varietas beras putih, nasi putih, storage temperature, storage time, cooking method, steamed roasted, roasted grilled, white rice varieties, glucose content and white rice. Articles were selected using the PRISMA method. From the results of the literature review, it shows there is an influence of storage temperature (50%), storage time (25%), rice variety (50%) and cooking method (67%) on white rice glucose levels.
PENAMBAHAN TEPUNG BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) TERHADAP WARNA DAN DAYA TERIMA COOKIES TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) Putranto, Lintang; Purwani, Eni; Sarbini, Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45129

Abstract

Cookies merupakan snack ringan atau makanan selingan yang banyak digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, mulai dari kalangan remaja, dewasa, lansia dan bahkan dikonsumsi juga oleh balita. Cookies merupakan makanan ringan yang digemari berbagai kalangan di Indonesia dan umumnya berbahan dasar tepung terigu. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan cookiesmenggunakan tepung mocaf dengan penambahan tepung bunga telang yang diharapkan dapat meningkatkan warna dan daya terima yang baik dari panelis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap warna dan daya terima cookies tepung mocaf (Modified Cassava Flour). Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakukan, yaitu penambahan tepung bunga telang 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8%. Setiap cookies akan di uji warna dan di uji daya terima dengan ulangan sebanyak 2 kali perlakuan dan ulangan analisis 2 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cookies tepung mocaf dengan penambahan tepung bunga telang berpengaruh terhadap warna kecerahan (L) yang menghasilkan warna cenderung gelap , warna (a) yang menghasilkan warna cenderung hijau kebiruan, dan warna kuning-biru (b) yang menghasilkan warna cenderung biru. Namun, tidak berpengaruh terhadap daya terima warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan. Hasil analisis secara keseluruhan, daya terima cookies yang paling disukai panelis adalah cookies dengan penambahan tepung bunga telang 4%.
Peningkatan Ketrampilan Pengelola Kantin melalui Pelatihan Pembuatan Makanan Jajanan Sehat di SD Tiyaran 1 dan 3 Sukoharjo Widiyaningsih, Endang Nur; Muwakhidah, M; Purwani, Eni
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyak jenis jajanan di sekolah akan tetapipihak sekolah masih memiliki keterbatasan melakukan pengawasanmakanan jajanan yang beredar di lingkungan sekolah. Keadaan inijuga terjadi di SDN Tiyaran 1 dan 3, dimana sekolah belum memilikikemampuan untuk memproteksi siswanya terhadap jajanan yang tidakaman. Salah satu sarana untuk memenuhi makanan jajanan bagi anaksekolah yaitu kantin sehingga perlu diperhatikan pengetahuan danketrampilan pengelola kantin.Tujuan: Pengelola kantin memilikipemahaman tentang jajanan dan bisa membuat jajanan yang sehatsehingga mampu menyediakan jenis-jenis jajanan yang sehat untukdikonsumsi siswa di sekolah. Metode :Pelaksanaan kegiatan di SDTiyaran 3 Sukoharjo.Edukasi kepada pengelola kantin tentangmakanan jajanan yang sehat dan diberikan contoh-contoh makananjajanan yang sehat. Demonstrasi pembuatan tahu bakso, jamur krispidan es kucir buah dan tutorial perhitungan biaya produksi sertakeuntungan penjualan. Setelah mengikuti demonstrasi dan tutorialpengelola kantin melakukan praktek pembuatan makanan jajanansehat. Hasil : Semua pengelola kantin bisa mempraktekkan pembuatanmakanan jajanan yang sehat.
SIFAT FISIKO-KIMIA YOGHURT TEPUNG SUWEG (Amorphophallus Campanulatus) SELAMA PENYIMPANAN SUHU 12-13°C Purwani, Eni; Zahara, Alfia Rahma; Wirawati, Indah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogurt merupakan minuman fermentasi dengan bahan utamanya susu. Selama penyimpanan pada suhu dingin (12-13?), susu dapat terdegradasi oleh mikroba asam laktat, sehingga kandungan lemak berpotensi meningkat namun terjadi penurunan pada nilai viskositas yoghurt. Tepung Suweg (Amorphophallus Campanulatus) memiliki indeks glikemik dan kadar lemak yang rendah sehingga apabila disubstitusikan pada pembuatan yogurt maka berpotensi dapat memproduksi yogurt rendah lemak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan pada suhu 12-13oC terhadap viskositas, kadar lemak, nilai pH dan total asam yoghurt yang disubstitusi dengan tepung suweg. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Pada penelitian ini, yoghurt disubstitusi tepung suweg sebesar 6% dari volume susu, selanjutnya yoghurt disimpan pada suhu 12-13oC selama 21 hari. Setiap minggu selama waktu penyimpanan (0 hari, 7 hari, 14 hari dan 21 hari) dilakukan pengukuran kandungan lemak, viskositas, pH dan total asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kadar lemak dan viskositas selama waktu penyimpanan yang berbeda (Krusskall Wallis p <0,05), namun tidak terdapat perbedaan pada nilai pH dan total asam. Kandungan lemak tertinggi adalah yoghurt yang disimpan pada hari ke 21 yaitu 0,913%. Viskositas terendah ditemukan dalam yoghurt yang disimpan pada 21 hari (142,25 cP). Nilai pH tertinggi terdapat pada penyimpanan hari ke 0. Semakin lama disimpan nilai pH semakin turun. Semakin lama disimpan, nilai total asam semakin tinggi. Kualitas yoghurt yang disubstitusi dengan tepung suweg 6% dapat dipertahankan selama waktu penyimpanan hingga hari ke-21 pada suhu 12-13oC, berdasarkan kadar lemak, viskositas, pH dan total asam.
Sifat Fisiko Kimia Nata De Coco Berdasarkan Jumlah Starter yang Berbeda dengan Media yang Ditambahkan Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa Lynn) Purwani, Eni; Pramesti, Artika Cahya; Sekarini, Laras
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata de coco merupakan makanan sejenis jelly berwarna putih dan bertekstur kenyal yang terbuat dari air kelapa. Bunga rosella mengandung pigmen antosianin, dapat memberikan warna nata de coco dan mengandung antioksidan. Jumlah starter penelitian ini sebesar 10%, 15% dan 20% ditambahkan pada media yang diberi ekstrak bunga rosella 0,75% dan sumber nitrogen ekstrak kecambah kacang kedelai sebanyak 7%. Data penelitian meliputi kadar air, aktivitas air, kadar serat, nilai pH, chewiness coheviseness, adhesiveness, serta gummines. Hasil penelitian menunjukkan kadar air tertinggi pada jumlah starter 10% yaitu 92,09% dan terendah pada jumlah starter 15% yaitu 91,93%. Aktivitas air tertinggi pada jumlah starter 20% yaitu 0,94 dan terendah pada jumlah starter 10% dan 15% yaitu 0,93. Kadar serat tertinggi pada jumlah starter 20% yaitu 2,16% dan terendah pada jumlah starter 10% yaitu 1,43%. Nilai pH terendah pada perlakuaan jumlah starter 10% dan 20% yaitu 3,92 dan tertinggi pada perlakuan jumlah starter 15% yaitu 3,95. Nilai cohesiveness terendah pada perlakuan jumlah starter 10% yaitu 0,10 dan tertinggi pada perlakuan jumlah starter 20% yaitu 0,14. Nilai adhesiveness terendah pada perlakuan jumlah starter 10% yaitu 1,08 Nmm dan tertinggi pada perlakuan jumlah starter 20% yaitu 0,97 Nm. Nilai gumminess terendah pada perlakuan jumlah starter 10% yaitu 9,04 N dan tertinggi pada perlakuan jumlah starter 20% yaitu 13,13 N. Nilai chewiness terendah pada perlakuan jumlah starter 10% yaitu 5,21 N dan tertinggi pada perlakuan jumlah starter 20% yaitu 8,00 N. Kesimpulan penelitian ini tidak ada pengaruh kadar air, aktivitas air, pH dan tekstur nata de cocobunga rosella dengan jumlah starter yang berbeda, sedangkan kadar seratnya terdapat pengaruh.
Pengaruh Substitusi Tepung Bonggol Pisang terhadap Komposisi Proksimat dan Daya Terima Butter Cookies Ihsanti, Elsa Nurul; Kurnia, Pramudya; Sofyan, Aan; Purwani, Eni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.13936

Abstract

ABSTRACT Banana weevil flour can be used as a substitute because the composition of banana weevil flour is close to that of wheat and even contains several nutrients that are higher than wheat flour such as energy, calcium, phosphorus, iron and vitamin C. This research aims to determine the effect of banana weevil flour substitution on Proximate composition and acceptability of butter cookies. This research is a type of quantitative research with research methods, namely experimental using a Completely Randomized Design with 4 treatments and 2 repetitions of the variables tested, namely proximate and acceptability used in this research. A total of 30 people were used as research respondents. Proximate test data and acceptability were analyzed using One Way Anova, and continued with Duncan's follow-up test (DMRT) with a confidence level (α = 0.05). The results of the research on the proximate test of the moisture content parameters of butter cookies through substitution of 0%, 15%, 25% and 35% respectively obtained results of 4.05%, 4.61%, 4.64% and 4.96% with results sig (p=0.104). The results obtained can be seen that there is no effect of banana weevil flour substitution on water content. The results of the acceptability test on the overall indicator with a value range of 5.87 - 6.52 were given by the panelists, which means they are in the somewhat like to like category. Treatment S1 has the highest value, namely 6.52 with a ratio of banana weevil flour and wheat flour of 0%:100%. The conclusion was that butter cookies substituted with banana hump flour had the best water content in the S2 treatment. Meanwhile, the best receptivity was in the S2 treatment. Keywords: Banana Weevil Flour, Proximate, Acceptability, Butter Cookies  ABSTRAK Tepung bonggol pisang dapat dimanfaatkan sebagai substitusi karena komposisi tepung bonggol pisang mendekati terigu bahkan terdapat beberapa zat gizi yang lebih tinggi dari tepung terigu seperti energi, kalsium, fosfor, zat besi, dan vit C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung bonggol pisang terhadap komposisi proksimat dan daya terima butter cookies. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian yaitu eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 2 kali pengulangan pada variabel yang diuji yaitu proksimat dan daya terima dipergunakan di penelitian ini. Sebanyak 30 orang dijadikan sebagai responden penelitian. Data uji proksimat dan daya terima analisis menggunakan One Way Anova, dan dilanjutkan uji lanjut Duncan (DMRT) dengan tingkat kepercayaan (α = 0,05) . Hasil penelitian pada uji proksimat parameter kadar air butter cookies melalui substitusi 0%, 15%, 25%, serta 35% masing-masing diperoleh hasil 4,05%, 4,61%, 4,64% dan 4,96% dengan hasil sig (p=0,104). Hasil yang didapatkan dapat dilihat bahwa tidak terdapat pengaruh substitusi tepung bonggol pisang terhadap kadar air. Hasil uji daya terima pada indikator keseluruhan dengan rentang nilai 5,87 - 6,52 diberikan panelis yang berarti berada pada kategori agak suka hingga suka. Perlakuan S1 mempunyai nilai tertinggi yakni 6,52 dengan nilai perbandingan tepung bonggol pisang dan tepung terigu 0%:100%. Kesimpulan yang didapatkan bahwa butter cookies dengan substitusi tepung bonggol pisang kadar air terbaik pada perlakuan S2. Sedangkan daya terima terbaik pada perlakuan S2. Kata Kunci: Tepung Bonggol Pisang, Proksimat, Daya Terima, Butter Cookies
Substitusi Modifikasi Pati Biji Nangka dan Bekatul terhadap Serat Pangan dan Aktivitas Antioksidan pada Mie Kering Salsabila, Addila; Kurnia, Pramudya; Purwani, Eni
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/9bdgmx34

Abstract

This study aims to evaluate the effect of substituting composite flour made from modified jackfruit seed starch and rice bran flour on the dietary fiber content and antioxidant activity of dried noodle products. Jackfruit seed starch was modified using the autoclaving-cooling method, a physical technique designed to enhance the functional properties of starch, such as thermal stability, resistance to digestion, and increased resistant starch content. On the other hand, rice bran flour was utilized as a source of insoluble fiber and bioactive compounds such as γ-oryzanol and phenolic acids, which are known for their antioxidant properties. The two ingredients were combined in a 1:1 ratio to produce composite flour, which was then substituted into the noodle formulation at levels of 5%, 10%, and 15% of the total flour used. The final noodle products were analyzed for insoluble, soluble, and total dietary fiber content using a multi-enzyme method, as well as antioxidant activity using the DPPH assay. The results indicated a significant increase (p<0.05) in dietary fiber content and antioxidant activity with higher substitution levels. The 15% substitution treatment yielded the best results, with total dietary fiber content of 6.86% and antioxidant activity of 33.70%. This study demonstrates that the combination of modified jackfruit seed starch and rice bran flour holds great potential as a sustainable and nutritious functional ingredient in healthier dried noodle formulations.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Akar Manis (Glycyrrhiza glabra L.) terhadap Aktivitas Antibakteri Permen Eritritol Salaf, Azizah Almisykatu; Sarbini, Dwi; Purwani, Eni
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ekxm8k57

Abstract

Dental caries is a chronic infectious disease that remains a major global health problem, primarily caused by Streptococcus mutans, a bacterium capable of forming dental biofilms. Preventive strategies can be developed through the use of natural non-cariogenic agents such as erythritol which exhibits anti-biofilm properties and licorice root (Glycyrrhiza glabra L.), which contains antibacterial compounds including flavonoids and saponins. This study aimed to evaluate the in vitro antibacterial potential of erythritol candy supplemented with licorice root extract against Streptococcus mutans. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments with different concentrations of licorice root extract (0%, 2%, 3%, and 5%), along with a positive control (ampicillin) and a negative control (distilled water). Antibacterial activity was assessed using the well diffusion method and the inhibition zone diameters were analyzed statistically using Kruskal–Wallis test. The results showed that increasing the concentration of licorice root extract tended to enhance antibacterial activity with inhibition zones ranging from 1.00 ± 0.70 mm (2%) to 3.25 ± 1.76 mm (5%), although the differences were not statistically significant (p > 0.05). In conclusion, erythritol candy containing licorice root extract demonstrated potential antibacterial activity against Streptococcus mutans, although the effect was relatively weak. Further studies are recommended to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC), evaluate anti-biofilm activity, and conduct in vivo testing to confirm its effectiveness under physiological conditions.
EDUKASI HIPERTENSI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA BLIMBING Avisa Silviana Adi Astuti; Namira Anfi Normalitasari; Amanda Putri Nurhaliza; Indria Irvi Salsabillah; Anaelia Syakilla Maharatna; Andita Ayu Masruro; Nurul Hidayah; Tsabitah Syahla Khairunisa; Diva Peni Agustin Widihastuti; Nugraha Satya Ramadhan; Zahrina Widyani; Mega Ilham Geovani; Eni Purwani; Arif Pristianto
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i1.6106

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan hipertensi pada lansia di Desa Blimbing. Metode yang digunakan adalah edukasi melalui ceramah dan media leaflet, serta senam hipertensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia tentang hipertensi dan penurunan tekanan darah setelah mengikuti senam hipertensi. Kesimpulannya, edukasi dan senam hipertensi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesehatan lansia. Penulis menyarankan adanya program edukasi berkelanjutan untuk memastikan lansia terus mendapatkan informasi terbaru tentang hipertensi dan cara pencegahannya serta perlunya keterlibatan keluarga dalam program edukasi dan kegiatan kesehatan.