Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PT WIJAYA KARYA INDUSTRI ENERGI PERIODE TAHUN 2017-2021 Hasanah, Siti; Mukmin, Mas Nur; Susandra, Farizka
Karimah Tauhid Vol. 2 No. 2 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i2.8280

Abstract

PT. Wijaya Karya Industri Energi (WINNER) adalah perusahaan yang memberikan solusi energi untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kinerja keuangan perusahaan yang meliputi Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Return On Equity dan Total Assets Turn Over. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisa komparatif. Metode analisis data yaitu analisis horizontal. Hasil analisis menggunakan Current Ratio didapat bahwa pada tahun 2017 hingga 2021 nilai rata-rata adalah 163,2%. Debt to Equity Ratio terdapat tiga tahun yang berada dibawah rata-rata yaitu pada tahun 2019, 2020, dan 2021. Return On Equity menunjukkan bahwa dari tahun 2017 hingga 2021 berada dibawah rata-rata dengan nilai maksimum sebesar 19%. Total Assets Turn Over menunjukkan hasil bahwa terdapat tiga tahun yang memiliki nilai minimum yaitu pada tahun 2017, 2019, dan 2020.
ANALISIS SISTEM AKUNTANSI TERHADAP SIKLUS PEMBELIAN BAHAN PENOLONG PT. YONGJIN JAVASUKA GARMENT I Elpina Widiya Nengsih; Ade Budi Setiawan; Mas Nur Mukmin
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 11: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui sistem informasi akuntansi terhadap siklus pembelian bahan penolong pada PT. Yongjin Javasuka Garment I dan mengetahui kelebihan serta kelebahan sistem informasi akutansi pembelian bahan penolong pada PT. Yongjin Javasuka Garment. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data primer berupa studi pustaka dan studi lapangan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Tenkik analisis data menggunakan pendekatan Sistem Informasi Akuntansi Mulyadi (2016) dan Sistem pengendalian dari COSO (2013). Hal penelitian ini menjelaskan bahwa Sistem Informasi Pembelian Bahan Penolong PT. Yongjin Javasuka Garment masih belum sesuai dengan teori Mulyadi (2016) yaitu pada dokumen yang digunakan tidak adanya surat penawaran harga ketika ada perubahan atau kenaikan harga, selain itu fungsi pembelian juga tidak sesuai dengan permintaan order yang telah dikirimkan oleh purchasing. Prosedur order pembelian ini hanya dilakukan lewat telepon, e-mail. Sedangkan untuk Pengendalian Internal sudah sesuai dengan teori COSO (2013).
PENGARUH ROA, ROE, EPS, NPM TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2020 Herdi Hidayat; Mas Nur Mukmin; Yoyok Priyo Hutomo
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 11: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis fundamental merupakan pendekatan yang sering digunakan dalam memprediksi pergerakan harga saham. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaruh ROA, ROE, EPS, NPM terhadap harga saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017 - 2020. Teknik analisis data yaitu analisis regresi linear berganda menggunakan program SPSS. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dan menghasilkan 12 sampel dengan periode penelitian tahun 2017 -2020 sehingga terdapat sebanyak 48 unit sampel. Hasil penelitian ini bahwa ROA (X1), ROE (X2), dan NPM (X4) secara parsial tidak bepengaruh terhadap harga saham (Y). EPS (X3) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham (Y). Secara simultan ROA (X1), ROE (X2), EPS (X3), dan NPM (X4) berpengaruh terhadap harga saham (Y). Berdasarkan hasil dari tabel koefisien determinasi, nilai adjusted R²adalah sebesar 0,771. Hal ini berarti kemampuan variabel independen yakni ROA, ROE, EPS, dan NPM dalam menjelaskan variabel dependen yakni harga saham adalah sebesar 77,1%, sedangkan 22,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Analisis Valuasi Harga Wajar Saham Menggunakan Metode Price To Book Value Dan Price Earning Ratio Pada Jakarta Islamic Index Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022 Sari, Novita; Lasmana, Andy; Mukmin, Mas Nur
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 8 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11114504

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan perbandingan valuasi harga wajar saham pada perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index (JII) dengan metode Price to Book Value (PBV) dan Price Earning Ratio (PER) periode 2019-2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling menghasilkan 16 sampel. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan teknik pengumpulan studi kepustakaan dan dokumentasi. Analisis yang digunakan yaitu metode Relative Valuation dengan pendekatan rasio PBV dan PER. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai intrinsik saham dengan pendekatan PBV terdapat 6 perusahaan yang harga sahamnya mengalami undervalued tahun 2019, 7 perusahaan yang mengalami undervalued tahun 2020, dan 5 perusahaan yang mengalami undervalued tahun 2021-2022, sehingga mayoritas perusahaan cenderung overvalued. Sedangkan berdasarkan pendekatan PER terdapat 11 perusahaan yang harga sahamnya mengalami undervalued tahun 2019, 7 perusahaan yang mengalami undervalued tahun 2020, 5 perusahaan yang mengalami undervalued tahun 2021, dan tahun 2022 terdapat 8 perusahaan yang mengalami undervalued. Perbandingan valuasi harga wajar saham antara metode PBV dan PER, terdapat 9 perusahaan mengalami kondisi yang sama pada tahun 2019 dan 2022, serta terdapat 8 perusahaan mengalami kondisi yang sama pada tahun 2020 dan 2021.