Claim Missing Document
Check
Articles

Terapi Murottal Berpengaruh terhadap Tekanan Darah dan Kecemasan pada Lansia Penderita Hipertensi Sri Nur Hartiningsih; Pipin Nurhayati; Eka Oktavianto; Andri Setyorini
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 4 (2022): November 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i4.1177

Abstract

Semakin bertambahnya usia, pada masa lansia resiko hipertensi semakin meningkat, perubahan fisiologis sistem peredaran darah terutama pada pembuluh darah,resikonya semakin besar. Penatalaksaan terapi non farmakologis bisa sebagai alternatif bagi penderita hipertensi, salah satu terapi nonfarmakologis bisa dengan terapi murrotal. Terapi murotal terbukti dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murotal terhadap tekanan darah dan kecemasan pada lansia penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre Eksperimen dengan pendekatan rancangan one group Pretest Post-Test Design. Populasi penelitian ini berjumlah 27 responden dengan menggunakan metode total sampling. Instrument yang digunakan tensi meter dan lembar kuesioner dengan menggunakan uji analisis parametik yaitu uji paired t-test. Setelah diberikan terapi murotal perubahan tekanan darah sistolik sebesar 8,81 mmHg dengan p value 0,000, tekanan darah distolik sebesar 4,41 mmHg dengan p value dan kecemasan dengan skor rata-rata 14,72±2,47 nilai P value 0,000.
Penyuluhan Kesehatan dalam Rangka Pencegahan Covid 19 Sri Nur Hartiningsih; Pipin Nurhayati; Gani Apriningtyas Budiyati; Eka Oktavianto
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i2.1175

Abstract

Covid 19 merupakan wabah yang tersebar dan disebabkan oleh infeksi virus SARS-Cov-2. Gangguan Kesehatan yang ditimbulkan oleh Covid 19 ini mengakibatkan gangguan pernafasan. Upaya pencegahan penularan Covid 19 dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan, salah satu cara peningkatan pengetahuan dengan penyuluhan/Pendidikan Kesehatan. Tujuan Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan sebagai upaya pencegahan penluaran Covid 19 di Dusun Mertosanan Wetan RT 10, Potorono, Banguntapan, Bantul. Kegiatan abdimas ini dilakukan secara online, sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan dilakukan postes dan dilakukan postes dia kahir kegiatan Pendidikan Kesehatan. Setelah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan covid 19 terjadi peningkatan pengetahuan pada masyarakat di Dusun Mertosanan, sebelum dilakukan penyuluhan 15 orang (60%), 10 orang (40%) setelah dilakukan penyuluhan pengetahuan tentang pencegahan Covid 19 meningkat semua responden dengan nilai kategori baik 25 orang (100%). Kegiatan abdimas yang dilakukan dengan Pendidikan Kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan Covid 19.
Bijak Menggunakan Gadget pada Anak dan Remaja: Wise Use of Gadget in Children and Adolescence Gani Apriningtyas Budiyati; Suryati; Sri Nur Hartiningsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.302 KB)

Abstract

Abstrak: Latar belakang:Adanya gadget dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mencari informasi, hiburan maupun interaksi dengan oranglain. Manfaat adanya gadget pada remaja antara lain adalah kemudahan akses ilmu maupun pengetahuan yang berhubungan dengan kegiatan akademik. Kondisi pandemi ini mengharuskan setiap orang terutama pelajar anak/remaja untuk beraktivitas/ belajar di rumah. Dengan adanya penggunaan gadget yang terlalu lama, maka hal tersebut akan berdampak pada penurunan waktu tidur remaja. Penggunaan gadget pada remaja ini perlu mendapatkan perhatian karena memiliki dampak bagi kesehatan antara lain obesitas, tidak teraturnya waktu makan, sakit leher dan terutama mata menjadi kering. Tujuan: remaja dapat mengetahui durasi penggunaan gadget yang disarankan dan mengetahui dampak yang diakibatkan dari penggunaan gadget terlalu lama/kecanduan gadget.Metode:edukasi kesehatan pada remaja untuk dapat menggunakan gadget secara bijak. Hasil:  Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu sebanyak 80% remaja memahami durasi yang disarankan untuk menggunakan gadget, 90% remaja mengetahui dampak kecanduan gadget. Kesimpulan dan saran: pengabdian masyarakat ini meningkatkan edukasi mengenai penggunaan gadget pada remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap penggunaan gadget dengan baik   Abstract: Background: The existence of gadgets can be used as a medium to find information, entertainment and interaction with other people. The benefits of having gadgets for teenagers include easy access to knowledge and knowledge related to academic activities. This pandemic condition requires everyone, especially student children/teenagers, to do activities/study at home. The use of gadgets in teenagers also has an impact on the behavior and daily activities of teenagers. With the use of gadgets that are too long, it will have an impact on decreasing sleep time for teenagers. The use of gadgets in adolescents needs attention because it has an impact on health, including obesity, irregular meal times, neck pain and especially dry eyes. Objective: teenagers can find out the recommended duration of gadget use and find out the impact of using gadgets for too long/addiction to gadgets. Method: health education for teenagers to be able to use gadgets wisely. Results: The results of this community service are as many as 80% of teenagers understand the recommended duration of using gadgets, 90% of teens know the impact of gadget addiction. Conclusions and suggestions: to increase education regarding the use of gadgets in adolescents to increase knowledge and awareness of adolescents about using gadgets properly
Penanganan Nyeri Dismenorea pada Remaja Putri dengan Mengaplikasikan Inovasi Magic-Cool Aromatherapy Lavender: Treatment of Dysmenorrhea Pain in Adolescent Women by Applicing The Innovation of Magic-Cool Aromatherapy Lavender Eka Oktavianto; EndarTimiyatun; Sri Nur Hartiningsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2022): september
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.566 KB)

Abstract

Abstrak: Dismenorea menjadi salah satu permasalahan yang mengganggu kenyaman anda dalam kehidupan remaja.Sifat dan tingkat rasa nyeri bervariasi, mulai dari  yang ringan hingga yang berat sehingga dapat menggaggu aktivitas sehari-hari. Aktivitas sekolah dan kegiatan pertemanan menjadi terhambat hingga kualitas hidup menjadi menurun. Salah satu tindakanya adalah dengan melakukan kegiatan penanganan nyeri dismenorea dengan menggunakan inovasi magic-cool aromatherapy lavender. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan kepada remaja putri yang mengalami dismenorea inovasi magic-cool aromatherapy lavender sebagai salah satu tindakan penanganan nyeri dismenorea. Metode pelaksanaanya yakni dengan Community Based Research (CBR) yakni dengan melakukan pendidikan kesehatan mengenai dismenorea dan penangananya. Edukasi kesehatan dilakukan dengan metode ceramah Tanya jawab dan menggunakan media lembar balik. Edukasidilakukanselama 30 menit yang sebelum dan sesudahnyadilakukan pretest dan postest. Kegiatan demonstrasi dilakukan selama 30 menit. Terdapat 25 remaja yang mengikuti kegiatan ini. Skala nyeri rata-rata sebelum penggunaan magic-cool aromatherapy lavender adalah 6,30 turunmenjadi 2,25 setelahnya (perubahanyasebesar 4,05). Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan. Magic-cool aromatherapy lavender efektif untuk menurunkan nyeri dismenorea. Abstract : Dysmenorrhea is one of the problems that interfere with comfort in the lives of teenagers. The nature and level of pain varies, ranging from mild to severe so that it can interfere with daily activities. School activities and friendship activities are hampered so that the quality of life decreases. One of the actions is to carry out dysmenorrhea pain management activities using the magic-cool lavender aromatherapy innovation. The purpose of this activity is to introduce to young women who experience dysmenorrhea the magic-cool innovation of lavender aromatherapy as one of the measures to treat dysmenorrhea pain. The method of implementation is Community Based Research (CBR). Health education was conducted about dysmenorrhea and its handlers. Health education is carried out using a question and answerlecture method and using flip chart. Education was carried out for 30 minutes before and after the pretest and posttest. Demonstrations were also carried out for 30 minutes. There were 25 youths who participated in this activity. The average pain scale before using magic-cool lavender aromatherapy was 6.30 down to 2.25 after (the change was 4.05). It can be concluded that the application. Magic-cool lavender aromatherapy is effective for reducing dysmenorrhea pain.    
Pelatihan bermain pada pengasuh meningkatkan kualitas interaksi antara pengasuh dan anak prasekolah Eka Oktavianto; Sri Nur Hartiningsih; Nadya Wuri Dewastuti; Endar Timiyatun
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.245 KB) | DOI: 10.30644/rik.v7i1.138

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Pengasuh adalah penentu utama perkembangan anak. Interaksi dan hubungan dengan pengasuh akan memberikan efek yang kuat pada pertumbuhan dan perkembangan yang sehat bagi anak-anak. Interaksi berkualitas dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Namun, tidak setiap pengasuh mampu merespons secara tepat kebutuhan anak-anak mereka. Memberikan pelatihan bermain bagi pengasuh adalah salah satu solusi yang dibutuhkan. Tujuan: Penelitian ini menguji pengaruh pelatihan bermain terhadap kualitas interaksi antara pengasuh dan anak prasekolah. Metode: Penelitian ini adalah pra-eksperimental dan menggunakan satu kelompok pre-pos tes tanpa kelompok kontrol. Sembilan belas pasang pengasuh dan anak-anak pra sekolah direkrut dengan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner demografi dan lembar observasi PICCOLO (Parenting Interaction with Children: Checklist of Observation Linked to Outcome). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terjadi peningkatan skor kualitas interaksi sebelum dan sesudah pelatihan diberikan. Nilai rata-rata sebelum pelatihan adalah 24,95 dan setelah pelatihan bermain adalah 36,74 (pada postest 1) dan 36,89 (pada postest 2). Terjadi kenaikan rata-rata skor kualitas interaksi sebesar 11,79 (pada postest 1), dan 11,94 (pada postest 2). Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p = 0,000 (nilai p < 0,05) Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan bermain terhadap kualitas interaksi antara pengasuh dan anak prasekolah (nilai p < 0,05).
Aromaterapi Jasmine Berpengaruh terhadap Kualitas Tidur pada Lansia Sri Nur Hartiningsih; Sri Rahayu A. Amir; Andri Setyorini; Yeni Isnaeni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 3 (2023): Agustus 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i3.1737

Abstract

Semakin bertambahnya usia, lansia mengalami perubahan fisik maupun psikologis yang dapat mempengaruhi penurunan aktivitas, sehingga akan berdampak terhadap kualitas tidur. Di Indonesia lansia yang mengalami gangguan tidur sebanyak 5%, sehingga perlunya upaya penanganan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur salah satunya dengan menggunakan aromaterapi jasmine. Aromaterapi jasmine memiliki manfaat sebagai antidepresan dan bersifat menenangkan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi jasmine terhadap kualitas tidur pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Kasihan Bantul yogyakarta. Penelitian ini dengan Quasy Eksperiment With control Groub Pretest And Posttest Design. Penelitian dilaksanakan di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Kasihan Bantul Yogyakarta. populasi penelitian ini adalah lansia yang berumur 60-74 dan tinggal di wisma Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha, mengalami gangguan tidur sebanyak 20 lansia. Teknik Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 20 responden, 10 untuk kelompok intervensi, dan 10 untuk kelompok kontrol. instrument menggunakan kuesioner Piitsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang telah dilakukan uji validitas validitas 0,840 dan reliabilitas Crombach’s alpha 0,881, analisis data dengan uji paired sampel t-test. Hasil penelitian ini bahwa aromaterapi jasmine yang diberikan pada kelompok intervensi dapat meningkatakan score kualitas tidur sebesar 20,4 dengan nilai p-value 0.000. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaaan yang signifikan dengan peningkatan score 0,8 dengan nilai p value 0,168 yang menunjukan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Aromaterapi jasmine efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia di balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Kasihan Bantul Yogyakarta.
Manfaat Terapi Murottal Al – Qur’an Untuk Menurunkan Hipertensi Pada Lansia di Posyandu Lansia Melati Tegal Senggotan Tirtonirmolo Kasihan Bantul Yogyakarta Nurhayati, Pipin; Sri Nur Hartiningsih; Niken Setyaningrum; Miftakhul Aziz
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v1i2.122

Abstract

Lanjut usia adalah usia rentan terhadap berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh perubahan fisiologis tubuh. Pada masa lanjut usia, anggota tubuh bagian dalam mengalami penurunan fungsi yang berdampak pada penurunan imunitas tubuh. Salah satu penyakit yang sering dialami oleh lansia adalah hipertensi. Hipertensi terjadi karena pembuluh darah menyempit yang menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Upaya farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah, salah satunya adalah terapi murottal al-qur’an. Laporan pengabdian ini menggunakan desain studi kasus untuk mengetahui pengaruh terapi murottal al-qur’an dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Analisa data menggunakan metode observasi sebelum dan sesudah terapi al-qur’an. Hasil pengabdian yang dilakukan adalah ada pengaruh terapi murottal al-qur’an dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Terdapat rata-rata penurunan tekanan darah pada lansia sebelum dan sesudah terapi murottal al-qur’an sebesar 10 mmHg. Disarankan kepada lansia dengan hipertensi menggunakan terapi murottal al-qur’an untuk menurunkan tekanan darahnya.
Memahamkan Remaja Putri Tentang Dismenorea serta Penanganannya Secara Nonfarmakologis: Understanding Adolescent Girls About Dysmenorrhea and Its Nonpharmacological Treatment Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Sri Nur Hartiningsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:  Permasalahan nyeri haid atau dismenorea banyak dialami oleh para remaja putri. Sifat dan tingkat rasa nyeri dismenorea bervariasi, mulai dari  yang ringan hingga yang berat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.Permasalahan tersebut perlu untuk diatasi sehingga tidak menyebabkan terganggunya aktivitas remaja terutama aktifitas saat belajar. Salah satu tindakannya adalah dengan melakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada remaja mengenai dismenorea dan penanganan nyeri dismenore secara nonfarmakologi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja putri yang mengalami dismenore mengenai terapi nonfarmakologi sebagai upaya meningkatkan pengetahuan remaja dalam mengatasi nyeri dismenorea. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan prinsip community-based research. Tindakan pengabdian yang dilakukan dengan melakukan pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah tanya jawab. Media pengabdian yang digunakan adalah buku modul. Sasaran dari kegiatan ini adalah remaja putri di Dukuh Wijilan, Wijimulyo, Nanggulan, Kulonprogo. Jumlah peserta sebanyak 17 remaja. Metode evaluasi dengan menggunakan pre dan postest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan dari awalnya mayoritas kategori “kurang” menjadi kategori “baik”. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat, semua remaja (100%) memiliki pengetahuan dalam kategori “baik”. Hasil uji komparasi pengetahuan sebelum dan sesudah dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p=0,000 (nilai p < 0,05). Kesimpulannya adalah kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pendidikan kesehatan menggunakan modul efektif meningkatkan pengetahuan remaja.   Abstract: The problem of menstrual pain or dysmenorrhea is experienced by many young women. The nature and level of dysmenorrhea pain varies, ranging from mild to severe which can interfere with daily activities. These problems need to be addressed so that they do not disrupt adolescent activities, especially activities while studying. One of the actions is to carry out health education activities for teenagers regarding dysmenorrhea and non-pharmacological treatment of dysmenorrhea pain. The purpose of this activity is to provide health education to young women who experience dysmenorrhea regarding non-pharmacological therapy as an effort to increase adolescents' knowledge in dealing with dysmenorrhoea pain. The community-based research concept was applied in the execution of this community service project. The health education was delivered via a question-and-answer lecture format as part of the act of service. A module book was used as media in this activity. The target of this activity was young women in Wijilan Hamlet, Wijimulyo, Nanggulan, Kulonprogo. The number of participants was 17 teenagers. Evaluation method using pre and posttest. The evaluation results show an increase in the category of knowledge from the initial majority category of "less" to the category of "good". After the community service activities were carried out, all youth (100%) had knowledge in the "good" category. The results of the comparative test of knowledge before and after using the Wilcoxon test obtained a value of p = 0.000 (p value <0.05). The conclusion is that community service activities by conducting health education using modules effective to increasing adolescent knowledge.
Pengaruh Modul Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Usia Dini terhadap Pengetahuan Ibu tentang Kekerasan Seksual Suryati, Suryati; Hartiningsih, Sri Nur; Nurwardanik, Anggi
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.1.2024.227-234

Abstract

Tindakan kekerasan seksual dapat menyebabkan dampak buruk terhadap anak, baik secara fisik maupun psikologis. Dampak tersebut dapat berupa hilangnya kepercayaan anak terhadap orang dewasa, trauma secara seksual, merasa tidak berdaya dan stigma negatif dari masyarakat. Ibu adalah tempat utama bagi pendidikan anak tetapi ibu terkadang keliru dengan menganggap bahwa anak usia dini tidak memerelukan pendidikan seksual sejak dini. Upaya ibu sebagai pendidik dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pengetahuan ibu serta memberikan informasi. Pemberian informasi dalam penelitian ini menggunakan modul sebagai panduan dalam pencegahan kekerasan seksual pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh modul pencegahan kekerasan seksual pada anak usia dini terhadap  pengetahuan ibu tentang kekerasan seksual di TK ABA Janturan Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan desain pre experimental (one group pre-post test design). Jumlah responden 57 ibu. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen  yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan. Analisis penelitian menggunakan Uji Paired t-test yang menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test pada pengetahuan ibu dengan nilai p-value 0.000. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh yang signifikan pada pengetahuan ibu sesudah diberikan intervensi pemberian modul.
Pencegahan Diabetes Melitus dengan Penyuluhan dan Tes Gula Darah Hartiningsih, Sri Nur; Nurhayati, Pipin; Oktavianto, Eka; Setyorini, Andri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.1853

Abstract

Diabtes mellitus meningkat dari tahun, ketahun. jumlah di Indonesia berkisar 8,9 juta pada tahun 2000, dan diperkirakan jumlah ini meningkat sekitar 21,3 juta pada tahun 2030, dengan meningkatnya jumlah penderita DM negara juga menanggung kerugian sekitar 10% untuk menanggulangi penyakit DM, program pencegahan DM dapat dilakukan dengan penyuluhan kesehatan. Peningkatan pengetahuan sebagai upaya pencegahan Diabetes di Desa Trimurti RT 08, Srandakan, Bantul. Kegiatan abdimas ini diikuti oleh 23 peserta, masyarakat di Desa Trimurti RT 08, dilakukan secara langsung di rumah Ketua RT 08 dengan metode ceramah dan diskusi sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan dilakukan pemeriksaan gula darah dilanjutkan pretes, pemapana materi, diskusi dan postes. Setelah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan DM terjadi peningkatan pengetahuan pada masyarakat di Desa Trimurti, Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan pencegahan DM dan pemberian leaflet pengetahuan meningkat dalam kategori baik 23 orang (100%). Kegiatan abdimas yang dilakukan dengan Pendidikan Kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan DM.