Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : PESHUM

Perbedaan Penyesuaian Perkawinan Pada Pasangan Suami Istri Yang Melalui Proses Pacaran Dan Ta’aruf Di Kota Makassar Sarah Safira; Sitti Murdiana; Kurniati Zainuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v1i4.441

Abstract

Kemampuan penyesuaian perkawinan diperlukan untuk mencapai keberhasilan rumah tangga yang dapat dipengaruhi oleh proses pemilihan pasangan yang dilalui individu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan penyesuaian perkawinan antara pasangan suami istri yang menikah melalui proses pacaran dan ta’aruf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah pasangan suami istri yang berusia 20-40 tahun, usia pernikahan 1-5 tahun, pernikahan merupakan pernikahan pertama dan monogami, serta menjalani proses pacaran atau ta’aruf sebelum menikah yang berjumlah 120 partisipan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok suami, tidak terdapat perbedaan antara penyesuaian perkawinan suami terhadap istri yang menikah melalui proses pacaran (mean=117,933) dan ta’aruf (mean=123,300) dengan p=0,549 (p>0,05). Sedangkan pada kelompok istri, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara penyesuaian perkawinan istri terhadap suami yang menikah melalui proses pacaran (mean=112,167) dan ta’aruf (mean=121,467) dengan p=0,016 (p<0,05). Hasil penelitian ini dapat memberi pengetahuan bagi individu pentingnya proses pemilihan pasangan sebelum menikah dan bagi suami istri agar mampu memerhatikan aspek-aspek untuk meningkatkan penyesuaian perkawinan terutama pasangan yang baru menikah.
Gambaran Strategi Coping pada Ibu Bekerja dalam Mendampingi Anak Belajar Daring Fatimah; Sitti Murdiana; Andi Nasrawati Hamid
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3: April 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i3.1499

Abstract

Masa pandemi covid-19 membuat banyak perubahan termasuk dalam sistem pendidikan. Tidak hanya para pelajar, ibu sebagai pemeran utama dalam mendampingi anak juga dipaksa untuk beradaptasi dalam sistem baru tersebut. Khususnya pada ibu bekerja, tugas yang diperoleh menjadi semakin banyak karena harus mendampingi anak belajar daring. Sejumlah data menunjukkan bahwa tingkat stres pada ibu bekerja lebih tinggi daripada ibu yang tidak bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran strategi coping yang dilakukan ibu bekerja saat mengalami stres dalam mendampingi anak belajar daring. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui proses wawancara kepada dua responden yang merupakan ibu bekerja dan mendampingi anak belajar daring serta tiga significant others. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak stres yang diperoleh ibu saat melakukan pendampingan pembelajaran daring dapat dilihat dari dampak emosional, fisik dan kognisi. Strategi coping yang paling sering dilakukan ibu bekerja saat mengalami stres karena pembelajaran daring adalah dengan emotional focus coping. Ibu bekerja juga sesekali menampilkan mekanisme pertahanan diri dalam mendampingi anak belajar daring.
Kecenderungan Stockholm Syndrome pada Perempuan Korban Kekerasan dalam Berpacaran di Kota Makassar Nurul Khairaat; Sitti Murdiana; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3: April 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i3.1510

Abstract

In several cases of dating violence, some of woman who are victims choose persist and even feel that they are a stronger attachment to their partner. This phenomenon is known as the Stockholm Syndrome. Graham, Rawlings, Ihms, Latimer, Foliano, Thompson, and Hacker (1995) explained that Stockholm Syndrome is a psychological paradox condition that creates a strong bond between victims and perpetrators of violence. This study aims to find out what situations support the emergence of Stockholm Syndrome in women victims of violence in dating who choose to survive. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection was done by interview and documentation. The research participants were six people, namely two subjects. The data were analyzed using a theory driven thematic analysis technique which refers to the theory of Graham, et al. Based on the results of the study, it was found that women victims of violence in dating experienced four situations that gave rise to stockholm syndrome in themselves, namely physical and psychological threats, small kindnesses given by their partners, isolation of victims from the outside world, and the inability of the victim to escape from the relationship.The results of this study can be used as a reference for formulating an intervention program for women who cannot leave a relationship full of violence.
Efektivitas Tayangan Humor Dalam Menurunkan Stres Pada Masa Rehabilitasi Bagi Penyalahguna Narkoba Di Rutan Makassar Agni Imaniah Rahmah; Sitti Murdiana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 5: Agustus 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i5.2199

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of humor in reducing stress during the rehabilitation period for drug abusers in the Makassar Detention Center. This research is using experimental method. Participants in this study were 18 drug abusers undergoing rehabilitation at the Makassar Detention Center and divided into 2 groups, 9 experimental groups and 9 control groups. The experimental design in this study was a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. The data analysis technique used the Wilcoxon signed-rank test. The analysis test showed a significant result of p = 0.012 (p <0.05) which indicated that there was a significant difference between the experimental group and the control group. The results of hypothesis testing in this study stated that giving treatment in the form of humor shows was effective in reducing stress for drug abusers undergoing rehabilitation at the Makassar Detention Center
Pengaruh Self Efficacy Terhadap Resiliensi Pada Mahasiswa Yang Memiliki Orang Tua Bercerai Di Kota Makassar Rahma Fany; Sitti Murdiana; Muh. Nur Hidayat Nurdin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 6: Oktober 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i6.2383

Abstract

Mahasiswa yang berada dalam tahap perkembangan remaja akhir dan dewasa awal. Berbagai macam permasalahan dan kondisi sulit ditahap perkambangan ini (Santrock, 1995). Dalam mengahadapi kondisi sulit terdapat individu yang mampu beradataptasi secara positif dan ada yang tidak mampu beradaptasi. Individu yang mampu mengatasi keadaan sulit merupakan individu yang resiliensi. Salah satu faktor yang mendukung individu untuk dapat berdaptasi terhadap perubahan situasi adalah self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Self efficacy terhadap Resiliensi pada Mahasiswa yang memiliki Orang Tua Bercerai di Kota Makassar. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang memiliki orang tua bercerai di Kota Makassar sebanyak 373 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan uji hipotesis regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 yang berarti bahwa ada peran self efficacy terhadap Resiliensi. Sedangkan, nilai R square sebesar 0,178 yang berarti bahwa terdapat 17,8% pengaruh self efficacy terhadap resiliensi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self efficacy maka semakin tinggi resiliensi, sebaliknya semakin rendah self efficacy maka semakin rendah pula resiliensi. Implikasi penelitian ini diharapkan kepada seluruh mahasiswa untuk meningkatkan self efficacy dalam diri agar bisa menjadi individu yang resiliens.
Efektivitas Mendengarkan Murottal Al-Qur’an Terhadap Penurunan Kecemasan Covid-19 Pada Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Andi Fitrah Mutmainnah; Sitti Murdiana; Harlina Hamid
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 6: Oktober 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i6.2386

Abstract

Mahasiswa dalam kesehariannya mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitasnya karena dihadapkan dengan kondisi pandemi covid-19. Pada situasi saat ini mahasiswa mengalami kecemasan ketika mengerjakan aktivitasnya. Gejala kecemasan yang dialami mahasiswa yaitu gelisah, takut tertular virus, waspada berlebihan dan kesulitan berkonsentrasi dalam menjalankan aktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kecemasan mahasiswa melalui intervensi mendengarkan murottal al-qur’an. Subjek penelitian berjumlah 7 orang yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Makassar yang memiliki tingkat kecemasan cukup tinggi. Penelitian ini menggunakan ­desain eksperimen the one-group pretest-posttest. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kecemasan covid-19 yang disusun berdasarkan aspek dari Calhoun dan Acocella. Data dianalisis menggunakan statistik nonparametrik uji Wilcoxon signed rank test dengan cara membandingkan nilai rata-rata sebelum dan setelah intervensi mendengarkan murottal al-qur’an diberikan kepada subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat kecemasan secara signifikan (p=0.018) dengan nilai pretest (50,86) dan posttest (46,14), sehingga intervensi mendengarkan murottal al-qur’an yang diberikan efektif untuk menurunkan kecemasan covid-19 yang dialami oleh mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini adalah intervensi mendengarkan murottal al-qur’an dapat dijadikan sebagai salah satu metode untuk menurunkan kecemasan covid-19 pada individu, khususnya bagi mahasiswa yang mengalami kecemasan akibat covid-19.