Nindhia, Cokorda Istri Puspawati
Unknown Affiliation

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

REFLEKSI HANDMADE PAINTING STREETWEAR DALAM FOTOGRAFI FASHION Sukma Pradnyani, Desak Sekar Melati; Nindhia, Cokorda Istri Puspawati; Saryana, I Made
Retina Jurnal Fotografi Vol 3 No 1 (2023): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v3i1.2013

Abstract

Abstrak Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merupakan kerangka untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin. Dengan adanya program tersebut, penulis memutuskan untuk melaksanakannya di Zean Studio. Zean studio merupakan studio fotografi yang berkecimpung dalam photography product dan photography fashion. Pada proses pembuatan karya Tugas Akhir (TA) penulis mengangkat fenomena yang sering dilakukan oleh masyarakat yaitu bercermin. Metode penciptaan yang penulis gunakan berpacu pada teori Alma. M. Hawkins meliputi tahap eksplorasi, tahap improvisasi dan proses pembentukan. Laporan skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif serta teknik pengumpulan data berdasarkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Karya ini diciptakan dengan tujuan untuk menerapkan dan memvisualisasikan refleksi pada fotografi fashion dengan style streetwear berbasis handmade painting. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan tentang fotografi fashion khususnya pada penggunaan teknik refleksi dan dapat dijadikan sebagai pengalaman baru bagi Zean Studio dalam mengikuti proses pengembangan genre fotografi fashion dengan busana streetwear yang sudah dilukis. Setelah melewati semua tahapan, terciptalah 15 karya foto fashion yang merupakan hasil dari studi/projek independen dimana tiap fotonya memberikan gambaran tentang pantulan dari cermin dengan berbagai macam bentuk serta dipadukan dengan busana streetwear yang sudah dilukis. Penjelasan secara mendalam tentang pemaknaan foto juga tercantum pada bagian deskripsi karya.
POTRET PEREMPUAN BALI DI PASAR KUMBASARI Dharma, I Made Aryswara; Wirakesuma, I Nengah; Nindhia, Cokorda Istri Puspawati
Retina Jurnal Fotografi Vol 3 No 1 (2023): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v3i1.2045

Abstract

Masyarakat tidak hanya menjadikan pasar tradisonal sebagai tempat jual beli melainkan sebagai sumber nafkah sehari – hari, sebagaian besar aktivitas pasar lebih banyak dilakukan oleh para perempuan dari segi penjual maupun pembeli. Perempuan dalam kebudayaan khususnya Bali lebih banyak terlibat dalam aktivitas pasar tradisional , peran perempuan secara aktif tidak hanya tampil sebagai wajah konsumen, namun juga terlibat sebagai penjual barang dan penyedia jasa. Potret perempuan Bali didedikasikan agar dapat merubah pola pikir masyarakat tanpa membedakan laki – laki atau perempuan, tujuan dari pembuatan ide yang menarik dan unik ini di tuangkan dalam judul Potret Perempuan Bali di Pasar Kumbasari dengan menerapkan teknik – teknik fotografi dan diharapkan karya seni ini bermanfaat untuk semua kalangan dan dapat di terima dari berbagai generasi yang akan mendatang. Dalam memvisualisasikan karya ini pencipta melakukan observasi pengamatan langsung ke lokasi, kemudian dilakukan pengumpulan data dan mengamati beberapa aktivitas yang ada di pasar Kumbasari, hal ini dilakukan untuk mempermudah proses pembuatan karya seni, berdasarkan dengan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui. Metode studi Pustaka pun juga dilakukan membaca berbagai referensi serta hasil penelitian sebelumnya yang sejenis yang berguna untuk mendapatkan landasan teori yang berguna dalam proses penelitian dan penciptaan Penciptaan dengan ide potret perempuan Bali dapat ditarik kesimpulannya , bahwa memvisualisasikan sebuah objek dengan situasi suasana pasaryang sangat amat ramai dan padat aktivitas, dalam proses ini ada beberapa hal yang dikuasi selain menguasai teknik – teknik fotografi pencipta juga harus mempelajari suasana yang ada di pasar, hal ini dilakukan untuk mempermudah proses pemotretan.
PENGGUNAAN LENSA FISH EYE PADA PEMOTRETAN STREET FASHION FOTOGRAFI Mahendra Dinata, I Putu; Saryana, I Made; Nindhia, Cokorda Istri Puspawati
Retina Jurnal Fotografi Vol 3 No 1 (2023): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v3i1.2046

Abstract

Fotografi fashion adalah subgenre dari fotografi komersial yang fokus untuk mengambil foto pakaian dan item fashion lainnya. Mayoritas hasil foto digunakan untuk tujuan komersial atau periklanan seperti untuk ditempatkan di billboard atau di majalah. Fashion fotografi merupakan sebuah karya seni yang dibantu oleh cahaya lensa kamera yang dikhususkan untuk memotret model dengan dibantu pencahayaan yang glamour, selain difokuskan pada model, fashion photography juga memotret sebuah item fashion seperti baju, tas, sepatu,dan aksesoris. Fashion sendiri merupakan suatu ekspresi manusia dalam berbusana atau berpakaian, dan tentunya kini sudah mempengaruhi sebuah gaya hidup seseorang. Fashion bukan hanya tentang pakaian dan aksesoris tetapi merupakan sebuah seni dan memerlukan taste yang baik dari penggunanya. Street fashion merupakan gaya berpakaian yang digunakan dalam kegiatan sehari – hari dengan wujudnya yang lebih casual. Seiring perkembangan jaman, fashion menjadi identik dengan kehidupan sehari – hari masyarakat terutama anak muda. Dengan adanya fotografi fashion, fotografer mampu mengeluarkan gagasan baru dengan penggunaan berbagai macam lensa dalam memvisualkan street fashion. Streetwear merupakan tren fashion yang sangat besar dan digemari generasi muda, khususnya di perkotaan. lahir dari sebuah fenomena budaya yang turun serta mempengaruhi gaya hidup anak muda, yaitu street culture. Street culture sendiri dapat diartikan sebagai budaya yang bergerak pada arus bawah yang identik dengan jalanan dan anak punk. Lensa fish eye merupakan lensa wide angle (sudut lebar) berbentuk cembung yang bisa menangkap gambar dengan sudut 180 derajat.
Genealogi Foto Keluarga I Nyoman Kiyot Dengan Teknik Cetak Salt Print Suta, Made Prayitna Dwitya; Raharjo, Anis; Nindhia, Cokorda Istri Puspawati
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.3396

Abstract

Perjalanan sejarah keluarga I Nyoman Kiyot melalui fotografi, dengan fokus pada teknik cetak Salt Print. Salt Print merupakan metode cetak tua dalam dunia fotografi yang memberikan sentuhan artistik dan keunikan tersendiri pada setiap karya. Skripsi ini menggabungkan foto keluarga dan teknik fotografi, pengarsipan foto-foto keluarga I Nyoman Kiyot yang dengan metode Salt Print. Melalui metode studi kepustakaan observasi, eksplorasi, eksperiment, dan, pembentukan, skripsi ini menganalisis estetika serta nilai historis dari foto keluarga yang dicetak dengan teknik Salt Print. Foto keluarga yang dicetak salt print merupakan pilihan baru untuk pencetakan foto keluarga dikarenakan memiliki keunikan warna yang klasik. Salt Print dilakukan dengan mencampurkan dua bahan utama yaitu silver nitrat dan garam, lalu dilanjutkan dengan proses exposing dengan box UV, lalu dilanjutkan metode wassing dengan metode 555. Salt Print memiliki sejarah yang panjang untuk kemajuan fotografi pada masa sekarang, dan genealogi foto keluarga menjadi lebih bermakna dan berkesan, kedua elemen ini meliliki keterkaitan yang sama dimana lambat laun akan terus dikenang menjadi sejarah. arsip foto keluarga merupakan sesuatu yang sangat penting kelak bagi keturunan keluarga selanjutnya. Hal tersebut juga dapat difungsikan sebagai warisan visual keluarga yang berfungsi sebagai identitas keluarga dan dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya agar tetap terhubung.
Eksplorasi Penggunaan Aksesoris GOBO Dalam Fotografi Model di Sastruga Studio Pinatih, I Kadek Doni; Nindhia, Cokorda Istri Puspawati; Raharjo, Anis
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.4270

Abstract

Fotografi studio merupakan seni yang sangat tergantung pada pengaturan cahaya yang tepat untuk menciptakan atmosfer yang diinginkan dalam gambar. Salah satu komponen krusial dalam mencapai hal ini adalah aksesoris lampu studio yang digunakan oleh fotografer. Salah satu jenis aksesoris yang digunakan adalah aksesoris gobo, alat kecil yang ditempatkan di depan lampu untuk menciptakan bayangan atau pola tertentu dan menciptakan efek pencahayaan yang unik serta mengubah suasana ruang studio. Tugas akhir ini akan mengeksplorasi aksesoris lampu studio khususnya gobo yang digunakan dalam fotografi model. Analisis ini akan menyoroti bagaimana penggunaan aksesoris tersebut mempengaruhi kualitas dan estetika hasil akhir dari sesi foto.
Representasi Body Shaming Dengan Teknik Silhouette Dalam Fotografi Ekspresi Wiguna, Wayan Alvin De Ananta; Pramana, I Made Bayu; Nindhia, Cokorda Istri Puspawati
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.4285

Abstract

Body shaming adalah fenomena sosial yang memiliki dampak psikologis mendalam pada individu, menyebabkan berbagai masalah emosional dan mental. Dalam upaya untuk menggambarkan dampak ini, tugas akhir ini menggunakan teknik siluet untuk menciptakan citra visual yang kuat dan penuh makna. Teknik silhouette dipilih karena kemampuannya untuk menyampaikan pesan yang mendalam, memungkinkan penonton untuk fokus pada bentuk dan bayangan yang mewakili beban emosional yang dihadapi oleh subjek. Karya tugas akhir ini menunjukkan bahwa teknik silhouette efektif dalam mengkomunikasikan perasaan isolasi, ketidakberdayaan, dan ketakutan yang sering dialami oleh korban body shaming. Teknik silhouette berhasil menciptakan suasana yang introspektif dan mendorong penonton untuk merenungkan dampak negatif dari body shaming. Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa penggunaan teknik silhouette dalam fotografi ekspresi merupakan alat yang kuat untuk merepresentasikan dan meningkatkan kesadaran tentang isu body shaming.
Fotografi Komersial Sebagai Branding Sosial Media MEAI Studio Prakosa, Abdee Rangga Bhaskara; Bratayadnya, Putu Agus; Nindhia, Cokorda Istri Puspawati
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.4312

Abstract

Dalam era digital dan dominasi berbagai platform media sosial, penggunaan gambar dan visualisasi telah menjadi elemen krusial dalam strategi pemasaran dan promosi. Keberhasilan dalam mempromosikan suatu brand tidak hanya tergantung pada teknik pengambilan gambar yang baik, tetapi juga pada konsep visual yang matang dan pengelolaan hasil akhir hingga publikasi, serta penyesuaian dengan selera audiens. MEAI Studio adalah creative studio yang berfokus pada produksi konten kreatif 3D Design dan maping. Fotografi secara umum dapat diartikan “menggambar dengan cahaya”. Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Penulis membuat planning pemotretan dengan mempertimbangkan estetika dan konsep yang bersangkutan pada sosial media Meai Studio guna menarik orang terhadap jasa yang disediakan MEAI Studio. Aspek ini penulis pertimbangkan bedasarkan trending dari waktu ke waktu penulis memutuskan untuk memakai karakter foto popup karena hasil pengamatan yang telah penulis susun dalam moodboard style seperti itu banyak mendapatkan exposure. hal ini sangat berpengaruh dalam meningkatkan citra brand khususnya calon client. Hasil dari semua karya tersebut penulis gabungkan menggunakan Adobe Photoshop CC 2024 menjadi artboard untuk simulasi post pada Instagram MEAI Studio. Cara memvisualisasikan karya fotografi dari MEAI Studio adalah dengan medokumentasikan baik itu alat, karya, maupun event dari MEAI Studio yang selanjutnya akan diolah guna meningkatkan visibilitas citra merk melalui portofolio yang dihasilkan agar audience dalam hal ini calon client tertarik terhadap jasa yang disediakan oleh MEAI Studio.
Elaborasi Visual Toy Photography Karakter Deadpool Terhadap Isu Sosial Sampah Fathurrahman, Dzikri Zidane; Nindhia, Cokorda Istri Puspawati; Garmita, I Komang Yorda
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 1 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i1.6616

Abstract

Studi/Projek Independen ini bertujuan menciptakan karya fotografi yang mengangkat isu sosial sampah sebagai bentuk kritik terhadap degradasi lingkungan di ruang publik. Melalui pendekatan toy photography, figur Deadpool digunakan sebagai simbol budaya populer yang ditempatkan di lokasi nyata yang tercemar sampah di wilayah Bali. Penjajaran antara karakter fiksi dan realitas lingkungan digunakan untuk membangun narasi visual yang bersifat ironis dan kritis terhadap perilaku konsumtif serta sikap abai manusia terhadap lingkungan. Proses penciptaan dilakukan dengan metode berbasis praktik yang meliputi observasi, perumusan konsep, eksplorasi visual, produksi, dan pascaproduksi. Karya-karya yang dihasilkan berpijak pada pendekatan realisme menurut S. Sudjojono yang menekankan kejujuran dalam merepresentasikan realitas sosial serta menolak estetika yang bersifat idealisasi. Melalui strategi visual juxtaposition, fotografi tidak hanya berfungsi secara estetik, tetapi juga sebagai media refleksi dan kritik sosial untuk membangun kesadaran ekologis.