Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : SN-Biosper

PENGARUH MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA KONSEP DAUR ULANG LIMBAH Ferdiansyah Muhammad; Suharsono Suharsono; Mufti Ali; Roni Nurman
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya I Tahun 2019 ISBN: 978-602-9250-40-4
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas dan kognitif adalah kedua aspek penting dalam proses pembelajaran, karena itu pendidikan bertanggung jawab untuk mengembangkannya. Namun, proses pembelajaran di sekolah kurang berpihak pada pengembangan kreativitas dan kognitif peserta didik, salah satunya adalah model pembelajaran yang digunakan oleh guru cenderung monoton dan kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model Creative Problem Solving dengan pendekatan saintifik terhadap kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar peserta didik serta mengetahui ada tidaknya hubungan antara pretest dengan kemampuan berpikir kreatif  dan pretest dengan hasil belajar pada konsep daur ulang limbah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 sampai bulan Juli 2019. Metode penelitian menggunakan quasy experiment dengan desain penelitian pre-test post-test control group design. Populasi seluruh kelas X MIPA SMA Negeri di Kota Tasikmalaya sebanyak 5 kelas dengan jumlah peserta didik sebanyak 175 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas yang diambil secara cluster random sampling yaitu kelas X MIPA-5 sebagai kelas kontrol dan kelas X MIPA-3 sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes kreativitas verbal Utami Munandar berbentuk uraian sebanyak 24 soal dan tes hasil belajar berbentuk multiple choice yang berjumlah 32 soal pada konsep daur ulang limbah. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Ancova dengan taraf signifikan (α) = 5%. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dan pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model Creative Problem Solving dengan pendekatan saintifik terhadap kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar peserta didik serta ada hubungan antara pretest dengan kemampuan berpikir kreatif dan pretest dengan hasil belajar peserta didik pada konsep daur ulang limbah di kelas X MIPA SMA Negeri di Kota Tasikmalaya Tahun Ajaran 2018/2019).
PENERAPAN PRAKTIKUM BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP CAPAIAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Silviyani Nurul Karimah; Edi Hernawan; Mufti Ali
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya I Tahun 2019 ISBN: 978-602-9250-40-4
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pendidikan berada pada masa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Masyarakat diberi kemudahan untuk mengakses apapun yang mereka butuhkan. Untuk menciptakan generasi yang memiliki jiwa pemikir dan dapat memanfaatkan  perkembangan teknologi dengan baik, dunia pendidikan harus mampu membuat tatanan proses pendidikan yang dapat mengarahkan manusia agar memiliki kemampuan abad 21. Salah satu keterampilan yang dibutuhkan di abad 21 yaitu keterampilan proses dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI MIPA di SMAN 1 Tasikmalaya pada materi sistem ekskresi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai April 2019.  Metode penelitian yang digunakan adalah true experiment, dengan desain penelitian pretest-posttest controul group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA yang terdiri atas kelas MIPA 1-6. Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas dengan penenentuan menggunakan cluster random sampling. Dengan hasil kelas XI MIPA-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA-4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data berupa tes keterampilan proses sains menggunakan lembar observasi dan kemampuan berpikir kritis menggunakan soal uaraian pada materi sistem ekskresi. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji ancova. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh model problem based learning pada praktikum sistem ekskresi terhadap keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis peserta didik di kelas XI MIPA SMAN 1 Tasikmalaya.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK PADA PRAKTIKUM SUBKONSEP SISTEM INDERA PADA MANUSIA Intan Fadila; Endang Surahman; Mufti Ali
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya I Tahun 2019 ISBN: 978-602-9250-40-4
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orientasi evaluasi dalam pendidikan kita masih fokus pada pencapaian hasil belajar dan belum pernah dilakukan pengukuran keterampilan proses sains di mana keterampilan proses sains adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Selain itu, model pembelajaran yang digunakan masih belum variatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran Guided Inquiry pada praktikum sub konsep Sistem Indera pada Manusia di kelas XI MIA SMA Negeri 1 Soreang Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilaksanakan mulai September 2018 sampai dengan Juli 2019 di kelas XI MIA SMA Negeri 1 Soreang Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah true experiment. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas XI MIA SMA Negeri 1 Soreang Kabupaten Bandung tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 6 kelas dengan jumlah peserta didik 216 orang dan sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas yakni kelas XI MIA 4 sebagai kelas kontrol dan kelas XI MIA 5 sebagai kelas eksperimen yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan tes keterampilan proses sains peserta didik pada praktikum sub konsep Sistem Indera pada Manusia. Tes tertulis ini berupa soal uraian. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Guided Inquiry terhadap keterampilan proses sains peserta didik pada praktikum sub konsep Sistem Indera pada Manusia di kelas XI MIA SMA Negeri 1 Soreang Kabupaten Bandung.
PERBEDAAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK YANG PROSES PEMBELAJARANNYA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA SUB KONSEP VERTEBRATA (Studi Eksperimen di Kelas X MIA MA Negeri 2 Kota Tasikmalaya) Deastie Maulidia; Suharsono Suharsono; Mufti Ali
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya I Tahun 2019 ISBN: 978-602-9250-40-4
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains peserta didik yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran langsung pada sub konsep Vertebrata di kelas X MIA MA Negeri 2 Kota Tasikmalaya tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai bulan Juni 2019. Metode penelitian menggunakan pre-experimental dengan populasi seluruh kelas X MIA MA Negeri 2 Kota Tasikmalaya, 3 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 111 orang dan sampel yang digunakan siswa sebanyak 2 kelas yang diambil secara purvosive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan proses sains peserta didik pada sub konsep vertebrata. Teknik pengolahan data dan analisis data menggunakan uji t dengan taraf signifikan (α) = 5%. Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis dapat disimpulkan ada perbedaan keterampilan proses sains peserta didik yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran langsung pada sub konsep Vertebrata di kelas X MIA MA Negeri 2 Kota Tasikmalaya Tahun ajaran 2018/2019.
PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK PADA MATERI SISTEM EKSKRESI Refi Fauziyati Thaharputri; Edi Hernawan; Mufti Ali
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya I Tahun 2019 ISBN: 978-602-9250-40-4
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah salah satu aset untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. lewat pendidikan bermutu, bangsa dan negara akan memiliki martabat yang tinggi di tingkatinternasional. Di negara maju, komitmen untuk meningkatkan cara berpikir tingkat tinggi (high order thinking) telah meningkat. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia karena peserta didik masih kesulitan jika menghadapi soal yang ranahnya memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir. Salah satu langkah dalam mengembangkan kemampuan berpikir tinggi peserta didik adalah dengan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiada tidaknyapengaruhmodel Group Investigationterhadap kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Kota Tasikmalaya pada materi sistem ekskresi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah trueexperiment, dengan desain penelitianPost-Test-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI MIPA yang terdiri atas kelas MIPA 1 sampai MIPA 5. Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas dengan menggunakan clusterrandom samplingyaitu kelas XI MIPA-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA-2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data berupa tes kemampuan berpikir kritis menggunakan soal uraian dan kemampuan pemecahan masalah menggunakan soal uraian pada materi sistem ekskresi. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji ancova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model Group Investigationterhadap kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Kota Tasikmalaya.
Studi Keanekaragaman Familia Rhizophoraceae di Kawasan Hutan Mangrove Kecamatan Sagulung Kota Batam Sebagai Suplemen Bahan Ajar Biologi Fhifi Dora Maya Sary Lumban Raja; Suharsono Suharsono; Mufti Ali
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan Mangrove Kecamatan Sagulung merupakan hutan mangrove terluas di Kota Batam, habitat bagi flora dan fauna tropis salah satunya yaitu mangrove sejati dari familia Rhizophoraceae. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman dan morfologi familia Rhizophoraceae di Kawasan Kecamatan Sagulung Kota Batam, yang dilaksanakan pada bulan November 2020 - April 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat eksploratif, penentuan lokasi penelitian menggunakan proposive sampling dan pengumpulan data menggunakan bantuan metode transek dan plot. Stasiun yang digunakan dalam penelitian terdiri dari stasiun A merupakan zona tengah dekat dengan area dermaga dan galangan kapal, stasiun B zona tengah area kegiatan reklamasi, dan stasiun C zona terbuka area rehabilitas jauh dari aktivitas penduduk dan reklamasi. Setiap stasiun memiliki panjang transek 100 meter dengan ukuran plot 10x10 meter (pohon), plot 5x5 meter (pancang) dan 2x2 meter (anakan) sebanyak 30 plot. Perhitungan indeks ekologi meliputi indeks nilai penting dan indeks keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan 4 jenis mangrove dari familia Rhizophoraceae, 3 genus dengan jumlah total 214 individu. Nilai rata-rata ekologi yang diperoleh, meliputi indeks nilai penting (INP) 222 dengan kategori tinggi, dan indeks keanekaragaman (H’) 0.53 dengan kategori rendah.
Korelasi antara Metakognitif dan Kecerdasan Intrapersonal dengan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Ekosistem Salma Junaina Hermana; Suharsono Suharsono; Mufti Ali
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metakognitif dan kecerdasan intrapersonal merupakan faktor internal yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Peserta didik yang dapat mengoptimalkan kemampuan metakognitif dan kecerdasan intrapersonal akan mencapai hasil yang baik dari tujuan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara metakognitif dan kecerdasan intrapersonal dengan hasil belajar peserta didik pada materi ekosistem di kelas X MIPA SMA Negeri 6 Kota Tasikmalaya Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 sd Agustus 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Populasi seluruh kelas X MIPA. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, dan terpilih kelas X MIPA 1 dan X MIPA 7 sebanyak 72 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 instrumen yang sudah tervalidasi yaitu Metacognitive Awareness Inventory (MAI) sebanyak 48 soal pernyataan dan angket kecerdasan intrapersonal sebanyak 24 soal pernyataan. Sedangkan skor data hasil belajar kognitif peserta didik diperoleh dari skor ulangan harian ekosistem. Data analisis menggunakan uji korelasi pearson (bivariat) dan uji regresi berganda (multivariat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (i) ada korelasi antara metakognitif dengan hasil belajar dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,621 yang termasuk kedalam kategori kuat, kemudian didapat juga nilai koefisien determinasi (R2) sebesar, 0,385 atau 38,5%. (ii) Ada korelasi antara kecerdasan intrapersonal dengan hasil belajar dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,736 yang termasuk kedalam kategori kuat, kemudian didapat juga nilai koefisien determinasi (R2) sebesar, 0,542 atau 54,2%. (iii) Ada korelasi antara metakognitif dan kecerdasan intrapersonal dengan hasil belajar dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,776 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,602 atau 60,2% yang artinya berkorelasi kuat.