Ilolu, Roymanto
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Stilistika al-Iltifat dalam al-Qur'an: Implikasinya Terhadap Kesantunan Berbahasa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Mootalu, Kholid; Ilolu, Roymanto; Arsyad, Berti
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 13, No 2 (2024): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.13.2.798-804.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran uslūb al-Iltifat dalam al-Qur'an dalam meningkatkan kesantunan berbahasa dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan stilistika dan kesantunan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Iltifat tidak hanya berfungsi sebagai teknik stilistika untuk memperkaya bahasa, tetapi juga memainkan peran penting dalam menjaga kesantunan berbahasa melalui peralihan persona yang menyesuaikan dengan konteks komunikasi. Peralihan antara persona I (mutakallim), persona II (mukhātab), dan persona III (ghā'ibah) memperkuat makna dan menciptakan suasana komunikasi yang sopan serta penuh penghormatan, baik dalam komunikasi ilahi maupun sosial. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pemahaman tentang penggunaan al-Iltifat dalam meningkatkan kesantunan berbahasa dalam pendidikan agama.
Stilistika Al-Qur'an: Kajian Ma’ani dan Badi terhadap Penggunaan Uslub al-Iltifāt al-Șarfī Arsyad, Berti; Garancang, Sabaruddin; Kasim, Amrah; Haniah, Haniah; I Miolo, Mukhtar; Ilolu, Roymanto
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 13, No 1 (2024): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.13.1.252-269.2024

Abstract

Al-iltifa>t al-Sharfiy adalah gaya Bahasa peralihan pada aspek morfologi yaitu peralihan-peralihan kreatif pada penggunaan dua kata, baik isim maupun fi’il yang memiliki akar kata yang sama dalam satu konteks pembicaraan. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan pola penggunaan al-iltifa>t al-sharfiy dalam al-Qur’an serta rahasia penggunaannya dengan pendekatan ilmu ma’ani dan badi. Penelitian merupakan penelitian kepustakaan (library research). Data yang diteliti adalah ayat-ayat al-Qur’an yang mengandung uslu>b al-iltifa>t al-sharfiy. Hasi kajian menunjukkan bahwa di dalam al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menggunakan al-iltifa>t al-sharfiy yang terbagi pada tiga kategori, yaitu; 1) al-iltifa>t al-sharfiy pada penggunaan isim seperti peralihan dari kata (ضَلَالٌ) ke kata (ضَلَالَةٌ), 2) al-iltifa>t al-sharfiy pada penggunaan fi’il seperti peralihan dari kata kerja (يُخَادِعُوْنَ) dengan wazan (فَاعَلَ-يُفَاعِلُ) kepada kata kerja (يَخْدَعُوْنَ) dengan wazan (فَعَلَ-يَفْعَلُ), dan 3) al-iltifa>t al-sharfiy pada penggunaan fi’il dan isim secara bergantian seperti kata kerja (يُخَادِعُونَ) kepada isim fa’il (الخَادِع).
Uslub al-Iltifat dalam Perspektif Ilmu Ma’ani dan Ilmu Badi’: Studi Analisis Komparatif Arsyad, Berti; Rahim, Abdul; Ilolu, Roymanto
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 13, No 2 (2024): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.13.2.775-787.2024

Abstract

Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur'an memiliki kekayaan linguistik yang luar biasa, salah satunya adalah penggunaan uslūb al-iltifāt dalam struktur retoriknya. Al-iltifāt merupakan gaya bahasa yang melibatkan peralihan persona, waktu, atau bentuk kata dalam satu konteks yang sama untuk menciptakan efek artistik dan makna yang lebih mendalam. Fenomena ini banyak dibahas dalam Ilmu Ma’ani dan Ilmu Badi’, dua cabang utama dalam ilmu balaghah Arab. Namun, masih terdapat perdebatan akademis mengenai pengelompokan al-iltifāt dalam kedua disiplin ilmu ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan klasifikasi al-iltifāt dalam Ilmu Ma’ani dan Ilmu Badi’ melalui pendekatan komparatif. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, penelitian ini menelusuri berbagai sumber klasik dan modern guna mengungkap landasan linguistik dan retoris yang mendasari perbedaan klasifikasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Ilmu Ma’ani, al-iltifāt dikategorikan sebagai bentuk penyimpangan dari kaidah gramatikal konvensional yang meningkatkan koherensi teks dan efektivitas komunikasi. Sementara itu, dalam Ilmu Badi’, al-iltifāt diklasifikasikan sebagai unsur keindahan yang memperkaya estetika retoris dalam teks. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa al-iltifāt tidak hanya berfungsi sebagai alat linguistik, tetapi juga sebagai elemen retoris yang memperkuat efektivitas wacana dalam bahasa Arab, khususnya dalam tafsir Al-Qur’an. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman yang lebih dalam tentang retorika bahasa Arab dan dapat menjadi referensi penting bagi kajian linguistik dan retoris.
Integrasi Termbase Berbantuan Kecerdasan Buatan dalam Penerjemahan Teks Medis Forensik Arab–Indonesia Gani, Saida; Ilolu, Roymanto; Arsyad, Berti
Al-Kalim : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 4 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Yayasan Daarul Qimmah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60040/jak.v4i2.184

Abstract

Penerjemahan teks medis–forensik Arab–Indonesia menuntut akurasi terminologis dan keterbacaan yang tinggi karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien dan integritas hukum. Perbedaan sistem bahasa serta keterbatasan machine translation (MT) dalam menangani istilah khusus sering memunculkan ketidakkonsistenan dan kesalahan terminologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak integrasi termbase berbantuan kecerdasan buatan terhadap kualitas penerjemahan teks medis–forensik Arab–Indonesia, dengan fokus pada akurasi terminologi, keterbacaan, dan beban post-editing. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain komparatif berbasis korpus. Data berupa teks medis dan forensik Arab diterjemahkan ke dalam tiga versi, yaitu terjemahan manual komunikatif, terjemahan MT tanpa termbase, dan terjemahan MT yang terintegrasi dengan termbase AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi termbase menurunkan kesalahan terminologis secara signifikan dan meningkatkan konsistensi istilah lintas teks. Selain itu, penerapan metode komunikatif dan teknik mikro meningkatkan keterbacaan teks terjemahan. Urgensi penelitian ini terletak pada kontribusinya dalam memperkuat praktik penerjemahan medis–forensik yang andal dan efisien, serta memberikan landasan empiris bagi pengembangan manajemen terminologi digital berbantuan AI dalam penerjemahan domain berisiko tinggi.
Optimalisasi Pendidikan Bahasa Arab Melalui Hilirisasi Pembelajaran Berbasis Konten Digitalisasi Islami: Mengoptimalkan Pendidikan Bahasa Arab Melalui Penerapan Pembelajaran Berbasis Konten: Digitalisasi Islam R. Saleh, Sriwahyuningsih; Ilolu, Roymanto; Hakeu, Febrianto
ELOQUENCE : Journal of Foreign Language Vol. 5 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Language Development Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/eloquence.v5i1.3120

Abstract

Background: The rapid development of digital technology and the challenges of learning Arabic, which is often perceived as abstract, require innovation through a contextual approach based on Islamic digital content. Purpose: This study aims to examine how Islamic digital content can be implemented to support a digital, relevant, and sustainable Arabic learning ecosystem for younger learners. Method: This study employed a qualitative case study design involving 28 students at MA Muhammadiyah Gorontalo City. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis over four months. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, including data reduction, data display, and conclusion verification through source triangulation. Results and Discussion: The implementation of downstream Islamic digital content was found to transform Arabic learning into a more active and contextual process, as reflected in higher participation in online discussion and reported improvement across students’ four language-skill areas. Downstream strategies involving collaborative content production, multi-platform distribution, and continuous evaluation were found to support the development of a more comprehensive digital learning ecosystem. The integration of Islamic values in digital content not only supported language development but also contributed to the strengthening of students’ Islamic character, while helping bridge the gap between conventional learning and the digital needs of the modern era. Conclusions and Implications: Downstreaming Islamic digital content appears to be a promising strategy for optimizing Arabic language education in the digital era. The study suggests the need for systematic policies to support digital transformation in Islamic educational institutions and the adaptation of similar models for other subjects.