Claim Missing Document
Check
Articles

Usulan Perencanaan Kebijakan Persediaan Kategori Obat Keras Dan Obat Bebas Menggunakan Metode Continuous Review (s,s) Dan Continuous Review (s,q) Untuk Mengurangi Total Biaya Persediaan Di Bm Pt Xyz Bandung Dinnurillah Febryanti; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang farmasi. PT XYZ memiliki Bussiness Manager (BM) yang berfungsi sebagai dedicated supplier untuk apotek PT XYZ disekitarnya. BM PT XYZ Bandung merupakan dedicated supplier untuk 37 apotek PT XYZ yang tersebar diseluruh Kota Bandung dan sekitarnya. Berdasarkan jenis produk yang dijual oleh BM PT XYZ terbagi mejadi 5 kategori, yaitu obat keras, obat bebas terbatas, obat bebas, alat kesehatan dan produk sehari-hari. Dalam menentukan kebijakan persediaan, BM PT. XYZ belum menggunakan perhitungan yang baku. Kebijakan persediaan diambil dengan memperkirakan jumlah yang tepat untuk setiap pembelian. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya overstock yang menyebabkan total biaya persediaan menjadi sangat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kebijakan persediaan untuk obat keras dan obat bebas dengan tools matriks analisis ABC-VED yang akan menghasilkan 3 kategori yang akan dibagi menjadi 2 prioritas, dalam prioritas 1 (AV+BV+CV+AE+AD) terdapat 629 obat dan prioritas II (BE+CE+BD+CD) terdapat 1390 obat. Kebijakan persediaan untuk prioritas I menggunakan metode Continuous review (s,S) dan untuk prioritas II menggunakan metode Continuous review (s,Q). Hasil perhitungan kebijakan persediaan untuk prioritas I memberikan penghematan total biaya persediaan sebesar 41,47% atau sebesar Rp 22.889.164,63 sedangkan untuk prioritas II memberikan penghematan total biaya sebesar 18,11% atau sebesar Rp12.353.482,71. Kata Kunci : Inventori, Probabilistik, Overstock, Continuous review (s,Q), Continuous review (s,S)
Inventory Policy Of Medicines And Medical Equipment In Central Operation Theatre Depot Of Xyz General Hospital Bandung Using Periodic Review (r,s,s) And Joint Replenishment Valdy Septyano; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract XYZ General Hospital is an A class teaching hospital which is a referral hospital that serves primary healthcare in West Java province. To serve patients, XYZ General Hospital has pharmacy warehouse which provide fifteen depots in particular ward. This research is being carried in Central Operation Theatre (COT) depot that serves central surgery ward. Central surgery ward serve major and minor operation which needs both medicine and medical equipment. To minimize cost, it is necessary to optimize inventory policy of medicines and medical equipment. ABC-VED classification was performed to determine classification of medicines and medical equipment which results are I priority and II priority category. Periodic review and joint replenishment were performed to determine R (periodic interval), s (reorder point), and S (maximum inventory) and T (periodic interval) and Q (lot size). Using proposed model, XYZ General Hospital optimize cost up to 77.75% for I priority and 79.09% for II priority. Keywords: ABC analysis, VED analysis, Hadley-Within, Periodic review (R,s,S), Joint replenishment.
Usulan Perbaikan Alokasi Penyimpanan Material Gudang Bahan Baku Di Pt Arka Footwear Indonesia Untuk Mengurangi Waktu Delay Dengan Menggunakan Correlated Storage Policy M. Taufiq Herdikatama; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Arka Footwear Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi sepatu hanya untuk pengiriman luar negeri. PT Arka Footwear Indonesia memiliki beberapa gudang salah satunya adalah gudang bahan baku yang menyimpan berbagai bahan baku untuk memproduksi produk sepatu sneaker. Adanya delay pada aktivitas gudang disebabkan oleh lamanya aktivitas picking, hal ini disebabkan kareana adanya proses searching. Penempatan produk secara random oleh operator, menyebabkan misplaced pada penyimpanan material di rak. Langkah awal adalah memetakan seluruh proses bisnis dan aktivitas yang terdapat pada gudang bahan baku PT Arka Footwear Indonesia dengan menggunakan Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) sehingga didapatkan waktu proses dan value dari masing-masing aktivitas, kemudian didapatkan aktivitas order picking yang memiliki waktu non value added paling besar. Untuk itu dilakukan alokasi penyimpanan produk agar mengurangi waktu non value added terutama pada proses picking dengan melakukan pengklasifikasian dengan analisis correlated coefficient, kemudian dilakukan slotting dan zonafikasi untk menentukan area penempatan barang untuk masing masing SKU berdasarkan klasifikasinya. Setelah dilakukan proses pengklasifikasian, slotting dan zonafikasi, maka langkah selanjutnya adalah merancang future State Map usulan, sehingga didapatkan waktu order picking menurun 23,78% dari sebelumnya. Kata kunci: correlated storage, warehouse slotting, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping
Pengembangan Point Of Sales & Inventory Manajemen Pada Aplikasi E-apotik Dengan Metode Waterfall (studi Kasus Klinik Medika 24) Lia Avita Sari; Yuli Adam Prasetyo; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klinik Medika 24 hadir untuk melayani kesehatan masyarakat umum selama 24 jam, dengan maksimal dan profesional. Klinik Medika 24 terletak di kawasan Bandung di daerah Rancaekek. Aspek terpenting dari pelayanan farmasi adalah mengoptimalkan manajemen obat diantaranya, perencanaan ketersediaan obat, pelayanan penjualan obat dan penyerahan obat kepada masyarakat. Klinik Medika 24 menyediakan berbagai macam obat-obatan. Klinik medika 24 mempunyai masalah dalam aplikasinya, karena data yang sering kali muncul pada aplikasi penjualan transaksi penerimaan obat kurang efisien, pemesanan obat hanya dilakukan melalui kasir, lalu manajer membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan laporan penjualan, dikarenakan tidak ada aplikasi yang dapat mengintgrasikan laporan penjualan antara manajer dengan kasir.Solusi, permasalahan seperti yang dijelaskan sebelumnya adalah dengan membangun aplikasi POS point of sale berbasis web yang dapat membantu menyajikan keadaan penerima obat yang terus terbaharui di setiap adanya transaksi penerima dan penjual obat, serta pelanggan dapat melakukan pemesanan obat melalui web Klinik Medika 24. Point of sales adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk menghitung dan merekam seluruh transaksi penjualan. Perancangan aplikasi ini menggunakan metode waterfall dengan menggunakan fremework codeigniter. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi Point Of Sales berbasis web dengan fitur-fitur yang dapat membantu pengguna untuk saling berintgrasi dalam mengelola penjualan serta memepercepat manyajikan laporan penjualan obat Kata kunci :Point Of Sales, Klinik, Waterfall
Perencanaan Kebijakan Persediaan Obat Dengan Metode Continuous Review (s,s) Dan Metode Hybrid Sistem Untuk Meminimumkan Total Biaya Persediaanstudi Kasus : Klinik Medika 24 Gita Purnama Sari; Budi Sulistyo; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Klinik Medika 24 merupakan salah satu klinik pratama yang berada di daerah Kabupaten Bandung. Pengendalian obat di Klinik Medika 24 terbilang belum baik , sehingga mengakibatkan permasalah yaitu persediaan obat melebihi dari permintaan tiap bulan yang berdampak pada tingginya total biaya persediaan. Hal ini dapat terjadi karena klinik Medika 24 belum mengklasifikasikan obat berdasarkan nilai pemakaiannya dan tingkat kekritisan obat tersebut dalam pengendalian obatnya, serta dalam melakukan pemesanan obat klinik Medika 24 tidak memperhatikan persediaan maksimum dan sisa persediaan yang ada. Dari permasalahan tersebut, pada penelitian ini dilakukan pengklasifikasian obat dengan menggunakan analisis ABC-VED dan menerapkan sistem inventori probabilistik metode Continuous Review (s,S) dan metode Hybrid Sistem untuk menghasilkan parameter persediaan yang mendekati optimal dengan perhitungan Hadley-Within. Berdasarkan pengklasifikasian obat dengan menggunakan analisis ABC-VED dihasilkan 3 kelas obat. Perhitungan dengan metode Continuous Review (s,S) untuk obat kelas I memberikan penurunan total biaya persediaan 51%. Sedangkan perhitungan dengan menggunakan metode Hybrid Sistem untuk obat ekelas II dan kelas III memberikan penurununan total biaya persediaan sebesar 49%. Kata kunci:Overstock, analisis ABC-VED, Hadley-Within, Continuous Review (s,S), Hybrid Sistem. 1
Perancangan Racking System Menggunakan Pendekatan Multiple Knapsack Problem Untuk Meningkatkan Kapasitas Penyimpanan Produk Fmcg Dengan Total Ongkos Rancangan Yang Minimum Pada Gudang Pt Xyz Bandung Astari Fitria Puspita Dewi; Luciana Andrawina; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distributor dengan produk FMCG yang dikirimkan berasal dari supplier PT ABC. Untuk pendistribusian produk pada customer yang berada di wilayah bandung, PT XYZ memiliki gudang sebagai tempat penyimpaan barang jadi sebelum barang tersebut disalurkan ke customer. Kondisi gudang saat ini dalam penyimpanan produknya yang menggunakan sistem block stacking sudah tidak dapat lagi menampung keseluruhan produk yang datang ke gudang. Hal tersebut terlihat dari adanya gap antara jumlah kapasitas penyimpanan yang ada (pallet) dengan stock produk dalam satuan pallet. Sehingga banyak produk yang ditumpuk diatas produk lain hingga ketinggian melebihi batas penumpukan produk, hal tersebut riskan terhadap kerusakan produk dan ketidaknyamanan operator gudang dalam mengambil produk yang ditumpuk tersebut. Jika dilihat dari perhitungan utilitas gudang saat ini yaitu 37%, menandakan bahwa utilitas gudang masih jauh dibawah 80% sehingga perusahaan perlu memanfaatkan penggunaan ruang gudang secara vertikal. Oleh karena itu dalam penelitian ini diusulkan penerapan sistem penyimpanan dengan racking system dan mencari jumlah kombinasi rak sesuai dengan kebutuhan penyimpanan dengan total biaya rancangan yang minimum. Langkah awal yang dilakukan yaitu dengan menghitung kebutuhan jumlah pallet berdasarkan data stock gudang, lalu memilih jenis rak yang sesuai dengan kriteria produk dan merancang dimensi rak, setelah itu memilih material handling equipment yang sesuai sehingga didapatkan lebar aisle pada tata letak gudang usulan. Perhitungan jumlah kombinasi rak menggunakan metode Multiple Knapsack Problem dengan model matematika linear programming. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan peningkatan pada utilitas gudang sebesar 13% dan peningkatan kapasitas gudang sebesar 216% pallet. Kata kunci : warehouse, racking system, multiple knapsack problem, linear programming
Penentuan Jumlah Perencanaan Permintaan Cat Untuk Meningkatkan Tingkat Akurasi Peramalan Berdasarkan Peramalan Permintaan Cat Pada Pt.xyz Fadiah Shabrina Winarno; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi bahan bangunan jenis cat dan distribusikan ke seluruh daerah Indonesia. PT.XYZ masih memiliki tingkat akurasi peramalan yang rendah sehingga menyebabkan terjadinya overstock. Hal ini dapat terjadi diakibatkan PT.XYZ belum melakukan peramalan permintaan berdasarkan pola data atau keadaan yang terjadi pada PT.XYZ. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu adanya peramalan permintaan dengan metode yang sesuai dengan pola data atau keadaan yang terjadi di PT.XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Regresi Linier, Single Exponential Smoothing, Holt Exponential Smoothing, dan Winter Exponential Smoothing. Setelah dilakukan perhitungan peramalan permintaan dengan masing-masing metode, metode yang terpilih untuk setiap merk cat adalah metode Winter Exponential Smoothing. Metode ini terpilih karena memiliki nilai kesalahan peramalan terendah jika dibandingkan dengan metode lainnya. Nilai kesalahan peramalan diolah dengan melakukan perhitungan Mean Square Error (MSE). Dengan terpilihnya metode Winter Exponential Smoothing, maka tingkat akurasi peramalan permintaan existing naik sebesar 24.34% jika dibandingkan peramalan permintaan usulan. Dan overstock yang terjadi dapat menurun sebesar 26.68%. Dari hasil penelitian tersebut dapat dilakukan penerapan metode terpilih dalam melakukan peramalan permintaan pada PT.XYZ dan mengaplikasikannya dengan aplikasi yang mendukung. Kata kunci : Peramalan, Overstock, Regresi Linier, Single Exponential Smoothing, Holt Exponential Smoothing, Winter Exponential Smoothing, Mean Square Error (MSE)
Perancangan Rute Pendistribusian Produk Obat Dengan Menggunakan Algoritma Tabu Search Pada Vehicle Routing Problem With Time Window Di Pt Xyz Bandung Rifa Rizka Anisah; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ adalah perus ahaan farmas i multinas ional dan tumbuh menjadi dis tributor umum, tidak hanya dalam produk ethical tetapi juga berbagai produk kons umen, indus tri farmas i, kos metik, dan makanan indus tri. Perus ahaan ini mempunyai gudang s ebagai tempat penyimpanan barang dan akan mendis tribus ikan barangnya untuk area dalam kota Bandung dan luar kota Bandung. PT. XYZ memiliki customer untuk bagian ethical mulai dari rumah s akit, apotek dan outlet kecil yang ters ebar di s eluruh bagian daerah. Permas alahan yang ada adalah PT. XYZ tidak dapat mendis tribus ikan s emua permintaan pelanggan yang ada dan hal ters ebut menimbulkan tingginya biaya tras nportas i. Penelitian ini bertujuan untuk meminimas i frekuens i keterlambatan PT XYZ dalam mendis tribus ikan barangnya dan meminimas i biaya tras nportas i. Penelitian ini membahas VRP das ar dengan karakteris tik time window, multi trip dan multiple products. Karakteris tik ters ebut menunjukkan bahwa VRP yang terjadi pada PT XYZ cukup kompleks s ehingga permas alahan ini dis eles aikan dengan pendekatan metaheuris tik s eperti Algoritma Tabu Search. Algoritma ini dimulai dengan pembangkitan populas i awal dengan menggunakan algoritma nearest neighbour yang kemudian dioptimalis as i menggunakan algoritma Tabu Search Has il dari algoritma ini dapat meminimumkan jarak tempuh, waktu tempuh, meminimas i frekuens i keterlambatan dan meminimas i biaya total trans portas i s ampai dengan 6.17% . Kata Kunci: Trans portas i, VRP, Multiple Products, Time Window, Multi Trip, Algoritma Nearest Neighbour, Algoritma Tabu Search.
Perencanaan Kebijakan Persediaan Untuk Meminimasi Stockout Dengan Pendekatan Continuous Review (s,s) Dan Continuous Review (s,q) Pada Persediaan Bahan Baku Pt Arka Footwear Dian Audina Jaufanti; Luciana Andrawina; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Arka Footwear merupakan perusahaan produsen sepatu yang terletak di Cicalengka, Kabupaten Bandung. Produksi sepatu dilakukan dengan cara pre-order, lalu diekspor untuk dikirimkan pada perusahaan yang memesan. Begitupun bahan baku yang digunakan untuk proses produksi didapat dengan cara impor. Selama ini persediaan bahan baku sepatu PT. Arka Footwear belum dikelola dengan baik, seringkali terjadi kekurangan bahan baku sehingga dapat menyebabkan proses produksi tidak dapat berjalan dengan lancar dan dapat menyebabkan lost sales. Keadaan ini juga dapat menyebabkan total biaya persediaan meningkat karena adanya biaya kekurangan yang sangat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kebijakan persediaan bahan baku dengan menggunakan matriks ABC dan analisis ADI-CV. Pada penelitian ini dilakukan penerapan metode probabilistik model Continuous Review (s,S) dan Continuous Review (s,Q) karena permintaan bahan baku yang bersifat probabilistik. Penelitian bertujuan untuk menentukan parameter persediaan seperti ukuran lot persediaan, cadangan pengaman (safety stock), dan reorder point yang optimal sehingga dapat meminimasi jumlah stock out. Hasil dari penerapan model Continuous Review (s,S) pada persediaan bahan baku prioritas I memberikan penghematan biaya persediaan sebesar 99,41%, sedangkan penerapan model Continuous Review (s,Q) pada persediaan prioritas II dan III memberikan penghematan biaya persediaan sebesar 99,51%. Kata Kunci : Persediaan, Stock Out, Continuous Review
Perencanaan Kebutuhan Pemesanan Material Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan Dengan Metode Material Requirement Planning (studi Kasus : Pt Citramas Heavy Industries) Nurul Hidayati; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah proyek konstruksi, material sangat dibutuhkan sebagai penunjang untuk membangun sebuah proyek yang dipesan oleh pelanggan. Ketersediaan material dalam jumlah yang tepat akan mampu meningkatkan kinerja perusahaan dan tidak menimbulkan biaya persediaan yang tinggi. Bagi PT Citramas Heavy Industries, penyimpanan material di gudang hanya bersifat sementara. Saat terjadi material yang berlebih dalam proses produksi, maka material tersebut akan disimpan di dalam gudang hingga menunggu untuk digunakan kembali. Apabila material tersebut telah disimpan di gudang melebihi dari 6 bulan, maka material tersebut dapat dikategorikan sebagai material expired. Material expired merupakan persediaan yang sudah tidak dapat digunakan akibat penurunan kualitas material. Dengan menyimpan material yang telah expired akan menyebabkan total biaya persediaan menjadi lebih tinggi.  Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menanggulangi material expired adalah Material Requirement Planning yang terdiri dari 4 tahapan mendasar yaitu perhitungan kebutuhan kotor (explosion), kebutuhan bersih (netting), jumlah pemesanan (lotting), dan penentuan waktu pemesanan (offsetting). Pada tahapan lotting digunakan 3 teknik lot size yaitu teknik Economic Order Quantity, Part Period Balancing, dan Algoritma Wagner-Within. Dengan metode ini dilakukan pengolahan data yang berupa jumlah kebutuhan material, biaya pesan dan biaya simpan serta lead time untuk memperoleh jumlah pesanan yang optimal dengan biaya persediaan minimal.    Kata kunci : Material, Expired, Material Requirement Planning, Teknik Lot Sizing
Co-Authors Anggun Kharisma Putri Anissa Wulandari Annisa Salma Hanifah Ari Ridwan Ari Yanuar Ari Yanuar Ridwa Ari Yanuar Ridwan Astari Fitria Puspita Dewi Azylia Putri Denia Bagja Satiaraharja Bartolomeus Laudy Galih Arto Budiarto, Sulistyo Decky Ridho Sahertian Delva Gestio Destaria Madya Verawaty Destaria Madya Verawaty Dhiya Afwan Taufiq Dian Audina Jaufanti Dian Ayu Detasari Dida Damayanti Dida Diah Damayanti Dinda Sekar Putri Dinnurillah Febryanti Djoko Wahjuadi Dwiska Aini Nurrahma Elfrida Ratnawati Eriko Mahtamtama Fadiah Shabrina Winarno Farhan Ilhamul Latief Farih Jamil Rajabi Fatia Mulyahati Yunus Febianto Saputro Fitra Hananto Ghiyats Nur Syafiq Abdul Qadir Gita Purnama Sari Gita Purnama Sari Hafizh Rochmana Putra Hardian Kokoh Pambudi Harly Mifta Nurfala Hasna Nurhasanah Ifrah Fuady Iphov Kumala Sriwana Irfandi Juliansyah Jerrystama Abipradja Judi Alhilman Kadek Bella Rusiana Dewi Lia Avita Sari Luciana Andrawina M Rifky Vidiarta M. Taufiq Herdikatama Maya Putri Arumsari Maya Putri Arumsari Michael Panjaitan Mira Rahayu Muhammad Hilman Kusnawan Muhammad Riski Muhammad Wibisono Mutia Permatasari Nadya Nadya Nancy Putri Ramadhani Ni Kadek Cahya Wahyuni Nida F Maulanisa Nuansa Shella Tadestarika Nur Aini Ajeng Juliawati Nurul Hidayati Ony Azwida Sari Ovita Gustiana Paramaditya Arismawati Prafajar Suksessanno Muttaqin Priska Hesmono Punto Aji Wardhana Rachmadita Andreswari Raen Oktaviani Br.sembiring Rahmatya Dwi Arini Rahadina Ratna Wulan Sari Rifa Rizka Anisah Rio Aurachman Rudi Theo Satrio Shylvia Deviani Sofi Fauziah Tony Iqbal Rahmadika Ulfa Eka Khapso Valdy Septyano Vania Utami Variesta Putra Wibisana Vinia Delia Vito Pradana Pujadenta Wawan Tripiawan Wirandy Fajar Saputra Yuli Adam Prasetyo Yurinda Amalia