Andi Mustika Fadillah Rizki
Universitas Mega Buana Palopo, Program Studi S1 Kebidanan

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Potensi Ginger Honey dan Cocktail Honey Sebagai Suplemen Prakonsepsi Terhadap Penurunan Hormon Kortisol Pada Mencit Betina Balb/c Sebagai Media Intervensi Yasmin, Riska; Banowati, Claudia; Andi Mustika Fadillah Rizki
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.366

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari suplementasi dari Ginger Honey dan Cocktail Honey terhadap penurunan kadar Kortisol pada mencit betina Balb/c. Penelitianini dilakukan di Laboratorium Biofarmasi Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin dengan Desain penelitan laboratorium pretest-posttest control group. Pemberian intervensi akan dilakukan selama 14 hari dan pemeriksaan kadar kortisol akan dilakukan menggunakan metode ELISA. Analisis statistic awal menggunakan uji one way ANOVA dan dilanjjutkan uji unpaired T-test. Pada penelitian ini pemberian ginger honey dengan dosis 28mg/20g selama 14 hari secara signifikan (p=0,05) mampu menurunkan kadar kortisol (p=0,005) sebesar -1,418 ng/ml, dan pemberian suplemen cocktail honey dengan dosis 42 mg/20 g BB/hari selama 14 hari tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar kortisol sebesar 3,158 ng/ml (p=0,024).
Faktor Resiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Anutapura Palu Fadillah Rizki, Andi Mustika; Reviana, Riska; Sahirah, Syafirah; Faizin, Nurul
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 1: MICARE : Midwife Care Journal (2025 May)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i1.104

Abstract

Kejadian BBLR di Indonesia merupakan penyebab kesakitan dan kematian bayi baru lahir dan tertinggi terjadi di Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor Risiko kejadian BBLR di RSUD Anutapura Palu. Metode Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan case control. Populasi seluruh bayi yang lahir di RSU Anutapura Palu periode 2023. Sampel kasus (BBLR) diambil secara total populasi yaitu 68 sampel dan  sampel kontrol (tidak BBLR) 136 sampel dengan  matching usia kehamilan 37 sampai 40 minggu dan menggunakan data sekunder. Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian faktor risiko kejadian BBLR adalah anemia (OR= 3,274)  berisiko 3,3 kali melahirkan BBLR.  paritas dengan risiko tinggi (0 dan >4) (OR= 2,188), berisiko 2,2 kali melahirkan BBLR. Usia ibu dengan risiko tinggi (<20 atau >35 tahun) (OR= 2,066)  berisiko 2 kali melahirkan BBLR. Anemia yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR 3,369 kali. Kesimpulan dan saran terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu,  paritas dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Dimana sebanyak 42,7% yang memiliki usia (<20 dan >35 tahun) berisiko tinggi untuk melahirkan BBLR,  54,4% yang memiliki paritas (>4) berisiko tinggi untuk melahirkan bayi dengan BBLR, dan terdapat 67,6% ibu hamil dengan anemia (Hb <11 gr/dL) berisiko untuk melahirkan bayi dengan BBLR.
Hubungan Tingkat Nyeri dengan Pemberian ASI pada Ibu Post Sectio Caesarea di Ruang Camelia B RSU Bhakti Asih Kota Tangerang Reviana, Riska; Anggun Kristian Sutra; Irfan Ilmi; Humaira, Fadhila Arienda; Fadillah Rizki, Andi Mustika; Dwi Ghita; Sumarmi, Sumarmi
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 1: MICARE : Midwife Care Journal (2025 May)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i1.113

Abstract

Penurunan tingkat Pemberian ASI pada bayi dapat dipengaruhi dari ibu yang selalu dalam keadaan tertekan, kurang percaya diri, sedih, cemas, dan mengalami berbagai bentuk ketegangan akan mengakibatkan kerja sistem hormon prolaktin dan oksitosin terhambat, yang mana kedua hormon tersebut sangat berpengaruh dan berperan penting terhadap proses sekresi ASI. Tujuan : Mengetahui Hubungan Tingkat Nyeri Dengan Pemberian ASI Pada Ibu Post Sectio Caesarea Di Ruang Camelia B RSU Bhakti Asih Kota Tangerang Metode Penelitian : Metode dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling, yaitu sejumlah 59 responden Hasil Penelitian : Hasil uji statistik dengan Chi-Square diperoleh nilai p (0,248) < a (0,05), sehingga dapat disimpulkan secara statistik terdapat tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat nyeri dengan Pemberian ASI. Kesimpulan : Secara keseluruhan, tingkat nyeri mempengaruhi Pemberian ASI yang dapat berdampak pada dapat meningkatkan produksi ASI memperkuat ikatan antara ibu dan anak serta meningkatkan produksi oksitosin dan prolaktin pada ibu di Ruang Rawat Camelia B RSU Bhakti Asih Kota Tangerang.
Gerakan Peduli Sehat Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Sahirah, Syarifah; Rizki, Andi Mustika Fadillah; Ummu Kalsum; Nurul Faizin; Angka, Andi Tenri; Riska Reviana
Community Service Articles Vol.2 No.1 (May 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/comers.v2i1.105

Abstract

Kanker payudara adalah penyakit di mana sel-sel payudara abnormal tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor serta dapat menyebar ke seluruh tubuh sehingga menjadi fatal. Sel kanker payudara dimulai di dalam saluran susu dan atau lobulus penghasil susu dari payudara. Data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus. Prevalensi kasus kanker payudara mencapai 148,11 per 100.000 kasus per 5 tahun. Kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi pada perempuan di Indonesia. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran Masyarakat pentingnya deteksi dini kanker payudara dengan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). Metode penyuluhan ini dilakukan dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab dan diskusi. Evaluasi dilakukan dalam bentuk lisan dengan tanya jawab setelah pemberian materi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan di wilayah Kepulauan Pangkep Desa Mattirowalie. Hasil kegiatan dengan intervensi pemberian edukasi ada perubahan Tingkat pengetahuan remaja dan WUS sebelum dan sesudah edukasi yaitu sebelum edukasi 7 orang dengan pengetahuan yang baik dan setelah edukasi 15 orang dengan pengetahuan yang baik tentang deteksi dini kanker payudara.
The Nutritional Status Conseling of Toddler in The Practice of Midewife Independent Siti Rahayu, S.Tr.Keb Reviana, Riska; Ghita, Dwi; Rizki, Andi Mustika Fadillah
Journal of Evidence-Based Community Health Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Evidence-Based Community Health
Publisher : CV. Paperhome Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/1tf66h11

Abstract

Good nutrition is needed in their early life. The first five years of life play a major role in physical development and brain development, so good nutrition is very important at this age. Toddler age is the age group that most often experiences malnutrition. Malnutrition in toddlers can have an unavoidable negative impact, where the worst manifestations can cause death. The purpose of this activity is to provide knowledge about nutrition in toddlers so that the community can be motivated to improve nutrition in toddlers. The implementation method used lectures, discussions, and questions and answers. The results of this activity obtained that residents who attended the counseling event understood and understood about nutrition in toddlers, managing food and types of food that contain nutrition in toddlers. The evaluation and impact of this activity are mothers who have toddlers in the area of PMB Siti Rahayu, S.Tr.Keb (± 30 people), the process is carried out by looking at the participants' responses through questions asked or feedback given in the discussion.
Implementasi Pijat Oksitosin dan Konseling Laktasi serta Hubungannya dengan Peningkatan Volume Perah ASI (Objective Measurement) pada Dua Minggu Postpartum Reviana, Riska; Fadillah Rizki, Andi Mustika; Sumarmi, Sumarmi; Dwi Ghita; Tania Aprilianti; Rahma Aulia
Midwife Care Journal Vol.2 No.2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.151

Abstract

Produksi ASI pada dua minggu pertama postpartum merupakan fase kritis yang menentukan keberhasilan menyusui jangka panjang. Hambatan dalam refleks let-down, pengetahuan laktasi yang terbatas, serta kecemasan ibu dapat menurunkan volume ASI perah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan implementasi pijat oksitosin dan konseling laktasi dengan peningkatan volume perah ASI yang diukur secara objektif pada ibu postpartum dua minggu. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 31 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Implementasi pijat oksitosin dan konseling laktasi dinilai melalui lembar checklist, sedangkan volume ASI perah diukur menggunakan botol berskala berdasarkan rata-rata tiga kali pemerasan pada hari awal (T0) dan dua minggu kemudian (T1). Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test dan perhitungan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan volume perah ASI yang signifikan antara T0 dan T1 (p < 0,001). Implementasi pijat oksitosin memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan volume ASI (p = 0,018; OR = 4,82), yang menunjukkan bahwa ibu dengan pelaksanaan pijat oksitosin kategori baik memiliki peluang hampir lima kali lebih besar untuk meningkatkan volume ASI. Implementasi konseling laktasi menunjukkan hubungan yang lebih kuat dengan peningkatan volume ASI (p = 0,004; OR = 9,00), menandakan bahwa ibu yang menerima konseling laktasi berkualitas memiliki peluang sembilan kali lebih besar untuk mengalami peningkatan volume ASI. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi pijat oksitosin dan konseling laktasi merupakan intervensi efektif yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan volume perah ASI pada dua minggu postpartum.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Pola Makan pada Stunting terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita di Puskesmas Campalagian Kabupaten Polman Tahun 2025 Fadillah Rizki, Andi Mustika; Reviana, Riska
Midwife Care Journal Vol.2 No.2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.153

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat dicegah melalui intervensi edukatif, terutama pada ibu balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang pola makan terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Campalagian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pendidikan kesehatan pola makan pada stunting terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 48 ibu balita yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden dengan mayoritas responden berada pada kategori baik sebanyak 30 orang (62,5%), dan sisanya 18 orang (37,5%) berada pada kategori cukup. Nilai uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukatif.
The Effect Of Brief Psychological Counseling On Improving The Self-Efficacy Of Postpartum Mothers Rizki, Andi Mustika Fadillah; Fitriani, Lina; Kalsum, Ummu; Sahira, Syarifah; Reviana, Riska
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.23880

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas merupakan periode penting bagi ibu dalam menyesuaikan diri dengan peran barunya, termasuk merawat bayi baru lahir. Banyak ibu, terutama yang pertama kali melahirkan, mengalami kebingungan dan kurang percaya diri sehingga membutuhkan dukungan psikologis yang tepat.Tujuan: mengetahui pengaruh konseling psikologis singkat terhadap peningkatan self-efficacy ibu nifas dalam merawat bayi baru lahir di Puskesmas Dolo.Metode: Desain penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest–posttest, melibatkan 26 ibu nifas yang dipilih melalui purposive sampling. Tingkat self-efficacy diukur menggunakan Maternal Self-Efficacy Scale sebelum dan setelah dua sesi konseling psikologis singkat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang jelas pada self-efficacy, di mana skor rata-rata meningkat dari 47,23 pada pretest menjadi 71,15 pada posttest. Uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,000, yang menandakan bahwa intervensi memiliki pengaruh signifikan. Konseling psikologis singkat terbukti mampu meningkatkan keyakinan diri ibu melalui dukungan emosional, reframing kognitif, dan penguatan positif yang diberikan selama sesi.Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa konseling singkat merupakan intervensi yang efektif, praktis, dan dapat diterapkan oleh bidan di layanan primer untuk membantu ibu nifas merawat bayinya dengan lebih percaya diri dan mandiri.Saran : Pemberian konseling psikologis singkat diterapkan sebagai bagian dari pelayanan rutin pada ibu nifas untuk meningkatkan self-efficacy dalam perawatan bayi baru lahir. Kata kunci: konseling psikologis singkat, self-efficacy ibu nifas, perawatan bayi baru lahir. ABSTRACT Background: The postpartum period is a crucial period for mothers adjusting to their new roles, including caring for a newborn. Many mothers, especially first-time mothers, experience confusion and a lack of confidence, requiring appropriate psychological support.Objective: To determine the effect of brief psychological counseling on improving postpartum mothers' self-efficacy in caring for newborns at the Dolo Community Health Center.Methods: The study used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest, involving 26 postpartum mothers selected through purposive sampling. Self-efficacy levels were measured using the Maternal Self-Efficacy Scale before and after two brief psychological counseling sessions.Results: The results showed a clear increase in self-efficacy, with the average score increasing from 47.23 in the pretest to 71.15 in the posttest. A paired t-test showed a p-value of 0.000, indicating a significant effect of the intervention. Brief psychological counseling has been shown to increase maternal self-efficacy through emotional support, cognitive reframing, and positive reinforcement provided during the session.Conclusion: This study confirms that brief psychological counseling is an effective, practical, and applicable intervention for midwives in primary care to help postpartum mothers care for their babies with greater confidence and independence.Recommendation: Brief psychological counseling should be implemented as part of routine postpartum care to improve self-efficacy in newborn care. Keywords: brief psychological counseling, postpartum maternal self-efficacy, newborn care.