Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN SIKAP SOSIAL DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SEKOLAH MULTIETNIS Bahtiar, Bahtiar
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan multikultural menawarkan pengajaran yang mengakomodasi perbedaan dalam  wadah yang harmonis, toleran dan saling menghargai. Wujud pendidikan multikultural diantaranya dengan penerapan pembelajaran kooperatif yang berbasis pada keberagaman  keragaman etnis, yakni pembelajaran yang menjunjung tinggi nilai heterogenitas, pluralitas dan  keragaman etnik, yang diharapkan menjadi pilar bagi keharmonisan bermasyarakat di Kota Ternate. Karena itu, pada sekolah multietnis perlu dirancang pembelajaran kooperatif yang tidak  hanya memudahkan bagi siswa memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu meningkatkan  kesadaran siswa agar berprilaku humanis, pluralis dan demokratis. Pembelajaran Think Pair  Share (TPS) sintaksnya memberi peluang untuk meningkatkan aktivitas siswa, interaksi  antarsiswa, serta dapat meningkatkan pemahaman konsep dalam pelajaran biologi. Sedangkan  pembelajaran Reading Guestioning and Answering (RQA) diharapkan dapat memaksa siswa  membaca dan memahami isi bacaan, serta menemukan isi bacaan yang substansial atau sangat  substansial. Perpaduan pembelajaran TPS dan RQA yang diterapkan pada sekolah multietnis di Kota Ternate, khususnya jenjang SMA, memiliki potensi untuk: (1) mengembangkan sikap  sosial siswa, dan (2) meningkatkan penguasaan konsep mata pelajaran Biologi.  Kata kunci :  Pembelajaran kooperatif, TPS , RQA, sikap sosial,  pemahaman konsep. siswa multietnis
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI BEBERAPA OBJEK WISATA KOTA TERNATE: Upaya Mengetahui dan Konservasi Habitat Burung Endemik Zulkifli Ahmad; Yumima Sinyo; Hasna Ahmad; M. Nasir Tamalene; Nurmaya Papuangan; Abubakar Abdullah; Bahtiar Bahtiar; Said Hasan
SAINTIFIK@ Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.813 KB) | DOI: 10.33387/sjk.v1i1.332

Abstract

Kawasan objek wisata merupakan kawasan yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Kawasan ini memiliki tingkat keanekaragaman jenis flora dan fauna yang tinggi. Saat ini, kondisi kawasan objek wisata di pulau Ternate  telah mengalami deforestasi dan degradasi serta fragmentasi habitat, akibat tingginya frekuensi kunjungan dan pengelolaan kawasan yang belum optimal. Tujuan dalam penelitian ini adalah ingin mengidentifikasi dan mempelajari kelimpahan dan keanekaragaman jenis-jenis burung yang terdapat di kawasan Objek wisata yang ada di Pulau Ternate. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini sebagai data base bagi pemerintah daerah untuk pengembangan kawasan objek wisata agar lebih bernilai ekonomis, misalnya pengembangan kawasan ke arah ekowisata atau kegiatan birdwatching. Penelitian ini merupakan salah satu bagian dari penelitian kolaborasi, yang dilakukan di empat lokasi berbeda, yakni Desa Sulamadaha, Desa Ngade, Desa Tolire, dan Desa Tobololo. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode Variable Circular Plot (VCP). Untuk menghitung jumlah jenis burung, digunakan metode Timed Series Counts (TSCs). Data yang dianalisis meliputi kelimpahan dan keanekaragaman jenis burung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman dan kelimpahan burung terendah terdapat pada kawasan wisata pantai Tobololo dan Sulamadaha. Keanekaragaman dan kelimpahan jenis burung tertinggi terdapat pada kawasan wisata Danau Tolire (H' = 2,327) dan Danau Ngade (H' = 2,362).Kata kunci : Keanekaragaman jenis, avifauna, objek wisata, pulau Ternate
Pengaruh Model Inquiry Learning Terhadap Kemampuan Metakognisi dan Hasil Belajar IPA-Biologi Siswa Kelas VII SMP Nurainun Syukur; Bahtiar Bahtiar; Sundari Sundari
Journal of Biology Learning Vol 3, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jbl.v3i2.1658

Abstract

Model pembelajaran Inquiry Learning merupakan model pembelajaran yang menekankan pada siswa untuk menemukan sendiri permasalahan yang diberikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan metakognitif siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kota Ternate (2) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan metakognitif siswa kelas VII SMP. model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar (3) untuk mengetahui pengaruh metakognisi terhadap hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas VII-4 dan kelas VII-5 dengan jumlah siswa 62 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket metakognisi dan tes hasil belajar. Analisis data menggunakan uji normalitas dan homogenitas berbantuan SPSS, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan uji Anacova dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan kognitif dengan taraf signifikansi 0,000 > 0,05 (2) terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar dengan taraf signifikansi nilai 0,000 > 0,05 dan (3) terdapat pengaruh metakognisi terhadap hasil belajar dengan nilai taraf signifikan 0,001 > 0,05.
IMPROVING STUDENT'S COGNITIVE LEARNING OUTCOME THROUGH DISCOVERY LEARNING MODEL IN STRUCTURE AND FUNCTION OF PLANT TISSUES SUBJECT Nurhayati Dukomalamo; Bahtiar Bahtiar; Arini Zahrotun N
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.23 KB) | DOI: 10.25273/florea.v6i1.4364

Abstract

Discovery learning model encourages learners to find new knowledge and to look for the solution of problems or odd situations. The model provides an opportunity for students to actively participate in building knowledge that they would gain during learning. The research aims to improve student's cognitive learning outcome and activities through discovery learning model in the subject of the Structure and Function of Plant Tissues in SMP Negeri (Public Junior High School) 4 Ternate. The research is a classroom action research in the academic year of 2018/2019. The action research is conducted in two cycles. The research result indicates that the application of discovery learning model could improve the cognitive learning outcome and learning activities among students at class VIII-4 of SMP Negeri 4 Kota Ternate in the subject of the Structure and Function of Plant Tissues.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN SIKAP SOSIAL DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SEKOLAH MULTIETNIS Bahtiar Bahtiar
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.607 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i1.241

Abstract

Pendidikan multikultural menawarkan pengajaran yang mengakomodasi perbedaan dalam wadah yang harmonis, toleran dan saling menghargai. Wujud pendidikan multikultural di antaranya dengan penerapan pembelajaran kooperatif yang berbasis pada keberagaman keragaman etnis, yakni pembelajaran yang menjunjung tinggi nilai heterogenitas, pluralitas dan keragaman etnik, yang diharapkan menjadi pilar bagi keharmonisan bermasyarakat di Kota Ternate. Karena itu, pada sekolah multietnis perlu dirancang pembelajaran kooperatif yang tidak hanya memudahkan bagi siswa memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran siswa agar berprilaku humanis, pluralis dan demokratis. Pembelajaran Think Pair Share (TPS) sintaksnya memberi peluang untuk meningkatkan aktivitas siswa, interaksi antarsiswa, serta dapat meningkatkan pemahaman konsep dalam pelajaran biologi. Sedangkan pembelajaran Reading Guestioning and Answering (RQA) diharapkan dapat memaksa siswa membaca dan memahami isi bacaan, serta menemukan isi bacaan yang substansial atau sangat substansial. Perpaduan pembelajaran TPS dan RQA yang diterapkan pada sekolah multietnis di Kota Ternate, khususnya jenjang SMA, memiliki potensi untuk: (1) mengembangkan sikap sosial siswa, dan (2) meningkatkan penguasaan konsep mata pelajaran Biologi.
THINK PAIR SHARE (TPS) TERINTEGRASI SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DI SMP Ajhar Ajhar; Ade Haerullah; Bahtiar Bahtiar
EDUKASI Vol 18, No 2 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v18i2.2121

Abstract

Various efforts are made to improve education quality in schools become a priority. One of the efforts that can be taken is to improve the quality of the learning process. Improving the quality of the learning process can be done by increasing the potential of the teacher as one of the elements in the learning process. The purpose of this study was to obtain student learning outcomes by implementing cooperative learning model of the type of think pair share (TPS) integrated with additives and addictive substances in food and drinks at a State Junior High School 1West Halmahera. This research is a quasi-experimental design, consisting of two experimental classes with one group pretest-posttest research design. The results showed that the think Pair share (TPS) learning model integrated scientific was able to improve student learning outcomes in additives and addictive substances in food and drinks. The pieces of evidence can be seen by the average increase in student learning outcomes before after treatment 40.84 to 73.06. Thus it can be concluded that the Think Pair Share learning model integrated science has the potential to improve student cognitive learning outcomes.
Identifikasi Cendawan Patogen pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L) Halni Ata; Nurmaya Papuangan; Bahtiar Bahtiar
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB) | DOI: 10.33387/bioedu.v4i2.168

Abstract

Tanaman  Tomat  (Solanum  lycopersicum  L)  merupakan  salah  satu  tanaman hortikultura  yang  penting  di  Indonesia.  Namun,  budidaya  tanaman  tomat  banyak mengalami masalah yang dapat menyebabkan produksi tanaman tomat menjadi rendah baik secara kuantitas maupun kualitas. Salah satu masalah tersebut adalah penyakit yang disebabkan oleh mikrob patogen yaitu cendawan patogen. Penyakit yang disebabkan oleh cendawan patogen yang menyerang tanaman tomat yaitu busuk daun, Penyakit busuk buah, batang dan layu Fusarium.Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis cendawan patogen yang terisolasi pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum L)  melalui  identifikasi  makroskopik dan mikroskopik.  Penelitian  bersifat  deskripsi, metode yang digunakan adalah metode tanam langsung ke media. Analisis data dilakukan dengan  mengidentifikasi jenis cendawan  patogen  berdasarkan  karakteristik  morfologi makroskopik dan mikroskopik yang mengacu pada buku Introduction to Food-Borne Fungi.  Hasil isolasi diperoleh sembilan jenis cendawan yaitu Peronospora paracitica (IBt1), Cercospora sp (IBt2), F. verticillioides  (IBt3), F.  cerealis  (ID1), Alternaria  sp (ID2), Cladosporium sp (ID3), F. oxysporum (IBh1), Phytopthora cactorum (IBh2), dan Fusarium sp (IBh3). Kesembilan cendawan tersebut merupakan patogen pada batang (Peronospora paracitica, Cescospora sp, F. verticillioides), daun (F. cerealis, Alternaria sp, Cladosporium sp), dan buah (F. oxysporum, Phytopthora cactorum, dan Fusarium sp).
Studi Literasi Taksonomi dan Penelusuran Spesimen Lektotipe Cengkih (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry) Suparman Suparman; Nurhasanah Nurhasanah; Bahtiar Bahtiar; Sri DAS
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 9, No 1 (2020): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tjp.v9i1.1753

Abstract

Old scientific names of clove, Caryophyllus aromaticus, was published in 1753 by Carrolus Linnaeus and up to now it has many synonyms. Now, the old name is still recognized as basionim of clove. Merrill & Perry, based on the character, subsequently revised the genus of clove from the Caryophyllus to Syzygium, so the accepted scientific name is Syzygium aromaticum. The lectotype specimen was designed by McVaugh in 1989 and stored in BM from the Clifford collection.
Sampah Rumah Tangga di Ternate Bahtiar Bahtiar; Zulkifli Ahmad; Wiyana Pobi
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 01 (2018): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v7i01.661

Abstract

Abstrak Jumlah penduduk Kota Ternate 212.997 jiwa, luas wilayah 111,39 km2 dengan kepadatan 1.865,42 jiwa/ km2. Apabila kita menggunaan pendekatan paradigma “sampah sebagai barang berguna” maka jumlah penduduk sebanyak itu menghasilkan volume sampah yang berpotensi untuk dimanfaatkan dan diolah kembali. Terkait kepentingan pengelolaan dan pemanfaatan sampah di Kota Ternate ke depan, maka kedudukan sampah merupakan sebuah potensi. Deskripsi potensi sampah harus diawali dengan pengenalan komposisi dan timbulan sampah yang ada, terutama sampah rumah tangga. Gambaran komposisi akan memberikan informasi tentang komponen yang terdapat dalam buangan padat beserta distribusinya. Timbulan sampah memberikan informasi banyaknya sampah rumah tangga yang dihasilkan. Data timbulan sampah juga diperlukan untuk desain sistem pengelolaan persampahan, seleksi jenis peralatan untuk transportasi sampah dan desain tempat pembuangan sampah. Kata Kunci:, komposisi sampah, rumah tangga, Kota Ternate  Abstract The population of Ternate City is 212,997 people, the area of 111.39 km2 with the density of 1,865.42 people/km2. If we use the paradigm approach of "waste as a useful item" then the amount of population as much as it produces the volume of waste that has the potential to be utilized and reprocessed. Related to the management and utilization of waste in Ternate City in the future, the position of waste is a potential. Description of potential waste should be started with the introduction of composition and waste generation, especially household waste. The composition description will provide information on the components contained in solid waste and its distribution. Waste generation provides information on the amount of household waste generated. Waste generation data is also required for the design of waste management systems, the selection of equipment types for waste transport and the design of landfills. Keywords: composition of waste, household, Ternate city
Sampah Rumah Tangga di Ternate Bahtiar Bahtiar
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 02 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i02.662

Abstract

Jumlah penduduk Kota Ternate 212.997 jiwa, luas wilayah 111,39 km2 dengan kepadatan 1.865,42 jiwa/ km2. Apabila kita menggunaan pendekatan paradigma “sampah sebagai barang berguna” maka jumlah penduduk sebanyak itu menghasilkan volume sampah yang berpotensi untuk dimanfaatkan dan diolah kembali. Terkait kepentingan pengelolaan dan pemanfaatan sampah di Kota Ternate ke depan, maka kedudukan sampah merupakan sebuah potensi. Deskripsi potensi sampah harus diawali dengan pengenalan komposisi dan timbulan sampah yang ada, terutama sampah rumah tangga. Gambaran komposisi akan memberikan informasi tentang komponen yang terdapat dalam buangan padat beserta distribusinya. Timbulan sampah memberikan informasi banyaknya sampah rumah tangga yang dihasilkan. Data timbulan sampah juga diperlukan untuk desain sistem pengelolaan persampahan, seleksi jenis peralatan untuk transportasi sampah dan desain tempat pembuangan sampah.Kata Kunci:, komposisi sampah, rumah tangga, Kota TernateThe population of Ternate City is 212,997 people, the area of 111.39 km2 with the density of 1,865.42 people/km2. If we use the paradigm approach of "waste as a useful item" then the amount of population as much as it produces the volume of waste that has the potential to be utilized and reprocessed. Related to the management and utilization of waste in Ternate City in the future, the position of waste is a potential. Description of potential waste should be started with the introduction of composition and waste generation, especially household waste. The composition description will provide information on the components contained in solid waste and its distribution. Waste generation provides information on the amount of household waste generated. Waste generation data is also required for the design of waste management systems, the selection of equipment types for waste transport and the design of landfills.Keywords: composition of waste, household, Ternate city