Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Karimah Tauhid

Peran Komunikasi Nonverbal dalam Meningkatkan Aksesibilitas Teman Tuli Pramitha, Ade; Aulia, Anna Nur; Deanova, Sanaya Rizky; Akbar, Faisal; Maulana, Ahmad; Zhakira, Feliza Putri
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 7 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i7.18875

Abstract

Komunikasi nonverbal, terutama bahasa isyarat, memainkan peran penting dalam memastikan teman tuli dapat mengakses hak-hak mereka dalam bekerja, berpendidikan, dan bernegara. Hambatan komunikasi sering kali menjadi tantangan utama yang menghambat partisipasi mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Studi ini menyoroti pentingnya bahasa isyarat sebagai jembatan komunikasi yang inklusif, serta perlunya kebijakan yang mendukung aksesibilitas bagi komunitas tuli. Dengan pendekatan yang tepat, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, memungkinkan teman tuli untuk berkontribusi secara maksimal dalam kehidupan sosial dan profesional.
Repersentasi Sosial dalam Lirik Lagu Gelap Gempita: Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Band Sukatani Pramitha, Ade; Sarah, Siti; Azahra, Denalia; Hamidah, Azzah; Saputra, Irsya Diryansyah; Rizky, Muhammad Haikal; Wijaya, Angga Sentosa; Kusumadinata, Ali Alamsyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna kritik sosial yang terkandung dalam lirik lagu “Gelap Gempita” karya Band Sukatani dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Metode kualitatif deskriptif diterapkan untuk menganalisis tanda-tanda linguistik dalam lirik guna mengidentifikasi hubungan penanda dan petanda. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut membangun relasi oposisi biner antara “Kita” (rakyat) dan “Mereka” (penguasa), di mana simbol-simbol seperti "kekuasaan," "kedzaliman," dan "bendera" merepresentasikan perlawanan terhadap ketidakadilan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa “Gelap Gempita” bukan hanya produk hiburan, melainkan medium ekspresi budaya yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial dan merefleksikan realitas masyarakat Indonesia.