Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Komunikasi Interpersonal Caddy dalam Meningkatkan Loyalitas Pelanggan di Rancamaya Golf & Country Club Alinda Alinda; Koesworo Setiawan; Undang Suryatna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.758

Abstract

Pelayanan caddy golf berperan penting membentuk kenyamanan dan pengalaman bermain pelanggan, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi interpersonal yang dibangun oleh caddy dapat memengaruhi loyalitas pelanggan di Rancamaya Golf & Country Club. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pemain golf dan caddy. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dengan panduan pertanyaan yang diturunkan dari lima indikator komunikasi interpersonal menurut DeVito, yaitu keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesetaraan. Observasi dilakukan untuk merekam interaksi langsung yang memperlihatkan ekspresi emosional dan bentuk dukungan dari caddy kepada pemain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif terutama keterbukaan dan empati berkontribusi besar dalam menciptakan kenyamanan emosional pemain, yang berujung pada loyalitas. Loyalitas pelanggan tercermin dalam bentuk kunjungan berulang, pemberian referensi kepada orang lain, dan penolakan terhadap tawaran dari klub golf pesaing. Namun, terdapat hambatan yang dihadapi caddy dalam membangun komunikasi efektif, seperti perbedaan karakter pemain, kurangnya pengalaman komunikasi pada caddy baru, kelelahan fisik, serta gangguan lingkungan saat permainan. Kesimpulannya, komunikasi interpersonal yang baik dari caddy, terutama dalam aspek keterbukaan, empati, dan sikap mendukung, merupakan faktor kunci dalam membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dan meningkatkan loyalitas mereka. Pelatihan komunikasi dan manajemen kesejahteraan caddy menjadi rekomendasi penting untuk mempertahankan kualitas layanan secara berkelanjutan.
Optimalisasi Komunikasi Pemerintah Desa dalam Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD): Studi Kasus di Desa Kota Batu Ivana Ismia Anwar; Undang Suryatna; Ali Alamsyah Kusumadinata
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.2491

Abstract

This study examines the communication implemented by the Kota Batu Village Government in socializing the Digital Population Identity (IKD) program to the community, and analyzes its effectiveness and the constraints encountered. The transformation of population administration towards digitalization through IKD aims to improve the efficiency of public services. Using a qualitative descriptive approach, this research was conducted at the Kota Batu Village Office with key informants from village operators and supporting informants from district/sub-district operators, RT/RW heads, and IKD user residents. Data collection techniques included observation, semi-structured interviews, and documentation, which were then analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that the Kota Batu Village Government employed three main communication: direct interpersonal approach at the village office (when residents handled administrative affairs), utilization of community social forums (such as posyandu and community meetings), and dissemination of information through digital media (RT WhatsApp groups and village Instagram). The interpersonal strategy proved to be the most effective as it allowed for two-way communication, direct demonstrations, and personal assistance, which greatly helped residents understand and activate their IKD, including identifying mobile phone specification issues. However, socialization through social forums and digital media was less effective due to a lack of detailed procedural information and technical device requirements, as well as minimal interaction. Key constraints faced included low digital literacy among the community, uneven access to technology (including poorly communicated smartphone compatibility issues), limited accompanying human resources, low public interest and perception of urgency, and reliance on passive communication. This study concludes that the effectiveness of IKD socialization highly depends on the village government's ability to adapt participatory, comprehensive, and proactive communication strategies to overcome community's technical and psychosocial barriers.