Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh substitusi tepung buah pepaya pada produk crackers dari tepung mocaf dan susu sapi segar Salsabella, Amanda Khairani; Purwani, Eni; Sofyan, Aan
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 17 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/4m5eqs40

Abstract

Crackers are snack foods with potential as functional foods using local ingredients. Modified Cassava Flour (MOCAF) is a gluten-free carbohydrate source but low in protein and minerals. Fresh cow’s milk provides calcium and protein, while pepaya flour substitution is expected to enhance mineral, protein, and reducing sugar content. This study aimed to analyze the effect of pepaya flour substitution on calcium, magnesium, protein, and reducing sugar content in crackers made from MOCAF and fresh cow’s milk. This experimental study used a completely randomized design with pepaya flour substitution levels of 0%, 20%, 30%, and 40%. Calcium and magnesium were analyzed using ICP-OES, protein using the Kjeldahl method, and reducing sugars using the Luff–Schoorl method. Data were analyzed using one-way ANOVA followed by Duncan’s multiple range test to determine differences among treatments. pepaya flour substitution significantly affected calcium, protein, and reducing sugar content (p<0.05), with the highest increase at 40% substitution. Magnesium also increased, but no significant difference was observed between 30% and 40%. Fresh cow’s milk contributed to higher calcium and protein, while pepaya flour enhanced magnesium and reducing sugar content. Substituting pepaya flour in MOCAF crackers with fresh cow’s milk increases calcium, magnesium, protein, and reducing sugar content, with greater effects at higher substitution levels.
Pengaruh tepung mocaf terhadap penambahan tepung seledri pada produk pangan fungsional crackers Husna, Ella Syauqa; Purwani, Eni
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 17 No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/3j8g8938

Abstract

Crackers made from mocaf flour are a local food-based snack alternative that can reduce dependence on wheat flour; however, they have relatively limited nutritional content, particularly in terms of protein and micronutrients. The addition of celery flour is expected to enhance the nutritional value of the product because it contains vitamin C, dietary fiber, and bioactive compounds that are beneficial to health. This study aims to determine the effect of adding celery flour on the levels of vitamin C, dietary fiber, and protein in product crackers made from mocaf flour. Crackers were formulated with 0%, 3%, 6%, and 9% celery flour, and then analyzed for vitamin C content, total dietary fiber, soluble fiber, insoluble fiber, and protein using laboratory testing methods. The data obtained were statistically analyzed using a one-way ANOVA test, followed by Duncan’s multiple range test to determine differences among treatments. The results of the study showed that increasing the percentage of celery flour led to a significant increase in vitamin C, dietary fiber, and protein content. The highest values were obtained with a 9% addition of celery flour, with a vitamin C content of 24.30 mg, total dietary fiber of 5.98%, and protein of 3.34%. Additionally, acceptability tests indicated that the product remained acceptable to panelists up to a certain level of addition, although increasing the concentration of celery flour tended to reduce the level of preference regarding taste and texture. These results indicate that the addition of celery flour can improve the nutritional quality of crackers made from mocaf and has the potential to be developed as a functional food with enhanced nutritional value.
Pengaruh substitusi daun kelor terhadap tepung mocaf pada produk pangan fungsional crackers Auliannisa, Marshanda; Purwani, Eni
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 17 No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/e34pje54

Abstract

Crackers berbahan tepung mocaf merupakan salah satu alternatif camilan berbasis pangan lokal yang bebas gluten dan memiliki daya cerna tinggi, namun kandungan mikronutrien dan seratnya masih perlu ditingkatkan. Substitusi tepung daun kelor (Moringa oleifera) diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi produk karena kaya akan vitamin C dan serat pangan produk crackers yang bermanfaat untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan gigi balita, serta dianalisis kadar gula reduksi sebagai indikator mutu kimia produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung daun kelor terhadap kadar vitamin C, serat pangan, dan gula reduksi pada produk crackers berbahan tepung mocaf. Crackers diformulasikan dengan persentase substitusi tepung daun kelor sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15%. Analisis kadar vitamin C dilakukan dengan metode titrasi redoks (DCPIP), kadar serat menggunakan metode enzimatik-gravimetri (AOAC 985.29), dan kadar gula reduksi menggunakan metode Luff Schoorl. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji One-Way ANOVA atau Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji Duncan atau Dunnett T3 untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan persentase substitusi tepung daun kelor menyebabkan peningkatan signifikan pada kadar vitamin C, serat pangan total, serat pangan tak larut, dan serat pangan larut, serta gula reduksi. Nilai tertinggi diperoleh pada substitusi 15% tepung daun kelor, dengan rata-rata kadar vitamin C sebesar 11,60, serat pangan total sebesar 4,20, serat pangan tak larut sebesar 3,88, serat pangan terlarut sebesar 0,32, dan gula reduksi sebesar 3,85. Hasil ini menunjukkan bahwa substitusi tepung daun kelor dapat meningkatkan kualitas gizi crackers berbahan mocaf dan berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional alternatif yang sehat untuk mendukung kesehatan gigi anak.
Kadar vitamin dan serat crackers mocaf susu sapi segar dengan substitusi tepung buah pepaya Maheswari, Gayatri; Purwani, Eni; Sofyan, Aan
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.2.2026.26202.171-177

Abstract

Proses pertumbuhan gigi pada balita dipengaruhi oleh kecukupan asupan zat gizi baik makronutrien maupun mikronutrien. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut, diperlukan pengembangan produk makanan fungsional. Crackers adalah produk pangan yang dapat dikembangkan menjadi suatu produk dengan nilai gizi tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung buah pepaya dalam crackers mocaf susu sapi segar terhadap kadar vitamin A, vitamin C, dan serat pangan tidak larut. Penelitian ekperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua kali pengulangan, masing-masing dilakukan analisis secara duplo. Empat perlakuan substitusi tepung buah pepaya yaitu 0%, 20%, 30%, dan 40% terhadap mocaf dilakukan dalam pembuatan crackers. Parameter yang diamati adalah kadar vitamin A, kadar vitamin C, dan kadar serat pangan tidak larut (IDF). Data kadar vitamin C dan IDF dianalisis menggunakan one-way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan, sedangkan data kdar vitamin A dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung buah pepaya dlam mocaf memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap semua parameter yang diujikan. Kadar vitamin A dan IDF tertinggi diperoleh pada crackers yang dibuat dengan substitusi 40%. Kadar vitamin C tertinggi diperoleh pada crackers yang dibuat dengan substitusi tepung buah pepaya 20%. Kesimpulannya susbtitusi tepung buah papaya pada crackers mocaf susu sapi segar, meningkatkan kadar vitamin A dan IDF, tetapi terjadi penurunan pada kadar vitamin C. Substitusi tepung buah pepaya dalam mocaf sebesar 40% menghasilkan crackers terbaik, meskipun terjadi penurunan kadar vitamin C.
Kadar gula reduksi, kadar abu, dan tekstur crackers bebas gluten berbahan mocaf dengan penambahan tepung seledri Mauliddina Adinda Putri Indah Pakerti; Eni Purwani; Aan Sofyan
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.3.2026.26177.237-243

Abstract

Masa golden age merupakan periode penting pertumbuhan dan perkembangan gigi anak yang memerlukan asupan pangan bergizi serta tekstur yang sesuai. Konsumsi camilan tinggi gula sederhana berisiko meningkatkan kejadian karies, sehingga diperlukan inovasi pangan fungsional dengan kadar gula reduksi terkontrol serta kandungan mineral yang baik. Penambahan tepung seledri menurunkan kadar gula reduksi melalui efek pengenceran, serta dapat menghambat hidrolisis pati dan pembentukan gula sederhana akibat kandungan serat dan senyawa fenoliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar gula reduksi, kadar abu, dan tekstur crackers berbahan tepung mocaf dengan penambahan tepung seledri. Penelitian faktor tunggal (kadar tepung seledri) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap digunakan dengan empat perlakuan, yaitu kadar tepung seledri 0, 3, 6, dan 9%. Parameter yang diamati adalah kadar gula, kadar abu, serta tekstur. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung seledri berpengaruh signifikan terhadap kadar gula reduksi dan kadar abu (p<0,05), namun berpengaruh tidak signifikan terhadap tekstur (p>0,05). Kadar gula reduksi tertinggi diperoleh pada penambahan 6% (2,300±0,365), sedangkan kadar abu tertinggi terdapat pada penambahan 6% dan 9% (0,126±0,003). Secara deskriptif, nilai hardness tertinggi terdapat pada penambahan 3% (1749,250±1020,001). Formulasi dengan penambahan tepung seledri menghasilkan karakteristik kimia dan tekstur yang sesuai dengan SNI serta berpotensi dikembangkan sebagai alternatif snack fungsional untuk mendukung kesehatan gigi anak.
Kadar kalsium, fosfor, dan aktivitas antioksidan crackers mocaf dengan penambahan tepung seledri Rissa Ardiana; Eni Purwani; Aan Sofyan
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.3.2026.26497.244-252

Abstract

Keterbatasan pengembangan pangan fungsional berbasis mocaf serta minimnya kajian yang mengombinasikan mocaf dan tepung seledri dalam satu produk menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar kalsium, fosfor, dan aktivitas antioksidan pada crackers berbasis tepung mocaf dengan penambahan tepung seledri. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan berupa variasi penambahan tepung seledri, yaitu 0%, 3%, 6%, dan 9%, dengan dua kali ulangan. Setiap ulangan dilakukan analisis duplo. Parameter yang diamati meliputi kadar kalsium, kadar fosfor, dan aktivitas antioksidan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung seledri berpengaruh signifikan terhadap kadar kalsium dan aktivitas antioksidan (p<0,05), serta menunjukkan kecenderungan peningkatan kadar fosfor meskipun berbeda tidak signifikan. Kadar kalsium, fosfor dan aktivitas antioksidan tertinggi berturut-turut adalah 6,16 mg/100 g, 125,28 mg/100 g, dan 65,53%, yang diperoleh pada perlakuan penambahan tepung seledri 9%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung seledri berpotensi sebagai sumber mineral dan antioksidan dalam pengembangan crackers berbasis mocaf.
Kadar kalsium, protein, dan gula reduksi pangan fungsional crackers mocaf dengan substitusi tepung ikan gabus Aprilia Bunga Lestari; Eni Purwani; Pramudya Kunia
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.3.2026.26483.194-201

Abstract

Mocaf potensial dikembangkan sebagai bahan baku crackers fungsional yang bebas gluten berbasis bahan lokal pengganti tepung terigu. Substitusi tepung ikan gabus diharapkan akan meningkatkan kadar protein dan kalsium pada crackers fungsional di samping untuk menghasilkan produk pangan rendah gula sebagai antisipasi risiko kesehatan, terutama terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan formula crackers fungsional berbahan baku mocaf dengan mengaplikasikan substitusi tepung ikan gabus didalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian tunggal (substitusi tepung ikan gabus) yang disusun dalam rancangan acak lengkap. Substitusi tepung tulang ikan gabus yang dicobakan adalah 0, 10, 15, dan 20%. Parameter yang diamati adalah kadar kalsium, protein dan gula reduksi. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung ikan gabus sampai dengan 20% berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap kadar kalsium, protein, dan gula reduksi. Kadar kalsium dan protein tertinggi terdapat pada substitusi 20%, sedangkan gula reduksi cenderung menurun namun tidak berbeda signifikan antar perlakuan 0% dan 10%. Crackers mocaf dengan substitusi tepung ikan gabus berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional kaya akan kalsium, rendah gula, dan bebas gluten yang mendukung pertumbuhan gigi balita dan sebagai alternatif diet.
PENGARUH EDIBLE COATING KITOSAN & EKSTRAK DAUN ANGGUR TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR FLAVONOID BUAH ANGGUR Trisna Ardiana Fatmawati; Eni Purwani; Aan Sofyan
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 20 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v20i1.12085

Abstract

Chitosan-based edible coating is a thin, consumable layer derived from crustacean shells that functions as a natural preservative. The incorporation of grape leaf extract can enhance its antimicrobial and antioxidant properties, thereby improving the shelf life of food products. This study aimed to evaluate the effect of grape leaf extract addition to chitosan-based edible coating on the antioxidant activity and flavonoid content of red grapes during storage at room temperature. Extract concentrations of 0%, 3%, 4%, and 5% were applied, with measurements conducted on day 0 and day 7 of storage. Antioxidant activity was assessed using the DPPH method, while flavonoid content was measured via UV-Vis spectrophotometry. Results indicated a significant increase in antioxidant activity on day 0, with the highest value observed at 5% concentration (75.09%; p = 0.044). By day 7, antioxidant activity showed a tendency to increase, peaking at 76.30%, although the change was not statistically significant (p = 0.081). Flavonoid content increased significantly on both day 0 (p = 0.027) and day 7 (p = 0.000), with the highest levels recorded at 5% concentration (440.33 mg QE/g and 374.76 mg QE/g, respectively). Two-way ANOVA analysis revealed that both independent variables had a significant effect on the two parameters, while their interaction was significant only for flavonoid content (p = 0.000).