Ratna Dewi Permatasari
STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA, INHALASI DAN PIJAT AROMATERAPI ROSEMARRY PADA PENURUNAN KECEMASAN MASA PERSALINAN DI RUMAH SAKIT KABUPATEN MALANG Ratna Dewi Permatasari
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v15i1.453

Abstract

Persalinan erat kaitannya dengan ketidakstabilan emosi dari seorang wanita yang dapat menimbulkan kecemasan yang berdampak pada kesejahteran ibu dan janin. Dukungan social dalam hal ini keluarga berpengaruh baik fisik maupun psikologis secara langsung bagi perempuan sehingga mereka lebih percaya diri, bahagia, dan siap dalam menjalani persalinannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga, inhalasi dan pijat aromaterapi rossemary terhadap penurunan kecemasan pada ibu bersalin di Rumah Sakit Swasta Kabupaten Malang.Jenis penelitian yang digunakan Quasy eksperimen dengan Two Group Pretest-Posttest Control Design. Populasi penelitian ini adalah semua ibu bersalin kala I persalinan baik fase laten maupun aktif di Rumah Sakit Swasta Kabupaten Malang dengan jumlah 20 ibu bersalin dengan tehnik sampling menggunakan total sampling. Variabel independen adalah dukungan keluarga, inhalasi dan pijat aromaterapi rosemary dan variabel dependen adalah kecemasan ibu bersalin. Pengumpulan data dengan alat ukur Hamilton Anxiety Rating Scale untuk mengukur kecemasan. Pengolahan data dengan editing, koding, skoring, tabulating dan analisis menggunakan uji wilcoxon dan mann whitney dengan alpha 0,05.Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara pemberian dukungan keluarga, inhalasi dan pijat aroma terapi rosemary terhadap penurunan kecemasan pada ibu bersalin dengan perbedaan nyeri rata-rata 2,46 dan perbedaan kecemasan rata-rata 11,25 sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi pada kelompok yang diberikan intervensi dengan nilai p=0,000 < alpha 0,05 sehingga H1 diterima.Dukungan keluarga, inhalasi dan pijat aromaterapi rosemary dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan pada ibu bersalin yang dapat berakibat secara langsung pada penurunan tingkat nyeri dalam menghadapi persalinan.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga dengan Penerimaan Individu Remaja yang Mengalami Menarche Ratna Dewi Permatasari
Jurnal Kebidanan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v10i2.788

Abstract

Menarche merupakan masa perubahan fisik dan hormonal yang selalu dialami oleh remaja putri. Menarche menunjukkan tanda kematangan seksual bagi remaja putri setelah melewati masa kanak-kanak. Banyak hal yang harus dipersiapkan oleh keluarga terutama orang tua dalam menghadapi menarche. Dukungan sosial keluarga sangat dibutuhkan pada masa ini agar remaja dapat melewati masa ini dengan baik sehingga persepsi penerimaan diri terhadap perubahan yang terjadi tidak menimbulakn kecemasan bahkan ketakutan. Tujuan untuk mengetahui Bagaimana hubungan anatara dukungan sosial keluarga terhadap penerimaan individu remaja dalam menghadapi menarche. Method analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi cross sectional/potong lintang digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas VII di 3 SLTP di Kabupaten Kediri , adapun yang dijadikan sampel penelitian yaitu 50 remaja yang mengalami menarche di 3 SLTP Kabupaten Kediri Jawa Timur yang dipilih dengan teknik sistematik random sampling. Variabel independent dukungan sosial keluarga dan variable dependent penerimaan diri individu. Adapun hasil dari penelitian ini menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil adanya hasil hubungan positif antara kedua variabel dengan nilai p=0,0015 kurang dari α=0,05 dengan korelasi kuat (0,624). Dapat disimpulkan dukungan sosial keluarga terhadap penerimaan diri individu remaja yang mengalami menarche memiliki hubungan positif yang kuat. Disarankan kepada sekolah diharapkan dapat bekerja sama dengan pihak Akademisi Perguruan Tinggi yang berlatar belakang kesehatan untuk sering melibatnya dosen maupun mahasiswanya dalam pemberian informasi serta konseling kepada remaja putri dan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan untuk menggalakkan posyandu remaja.
Analisa Tingkat Ansietas Ibu Bersalin dalam Menghadapi Persalinan Any Isro'aini; Fera Yuli Setianingsih; Ratna Dewi Permatasari
Jurnal Kebidanan Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Kebidanan Edisi Maret 2022
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v12i1.1018

Abstract

Proses persalinan merupakan rangkaian proses yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh tenaga ibu sendiri, dengan adanya pengaruh hormon normal, adanya faktor emosi, psikologi (cemas) dan lingkungan yang dapat mempermudah atau menghambat proses persalinan. Ansietas dalam menghadapi persalinan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi lancar tidaknya proses persalinan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi ansietas ibu menghadapi persalinan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, populasinya adalah semua ibu bersalin di BPM Lilis Suryawati Sambong Dukuh Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur. Jumlah populasinya 20 ibu bersalin dan pengambilan sampel dengan metode Consecutive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data yang terkumpul diolah dengan editing, coding, scoring, dan tabulating. Hasil penelitian ansietas ibu menghadapi persalinan sebanyak 20 responden, menunjukkan 9 (45%) responden mengalami ansietas sedang, 7 (35%) responden mengalami ansietas ringan, dan 4 (20%) mengalami ansietas berat. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan ansietas ibu menghadapi persalinan yaitu sebagian besar dari responden mengalami ansietas sedang.
Kreasi Olahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bagi Ibu Hamil Berbasis Bahan Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting Isro'aini, Any; Setiyaningsih, Fera Yuli; Permatasari, Ratna Dewi; Sulistyawati, Henny; Mildiana, Yana Eka
Jurnal Abdi Medika Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Abdi Medika Mei 2025
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v5i1.1469

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah salah satu keadaan malnutrisi pada ibu hamil. Ibu KEK menderita kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronik) yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu secara relatif atau absolut satu atau lebih zat gizi Masalah gizi pada ibu hamil disebabkan karena tidak terpenuhinya kebutuhan zat gizi dari makanan. Secara tidak langsung Ibu hamil KEK dapat berisiko melahirkan bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR) dan BBLR dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting pada anak. Desa Mlaras merupakan salah satu desa penghasil tahu di Kecamatan sumobito. Selama ini pemanfaatan tahu sebagai bahan pangan yang tinggi protein masih kurang diminati masyarakat karena pengolahan dan kreasi yang kurang. Kandungan gizi yang terdapat di dalam tahu seperti protein, karbohidrat, lemak, kalsium, Fosfor, Magnesium, dan vitamin. Kandungan gizi untuk setiap 1 kg kedelai adalah 40% protein, 35% karbohidrat, 20% lemak, dan 5% mineral. Untuk itu penulis bersama mitra sepakat untuk melaksanakan pelatihan kreasi PMT berbasis pangan lokal (tahu) sebagai upaya pencegahan stunting pada ibu hamil. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan mitra program yang telah disepakati bersama dengan cara penyuluhan tentang manfaat bahan pangan lokal sebagai PMT pada ibu hamil dan dengan demonstrasi bagaimana cara mengolah bahan pangan lokal. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2025 di desa Mlaras kecamatan Sumobito. Pengabdian masyarakat kreasi olahan pemberian makanan tambahan (pmt) bagi ibu hamil berbasis bahan pangan lokal untuk mencegah stunting di desa Mlaras berjalan dengan lancar. Bahan pangan local yang digunakan adalah tahu yang dihasilkan Sebagian besar warga desa Mlaras. Peserta pengabdian masyarakat sejumlah 30 orang. Peserta sangat antusias saat diajarkan mengolah makanan. Peserta pengabdian masyarakat menjadi mengerti tentang manfaat tahu sebagai PMT bagi ibu hamil beserta manfaatnya.
Gambaran Tingkat Kecemasan terjadinya Kehamilan yang Tidak Diinginkan/KTD pada Pasangan Usia Subur Unmeet Permatasari, Ratna Dewi; Isro'aini, Any
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Kebidanan Maret 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i1.1353

Abstract

Penyebab terjadinya ledakan penduduk, unwanted prengnancies (kehamilan yang tidak diinginkan) pada wanita usia subur salah satunya yaitu pasangan usia subur yang unmet need, dimana pasangan usia subur dan aktif secara seksual namun tidak menggunakan metode kontrasepsi, sedangkan mereka menyatakan tidak ingin punya anak lagi atau ingin menunda anak berikutnya sehingga ini dapat menjadi salah satu yang memicu terjadinya aborsi tidak aman serta terjadinya gangguan fisik akibat tindakan abortus yang tidak aman. Penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan terjadinya kehamilan tidak diinginkan terhadap pasangan usia subur yang unmet need di PMB Ratna Kandangan Kediri Tahun 2023. Populasi penelitian ini adalah PUS yang tidak menggunakan metode KB tetapi tidak ingin memiliki anak dan sampelnya berjumlah 30 PUS yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden PUS unmet need dengan usia >35 tahun (53,3%), tidak ingin menggunakan alat kontrasepsi karena tidak ada dukungan suami (33,3%) dan sebagian besar PUS mengalami tingkat kecemasan tentang kehamilan yang tidak diinginkan dengan kategori sedang sebanyak 11 responden (36.6%), oleh karena itu perlu untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terkait penyebab tingginya umneet need dari segi kebijakan yang diambil oleh Pemerintah yang terintegrasi dengan program KB yang sudah berjalan dan adanya peningkatan kesadaran masayarakat untuk ber KB.
Asuhan Kebidanan pada Ny “N” G1P0A0 Usia Kehamilan 33 Minggu dengan Kehamilan Normal Gangguan Sulit Tidur Fernanda, Jesika Dea; Sulistyawati, Henny; Permatasari, Ratna Dewi
Jurnal Kebidanan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Kebidanan Maret 2025
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v15i1.1444

Abstract

Ketidaknyamanan pada kehamilan merupakan hal yang fisiologis, salah satunya yaitu gangguan sulit tidur, namun apabila tidak terselesaikan dengan baik akan berdampak pada ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan memberi asuhan secara komprehensif kepada ibu hamil, nifas, bersalin, BBL, neonatus dan KB pada ibu yang mengalami keluhan gangguan sulit tidur. Metode Asuhan kebidanan ini dengan continue of care melalui wawancara, observasi, serta penatalaksanaan asuhan. Subyek pada asuhan ini yakni Ny. “N” G1P0A0 UK 33 Minggu dengan kehamilan Normal di PMB Astri Tirta Wahyuningsari A.Md.Keb Desa Dukuh Mojo Kecamatan Mojoagung, Jombang. Hasil asuhan kebidanan secara komprehensif kepada Ny,”N” yaitu pada kehamilan dengan keluhan gangguan sulit tidur pada persalinan dengan persalinan Sectio Caesarian karena Ketuban Pecah Dini, pada masa nifas dalam masa nifas normal, BBL dengan Asfiksia Ringan, neonatus Normal, dan menjadi akseptor KB suntik 3 bulan. Kesimpulan asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan secara mandiri dan kolaborasi serta penanganan secara dini ditemukan adanya penyulit. Asuhan kebidanan persalinan dengan persalinan Sectio Caesarian, asuhan kebidanan nifas normal, asuhan kebidanan bayi baru lahir normal, asuhan kebidanan neonatus dengan neonatus normal, asuhan kebidanan KB dengan akseptor suntik 3 bulan. Disarankan kepada bidan agar lebih baik lagi dalam penanganan dan memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dan sesuai dengan SOP, pada pasien disarankan supaya lebih baik lagi dalam menjaga pola nutrisi dan konsumsi makanan ketika hamil.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny “N” G1p0a0 Uk 37 Minggu Dengan Kehamilan Normal Maharani, Amelia Fia; Permatasari, Ratna Dewi; Setiarini, Dwi Anik Karya
Jurnal Kebidanan Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Kebidanan September 2025
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v15i2.1535

Abstract

Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang sering disertai keluhan seperti nyeri pada punggung, sering buang air kecil, serta gangguan tidur yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari ibu hamil. Tujuan dari Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara menyeluruh dan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan hingga pelayanan keluarga berencana. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care pada Ny. “N”, G1P0A0 dengan usia kehamilan 37 minggu yang dilaksanakan di PMB Bdn. Lilis Suryawati, SST., M.Kes, Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, serta pemeriksaan fisik. Hasil asuhan menunjukkan bahwa pada trimester ketiga kehamilan, Ny. “N” mengeluh nyeri punggung. Proses persalinan berlangsung normal pada usia kehamilan 40 minggu. Masa nifas berjalan normal. Bayi yang dilahirkan cukup bulan. Untuk metode kontrasepsi, ibu memilih suntik tiga bulanan. Seluruh asuhan kebidanan diberikan secara mandiri dan kolaboratif sesuai dengan standar pelayanan kebidanan. Tidak ditemukan perbedaan antara teori dan penerapan praktik dalam pelaksanaan asuhan kebidanan ini.
Studi Kasus Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny” A” GI P0A0 UK 31 Minggu dengan Kehamilan Normal Nadhifiati, Anneysa; Purwanti, Tri; Permatasari, Ratna Dewi
Jurnal Kebidanan Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Kebidanan September 2025
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v15i2.1537

Abstract

Kehamilan merupakan proses fisiologis yang sering disertai perubahan tubuh dan ketidaknyamanan, salah satunya nyeri punggung pada trimester III. Tujuan laporan tugas akhir ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir (BBL), neonatus, serta keluarga berencana (KB) pada ibu dengan keluhan nyeri punggung. Metode asuhan dilakukan dengan wawancara, observasi, serta penatalaksanaan kebidanan. Subjek adalah Ny “A” G1P0A0 usia kehamilan 31 minggu dengan kehamilan normal di PMB Dwi Wulan, S.Keb, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Hasil asuhan menunjukkan bahwa pada masa kehamilan trimester III ibu mengalami keluhan nyeri punggung namun dapat diatasi dengan edukasi postur tubuh, olahraga ringan, dan relaksasi. Persalinan berlangsung normal secara spontan tanpa penyulit. Masa nifas berjalan normal dengan involusi baik. Bayi lahir cukup bulan dengan kondisi normal, neonatus sehat tanpa komplikasi, dan ibu menjadi akseptor KB kondom. Kesimpulan, asuhan kebidanan komprehensif pada Ny “A” dapat dilakukan secara mandiri maupun kolaboratif tanpa ditemukan komplikasi. Disarankan kepada bidan untuk memberikan edukasi berkesinambungan mengenai penanganan ketidaknyamanan kehamilan, tanda bahaya, serta dukungan psikologis
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny ”S” G1P0A0 UK 32 Minggu dengan Kehamilan Normal Agustina, Alvina Jeni; Setiarini, Dwi Anik Karya; Permatasari, Ratna Dewi
Jurnal Kebidanan Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Kebidanan September 2025
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v15i2.1540

Abstract

Kehamilan merupakan sebuah hal yang fisiologis, tetapi, sering kali mengalami keluhan yang mengganggu ketidaknyamanan ibu hamil seperti sering kencing, Tujuan LTA ini adalah memberikan asuhan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL, neonatus dan KB pada ibu dengan keluhan sering kencing. Metode Asuhan dalam LTA ini adalah dengan wawancara observasi dan penatalaksanaan asuhan, Subyek dalam asuhan ini adalah Ny "S" G1P0A0 32 minggu dengan kehamilan, normal mengalami keluhan sering kencing, di PMB Ririn Dwi Agustisi, S. Tr. Keb. Bd Desa Jelakombo, Kecamatan jombang Kabupaten Jombang. Hasil asuhan kebidanan dengan cara komprehensif terhadap Ny "S" pada saat kehamilan trimester. III dengan kehamilan normal, dan persalinan secara, SC, pada masa nifas dengan nifas normal, pada BBL dengan BBLR, pada masa neonatus dengan neonatus normal, dan menjadi akseptor baru KB suntik. 3 bulan. Kesimpulan dari asuhan kebidanan komprehensif terhadap Ny "S" yang telah dilakukan secara mandiri, dan kolaborasi serta penanganan secara dini dan ditemukan adanya penyulit Asuhan kebidanan pada kehamilan trimester III pada Ny "S" G1P0A0 kehamilan normal, asuhan ke bidanan pada persalinan SC Ny "S" penyulit kala I fase laten dengan KPD. Asuhan kebidanan pada nifas Ny "S" P1A0 berjalan normal tidak adanya penyulit ataupun komplikasi, asuhan kebidanan pada BBL dengan, BBLR, asuhan kebidanan pada neonatus dengan neonatus, normal dan asuhan kebudanan pada KB dengan akseptor alat kontrasepsi suntik 3 bulan
Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar Bayi dengan Baby Swim Mildiana, Yana Eka; Permatasari, Ratna Dewi; Sulistyawati, Henny; Isro'aini, Any; Yulisetiyaningsih, Fera; Novitasari, Rista; Purwanti, Tri
Jurnal Abdi Medika Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Abdi Medika Mei 2024
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v4i1.1363

Abstract

Masa bayi merupakan tahapan dimana pertumbuhan dan perkembangan berjalan sangat cepat dan penting, namun tidak dapat dipungkiri adanya masalah keterlambatan setiap perkembangan bayi. Kurangnya stimulasi dini pada bayi merupakan salah satu penyebab keterlambatan dalam proses tumbuh kembang bayi. Hal ini bisa disebabkan karena ibu yang kurang paham pentingnya stimulasi yang dapat dilakukan sendiri dirumah sehingga lebih efektif dan efisien serta kurang memahami pentingnya perkembangan anak yang sesuai usianya. Ibu bayi lebih banyak mementingkan pertumbuhan namun tidak pada perkembangan bayi. Dengan demikian institusi pendidikan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu Baby Swim untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar yang dilaksanakan pada semua bayi usia 9 bulan yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasarnya di Desa Tambak Rejo Jombang.kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2024. Sehingga ibu nantinya dapat memberikan stimulasi Baby Swim sendiri di rumah sehingga perkembangan motorik kasar dapat meningkatkan. Pada pengabdian masyarakat ini menggunakan metode berenang untuk bayi, kegiatan berenang dilakukan setiap 2 kali seminggu selama 4 minggu dan berkesinambungan dilakukan dirumah dengan keluarga. Hasil dari pengabdian masyarakat didapatkan setelah dilakukan Baby Swim selama 4 minggu menunjukkan bahwa sebagian besar bayi mengalami peningkatan perkembangan motorik kasar sebanyak 12 bayi (80%). Treatment Baby Swim merupakan alternatif yang menyenangkan namun efektif dan efisien dalam upaya meningkatkan motorik kasar bayi.