Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tinjauan Yuridis dan Etik terhadap Pelimpahan Wewenang antar Profesi Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Hasmita, Debby; Kuntardjo, Carolina; Putra, Marsudi Dedi; Tirta, I Putu Hari Jaya; Srihardini, RA
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara yuridis dan etik pelimpahan wewenang antar profesi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan telaah dokumen hukum yang relevan. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan guna memperoleh pemahaman mendalam mengenai kesesuaian praktik pelimpahan wewenang dengan norma hukum dan prinsip etik profesi kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pelimpahan wewenang antar profesi kesehatan di lapangan masih mengalami ketidaksesuaian signifikan dengan ketentuan hukum yang berlaku dan prinsip etik profesi. Pelimpahan sering kali dilakukan tanpa kepastian tertulis, pengawasan yang kurang optimal, serta penerima pelimpahan yang belum sepenuhnya memenuhi kompetensi yang dipersyaratkan. Ketidakjelasan pembagian tanggung jawab hukum menimbulkan dilema etis dan risiko hukum bagi tenaga kesehatan, sementara kurangnya pedoman teknis yang rinci memperbesar potensi pelanggaran etik dan hukum. Pelanggaran yang muncul meliputi pelimpahan kewenangan yang tidak tepat, overdelegation, penyalahgunaan kewenangan, serta komunikasi dan koordinasi yang buruk antarprofesi, yang secara keseluruhan dapat mengancam keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan.
COMMUNITY-BASED INTERVENTION MODEL FOR PREECLAMPSIA PREVENTION THROUGH RIVER FISH CONSUMPTION AND PERIODIC MATERNAL-FETAL MONITORING IN TAHTUL YAMAN, JAMBI Herlambang, Herlambang; Fitri, Amelia Dwi; Puspasari, Anggelia; Kusdiyah, Erny; Enis, Rina Nofri; Maharani, Citra; Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Aurora, Wahyu Indah Dewi; Hasmita, Debby
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 8 No. 2 (2025): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeclampsia is a leading cause of maternal and perinatal complications. Preventive strategies based on local food resources offer a sustainable approach aligned with the Sustainable Development Goals. This study describes a community-based intervention integrating nutrition, health education, and periodic monitoring among pregnant women in the Puskesmas Tahtul Yaman area, located along the riverside in Jambi. The intervention applied the Health Belief Model to enhance perceived benefits and reduce barriers, the Theory of Planned Behavior to strengthen attitudes and behavioral control, and Knowles’ Adult Learning Theory for contextual learning. Activities were conducted in two phases. In the first phase (gestational age 26–28 weeks, trimester 2), pregnant women attended sessions on preeclampsia and safe fish consumption, supported by cooking demonstrations using nutrient-dense river fish. They received fish-based meals twice weekly for six weeks. Maternal health was monitored through blood pressure, weight gain, and symptoms, while fetal well-being was assessed by ultrasonography. The second phase, eight weeks later (trimester 3), repeated maternal examination and ultrasonography for follow-up of pregnancy. None of the participants developed hypertension, fetal growth matched gestational age, and mothers showed improved knowledge of preeclampsia and its prevention, particularly through fish consumption. This community-driven model demonstrates the effectiveness of combining local nutrition, adult learning strategies, and regular maternal-fetal monitoring. It highlights a feasible, culturally sensitive, and sustainable approach to strengthen maternal health and prevent preeclampsia in resource-limited settings. Keywords:; community-based intervention; Health Belief Model; maternal health; preeclampsia prevention; river fish consumption
KNOWLEDGE TO PRACTICE: ENHANCING POSYANDU CADRES’ COMPETENCE IN METABOLIC SYNDROME SCREENING AND EDUCATION Puspasari, Anggelia; Maharani, Citra; Syauqy, Ahmad; Fitri, Amelia Dwi; Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Enis, Rina Nofri; Kusdiyah, Erny; Delfira, Annissa; Hasmita, Debby; Amatullah, Afifah
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 8 No. 2 (2025): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metabolic syndrome (MS) is a growing public health problem, characterized by central obesity, high blood sugar levels, increased blood pressure, and lipid profile disorders that can increase the risk of cardiovascular disease. This community service activity was carried out to strengthen the competence of Posyandu cadres in the Tahtul Yaman Community Health Center (Puskesmas) work area in Jambi City in conducting early detection and providing education about MS. The program was implemented through three main stages: module development, module-based training, and direct mentoring in the field. The training module was designed by integrating the Health Belief Model (HBM) approach and andragogy principles, so that the learning process was more participatory and oriented towards the cadres' real-life experiences. A total of 15 cadres from nine Posyandus actively participated in this activity. Evaluation was carried out through pre- and post-tests to assess knowledge gains, and the Direct Observation of Procedural Skills (DOPS) method to measure practical skills. The results showed a significant increase in knowledge scores, with the pass rate increasing from 73.33% to 100% after the training. Cadres were able to implement screening procedures according to standards and explain the examination results well. However, the communication-education aspect still needs strengthening to make health messages more easily accepted by the public. Overall, this program has proven effective in increasing the capacity of Posyandu cadres as the frontline of promotive and preventive health services at the community level.
COMMUNITY-BASED TRAINING ON VISUAL COMMUNICATION MEDIA FOR GROWTH AND DEVELOPMENT MONITORING IN EARLY CHILDHOOD aurora, Wahyu Indah Dewi; Syauqi, Ahmad; Delfira, Annisa; Kusdiyah, Erny; Darmawan, Armaidi; Hasmita, Debby
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 8 No. 2 (2025): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Monitoring child growth and development at the community level is essential for the early detection of growth delays and developmental disorders. However, many Posyandu cadres still face difficulties in interpreting growth indicators due to limited technical training and the absence of effective visual media. This community service program aimed to improve the competence of Posyandu cadres in monitoring child growth and development through training on the use of visual aids. The program was implemented at the Tahtul Yaman Public Health Center, Jambi City, involving 30 cadres from 12 community health posts. The activities included needs assessment, development of flipcharts and posters, training and simulation sessions, field implementation, and evaluation. The results showed a significant improvement in cadres’ knowledge, with the mean score increasing from 55 (pre-test) to 82 (post-test), representing a 49% increase. Participant feedback indicated high satisfaction, and the use of visual aids facilitated better understanding and interaction during health education sessions. This program demonstrates that visual-based participatory training effectively enhances cadres’ knowledge, confidence, and communication skills, and can be replicated to strengthen community-based early detection and stunting prevention programs. Keywords: posyandu cadres, visual aids, child growth monitoring, community empowerment, stunting prevention ABSTRAK Pemantauan tumbuh kembang anak di tingkat komunitas sangat penting untuk deteksi dini keterlambatan pertumbuhan dan gangguan perkembangan. Namun, banyak kader Posyandu masih mengalami kesulitan dalam menginterpretasikan indikator tumbuh kembang karena keterbatasan pelatihan teknis dan tidak tersedianya media visual yang efektif. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kader Posyandu dalam memantau tumbuh kembang anak melalui pelatihan penggunaan alat bantu visual. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Tahtul Yaman, Kota Jambi, dengan melibatkan 30 kader dari 12 Posyandu aktif. Rangkaian kegiatan meliputi analisis kebutuhan, pengembangan flipchart dan poster, pelatihan serta simulasi, implementasi lapangan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan kader, dengan nilai rata-rata meningkat dari 55 (pre-test) menjadi 82 (post-test), atau peningkatan sebesar 49%. Umpan balik peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, dan penggunaan media visual mempermudah pemahaman serta interaksi selama kegiatan edukasi kesehatan. Program ini membuktikan bahwa pelatihan partisipatif berbasis media visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kepercayaan diri, dan keterampilan komunikasi kader, serta dapat direplikasi untuk memperkuat program deteksi dini dan pencegahan stunting berbasis masyarakat. Kata kunci: kader Posyandu, alat bantu visual, pemantauan tumbuh kembang, pemberdayaan masyarakat, pencegahan stunting
STRENGTHENING HEALTH CADRES THROUGH STRUCTURED TRAINING FOR COMMUNITY-BASED OBESITY SCREENING Maharani, Citra; Puspasari, Anggelia; Syauqy, Ahmad; Fitri, Amelia Dwi; Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Perkasa, Tengku Arief Buana; Hasmita, Debby
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 8 No. 2 (2025): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesity is a major risk factors for non-communicable diseases, and its prevalence continues to increase in Indonesia. Community Health Centers, as primary healthcare providers, play a crucial role in obesity prevention through the empowerment of local health cadres. This community service aimed to enhance cadres’ knowledge and skills in early obesity detection. The program was implemented through a structured training consisting of material delivery and hands-on anthropometric measurement sessions, followed by field visits to Posyandu to evaluate cadres’ practical skills in performing anthropometric assessments. A total of 15 Posyandu cadres from the working area of Tahtul Yaman Community Health Center participated in this activity. The results showed a significant increase in knowledge, with median scores rising from 90 (range 50–100) in the pre-test to 100 (range 80–100) in the post-test (p = 0.007). The proportion of cadres achieving the passing score also increased from 53.3% to 100% (p = 0.006). Field observations indicated that most cadres were able to perform anthropometric examinations independently and in accordance with standard procedures. These findings suggest that structured training combined with practical field reinforcement may contribute to improving cadres’ competencies, thereby supporting their role in sustainable, community-based obesity prevention efforts. Keywords: Obesity screening; Health cadres; Anthropometry; Community health center.
Improving The Knowledge and Skills of Posyandu Cadres Regarding Diabetes Mellitus: An Efforts to Strengthen Primary Service Integration at the Tahtul Yaman Community Health Centre, Jambi City Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Enis, Rina Nofri; Maharani, Citra; Fitri, Amelia Dwi; Perkasa, Tengku Arief Buana; Amatullah, Afifah; Hasmita, Debby
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 8 No. 2 (2025): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a significant public health challenge, with a rapidly increasing burden in Indonesia. Community health cadres (kader) are crucial for community-level prevention, yet many possess limited knowledge regarding DM management and prevention. This community engagement program aimed to enhance the knowledge, attitudes, and practices (KAP) of health cadres within the Tahtul Yaman Primary Health Center area in Jambi City, focusing on diabetes prevention and control. This program utilized a participatory action research approach involving 15 active community health cadres. The intervention, conducted between August and September 2025, consisted of structured training modules, interactive lectures, Focus Group Discussions (FGDs), skill-based simulations (including glucometer use), and the distribution of educational toolkits. A pre-test/post-test design was used to evaluate changes in knowledge, with data analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Qualitative data were gathered through reflection sessions and one-month post-training field observations. Participants showed a statistically significant improvement in knowledge regarding diabetes prevention and management. The median knowledge score increased from 60 (IQR 40–80) at pre-test to 80 (IQR 40–90) at post-test (p = 0.009). Qualitative findings revealed positive shifts in cadres’ attitudes and increased self-efficacy in communicating health information. Key themes identified included knowledge empowerment and enhanced readiness for community engagement. Follow-up observations confirmed that cadres successfully applied their new skills, such as conducting risk screenings and health education, during community Posyandu ILP sessions. A structured, participatory, and context-sensitive training program effectively enhanced the knowledge, attitudes, and practical skills of community health cadres in DM prevention. Empowering cadres through continuous mentorship and integrating such programs into local health systems offers a sustainable and scalable strategy to strengthen community resilience and advance chronic disease management. Keywords: Diabetes melitus, community health cadres, health education empowerment, non-communicable diseases primary health care. ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan beban yang meningkat pesat di Indonesia. Kader kesehatan masyarakat (kader) memegang peran penting dalam pencegahan di tingkat masyarakat, namun banyak yang memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai manajemen dan pencegahan DM. Program keterlibatan masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) kader kesehatan di wilayah Puskesmas Tahtul Yaman, Kota Jambi, dengan fokus pada pencegahan dan pengendalian diabetes. Program ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan partisipatif yang melibatkan 15 kader aktif. Intervensi, yang dilaksanakan antara Agustus dan September 2025, meliputi modul pelatihan terstruktur, ceramah interaktif, Diskusi Kelompok Terfokus (FGD), simulasi berbasis keterampilan (termasuk penggunaan glukometer), serta pendistribusian paket alat edukasi. Desain pre-test/post-test digunakan untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon tanda berpasangan. Data kualitatif dikumpulkan melalui sesi refleksi dan observasi lapangan satu bulan pasca-pelatihan. Peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik; skor median pengetahuan meningkat dari 60 (IQR 40–80) pada pre-test menjadi 80 (IQR 40–90) pada post-test (p = 0.009). Temuan kualitatif mengungkapkan perubahan sikap yang positif dan peningkatan efikasi diri kader dalam menyampaikan informasi kesehatan. Tema kunci yang muncul meliputi pemberdayaan pengetahuan dan kesiapan yang meningkat untuk keterlibatan masyarakat. Observasi tindak lanjut mengonfirmasi bahwa kader berhasil menerapkan keterampilan baru, seperti melakukan skrining risiko dan penyuluhan kesehatan, selama sesi Posyandu ILP di masyarakat. Program pelatihan yang terstruktur, partisipatif, dan sensitif terhadap konteks secara efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan praktis kader kesehatan masyarakat dalam pencegahan DM. Memberdayakan kader melalui pendampingan berkelanjutan dan mengintegrasikan program semacam ini ke dalam sistem kesehatan lokal menawarkan strategi yang berkelanjutan dan dapat diskalakan untuk memperkuat ketahanan komunitas dan memajukan pengelolaan penyakit kronis Kata kunci: Diabetes melitus, kader kesehatan masyarakat, pemberdayaan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan primer untuk penyakit tidak menular