Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemaknaan Catcalling: Wujud Kekerasan Simbolik dalam Habituasi di Sekolah Menengah Atas “X” Kabupaten Malang Ningtyas, Anyndia Putri Dwi Candra; Rozakiah, Desy Santi
Sosioglobal Vol 9, No 2 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v9i2.62027

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pemaknaan siswa dan guru terkait catcalling serta peran guru dalam menanggulangi catcalling yang terjadi di sekolah. Metode yang digunakan di penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menemukan bahwa catcalling yang terjadi di SMA “X” Kabupaten Malang dilakukan untuk bercanda dan ajang keseruan guna melepas kebosanan. Padahal catcalling bagi korban merupakan tindakan yang mengganggu dan memberikan dampak psikis jangka panjang. Catcalling yang terjadi di SMA “X” Kabupaten Malang sangat sesuai dengan konsep pemikiran dari Pierre Bourdieu yakni kekerasan simbolik. Catcalling yang terjadi menunjukkan wujud kekuasaan dari pihak laki-laki sebagai pihak mendominasi pada pihak perempuan sebagai pihak terdominasi. Catcalling sebagai wujud dari kekerasan simbolik perlu ditanggulangi di SMA “X” Kabupaten Malang dengan peran aktif guru sebagai pendidik dan orang tua siswa di sekolah.  
Optimalisasi Kelompok Tani dalam Pengelolaan Limbah Urin Sapi sebagai Bio-Urine di Desa Samar Apriadi, Deny Wahyu; Meiji, Nanda Harda Pratama; Widianto, Ahmad Arif; Berlian, Anis Cahyaning Lintang; Ningtyas, Anyndia Putri Dwi Candra; Wardani, Dian Jaya; Nadhifah, Fitrotin; Pebrianto, Moh
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 2 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i2.16103

Abstract

Pelatihan kelompok tani dalam pembuatan pupuk organik cair dari limbah urin sapi menjadi salah satu hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi limbah urin sapi di Desa Samar. Melihat bahwa Desa Samar menduduki peringkat kedua sebagai penghasil ternak sapi tertinggi di Kabupaten Tulungagung membuat limbah urin sapi melimpah. Sebenarnya masyarakat di Desa Samar telah mengetahui bahwa limbah urin sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Namun, dikarenakan kurangnya pemahaman kelompok tani terhadap pengelolaan limbah urin sapi yang tepat, membuat kelompok tani membiarkan limbah urin sapi tersebut terbuang sia-sia. Hal ini membuat tim pengabdian berinisiatif untuk melakukan pengoptimalisasian. Pelatihan tersebut terbagi menjadi lima tahapan, yaitu (1) sosialisasi (2) demonstrasi praktis (3) pelatihan (4) implementasi, dan (5) evaluasi secara berkala. Urgensi dari adanya pelatihan ini dilakukan untuk mengurangi pengeluaran pembelian pupuk organik, meningkatkan pendapatan ekonomi kelompok tani apabila pupuk dijual, mencegah permasalahan kesuburan tanah, meningkatkan unsur hara tanah, dan mengurangi limbah urin sapi.
Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Sabun Ramah Lingkungan: Pemberdayaan Perempuan Dan Nilai Ekonomi Koentjoro, Maharani Pertiwi; Riniwati, Harsuko; Wike, Wike; Setiawati, Eti; Wahyuni, Lilik; Ningtyas, Anyndia Putri Dwi Candra; Liana, Afifah; Ashari, Fadhil Muhamad; Lestari, Alfi Muflikhah; Hidayat, Taufiq; Beatriex, Cendy Kartika
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v11i1.7778

Abstract

Minyak jelantah menjadi masalah lingkungan dan kesehatan yang serius di kalangan rumah tangga Indonesia, dimana hanya 30% yang didaur ulang secara tepat. Perempuan sebagai pengelola domestik paling rentan terhadap dampak kesehatan dari penggunaan minyak berulang, sementara potensi ekonomi dari limbah ini belum termanfaatkan secara optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan melalui pelatihan daur ulang minyak jelantah menjadi sabun bernilai ekonomi, sekaligus meningkatkan kesadaran gender tentang peran perempuan dalam ekonomi berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan praktik langsung, serta post-test untuk evaluasi pemahaman peserta. Kegiatan dilaksanakan pada 29 September 2025 dengan partisipasi 14 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 23,7% pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran ekologis peserta. Pemahaman terhadap bahaya minyak jelantah meningkat dari rata-rata 2,10 menjadi 4,00, sedangkan keterampilan teknis pembuatan sabun meningkat dari 3,10 menjadi 3,64. Pasca pelatihan, 50% peserta memanfaatkan keterampilan untuk kebutuhan rumah tangga, 35,7% berencana memproduksi untuk dijual, dan 14,3% akan mengajarkan kepada orang lain. Program ini berhasil mencapai target 100% dan selaras dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Gender), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab). Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan limbah rumah tangga dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.