Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI BUDIDAYA TERNAK SAPI MELALUI PENYULUHAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN, BIOSEKURITI PETERNAKAN, FORMULASI RANSUM, DAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DI KELOMPOK TANI TUNAS KARYA: Optimization of Cattle Farming Through Counseling on Maintenance Management, Livestock Biosecurity, Ration Formulation, and Compost Fertilizer Making in Tunas Karya Farmers Group Arif Qisthon; Ermawati, Ratna; Liman; Veronica Wanniatie; Muhammad Mirandy Pratama Sirat
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.2680

Abstract

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unggulan Universitas Lampung ingin memberikan solusi melalui edukasi kepada peternak melalui penyuluhan manajemen pemeliharaan, biosekuriti, formulasi ransum, serta pembuatan pupuk kompos dalam rangka mendukung tercapainya pencapaian SDGs poin 2 di Indonesia untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian berkelanjutan. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Kelompok Tani Tunas Karya yang berlokasi di Desa Sidorahayu, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Limur, Provinsi Lampung. Survei pendahuluan menunjukkan bahwa Kelompok Tani Tunas Karya baru terbentuk dengan minimnya pengalaman dalam beternak sehingga membutuhkan pengetahuan tentang menajemen pemeliharaan, biosekuriti, formulasi ransum, serta pembuatan pupuk kompos. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan atau sosialisasi mengenai manajemen pemeliharaan, biosekuriti, formulasi ransum, serta pembuatan pupuk kompos. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana respon peserta terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan cara membandingkan perubahan nilai pada evaluasi awal (pre-test) dan evaluasi akhir (post-test). Berdasarkan hasil analisis data pre-test dan post-test diketahui terjadi peningkatan persentase pengetahuan peternak terkait manajemen pemeliharaan yaitu sebesar 55,04%; biosekuriti 64,71%; formulai ransum 52,94%, dan pembuatan pupuk kompos 63,45%. Data tersebut menunjukkan bahwa target kegiatan pengabdian ini sudah tercapai yang terlihat dari adanya peningkatan pemahaman peternak mengenai aspek manajemen pemeliharaan, biosekuriti, formulasi ransum, serta pembuatan pupuk kompos. Pencapaian dari kegiatan ini adalah peternak dapat melaksanakan pemeliharaan ternak sapi secara benar untuk dapat memaksimalkan produksi ternak yang akan diperoleh di akhir periode pemeliharaan. Kata kunci: Biosekuriti, Formulasi ransum, Manajemen pemeliharaan, Pupuk kompos, Sapi
Effect of organic chromium on the selected hematological profile of male Jawarandu goats under transportation stress Lusia Komala Widiastuti; Anggi Derma Tungga Dewi; Muhammad Mirandy Pratama Sirat; Ratna Ermawati
Jurnal Ilmu Peternakan Terapan Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Peternakan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jipt.v9i2.6482

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of organic chromium supplementation on the physiological and hematological responses of male Jawarandu goats subjected to transportation stress. Nine adult male goats aged 1-2 years with an average body weight of 30.84 kg were used consisting of three treatments with three replications: T0 (no supplementation), T1 (0.5 ppm organic chromium), and T2 (1 ppm organic chromium). Transportation was carried out over a distance of 289 km with a travel time of 5 hours using an open-back pickup truck without providing feed or water. The observed parameters included total protein (refractometer), packed cell volume (PCV), basophils, eosinophils, and monocytes, measured before and after transportation. The results showed that organic chromium supplementation had no significant effect on total protein, basophils, eosinophils, and monocytes, but significantly affected PCV values. PCV values across all groups remained within the normal range for ruminants (22-38%), with a decrease in P1 indicating a role in reducing hemoconcentration, and an increase in P2 suggesting a function in maintaining red blood cell levels.